Sektor Tambang Nasional Buktikan Program Pengolahan Limbah Dukung Kelestarian Lingkungan Lingkungan
Lingkungan
Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:10 WIB

Sektor Tambang Nasional Buktikan Program Pengolahan Limbah Dukung Kelestarian Lingkungan

Jakarta, katakabar.com -  Pelaku industri pertambangan terus membuktikan kawasan operasional tambang dapat menjadi ruang inovasi bagi penerapan ekosistem sirkular yang memberikan manfaat bagi kelestarian lingkungan. Di pembukaan International Environment Technology and Innovation Expo and Conference (Invirotech) 2026, Menteri Lingkungan Hidup RI, Jumhur Hidayat, mengatakan dunia usaha memiliki peran penting dorong penerapan teknologi bersih dan mempercepat ekonomi sirkular untuk menjawab berbagai tantangan lingkungan hidup. Menurutnya, teknologi dan inovasi harus menjadi bagian dari solusi nyata yang mendukung keberlanjutan sektor industri, sekaligus lingkungan. Melalui pameran, forum diskusi, coaching clinic, workshop, business matching, dan berbagai kegiatan edukatif lainnya, INDO ENVIROTECH menjadi wadah untuk melihat bagaimana teknologi dapat menjawab berbagai persoalan nyata lingkungan hidup. “Dunia usaha memiliki peran penting dalam menerapkan teknologi bersih, meningkatkan kepatuhan lingkungan, dan mempercepat ekonomi sirkular,” ujar Jumhur saat pembukaan INDO ENVIROTECH 2026 di Jakarta, Kamis (11/6). Jumhur menambahkan, teknologi yang dikembangkan harus mampu memberikan manfaat nyata bagi lingkungan. “Teknologi harus membantu industri memenuhi kewajiban lingkungannya,” jelasnya. Pada praktiknya, sejumlah pelaku industri tambang telah mulai menerapkan program pengelolaan limbah yang tidak hanya berorientasi pada kepatuhan, tetapi juga penciptaan nilai tambah bagi lingkungan. Salah satu contoh datang dari Anggota Grup MIND ID PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) melalui Program Bank Sampah Pintar yang mengintegrasikan pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Melalui sistem pengumpulan, pemilahan, dan pengolahan yang terstruktur, sampah yang dikumpulkan masyarakat dapat dikonversi menjadi tabungan emas Logam Mulia. Sampah organik diolah menjadi berbagai produk bermanfaat seperti kompos, kasgot, biocleaner, dan maggot. Sepanjang 2025, program ini mencatat serapan sekitar 63 ton sampah anorganik, yang memberikan kontribusi positif terhadap pengurangan limbah di lingkungan sekitar masyarakat. Inisiatif lain dijalankan oleh Anggota Grup MIND ID yakni PT Bukit Asam Tbk (PTBA) melalui Program Bara Agro Sirkular, yang mengoptimalkan lahan non-produktif bekas aktivitas tambang ilegal menjadi kawasan agrikultur terpadu. Program ini menerapkan konsep 9R dan sistem sirkular terintegrasi, di mana limbah dari satu aktivitas dimanfaatkan sebagai input bagi aktivitas lainnya. Contohnya, kotoran puyuh diolah menjadi pupuk organik untuk perkebunan, sementara maggot hasil pengolahan limbah organik dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan perikanan. Anggota Grup MIND ID berikutnya yakni PT Freeport Indonesia (PTFI) mengembangkan Pusat Transformasi Bersama (PTB), yakni fasilitas pengolahan sampah berbasis daur ulang yang dibangun melalui kolaborasi dengan yayasan masyarakat di sekitar wilayah operasional Gresik, Jawa Timur. Melalui program ini, limbah kayu dan besi dari aktivitas konstruksi smelter diolah menjadi produk seperti meja dan kursi, yang kemudian disalurkan untuk mendukung program sosial, termasuk bagi anak-anak yatim dan kegiatan pemberdayaan masyarakat. Hal ini meminimalisir limbah konstruksi yang terbuang ke lingkungan. Berbagai inisiatif tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan limbah di sektor pertambangan berperan dalam mengurangi dampak lingkungan, sekaligus juga mampu menciptakan manfaat ekonomi dan sosial secara berkelanjutan. Pendekatan ini sekaligus menegaskan bahwa industri pertambangan dan kelestarian lingkungan adalah hal yang saling mendukung, dan dapat diimplementasikan melalui inovasi dan kolaborasi yang tepat.

ENSIA 2026 Hadir, Sucofindo Dorong Inovasi Berkelanjutan dan Sinergi Lintas Sektor Hadapi Perubahan Iklim Lingkungan
Lingkungan
Sabtu, 13 Juni 2026 | 12:26 WIB

ENSIA 2026 Hadir, Sucofindo Dorong Inovasi Berkelanjutan dan Sinergi Lintas Sektor Hadapi Perubahan Iklim

Jakarta, katakabar.com - PT Sucofindo (Persero) resmi meluncurkan Environmental and Social Innovation Award (ENSIA) 2026, sebuah ajang apresiasi yang mendorong lahirnya inovasi-inovasi terbaik di bidang lingkungan dan sosial dari berbagai sektor usaha di Indonesia. Peluncuran ENSIA 2026 menjadi bagian dari komitmen Sucofindo perkuat implementasi prinsip keberlanjutan sekaligus mendorong kontribusi dunia usaha menghadapi tantangan perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan. Usung tema “Innovation for Sustainable Business and Resilient Communities”, ENSIA 2026 diharapkan menjadi wadah bagi perusahaan untuk menghadirkan inovasi yang tidak hanya menciptakan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat, tetapi juga memperkuat daya saing dan keberlanjutan bisnis di tengah dinamika global yang semakin kompleks. Direktur Utama PT Sucofindo (Persero), Sandry Pasambuna, mengatakan bahwa peluncuran ENSIA 2026 merupakan langkah strategis untuk memperluas gerakan inovasi keberlanjutan di Indonesia. “ENSIA bentuk komitmen Sucofindo dalam mendorong dunia usaha untuk terus berinovasi dan mengambil peran aktif dalam menjawab berbagai tantangan lingkungan dan sosial. Melalui ENSIA 2026, kami ingin menghadirkan ruang kolaborasi yang mampu mempercepat lahirnya solusi-solusi inovatif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, lingkungan, dan keberlanjutan bisnis,” ujar Sandry. Menurut Sandry, saat ini dunia usaha tidak lagi hanya dituntut untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus mampu menghasilkan dampak positif yang berkelanjutan. Lantaran itu, inovasi menjadi kunci dalam menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, pelestarian lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Melalui ENSIA 2026, kami berharap semakin banyak perusahaan yang menunjukkan praktik-praktik terbaiknya pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Inovasi yang dihasilkan diharapkan dapat mendukung upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, memperkuat ketahanan masyarakat, serta menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi dunia usaha,” tambahnya. Sebagai rangkaian peluncuran ENSIA 2026, Sucofindo menyelenggarakan Cerita Bersama Sucofindo (Carbon Talk) yang menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dari pemerintah, lembaga riset, dan sektor industri untuk membahas tantangan serta peluang dalam menghadapi perubahan iklim. Di sesi tersebut, Direktur Adaptasi Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Franky Zamzani, memaparkan perubahan iklim telah memengaruhi berbagai sektor strategis, mulai dari pangan, sumber daya air, energi, kesehatan, hingga ekosistem. Itu sebabnya, penguatan kapasitas adaptasi menjadi bagian penting dalam pembangunan berkelanjutan. Ia mengatakan pemerintah terus mendorong upaya adaptasi iklim yang terintegrasi, inklusif, dan berbasis ilmu pengetahuan untuk memperkuat ketahanan sosial, ekonomi, dan ekosistem. “Upaya tersebut dijalankan melalui berbagai program prioritas pada sektor pangan, sumber daya air, energi, kesehatan, dan ekosistem guna mengurangi risiko serta dampak perubahan iklim. Hal ini sejalan dengan pilar KLH, yaitu lima bidang prioritas adaptasi yang tertuang dalam Perpres Nomor 110 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Instrumen Nilai Ekonomi Karbon dan Pengendalian Emisi Gas Rumah Kaca Nasional,” jelas Franky. Kepala Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan BRIN, Andes Hamuraby Rozak, memaparkan pentingnya riset dan inovasi dalam mendukung upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Menurutnya, pengelolaan ekosistem yang berkelanjutan memerlukan pendekatan berbasis sains agar menghasilkan solusi yang terukur dan berdampak. Andes Hamuraby Rozak melanjutkan bahwa Solusi Berbasis Alam (Nature-based Solutions) menjadi tren sebagai upaya perlindungan, pemanfaatan secara bijaksana, serta pemulihan ekosistem. “Restorasi tidak hanya berfokus pada penanaman, tetapi juga mengintegrasikan aspek iklim, keanekaragaman hayati, dan masyarakat. Restorasi lahan gambut yang dilakukan secara berkelanjutan dapat mendukung mitigasi perubahan iklim, pemulihan biodiversitas, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui dukungan ilmu pengetahuan, pemantauan berkelanjutan, dan partisipasi masyarakat,” ujar Andes. Di kegiatan sama, Senior Staff General Affairs & CSR PT Smelting, Rachmayani, menekankan pentingnya peran sektor usaha dalam mendukung pengendalian perubahan iklim melalui kolaborasi dengan masyarakat. Menurutnya, dunia usaha dapat berkontribusi melalui berbagai program lingkungan, mulai dari pengelolaan sampah, konservasi air, penghijauan, hingga pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan. “Pengendalian perubahan iklim bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama. Kolaborasi sektor usaha dan masyarakat menjadi kunci terciptanya masa depan yang berkelanjutan,” ulas Rachmayani.

Lebih 1 juta Ton Barang Diangkut via KK, Setara Kurangi Pergerakan Hampir 60 Ribu Truk di Jalan Raya Lingkungan
Lingkungan
Sabtu, 13 Juni 2026 | 11:11 WIB

Lebih 1 juta Ton Barang Diangkut via KK, Setara Kurangi Pergerakan Hampir 60 Ribu Truk di Jalan Raya

Jakarta, katakabar.com - KAI Logistik berhasil mencatatkan kinerja keseluruhan angkutan barang dengan volume sebesar 1.658.622 ton atau meningkat 10 persen dibandingkan periode bulan sebelumnya pada Mei 2026. Kinerja tersebut salah satunya didorong oleh kinerja angkutan kereta kontainer, yang menunjukkan pertumbuhan yang konsisten. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, layanan KA Kontainer telah mengangkut 1.193.688 ton barang atau setara dengan hampir 60 ribu perjalanan truk, mencerminkan semakin meningkatnya pemanfaatan moda kereta api sebagai solusi logistik yang efisien dan berkelanjutan. Yuskal Setiawan, Direktur Utama KAI Logistik, megungkapkan, layanan KA Kontainer mencatat kenaikan 8 perseb secara tahunan pada 2025 dibandingkan 2024, melanjutkan tren pertumbuhan positif sebagai salah satu layanan unggulan. Pada 2026, kami menargetkan pertumbuhan yang lebih besar melalui penguatan layanan dan kapasitas angkut kereta api kontainer. "Langkah ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam menghadirkan solusi logistik yang tidak hanya efisien, tetapi juga mendukung daya saing industri dan pembangunan logistik yang berkelanjutan," ujarnya. Tren peningkatan volume semakin terlihat memasuki triwulan II 2026, dengan capaian tertinggi pada Mei sebesar 267.390 ton atau meningkat 20 persen dibandingkan awal tahun 2026. Untuk mengakomodasi pertumbuhan permintaan tersebut, perusahaan melakukan akselerasi kapasitas melalui penambahan dua rangkaian KA Kontainer. Langkah ini merupakan upaya KAI Logistik dalam menjawab kebutuhan pelanggan industri yang terus meningkat, sekaligus mendukung semakin kuatnya komitmen dunia usaha terhadap praktik logistik yang lebih efisien dan berkelanjutan. Yuskal menambahkan transformasi sistem logistik nasional tidak hanya ditentukan oleh peningkatan kapasitas distribusi, tetapi juga oleh kemampuan menghadirkan moda transportasi yang efisien, rendah emisi, dan berkelanjutan. Dalam konteks tersebut, kereta api memiliki posisi strategis sebagai tulang punggung angkutan barang berkapasitas besar yang mampu mendukung konektivitas antarwilayah sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional. "Ke depan, tantangan logistik tidak lagi berbicara mengenai kecepatan pengiriman, tetapi juga menitikberatkan pada aspek tanggung jawab terhadap lingkungan dan infrastruktur. Peralihan sebagian angkutan barang ke moda kereta api merupakan investasi jangka panjang bagi ekonomi nasional karena mampu meningkatkan efisiensi rantai pasok, mengurangi biaya eksternal akibat kemacetan dan kerusakan jalan, serta mendukung pencapaian target pembangunan rendah karbon Indonesia," jelas Yuskal. Lebih lanjut, peningkatan pemanfaatan moda kereta api untuk angkutan barang juga menciptakan multiplier effect bagi perekonomian. Distribusi logistik yang lebih andal akan memperkuat kelancaran pasokan bahan baku dan barang jadi bagi berbagai sektor industri, menjaga stabilitas rantai pasok, serta meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar domestik maupun global. Pada saat yang sama, perpindahan distribusi dari jalan raya ke rel turut mengurangi tekanan terhadap infrastruktur jalan serta meningkatkan keselamatan bagi pengguna jalan. Berdasarkan data tahun 2024, terdapat 150.906 kasus kecelakaan dengan 26.839 korban meninggal dunia. Sekitar 10,5 persen di antaranya melibatkan kendaraan angkutan barang. Sementara kerugian perbaikan jalan nasional akibat kendaraan lebih dimensi dan lebih muatan mencapai Rp10,21 triliun. “Sebagai bagian dari ekosistem transportasi nasional, KAI Logistik berkomitmen untuk terus memperluas pemanfaatan moda kereta api sebagai solusi logistik masa depan. Melalui peningkatan kapasitas, pengembangan jaringan layanan, dan kolaborasi dengan berbagai pelaku industri, perusahaan berharap semakin banyak distribusi barang yang beralih ke moda kereta sehingga mampu menciptakan sistem logistik yang lebih efisien, lebih aman, lebih hijau, dan lebih berdaya saing, sekaligus mendukung visi Indonesia menuju pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” sebut Yuskal.

Sempena Hari LH Sedunia 2026, JTT Komitmen Hijaukan Trans Jawa Lewat Penanaman Seribu Pohon Lingkungan
Lingkungan
Jumat, 12 Juni 2026 | 22:24 WIB

Sempena Hari LH Sedunia 2026, JTT Komitmen Hijaukan Trans Jawa Lewat Penanaman Seribu Pohon

Jakarta, katakabar.com - Sempena memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) menegaskan komitmennya dukung pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan melalui program penghijauan di wilayah operasional Jalan Tol Trans Jawa. Sebagai bentuk sinergi dalam mendukung program penghijauan di lingkungan JTT Group, pada Senin (08/06) JTT melaksanakan penyerahan bibit pohon secara simbolis kepada anak perusahaan JTT Group. Kegiatan tersebut menjadi langkah awal kolaborasi dalam mewujudkan target penanaman 1.000 pohon sepanjang tahun 2026 sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan kerja dan koridor jalan tol yang lebih hijau, asri, dan berkelanjutan. Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo, menyampaikan pelestarian lingkungan di antara aspek penting dalam mendukung operasional jalan tol yang berkelanjutan. “Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi pengingat bagi kita semua bahwa pembangunan infrastruktur harus berjalan selaras dengan upaya pelestarian lingkungan. Sebagai pengelola 676 kilometer Jalan Tol Trans Jawa, JTT memiliki tanggung jawab untuk terus menghadirkan nilai tambah tidak hanya dari sisi konektivitas, tetapi juga melalui kontribusi nyata terhadap keberlanjutan lingkungan. Melalui program penanaman 1.000 pohon di wilayah Trans Jawa sepanjang 2026, kami berkomitmen mendukung terciptanya koridor jalan tol yang lebih hijau, nyaman, dan berkelanjutan,” ujar Ria. Selain program penanaman pohon, JTT juga membangun fasilitas nursery atau pusat pembibitan tanaman di lingkungan Kantor Pusat PT Jasamarga Transjawa Tol. Kehadiran nursery tersebut merupakan dukungan perusahaan dalam ketersediaan bibit tanaman secara mandiri guna menunjang program penghijauan yang berkelanjutan di seluruh wilayah operasional. Nursery JTT akan dimanfaatkan sebagai sarana pembibitan berbagai jenis tanaman dan pohon yang nantinya akan digunakan dalam kegiatan penghijauan di lingkungan kantor. Selain berfungsi sebagai pusat pembibitan, area tersebut juga diharapkan menjadi media edukasi lingkungan bagi insan perusahaan dan para pemangku kepentingan. Ke depan, JTT akan terus mengembangkan berbagai program keberlanjutan yang sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), termasuk pengelolaan lingkungan, efisiensi sumber daya, serta peningkatan kesadaran lingkungan di seluruh wilayah operasional Trans Jawa. Melalui semangat Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, JTT mengajak seluruh insan perusahaan dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan demi mewujudkan masa depan yang lebih hijau, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang.

Lewat Program PFsains, Pertamina Jembatani Inovasi Faspol BRIN Pengelolaan Sampah di Bantul Lingkungan
Lingkungan
Kamis, 11 Juni 2026 | 13:05 WIB

Lewat Program PFsains, Pertamina Jembatani Inovasi Faspol BRIN Pengelolaan Sampah di Bantul

Bantul, katakabar.com - Perkuat inovasi pengelolaan sampah dan energi alternatif berbasis masyarakat, Pertamina melalui Pertamina Foundation bersama Pemerintah Kabupaten Bantul dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) meluncurkan alat pirolisis multikondensor Gen 5.0 (Faspol 5.0). Alat ini akan diimplementasikan untuk bank sampah yang dikelola oleh Kelompok Swadaya Mandiri (KSM) Pilah Berkah Kapanewon Imogiri, Bantul, Yogyakarta. Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, mengapresiasi inovasi Faspol yang dimiliki BRIN dan berharap dapat menjadi solusi jangka panjang atas permasalahan pengelolaan sampah di wilayahnya. "Pengelolaan sampah di sini (Bantul) membutuhkan banyak sinergi karena penanganannya semakin menantang pasca TPA Piyungan ditutup. Sehingga hadirnya BRIN lewat inovasi Faspol yang didukung oleh Pertamina Foundation melalui program PFsains, selaras dengan fokus penanganan kami saat ini dan nanti akan kita kembangkan di KSM-KSM yang lain," ujar Halim, Selasa (9/6). Implementasi Faspol 5.0 (Faspol G-5) di Bantul dihadirkan oleh peneliti BRIN sekaligus pemenang program PFsains Pertamina Foundation tahun 2024, Heru Susanto, M.Sc. Faspol mesin pengolah sampah plastik, baik kotor maupun basah menjadi bahan bakar yang disebut Petasol, menggunakan teknologi pirolisis multikondensor. Heru menerangkan dengan alat ini Kelompok Swadaya Mandiri (KSM) Pilah Berkah Kapanewon Imogiri, Bantul mampu menghasilkan 0,9 liter solar dengan modal satu kilogram (kg) sampah plastik. "Satu kilogram sampah plastik, itu bisa menghasilkan 0,8-0,9 liter solar. Pengolahannya memerlukan proses yang cukup panjang karena harus melalui pemanasan pada suhu tinggi selama 7-8 jam, penjernihan, dan beberapa tahapan lainnya hingga akhirnya diperoleh solar (Petasol) yang siap digunakan pada mesin kendaraan berbasis solar," kata Heru. Saat ini, teknologi Faspol 5.0 sudah diterapkan di 53 lokasi di Indonesia. BRIN menargetkan setiap desa atau kecamatan dapat memiliki mesin Faspol sendiri. "Dukungan Pertamina Foundation melalui program PFsains, membuat kami bisa mereplikasi inovasi ini ke Bantul yang tengah bergulat dengan tantangan pengelolaan sampah," jelas Heru. Presiden Director Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari juga menegaskan bahwa program PFsains hadir untuk mendukung inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, mudah diadopsi, dan mampu memberikan dampak nyata. “Permasalahan sampah plastik yang selama ini menjadi tantangan lingkungan dapat diubah menjadi sumber daya yang memiliki nilai ekonomi. Inilah bentuk inovasi yang kami dorong, yaitu solusi yang hadir dari kebutuhan masyarakat dan dapat dimanfaatkan secara langsung. Lewat program PFsains, kami menjembatani hasil riset dan inovasi agar tidak berhenti sebagai karya ilmiah, tetapi dapat dihilirisasikan menjadi solusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat hingga ke pelosok desa," tegas Agus. Sejak 2020, program PFsains telah mendukung 45 inovator dan peneliti dari berbagai bidang, mulai dari energi terbarukan, pertanian, perikanan, hingga pengelolaan limbah. Program ini tidak hanya memberikan dukungan pendanaan, tetapi juga pendampingan pengembangan model bisnis, implementasi, serta evaluasi agar inovasi dapat berkembang secara berkelanjutan. Inisiatif tersebut sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam upaya membangun dari desa untuk pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan, serta mendorong hilirisasi dan industrialisasi guna meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.

Tingkatkan Keselamatan Perjalanan: KAI Daop 1 Jakarta Tutup Perlintasan Sebidang Liar di Tangerang Lingkungan
Lingkungan
Rabu, 10 Juni 2026 | 20:15 WIB

Tingkatkan Keselamatan Perjalanan: KAI Daop 1 Jakarta Tutup Perlintasan Sebidang Liar di Tangerang

Jakarta, katakabar.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 1 Jakarta terus perkuat upaya peningkatan keselamatan perjalanan kereta api melalui penataan akses masyarakat di sekitar jalur rel. Di antars langkah yang dilakukan adalah penutupan perlintasan sebidang tidak resmi di KM 38+6/7 yang berada di wilayah Kelurahan Jatake, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (9/6) kemarin. Penutupan itu dilakukan sebagai bagian dari program berkelanjutan KAI dalam menciptakan operasional perkeretaapian yang semakin aman, selamat, dan andal, sekaligus mengurangi potensi kecelakaan yang dapat terjadi akibat aktivitas masyarakat yang melintas pada akses yang tidak diperuntukkan sebagai perlintasan resmi. Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan keberadaan perlintasan liar masih menjadi salah satu tantangan dalam upaya peningkatan keselamatan perkeretaapian. Lantaran itu, KAI secara konsisten melakukan penataan dan penutupan akses-akses yang berpotensi membahayakan perjalanan kereta api maupun keselamatan masyarakat. “Keselamatan merupakan prioritas utama KAI. Penutupan perlintasan tidak resmi ini merupakan langkah preventif untuk mengurangi potensi terjadinya kecelakaan di jalur kereta api. Kami mengajak masyarakat untuk menggunakan perlintasan resmi yang telah dilengkapi fasilitas keselamatan serta mematuhi seluruh aturan yang berlaku di area perkeretaapian,” ujar Franoto. Kegiatan penutupan melibatkan berbagai unsur, antara lain jajaran KAI Daop 1 Jakarta, Balai Teknik Perkeretaapian Wilayah Jakarta dan Banten, aparat keamanan, unsur pengamanan internal KAI, serta perangkat wilayah setempat. Sinergi antarinstansi tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung terciptanya keselamatan transportasi perkeretaapian yang berkelanjutan. Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan pemasangan patok penghalang sehingga akses tersebut tertutup secara permanen dan tidak lagi dapat dilalui kendaraan maupun pejalan kaki. Seluruh pekerjaan dilaksanakan sesuai prosedur keselamatan dan tidak mengganggu operasional perjalanan kereta api. Franoto menambahkan bahwa penutupan perlintasan tidak resmi merupakan salah satu bentuk implementasi komitmen KAI dalam mendukung program peningkatan keselamatan perkeretaapian nasional. Selain melalui penataan akses, KAI juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya beraktivitas di jalur rel dan pentingnya disiplin berlalu lintas di perlintasan sebidang. “Kami mengapresiasi dukungan pemerintah daerah, aparat terkait, serta masyarakat dalam setiap upaya peningkatan keselamatan yang dilakukan KAI. Keselamatan di perlintasan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan partisipasi seluruh pihak,” tambahnya. Diharapkan langkah ini dapat menghadirkan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan berkeselamatan bagi seluruh pelanggan maupun masyarakat di sekitar jalur kereta api.

Dari Lubang Tambang Jadi Kawasan Hijau: Reklamasi Jadi Instrumen Pemulihan Ekologi Lingkungan
Lingkungan
Selasa, 09 Juni 2026 | 14:05 WIB

Dari Lubang Tambang Jadi Kawasan Hijau: Reklamasi Jadi Instrumen Pemulihan Ekologi

Jakarta, katakabar.com - Reklamasi dan pemulihan lingkungan kini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari praktik pertambangan berkelanjutan. Bagi perusahaan-perusahaan anggota Grup MIND ID, reklamasi tidak lagi dipandang sebagai kewajiban administratif setelah kegiatan tambang berakhir, melainkan sebagai upaya memulihkan fungsi ekologis kawasan sekaligus menciptakan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar. Melalui berbagai program restorasi lahan, rehabilitasi ekosistem, konservasi biodiversitas, hingga pengembangan tanaman energi, perusahaan-perusahaan tambang anggota Grup MIND ID berupaya menunjukkan bahwa aktivitas pertambangan dapat berjalan beriringan dengan upaya pelestarian lingkungan. Di ANTAM, reklamasi diposisikan sebagai instrumen pemulihan fungsi ekologis jangka panjang. Perusahaan menjalankan program reklamasi dan rehabilitasi secara sistematis dengan tujuan mengembalikan fungsi lingkungan pada area pascatambang agar tetap aman, stabil, dan produktif. Kegiatan tersebut meliputi penataan lahan, pengendalian erosi dan sedimentasi, revegetasi menggunakan spesies lokal, hingga pemantauan kualitas lingkungan secara berkala. ANTAM juga mengintegrasikan program konservasi biodiversitas melalui pemantauan flora dan fauna, rehabilitasi ekosistem sungai, serta perlindungan kawasan bernilai konservasi tinggi di sekitar wilayah operasional. Pada 2025, ANTAM telah menanam lebih dari 195 ribu pohon di area pascatambang maupun kawasan rehabilitasi lainnya. Selanjutny, Bukit Asam atau PTBA mengembangkan inovasi melalui pemanfaatan tanaman kaliandra merah di lahan reklamasi. Tanaman energi tersebut dikembangkan sebagai bahan baku wood pellet untuk program co-firing pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Program ini tidak hanya mempercepat penghijauan lahan pascatambang, tetapi juga mendukung pengurangan emisi karbon melalui substitusi sebagian penggunaan batu bara dengan biomassa. Hingga 2025, PTBA bersama mitra akademik telah melakukan penanaman kaliandra merah di lahan seluas 26,47 hektare dengan lebih dari 240 ribu batang tanaman. Di samping itu, Freeport Indonesia menjadikan pengelolaan biodiversitas sebagai salah satu fokus utama strategi keberlanjutannya. Perusahaan menerapkan berbagai sistem pengelolaan lingkungan yang bertujuan meminimalkan dampak operasional terhadap ekosistem, termasuk pemantauan lingkungan secara berkelanjutan dan pengelolaan tailing sesuai standar yang telah diverifikasi secara internasional. Selain itu, Freeport melakukan penilaian kondisi alam melalui pendekatan empat tahap, mulai dari identifikasi lokasi, evaluasi, asesmen, hingga penyiapan langkah mitigasi guna memperkuat perlindungan keanekaragaman hayati di wilayah operasionalnya. Sementara, PT Timah menempatkan reklamasi dan restorasi lanskap pascatambang sebagai bagian penting dari strategi keberlanjutan perusahaan. Upaya tersebut tidak hanya dilakukan melalui revegetasi lahan bekas tambang, tetapi juga rehabilitasi ekosistem pesisir dan laut. Program yang dijalankan mencakup pembangunan terumbu karang buatan, penanaman mangrove, hingga restocking kepiting sebagai bagian dari pemulihan ekosistem perairan yang terdampak aktivitas pertambangan. Pada 2025, perusahaan mencatat realisasi 100 persen target perawatan reklamasi dan rehabilitasi lingkungan yang telah ditetapkan. Adapun PT Vale Indonesia menempatkan reklamasi dan rehabilitasi kawasan tambang sebagai bagian dari strategi menjaga keberlanjutan sumber daya alam jangka panjang. Perusahaan menjalankan pemulihan lahan melalui revegetasi, pengelolaan keanekaragaman hayati, dan rehabilitasi kawasan terdampak operasi tambang untuk memastikan kawasan yang telah ditambang dapat kembali memiliki fungsi ekologis yang mendukung keseimbangan lingkungan di sekitar wilayah operasi. Berbagai inisiatif tersebut menunjukkan bahwa paradigma industri pertambangan terus berubah. Reklamasi tidak lagi berhenti pada penanaman kembali vegetasi, melainkan berkembang menjadi upaya pemulihan ekosistem yang lebih komprehensif dari konservasi biodiversitas, rehabilitasi kawasan darat dan perairan, hingga pengembangan tanaman energi yang mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon. Dengan pendekatan tersebut, perusahaan-perusahaan anggota Grup MIND ID membuktikan bahwa kegiatan pertambangan dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang.

Jangan-jangan PKS SSM Bandal Punya Beking! Normalisasi Sungai Bawak Diabaikan Lingkungan
Lingkungan
Minggu, 07 Juni 2026 | 23:30 WIB

Jangan-jangan PKS SSM Bandal Punya Beking! Normalisasi Sungai Bawak Diabaikan

Rokan Hulu, katakabar.com - Aksi pencucian nama baik (greenwashing) kembali terjadi di Tandun. PKS PT Surya Sawit Mandiri (SSM) dinilai tengah melakukan sandiwara murahan dengan menebar ribuan bibit ikan di Sungai Bawak, Desa Koto Tandun, padahal sungai tersebut kondisinya nyaris mati akibat tercemar berat oleh limbah cair pabrik kelapa sawit perusahaan bergerak di sektor kelapa sawit. Lebih mengejutkan, upaya pemulihan sungai melalui normalisasi telah diperintahkan dan direkomendasikan oleh pemerintah justru diabaikan. Masyarakat murka, menilai perusahaan ini tidak hanya nakal, tapi juga membangkang terhadap hukum, sementara pengawasan dinas terkait terkesan sangat lemah hingga memunculkan dugaan-dugaan buruk. Sungai Penuh Lumpur Limbah, Ikan Tetap Ditebar Tokoh masyarakat setempat, E Siregar, dengan nada tinggi dan penuh emosi menyoroti kemunafikan yang dilakukan perusahaan tersebut. Baginya, apa yang dilakukan PT SSM bukanlah kepedulian lingkungan, melainkan upaya murahan untuk menutupi aib pencemaran yang sudah terjadi bertahun-tahun. "Intinya, kami masyarakat Koto Tandun sangat peduli pada lingkungan. Tapi pertanyaannya, kenapa pelepasan bibit ikan dilakukan sementara sungai belum dinormalisasi? Air Sungai Bawak belum benar-benar bersih dari limbah mereka. Limbah itu sudah mengendap jadi lumpur yang dalam di dasar sungai karena tidak dikeruk, tidak dinormalisasi," tegas E Siregar, Minggu (7/6). Menurutnya, sungai tersebut saat ini bak kubangan racun. Seluruh ekosistem sudah mati disapu limbah cair pabrik. Alih-alih memperbaiki habitat dengan mengeruk lumpur dan membersihkan aliran sesuai rekomendasi resmi, perusahaan justru mengambil jalan pintas dengan menebar ikan seolah masalah sudah selesai. "Ini keterlaluan! Mereka lari dari tanggung jawab. Rekomendasi DLH Rohul benar-benar diabaikan begitu saja. Kenapa sungai belum dibenahi, bibit ikan sudah ditabur? Untuk apa? Biar mati lagi? Sungai ini sekarang jadi tempat penampungan lumpur limbah PT SSM," rutuknya. Alasan Penolakan Warga Hanya Tipu Muslihat Sikap perusahaan yang mengklaim tidak bisa melakukan normalisasi karena adanya penolakan warga yang khawatir pohon sawitnya tumbang, langsung dibantah mentah-mentah. E Siregar menyebut itu semua hanya alasan pembenaran karena perusahaan malas mengeluarkan biaya dan enggan bertanggung jawab. "Itu kan bahasa perusahaan saja! Padahal lebih kurang 200 meter lahan di sepanjang sungai itu adalah aset Yayasan Majiyyatul Islam yang sudah dihibahkan. Saya sendiri sudah jumpai pihak yayasan dan mereka tidak pernah melarang. Jadi tidak ada alasan apa pun bagi mereka untuk menghindar," terangnya. Lebih jauh, ia sesalkan tindakan perusahaan yang melakukan kegiatan penaburan ikan tersebut tanpa melibatkan atau mengundang pihak yang selama ini menjadi pelapor dan peduli masalah ini. "Kami selaku pelapor tidak pernah dimusyawarahkan atau diundang. Mereka melakukan ini sembunyi-sembunyi seolah ingin terlihat baik di mata publik tanpa mau menyelesaikan akar masalahnya. Padahal masalahnya belum clear, sungai masih kotor, limbah masih ada," imbuhnya. Total bibit ikan yang ditebar mencapai 5.500 ekor yang terdiri dari Nila, Patin, dan Lele. Bagi masyarakat, jumlah itu tidak ada artinya jika lingkungannya saja sudah tidak layak huni. Ikan yang ditebar hari ini hanya akan menjadi korban berikutnya dari racun limbah. Ada Apa Dengan Pemerintah? Diduga Ada "Sesuatu" Kecaman keras tidak hanya ditujukan kepada perusahaan, tapi juga melayang kepada pemerintah, khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rokan Hulu. Masyarakat mempertanyakan, bagaimana mungkin sebuah perusahaan bisa seenaknya membangkang terhadap rekomendasi resmi tanpa ada tindakan tegas? "Kami heran kenapa pengawasan pemerintah begitu lemah. Kenapa tidak bisa memberikan sanksi sekeras-kerasnya? Ini ada apa? Apakah pemerintah memang tidak mampu, ataukah sudah disuap oleh perusahaan?" tanyanya dengan nada menyindir. "Sangat aneh, bagaimana mungkin perusahaan bisa berani membangkang kalau tidak ada 'sesuatunya'. DLH Rokan Hulu terkesan tutup mata melihat tindakan perusahaan yang tidak patuh hukum ini. Mereka seenaknya saja mengabaikan perintah negara," tambahnya. Masyarakat menuntut agar pemerintah tidak lagi terbuai oleh aksi simbolis seperti menabur ikan. Harus ada tindakan nyata berupa sanksi berat, penegakan hukum, dan pemaksaan agar PT SSM segera melakukan normalisasi sungai sesuai kewajiban mereka. "Kami berjuang demi kepentingan bersama. Jangan biarkan perusahaan nakal ini terus menerus menyengsarakan rakyat dan merusak alam. Jangan sampai aksi tabur ikan ini dijadikan tameng untuk lepas dari tanggung jawab," sebut E Siregar dengan penuh penekanan. Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih menunggu kepastian hukum. Apakah pemerintah menindak tegas, atau tetap membiarkan perusahaan besar mempermainkan hukum, dan lingkungan demi keuntungan semata?

Internet Rumah Terbaik Buat Keluarga Modern, Ini Faktor Kini Jadi Prioritas Pengguna Lingkungan
Lingkungan
Kamis, 04 Juni 2026 | 08:27 WIB

Internet Rumah Terbaik Buat Keluarga Modern, Ini Faktor Kini Jadi Prioritas Pengguna

Jakarta, katakabar.com - Kebutuhan internet rumah di Indonesia kini mengalami perubahan yang cukup signifikan. Jika beberapa tahun lalu masyarakat hanya mencari koneksi internet untuk browsing dan media sosial, kini internet rumah sudah menjadi bagian penting dari gaya hidup digital sehari-hari. Mulai dari aktivitas bekerja hybrid, streaming film berkualitas tinggi, belajar online, menjalankan bisnis digital, hingga cloud gaming, semuanya membutuhkan koneksi internet yang stabil dan konsisten. Bahkan, tren smart home dan penggunaan perangkat IoT juga mulai membuat kebutuhan internet rumah semakin kompleks. Menurut laporan APJII dan DataReportal Indonesia, jumlah pengguna internet rumah terus meningkat seiring tingginya konsumsi konten digital dan aktivitas online masyarakat. Di sisi lain, pengguna kini juga semakin kritis dalam memilih layanan internet rumah. Bukan hanya mencari harga murah, tetapi pengalaman penggunaan yang nyaman tanpa buffering maupun gangguan koneksi. Lalu, sebenarnya seperti apa yang dimaksud dengan internet rumah terbaik? Secara umum, internet rumah terbaik bukan hanya soal angka Mbps besar. Ada beberapa faktor penting yang kini menjadi pertimbangan pengguna, mulai dari stabilitas jaringan, latency rendah, upload-download speed yang seimbang, hingga kemampuan koneksi untuk mendukung banyak perangkat sekaligus dalam satu rumah. Hal ini penting karena kebutuhan setiap pengguna berbeda. Untuk produktivitas seperti video conference dan upload file, koneksi stabil dengan upload speed tinggi menjadi faktor utama. Untuk entertainment, kualitas streaming tanpa buffering lebih diprioritaskan. Sementara untuk gaming online, latency rendah dan koneksi responsif menjadi penentu pengalaman bermain. Lantaran itu, memilih internet rumah terbaik sebaiknya disesuaikan dengan aktivitas digital sehari-hari. Pengguna juga perlu memperhatikan jenis jaringan yang digunakan provider, cakupan area layanan, kualitas router, hingga kapasitas bandwidth sesuai jumlah pengguna di rumah. Di kategori provider internet rumah berbasis fiber optic, Biznet Home menjadi salah satu nama yang cukup sering diperbincangkan karena dikenal memiliki koneksi stabil dan performa jaringan yang konsisten. Dengan jaringan fiber optic dan upload-download speed simetris, Biznet Home menawarkan pengalaman internet yang optimal untuk kebutuhan produktivitas, streaming, hingga gaming online. Biznet Home sendiri menawarkan layanan internet rumah mulai dari bandwidth 100 Mbps dengan jaringan yang terus diperluas di berbagai kota dan kabupaten di Indonesia. Selain menghadirkan koneksi internet stabil dengan latency rendah, Biznet juga menjadi pilihan banyak pengguna urban yang membutuhkan koneksi internet rumah tanpa kompromi untuk berbagai aktivitas digital sehari-hari. Di tengah meningkatnya kebutuhan digital masyarakat, memilih internet rumah terbaik kini bukan lagi sekadar soal kecepatan tinggi. Stabilitas koneksi, pengalaman penggunaan, dan kualitas layanan menjadi faktor utama yang semakin diperhatikan pengguna sebelum memutuskan provider internet rumah.

Legowo! Pengurus Koperasi Silva Aulia Lestari Hormati Kebijakan Penertiban Panglong Arang Bakau Lingkungan
Lingkungan
Minggu, 31 Mei 2026 | 16:33 WIB

Legowo! Pengurus Koperasi Silva Aulia Lestari Hormati Kebijakan Penertiban Panglong Arang Bakau

Kepulauan Meranti, katakabar.com -  Pengurus Koperasi Silva Aulia Lestari menyatakan hormati kebijakan pemerintah terkait penertiban aktivitas panglong arang bakau di Kabupaten Kepulauan Meranti. Sikap tersebut disampaikan sebagai bentuk menghormati terhadap upaya pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya ekosistem mangrove yang memiliki peran penting menjaga keseimbangan alam serta melindungi wilayah pesisir dari abrasi. Pengurus Koperasi Silva Aulia Lestari juga mengimbau seluruh masyarakat, khususnya para pekerja dan pelaku usaha panglong arang bakau, agar tetap tenang serta tidak terprovokasi oleh informasi yang dapat mengganggu situasi keamanan dan ketertiban masyarakat. "Kami mengajak seluruh pekerja panglong arang bakau untuk tetap menjaga kondusivitas, keamanan, dan ketertiban. Mari bersama-sama menghormati langkah pemerintah dalam melindungi dan melestarikan ekosistem mangrove di Kabupaten Kepulauan Meranti," ujar pengurus Koperasi Silva Aulia Lestari. Menurutnya, perlindungan kawasan mangrove tanggung jawab bersama karena keberadaannya sangat penting bagi keberlangsungan lingkungan, habitat berbagai biota, serta sumber kehidupan masyarakat pesisir dalam jangka panjang. Dengan adanya penertiban tersebut, diharapkan seluruh pihak dapat kedepankan komunikasi yang baik, mematuhi ketentuan yang berlaku, dan bersama-sama mendukung pembangunan yang berkelanjutan demi masa depan Kabupaten Kepulauan Meranti berjuluk 'Tanah Jantan' yang lebih baik.