Bali, katakabar.com - Bantuan replanting sudah menjangkau 156 ribu orang petani atau setara dengan seluas 350 ribu hektar lahan.
Menurut Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS, Eddy Abdurrachman di acara 20th Indonesian Palm Oil Conference and 2025 Price Outlook (IPOC 2024) di Bali International Convention Center, The Westin Resort, Nusa Dua, Bali, Kamis (7/11) lalu, pemerintah berupaya mendorong produktivitas kelapa sawit nasional. Itu bisa dilihat dari tambahan dana bantuan replanting semula Rp30 juta per hektar menjadi Rp60 juta per hektar.
“Kami tingkatkan bantuan itu harapannya bisa mendorong para petani turut serta program replanting," ujar Eddy, dilansir dari laman website resmi BPDPKS, Jumat (8/11).
Kalau dulu, cerita Eddy, bantuan Rp30 juta per hektar membuat mereka harus mencari pendanaan lain hingga tanaman menghasilkan, tapi dengan Rp60 juta per hektar ini bisa hingga tanaman menghasilkan.
"Bantuan replanting sudah menjangkau 156 ribu orang petani atau setara dengan seluas 350 ribu hektar lahan. Di mana lahan potensial bisa direplanting mencapai 2 juta hektar di Indonesia," ulas Eddy.
Secara jangka panjang, ucap Eddy, BPDPKS targetkan program replanting bisa meningkatkan produksi Crude Palm Oil atau CPO petani mencapai 8 juta ton per tahun guna mendukung program strategis pemerintah.
“Pada 2045, dengan program replanting produksi CPO Indonesia berpotensi tembus 83,4 juta ton. Tapi bila program ini tidak berjalan, produksi CPO nasional berisiko menurun beberapa tahun ke depan,” imbuhnya.
Dorong Produktivitas, Dirut BPDPKS Bantuan Replanting Jangkau 156 Ribu Petani Sawit
Diskusi pembaca untuk berita ini