Merajut Kemandirian Ekonomi: Warga Minas Budidaya Lele Ekonomi
Ekonomi
2 jam yang lalu

Merajut Kemandirian Ekonomi: Warga Minas Budidaya Lele

Minas, katakabar.com -  Memasuki masa pensiun sering kali mendatangkan kecemasan tersendiri bagi sebagian orang. Terutama soal kepastian sumber pendapatan guna menopang kebutuhan keluarga setelah tidak lagi memiliki penghasilan tetap. Bayang-bayang kurangnya sumber penghasilan juga sempat menggelayuti pikiran Jamaros 56 tahun, warga Kelurahan Minas Jaya, Kabupaten Siak, Riau. Alih-alih berpangku tangan, Jamaros memilih untuk terus bergerak. Bersama warga lainnya, ia menekuni budidaya perikanan sebagai ikhtiar membangun sumber penghasilan baru sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat di sekitarnya. Kini, kecemasan itu perlahan memudar, Jamaros selaku anggota Kelompok Budidaya Perikanan (Pokdakan) Jaya Bersama, mendorong warga memajukan usaha budidaya lele di lingkungan tempat tinggal yang sebelumnya hanya dikelola seadanya. Budidaya lele yang awalnya dikelola secara konvensional, kini terus bertranformasi menjadi unit usaha yang menjanjikan. “Dari sekarang kami mulai sedikit-sedikit, supaya ada yang bisa diharapkan untuk masa depan,” kata Jamaros. Ia menceritakan, kolamnya yang semula hanya berkapasitas 3.000 bibit lele, kini telah berkembang pesat hingga mampu menampung sekitar 15.000 bibit per siklusnya. Perjalanan menuju titik ini tidaklah mudah. Pada masa-masa awal, kelompok yang sebagian besar beranggotakan para pensiunan dan ibu rumah tangga ini sempat terseok-seok akibat tingginya biaya pakan dan bibit, modal yang cekak, serta ketergantungan pada tengkulak yang membuat margin keuntungan menipis. Titik balik mulai terlihat saat Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona Rokan hadir sebagai mitra pendukung. Guna memperkuat skala usaha, PHR menginisiasi pembentukan Gabungan Kelompok Perikanan (Gapokkan) Minas Bahari Serumpun, yang menyatukan delapan kelompok budidaya di wilayah setempat, termasuk kelompok Jaya Bersama. Tak sekadar salurkan stimulus berupa 24.000 ekor bibit lele dan pakan, PHR juga memberikan fasilitas mesin pelet mandiri berbahan dasar ikan rucah serta pelatihan pembuatan probiotik. Intervensi ini rupanya menjadi kunci efisiensi biaya produksi yang selama ini menggerogoti kantong para peternak. Sebagai gambaran, dalam satu siklus budidaya ikan lele dengan jumlah tebar sekitar 7.500 ekor, dibutuhkan sekitar 850 kilogram pakan selama masa pemeliharaan hingga panen, yakni sekitar 3 bulan. Berbekal ilmu baru, warga Minas Jaya mengubah total pola kerja mereka. Mereka secara disiplin meracik probiotik mandiri untuk menjaga kualitas air, mengatur kepadatan tebar, hingga memantau kesehatan ikan secara berkala. Keberhasilan Gapokkan Minas Bahari Serumpun kian solid setelah mereka berhasil menembus pasar yang stabil. Sejak tahun 2025, Gapokkan telah sukses memasok lebih dari 1 ton ikan lele untuk mendukung program pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG), dengan nilai penjualan mencapai sekitar Rp23,9 juta. Manager Community Involvement and Development (CID) PHR, Iwan Ridwan Faizal, mengatakan capaian tersebut menunjukkan potensi besar masyarakat untuk tumbuh mandiri melalui program pemberdayaan yang berkelanjutan. "Kami percaya masyarakat memiliki potensi yang besar untuk berkembang. Peran kami adalah mendukung agar potensi tersebut dapat tumbuh menjadi usaha yang produktif, mandiri, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar," ujarnya. Dampak ekonomi ini juga langsung terasa hingga ke tetangga sekitar. Kelompok Jaya Bersama sengaja melibatkan ibu-ibu rumah tangga di lingkungan sekitar untuk membantu proses pembersihan ikan hasil panen yang di supplai ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Langkah ini membuka keran pendapatan baru lagi bagi mereka yang sebelumnya tidak memiliki penghasilan tetap. “Alhamdulillah, dari bantu bersihkan ikan lele ada tambahan buat memenuhi kebutuhan dapur. Kadang setelah panen kami juga makan-makan bersama. Kami berencana, kalau hasilnya semakin bagus, kami ingin coba buat produk turunan ikan salai,” ucap Weti, salah seorang ibu rumah tangga yang turut ketiban berkah program ini. Dari kolam lele di Minas Jaya, sebuah pesan tentang kemandirian telah digelorakan. Budidaya lele kini bukan lagi sekedar kegiatan sampingan pengisi waktu luang, melainkan tumpuan hidup baru yang menghadirkan rasa bangga, optimisme, dan kesejahteraan yang nyata bagi Masyarakat. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan Zona Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi Zona Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). Zona Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.

Jalankan Peran Penggerak Hilirisasi, MIND ID Optimalkan Kontribusi Untuk Negara Ekonomi
Ekonomi
3 jam yang lalu

Jalankan Peran Penggerak Hilirisasi, MIND ID Optimalkan Kontribusi Untuk Negara

Jakarta, katakabar.com - Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID konsisten menjalankan fungsi strategis sebagai penggerak hilirisasi nasional guna menciptakan nilai tambah yang berlipat ganda bagi ekonomi Indonesia. Perseroan terus mempertahankan kinerja bisnis positif sehingga mampu memberikan kontribusi serta manfaat yang berkelanjutan bagi Indonesia. Corporate Secretary MIND ID, Pria Utama, mengatakan perseroan konsisten menjalankan peran sebagai integrator yang mensinergikan rantai pasok hilirisasi mineral dan batu bara di Indonesia. Hal ini tercermin dari sinergi ANTAM dan Freeport Indonesia dalam rantai pasok hilirisasi emas Nasional, sinergi INALUM, ANTAM, dan PT Bukit Asam dalam rantai pasok hilirisasi bauksit-alumina-aluminium, serta berbagai program penguatan rantai pasok hilirisasi mineral strategis seperti nikel, tembaga, timah, hingga pembentukan ekosistem baterai kendaraan listrik Nasional. Dengan konsistensi tersebut, MIND ID mencatatkan pendapatan perusahaan Rp159,46 triliun, tumbuh 10% dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp145,21 triliun, dan laba bersih Rp29,89 triliun, atau 16% di atas target perusahaan. Capaian ini disertai kontribusi yang didistribusikan kepada Pemegang Saham dan Pemangku Kepentingan, meliputi pajak dan PNBP, royalti, serta dividen yang mencapai Rp22,6 triliun. "Pencapaian ini merupakan bukti nyata komitmen manajemen MIND ID dalam menjamin pengelolaan perusahaan negara yang mampu memberi kontribusi optimal bagi Indonesia," ujarnya, selepas Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025? Kamis (11/6) lalu. Pria menjelaskan, pencapaian kinerja tahun buku 2025 merupakan cerminan dari kemampuan perseroan dalam menjaga ketahanan bisnis melalui strategi yang adaptif dan terintegrasi di seluruh anggota Grup MIND ID. Hal ini mampu dijalankan di tengah tantangan ekonomi global dan nasional, yang ikut memengaruhi sektor industri pertambangan di Indonesia. Perseroan tetap konsisten dalam menjalankan mandat sebagai penggerak hilirisasi, guna meningkatkan penciptaan nilai tambah ekonomi yang juga memperkuat keberlanjutan operasional bisnis Grup MIND ID di masa depan. Pria menekankan kontribusi terhadap penerimaan negara mencerminkan komitmen perseroan dalam menjalankan peran strategis sebagai perusahaan milik Negara yang terus memperkuat kinerja ekonomi nasional berlandaskan Asta Cita Presiden. "MIND ID konsisten menjalankan mandatnya sebagai penggerak hilirisasi mineral strategis memberi manfaat optimal bagi Indonesia, sekaligus mewujudkan visi MIND ID for Indonesia and the World," jelas Pria. Menurut Pria, perseroan menjalankan mandatnya dengan menjunjung tinggi good corporate governance (GCG). Laporan keuangan MIND ID memperoleh opini "Wajar Dalam Semua Hal yang Material" dari auditor independen Kantor Akuntan Publik Purwanto Susanti dan Surja (Anggota Ernst & Young Global Limited), dan opini ini mencerminkan komitmen manajemen terhadap transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola perusahaan yang sehat. "MIND ID akan terus melanjutkan pertumbuhan kinerja yang sehat dan memberikan nilai tambah bagi pemegang saham serta seluruh pemangku kepentingan, karena di balik setiap ton mineral yang kami kelola, ada kewajiban untuk memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat Indonesia," tandasnya.

UU P2SK Resmi Disahkan, Nasib Industri Kripto RI Bakal Berubah? Ekonomi
Ekonomi
Kemarin

UU P2SK Resmi Disahkan, Nasib Industri Kripto RI Bakal Berubah?

Jakarta, katakabar.com - Pengesahan revisi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan atau Undang Undang P2SK dinilai menjadi momentum penting bagi penguatan industri aset kripto di Indonesia. Aturan baru tersebut memuat sejumlah pokok perubahan, termasuk penguatan pengaturan aset keuangan digital dan aset kripto. Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Adi Budiarso, mengatakan OJK telah terlibat dalam berbagai pembahasan substansi terkait revisi Undang Undang P2SK bersama pemerintah. “Jadi OJK selama ini bersama pemerintah tentunya menjadi bagian dalam diskusi tentang terkait dengan bahan. Tapi finalisasi diskusinya adalah dilakukan oleh pemerintah dengan DPR. Jadi pada prinsipnya sudah terjadi tata kelola sebagaimana yang sudah ditentukan oleh tata keuangan negara kita,” kata Adi kepada wartawan selepas agenda CFX Crypto Conference 2026 di Jakarta, Senin (8/6) lalu. Ia menegaskan, setelah aturan tersebut resmi berlaku, OJK akan berperan sebagai pengawal implementasi regulasi. Peran tersebut mencakup aspek pengaturan, pengawasan, perlindungan konsumen, hingga penegakan hukum di sektor aset keuangan digital dan aset kripto. Dari sisi industri, CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menyambut positif pengesahan revisi Undang Undang P2SK. Menurutnya, penguatan payung hukum di tingkat undang-undang dapat menjadi fondasi penting untuk mendorong pertumbuhan industri kripto nasional yang lebih sehat, transparan, dan berkelanjutan. “Kami sambut positif pengesahan revisi Undang Undang P2SK ini sebagai langkah penting dalam memperkuat tata kelola industri aset kripto di Indonesia. Saat ini, kami juga menunggu dan menantikan draft final didistribusikan kepada pelaku industri agar dapat melihat lebih rinci perubahan apa saja yang akan berdampak pada ekosistem,” ucap Calvin. Calvin menambahkan, pelaku industri perlu memperoleh kejelasan teknis mengenai arah implementasi aturan baru tersebut. Hal ini penting agar proses transisi regulasi dapat berjalan efektif, tidak menimbulkan ketidakpastian baru, dan tetap mendukung inovasi di sektor aset digital. “Tokocrypto siap bersinergi dengan regulator dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan regulasi baru ini dapat diimplementasikan dengan baik. Kami percaya, regulasi yang kuat, jelas, dan adaptif akan menjadi kunci untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat serta mempercepat pertumbuhan industri kripto Indonesia,” tutur Calvin. Dewan Perwakilan Rakyat atau DPR RI sebelumnya resmi mengesahkan Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan menjadi undang-undang dalam Rapat Paripurna DPR, Kamis (4/6) lalu. Penguatan Industri Kripto Pengesahan dilakukan dalam Rapat Paripurna ke 20 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026 yang dipimpin Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Materi muatan dalam revisi Undang Undang P2SK mencakup sejumlah sektor strategis, antara lain penguatan kelembagaan Lembaga Penjamin Simpanan atau LPS, perluasan kewenangan OJK, serta penyempurnaan tugas dan tata kelola Bank Indonesia. Salah satu poin penting dalam aturan tersebut ialah penguatan pengaturan aset kripto. Meski disambut positif, implementasi revisi Undang Undang P2SK tetap menjadi aspek krusial yang perlu dikawal. Pelaku industri menilai kejelasan aturan turunan, mekanisme pengawasan, serta ruang dialog antara regulator dan industri akan menentukan efektivitas beleid tersebut dalam memperkuat perlindungan investor sekaligus menjaga daya saing ekosistem kripto nasional. Dengan dukungan regulator dan kesiapan pelaku industri, revisi Undang Undang P2SK diharapkan dapat memperkuat kepastian hukum, meningkatkan perlindungan konsumen, serta membuka ruang pertumbuhan yang lebih sehat bagi industri aset kripto di Indonesia.

Apa Itu Trading Futures? Pahami Cara Kerja dan Peluangnya di Pasar Global Ekonomi
Ekonomi
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:27 WIB

Apa Itu Trading Futures? Pahami Cara Kerja dan Peluangnya di Pasar Global

Jakarta, katakabar.com - Perkembangan teknologi finansial telah membuka pintu lebar-lebar bagi masyarakat modern untuk terlibat dalam aktivitas ekonomi dunia secara langsung. Di antara instrumen finansial yang semakin populer di kalangan pelaku pasar adalah futures trading atau perdagangan kontrak berjangka. Sayangnya, bagi sebagian besar masyarakat awam, istilah ini masih sering kali disalahpahami atau dicampuradukkan dengan investasi saham konvensional. Padahal, instrumen ini menawarkan karakteristik unik dan fleksibilitas tinggi yang menjadikannya sebagai salah satu pilar utama dalam perputaran likuiditas keuangan di tingkat internasional. Pengertian Dasar dan Cara Kerja Pasar Futures Secara mendasar, trading futures adalah aktivitas transaksi jual-beli kontrak standar yang berisi kesepakatan untuk membeli atau menjual suatu aset acuan pada tingkat harga tertentu di masa depan. Di dalam ekosistem perdagangan berjangka, Anda tidak membeli atau memiliki aset riil tersebut secara fisik, melainkan hanya memperdagangkan nilai kontrak atas pergerakan harga aset itu sendiri. Ragam pilihan produk yang tersedia di dalam pasar futures global sangatlah luas dan bervariasi, mulai dari komoditas berharga seperti emas, komoditas energi seperti minyak mentah, mata uang asing, hingga indeks saham utama dunia. Mekanisme yang paling membedakan instrumen ini dengan investasi konvensional adalah adanya peluang perdagangan dua arah (two-way opportunity). Dalam investasi saham atau reksa dana tradisional, Anda hanya bisa meraih keuntungan jika harga aset bergerak naik. Tetapi, dalam sistem kontrak berjangka, trader dapat mengambil posisi beli (buy) jika memproyeksikan harga akan bergerak naik, atau mengambil posisi jual (sell) lebih dulu jika memproyeksikan harga akan merosot turun. Fleksibilitas dua arah inilah yang membuat aktivitas trading online pada produk berjangka tetap sangat diminati oleh para profesional, baik dalam kondisi ekonomi dunia yang sedang tumbuh maupun di tengah ancaman krisis global. Sistem Leverage dan Pentingnya Manajemen Risiko Daya tarik luar biasa lainnya dari instrumen ini terletak pada pemanfaatan sistem pengungkit atau leverage. Sistem ini memungkinkan para pelaku pasar untuk melakukan transaksi dalam nilai kontrak yang jauh lebih besar dibandingkan dengan nominal modal awal yang dijaminkan ke dalam sistem. Penggunaan leverage ini bertindak seperti pengali yang ramah modal bagi para trader ritel, karena Anda dapat mengoptimalkan potensi imbal hasil tanpa harus mengunci dana tunai dalam jumlah raksasa. Namun, perlu dipahami secara mendalam sistem ini juga melipatgandakan potensi risiko kerugian jika arah pasar bergerak berlawanan dengan prediksi Anda. Mengingat fluktuasi harga harian yang sangat cepat di tingkat pasar global, kedisiplinan dalam menerapkan strategi manajemen risiko menjadi hukum yang absolut dan tidak bisa ditawar. Setiap transaksi yang dibuka harus selalu dilengkapi dengan penempatan batasan risiko (stop loss) yang objektif guna melindungi sisa modal di dalam akun dari volatilitas ekstrem. Keberhasilan dalam jangka panjang sangat ditentukan oleh kombinasi analisis teknikal yang matang dan dukungan platform perdagangan yang andal, sehingga setiap perintah eksekusi yang ditempatkan dapat diproses secara instan pada tingkat harga pasar yang sesungguhnya tanpa kendala teknis yang merugikan. Menangkap peluang yang dinamis di pasar keuangan internasional membutuhkan dukungan dari mitra penyedia layanan transaksi yang memiliki stabilitas teknologi tingkat tinggi dan transparansi penuh. KVB Futures hadir sebagai Broker Trading Futures yang andal dan terpercaya untuk menyediakan ekosistem perdagangan berjangka yang aman, transparan, serta sepenuhnya patuh terhadap regulasi hukum industri yang berlaku. Kami berkomitmen untuk mendampingi setiap langkah taktis Anda melalui penyediaan sistem eksekusi mutakhir tanpa penundaan di segala kondisi pasar. Seluruh fasilitas digital dan layanan profesional kami dirancang secara khusus untuk membantu para pelaku pasar mengelola portofolio global mereka secara efisien dan terarah. Anda dapat mengeksplorasi berbagai spesifikasi produk komoditas, mata uang, dan indeks saham dunia kami untuk mendukung pertumbuhan portofolio finansial Anda secara konsisten. Untuk segera mengambil langkah strategis Anda dan mulai menguasai peluang pasar keuangan internasional sekarang juga, silakan melakukan pendaftaran melalui tautan resmi Register KVB Futures.

FLOQ: Geopolitik Timur Tengah dan Arus Keluar ETF Kripto Berpotensi Tentukan Arah Bitcoin Ekonomi
Ekonomi
Kamis, 11 Juni 2026 | 14:05 WIB

FLOQ: Geopolitik Timur Tengah dan Arus Keluar ETF Kripto Berpotensi Tentukan Arah Bitcoin

Jakarta, katakabar.com - Ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah dan meningkatnya tekanan jual di pasar kripto global menjadi faktor utama pengaruhi pergerakan Bitcoin memasuki Juni 2026.  FLOQ menilai peluang pemulihan pasar dalam jangka pendek akan sangat bergantung pada meredanya tensi global dan stabilitas arus modal di pasar aset digital.  Sentimen pasar berubah setelah Iran menangguhkan perundingan melalui mediator dengan Amerika Serikat kembali melontarkan ancaman penutupan Selat Hormuz. Kondisi ini memicu kenaikan harga energi dan memperkuat sentimen risk-off yang mendorong investor global mengurangi eksposur terhadap aset berisiko.  Di saat yang sama, pasar kripto juga menghadapi tekanan dari perpindahan lebih dari 10.000 BTC yang terkait dengan estate Mt. Gox, serta arus keluar (outflow) ETF kripto di Amerika Serikat yang mencapai lebih dari 1,1 miliar dolar AS dalam sepekan. Kombinasi faktor tersebut mendorong pergerakan harga Bitcoin turun dari level psikologis 70.000 dolar AS dan sempat menyentuh area 60.000 dolar AS.  “Volatilitas yang terjadi saat ini menunjukkan bahwa pasar kripto semakin terhubung dengan dinamika makroekonomi dan geopolitik global. Meski tekanan jangka pendek masih tinggi, kami melihat koreksi yang terjadi merupakan bagian dari siklus pasar yang wajar dan penting bagi investor untuk tetap berfokus pada fundamental serta manajemen risiko,” ujar Yudhono Rawis, Founder FLOQ.  Berdasarkan tim riset FLOQ, sebagian pelaku pasar memandang penurunan harga Bitcoin ke area 66.000 dolar AS hingga 69.000 dolar AS sebagai leverage flush atau proses pembersihan posisi berlebihan yang berpotensi menjadi fondasi bagi pemulihan harga berikutnya. Namun, potensi rebound akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan situasi di Timur Tengah, dan kepastian distribusi aset Mt. Gox tidak memicu tekanan jual besar-besaran di pasar terbuka.  Selain faktor global, pasar domestik Indonesia juga menghadapi tekanan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat turun lebih dari 4 persen pada awal Juni, didorong oleh sentimen risk-off dan arus keluar modal asing. Di tengah kondisi tersebut, otoritas memilih untuk tidak melakukan intervensi karena tingkat inflasi nasional masih berada pada level yang terkendali.  FLOQ juga menyoroti kembali penegasan Pemerintah Provinsi Bali terkait larangan penggunaan aset kripto sebagai alat pembayaran. Kebijakan tersebut menegaskan di Indonesia, aset kripto tetap diposisikan sebagai komoditas investasi, dan bukan sebagai alat pembayaran yang sah.  Pada situasi pasar saat ini, FLOQ merekomendasikan strategi Dollar Cost Averaging (DCA) dan fokus pada aset dengan kapitalisasi pasar besar seperti Bitcoin bagi investor pemula. Sementara bagi trader aktif, disiplin dalam penggunaan stop-loss dan pengurangan leverage dinilai penting untuk menghadapi volatilitas yang tinggi. Untuk investor jangka panjang, momentum koreksi saat ini dapat dimanfaatkan untuk mengakumulasi aset dengan fundamental kuat, dengan tetap memperhatikan risiko inflasi energi global apabila ancaman penutupan Selat Hormuz benar-benar terealisasi.  Ke depan, FLOQ memperkirakan arah pasar kripto pada Juni 2026 akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik, kondisi likuiditas global, serta ekspektasi terhadap kebijakan moneter. Dalam kondisi pasar yang dinamis, pendekatan investasi yang disiplin dan berorientasi jangka panjang dinilai menjadi kunci bagi investor dalam menghadapi fluktuasi pasar aset digital.  Tentang FLOQ  FLOQ adalah platform aset kripto terdaftar dan berizin di Indonesia yang berkomitmen menghadirkan layanan investasi aset digital yang aman, transparan, dan bertanggung jawab. Dengan lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar, 255.000+ pengikut media sosial, serta komunitas yang terus berkembang dengan lebih dari 28.000 anggota aktif, FLOQ secara konsisten membangun ekosistem berbasis edukasi, inovasi, dan kepercayaan melalui inisiatif seperti FLOQ Academy dan FLOQ Circle. Melalui pendekatan inklusif dan berorientasi jangka panjang, FLOQ berupaya memperluas literasi finansial serta mendorong adopsi aset digital yang sehat dan berkelanjutan di Indonesia.

Mineral Strategis Indonesia Mesin Pendongkrak Daya Saing Industri Ekonomi
Ekonomi
Kamis, 11 Juni 2026 | 11:15 WIB

Mineral Strategis Indonesia Mesin Pendongkrak Daya Saing Industri

Jakarta, katakabar.com - Pengelolaan mineral strategis di Indonesia semakin progresif, ditandai dengan proyek hilirisasi yang terus berjalan sekaligus kuatnya kinerja operasional perusahaan-perusahaan tambang nasional. Kinerja positif yang dibukukan perusahaan-perusahaan dalam Grup MIND ID sepanjang kuartal I 2026 menjadi sinyal kuat pengelolaan mineral strategis nasional akan memainkan peran semakin besar dalam memperkuat daya saing industri Indonesia dan memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Di tengah tantangan ekonomi global dan tekanan pasar komoditas yang masih berlanjut, sejumlah anggota Grup MIND ID mampu mencatatkan pertumbuhan produksi dan penjualan yang solid. Kinerja tersebut memperlihatkan bagaimana komoditas strategis seperti timah, nikel, tembaga, emas, bauksit, alumina, dan batu bara tetap menjadi fondasi penting bagi pembangunan industri nasional. Direktur Eksekutif Indonesia Mining & Energy Watch, Ferdy Hasiman, menilai kinerja operasional anggota Grup MIND ID sepanjang tiga bulan pertama tahun ini menunjukkan arah yang positif dan konsisten. "Kuartal I ini lumayan bagus. Hanya mungkin belum terlalu maksimal karena Freeport belum maksimal produksinya. Kontribusi dividen dari Freeport lumayan besar. Lalu dari Antam, labanya besar. Saya juga mengapresiasi PT Timah. Ini menjadi sejarah karena baru kuartal I saja sudah mencetak laba lebih dari Rp1 triliun. Ini sangat baik," jelas Ferdy. Kata Ferdy, di antara capaian paling menonjol datang dari PT Timah Tbk. Perseroan berhasil meningkatkan produksi bijih timah hingga 96 persen menjadi 6.312 ton Sn dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 3.224 ton. Produksi logam timah juga meningkat 82 persen menjadi 5.630 metrik ton, sementara penjualan logam timah melonjak 113 persen menjadi 6.009 metrik ton. Kinerja tersebut memperlihatkan semakin kuatnya posisi Indonesia sebagai salah satu produsen timah utama dunia. Di sektor mineral hilir, PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) mencatatkan kemajuan signifikan pada bisnis bauksit dan alumina. Penjualan bauksit meningkat 9 persen menjadi 593.476 wet metric ton (wmt), sedangkan produksi Chemical Grade Alumina (CGA) naik 13 persen menjadi 49.566 ton dan penjualannya meningkat 11 persen menjadi 49.072 ton. Capaian tersebut menunjukkan semakin pentingnya peran hilirisasi dalam menciptakan nilai tambah mineral di dalam negeri. Sementara, PT Vale Indonesia Tbk berhasil meningkatkan volume penjualan nikel sebesar 15 persen menjadi 45 ribu ton pada kuartal I 2026. Kinerja ini menjadi indikator kuat bahwa permintaan terhadap mineral kritis untuk kebutuhan baterai kendaraan listrik dan energi bersih masih terus bertumbuh. Di sisi lain, PT Freeport Indonesia masih menghadapi dampak insiden mud rush yang terjadi pada September 2025. Produksi tembaga tercatat 95 juta pound dan produksi emas sebesar 92 ribu ounce. Tetapi, perusahaan tetap mempertahankan operasional dan melanjutkan berbagai proyek strategis yang akan memperkuat posisi Indonesia dalam industri pengolahan tembaga dan logam mulia bernilai tambah. Menurut Ferdy, capaian tersebut menunjukkan bahwa komoditas strategis seperti nikel, emas, timah, tembaga, dan batu bara masih menjadi penopang penting bagi penguatan industri nasional. Apalagi kebutuhan dunia terhadap mineral kritis terus meningkat seiring perkembangan industri kendaraan listrik, energi terbarukan, dan teknologi tinggi. "Capaian tersebut menunjukkan bahwa komoditas strategis seperti nikel, emas, timah, tembaga, dan batu bara masih menjadi penopang penting bagi penguatan industri nasional. Apalagi, kebutuhan dunia terhadap mineral kritis terus meningkat seiring perkembangan industri kendaraan listrik, energi terbarukan, dan teknologi tinggi," bebernya. Selain didukung kinerja operasional, penguatan daya saing industri nasional juga ditopang oleh sejumlah proyek strategis yang dijalankan anggota Grup MIND ID. Proyek-proyek tersebut menjadi bagian dari upaya Indonesia meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral melalui hilirisasi dan pengembangan industri pengolahan di dalam negeri. Di sektor tembaga, PT Freeport Indonesia terus melanjutkan pengembangan tambang bawah tanah Grasberg di Papua serta pengoperasian fasilitas Precious Metal Refinery (PMR) di Gresik. Kehadiran PMR menjadi tonggak penting karena memungkinkan pemurnian emas dan perak dilakukan di dalam negeri sehingga memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional. Pada komoditas batu bara, PT Bukit Asam (PTBA) melanjutkan pengembangan proyek hilirisasi Dimethyl Ether (DME) yang diproyeksikan menjadi substitusi impor LPG nasional. Proyek ini menjadi salah satu agenda strategis pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah batu bara sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional. "Seperti proyek DME milik PTBA. Dana negara sudah dikucurkan melalui injeksi modal. Hanya pertanyaannya, apakah PTBA bisa melanjutkan proyek itu? Karena sebelumnya investor asing sudah mundur," ucap Ferdy. Ia berharap proyek tersebut dapat berjalan dengan model bisnis yang sehat dan memberikan manfaat ekonomi yang optimal. "Kita berharap proyek ini memang ekonomis dan tidak membebani keuangan PTBA ke depan," ujarnya. Di sektor mineral kritis, ANTAM mempercepat pengembangan proyek Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Mempawah, Kalimantan Barat. Proyek ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan nilai tambah bauksit nasional melalui produksi alumina di dalam negeri. Selain itu, ANTAM juga terlibat dalam pembangunan proyek ekosistem baterai kendaraan listrik terintegrasi di Halmahera Timur bersama Indonesia Battery Corporation (IBC) dan Huayou, yang diharapkan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok kendaraan listrik global. "Lalu PT Antam di Halmahera Timur juga harus berjalan lebih baik. Selain itu ada proyek alumina di Mempawah yang harus segera diselesaikan. Kalau realisasi proyek-proyek tersebut berjalan cepat, ke depan kinerja mereka akan semakin baik," ulas Ferdy lagi. Sedang, PT Timah juga mulai mengembangkan potensi logam tanah jarang atau rare earth elements (REE) melalui pengolahan mineral ikutan monasit. Meski masih berada pada tahap pilot project, pengembangan REE dinilai strategis karena komoditas tersebut menjadi bahan baku penting bagi industri elektronik, energi terbarukan, kendaraan listrik, hingga teknologi pertahanan. "Proyek tanah jarang itu memang belum berjalan. Masih tahap pilot project. Cuma isunya sekarang, kalau memang mau berjalan, akan bermitra dengan siapa?" Tuturnya. Keberhasilan proyek-proyek hilirisasi mineral tidak hanya ditentukan oleh kesiapan perusahaan, tetapi juga kepastian regulasi dan iklim investasi yang kondusif. "Investasi akan berjalan kalau kebijakannya stabil. Kalau hari ini berubah, besok berubah lagi, investor akan memilih tidak masuk," imbuhnya. Ferdy menilai percepatan penyelesaian proyek-proyek strategis tersebut akan menjadi faktor penentu bagi kemampuan Indonesia keluar dari ketergantungan ekspor bahan mentah. Semakin banyak komoditas yang diolah di dalam negeri, semakin besar nilai tambah, investasi, lapangan kerja, dan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional yang dapat diciptakan. Masih Ferdy menilai sinergi yang dibangun MIND ID sebagai holding industri pertambangan telah berjalan sesuai perannya dalam memperkuat ekosistem bisnis anggota grup. "Sebenarnya dari awal sinerginya sudah bagus. MIND ID sudah berperan sebagai holding dan leader. Tugasnya mengontrol dan memastikan ekosistem berjalan dengan baik," tambahnya. Kombinasi antara kinerja operasional yang solid, proyek hilirisasi yang terus bergerak, dan penguatan rantai pasok mineral strategis dinilai akan semakin memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Dengan fondasi tersebut, mineral strategis nasional tidak hanya menjadi sumber penerimaan negara, tetapi juga motor penggerak daya saing industri dan pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan.

Gandeng Nobu Bank, Bittime Luncurkan Program Cashback "10 Menit dari Indonesia ke Wall Street" Ekonomi
Ekonomi
Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10 WIB

Gandeng Nobu Bank, Bittime Luncurkan Program Cashback "10 Menit dari Indonesia ke Wall Street"

Jakarta, katakabar.com - Di tengah meningkatnya minat investor terhadap diversifikasi aset global, Bittime, platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), meluncurkan kampanye 20 persen cashback bersama Nobu Bank dengan tajuk “10 Minutes from Indonesia to Wall Street” Senin (8/6) lalu. Sebelumnya, pada media gathering yang digelar pada 21 Mei 2026 lalu, Bittime resmi membagikan kolaborasi strategis bersama Nobu Bank melalui integrasi akses virtual account (VA) Nobu Bank yang kini telah tersedia di platform Bittime. Langkah in dipandang sebagai inovasi Bittime dalam menghadirkan akses investasi aset digital yang lebih mudah dipahami, praktis, dan dapat diakses kapan saja oleh investor Indonesia. Business Director Bittime, Junji Misael, menyampaikan pihaknya berharap untuk dapat memfasilitasi diversifikasi aset investor Indonesia di tengah volatilitas pasar. Terutama melalui onboarding dari Rupiah ke aset-aset global seperti Tokenized USD, Emas, dan US stocks secara praktis dan efisien, sehingga diversifikasi aset menjadi lebih accessible. “Kami berharap dengan membagikan cashback sebesar 20% dengan nilai maksimal Rp100.000 dalam bentuk USDT, masyarakat dapat mulai berinvestasi dari rupiah ke aset-aset digital dengan lebih efisien. Apalagi, investor dapat mengakses aset digital dan aset global berbasis tokenisasi hanya dalam satu platform. Inilah makna dari kampanye cashback 10 Minutes from Indonesia to Wall Street," kata Junji. Dengan Bittime, ujarnya, investor dapat mengakses berbagai aset global seperti dolar AS, emas, hingga saham-saham Amerika Serikat berbasis tokenisasi secara fraksional dan tersedia 24/7. Hal ini, memberikan kesempatan bagi investor untuk memperoleh eksposur terhadap aset global tanpa harus menghadapi hambatan investasi lintas negara yang selama ini dianggap rumit. Menurutnya, tren diversifikasi aset semakin relevan di tengah dinamika ekonomi global dan fluktuasi nilai tukar yang mendorong investor mencari instrumen dengan nilai riil dan bergerak lebih stabil sebagai bagian dari strategi pengelolaan risiko dan optimalisasi portofolio. "Hal ini, tercermin dari pertumbuhan aset Nasdaq tokenized ETF ($QQQX) yang mengalami kenaikan sekitar 33 persen sejak pertengahan Maret 2026, berdasarkan indeks pasar perdagangan di Bittime. Ini menunjukkan bagaimana investor Indonesia kini dapat memperoleh eksposur terhadap pertumbuhan pasar global melalui aset tokenisasi aset global," imbuhnya. Apalagi saat ini, jelasnya, investor dapat memperdagangkan saham AS secara langsung menggunakan Rupiah tanpa perlu menukarkan dana ke USD terlebih dahulu melalui Bittime. Selain itu, Bittime juga mendukung perdagangan 24/7 untuk memanfaatkan peluang profit kapan saja dengan biaya trading tetap sebesar 0,2%-0,3% dan menghemat hingga 90% tanpa biaya tambahan. "Melalui kampanye cashback "10 Menit dari Indonesia ke Wall Street", Bittime dan Nobu Bank berharap dapat memperluas literasi keuangan serta mendorong partisipasi masyarakat yang lebih luas terhadap inovasi keuangan digital yang semakin terhubung dengan pasar global," ucapnya. Seiring berkembangnya regulasi dan meningkatnya adopsi tokenisasi aset secara global, Bittime berharap untuk dapat terus menghadirkan berbagai inovasi layanan yang relevan dengan dinamika pasar, serta kebutuhan investor di Indonesia, dengan tetap mengedepankan aspek keamanan, kepatuhan terhadap regulasi, dan penguatan ekosistem aset keuangan digital di dalam negeri. Tapi, investor perlu memahami dinamika pasar memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap strategi portofolio masing-masing. Mengingat, kondisi volatilitas pasar yang dapat menciptakan peluang, sekaligus risiko lebih tinggi bagi para trader. Lantaran itu, edukasi berkelanjutan mengenai manajemen risiko dan analisis fundamental makro ekonomi menjadi pondasi utama dalam membangun portofolio investasi yang sehat dan berkelanjutan di era digital ini. Apalagi aset kripto mengandung risiko tinggi yang termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Begitu pula sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya.

Transaksi Kripto RI Hampir Rp100 Triliun, Pelaku Industri Mulai Profit Ekonomi
Ekonomi
Selasa, 09 Juni 2026 | 14:35 WIB

Transaksi Kripto RI Hampir Rp100 Triliun, Pelaku Industri Mulai Profit

Jakarta, katakabar.com - Pasar aset kripto Indonesia terus memperlihatkan perkembangan positif, baik dari sisi transaksi perdagangan dan jumlah investor. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), aktivitas transaksi kripto di pasar spot telah mencapai Rp99,01 triliun secara year-to-date hingga April 2026, mendekati ambang Rp100 triliun hanya dalam periode empat bulan. Pertumbuhan tersebut turut ditopang oleh peningkatan jumlah pengguna aset keuangan digital dan aset kripto di Indonesia. Hal ini menunjukkan minat masyarakat terhadap instrumen aset digital masih tetap kuat, meski kondisi pasar global masih bergerak fluktuatif. Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso, menyampaikan nilai transaksi aset kripto pada April 2026 tercatat sebesar Rp22,98 triliun. Realisasi tersebut lebih tinggi 2,86 persen dibandingkan Maret 2026 yang berada di level Rp22,34 triliun. Dengan tambahan transaksi pada April, akumulasi transaksi kripto nasional sejak awal tahun telah mencapai Rp99,01 triliun. Angka ini menunjukkan bahwa aktivitas perdagangan aset kripto di Indonesia masih cukup solid di tengah dinamika pasar. “Di tengah fluktuasi nilai transaksi yang terjadi, kepercayaan konsumen terhadap ekosistem aset keuangan digital termasuk aset kripto di Indonesia tercatat masih terjaga dengan baik,” ujar Adi Konferensi Pers Asesmen Sektor Jasa Keuangan dan Kebijakan OJK Hasil RDKB Mei 2026, Juma (5/6). Jumlah Konsumen Terus Bertumbuh Selain dari sisi transaksi, OJK juga mencatat adanya kenaikan jumlah akun konsumen aset keuangan digital dan aset kripto. Pada April 2026, jumlah akun konsumen mencapai 21,70 juta, meningkat dari 21,37 juta akun pada Maret 2026. Kenaikan sebesar 1,57 persen secara bulanan tersebut menjadi sinyal bahwa adopsi aset kripto di Indonesia masih berlanjut. Bertambahnya jumlah akun konsumen juga memperlihatkan bahwa masyarakat semakin terbuka terhadap pemanfaatan aset digital sebagai bagian dari aktivitas keuangan mereka. Kondisi ini sekaligus memperkuat pandangan ekosistem aset kripto nasional mulai memasuki tahap perkembangan yang lebih matang, tidak hanya dari sisi jumlah pengguna, tetapi juga dari sisi aktivitas transaksi dan kesiapan pelaku usaha. PAKD Mulai Tunjukkan Kinerja Positif Perkembangan industri juga terlihat dari kinerja Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD). OJK menyampaikan bahwa seluruh PAKD telah menyerahkan laporan keuangan untuk tahun buku 2025. Dari laporan tersebut, sebagian pelaku usaha telah berhasil mencatatkan kinerja yang positif. Di sisi lain, masih terdapat pelaku usaha yang berada dalam tahap konsolidasi dan investasi. Fase tersebut terutama berkaitan dengan kebutuhan pengembangan teknologi, penguatan infrastruktur, serta penyesuaian terhadap kerangka pengawasan OJK. Salah satu PAKD yang mencatatkan performa positif adalah Tokocrypto. Perusahaan berhasil membukukan profitabilitas selama dua tahun berturut-turut. Capaian ini mencerminkan keberhasilan perusahaan dalam memperkuat model bisnis, menjaga efisiensi operasional, serta meningkatkan kepercayaan pengguna terhadap platform. CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, mengatakan pencapaian tersebut menjadi salah satu bukti bahwa industri kripto di Indonesia memiliki prospek pertumbuhan yang sehat apabila dijalankan dengan tata kelola yang baik, inovasi berkelanjutan, dan komitmen terhadap perlindungan konsumen. “Capaian profitabilitas Tokocrypto dalam dua tahun terakhir menunjukkan bahwa industri aset kripto dapat berkembang secara lebih sehat dan berkelanjutan. Bagi kami, pertumbuhan bisnis harus berjalan seimbang dengan penguatan produk, peningkatan kualitas layanan, keamanan sistem, serta kepatuhan terhadap regulasi,” ulas Calvin. Produk Kripto Semakin Beragam Calvin menjelaskan, Tokocrypto terus mengembangkan produk dan layanan untuk menjawab kebutuhan pengguna yang semakin beragam. Penguatan layanan ini dilakukan untuk menciptakan pengalaman transaksi yang lebih mudah, aman, dan relevan dengan kondisi pasar. Saat ini, sejumlah produk yang paling banyak diminati pengguna Tokocrypto mencakup perdagangan spot, staking, serta fitur Dollar Cost Averaging (DCA) atau pembelian berkala. Ketiga layanan tersebut dinilai memiliki daya tarik tersendiri bagi pengguna dengan kebutuhan dan strategi yang berbeda. Perdagangan spot masih menjadi pilihan utama karena memberikan akses langsung bagi pengguna untuk melakukan jual beli aset kripto. Sementara itu, staking menjadi alternatif bagi pengguna yang ingin mengoptimalkan aset kripto yang dimiliki. Di sisi lain, DCA semakin diminati karena membantu pengguna melakukan pembelian secara bertahap dalam periode tertentu. “Dalam situasi pasar yang masih bergerak dinamis, pengguna membutuhkan layanan yang tidak hanya mudah digunakan, tetapi juga membantu mereka mengambil keputusan secara lebih terencana. Spot trading tetap menjadi produk utama, sementara staking dan DCA semakin relevan bagi pengguna yang ingin menghadapi volatilitas pasar dengan pendekatan yang lebih disiplin,” jelas Calvin. Ketahanan Industri Jadi Perhatian Utama OJK menegaskan penilaian terhadap industri aset keuangan digital dan aset kripto tidak hanya bertumpu pada aspek profitabilitas. Regulator juga memperhatikan kecukupan modal, kualitas tata kelola, keandalan teknologi, keamanan siber, serta kemampuan pelaku usaha dalam melindungi aset dan dana konsumen. “Yang paling penting adalah industri memiliki ketahanan, tata kelola yang baik, dan mampu menjalankan kewajibannya kepada konsumen secara kredibel,” ujar Adi. OJK juga menyoroti profitabilitas industri masih memiliki tantangan. Beberapa faktor yang menjadi perhatian antara lain beban biaya transaksi serta aspek perpajakan. Oleh karena itu, regulator bersama pemangku kepentingan terkait terus melakukan kajian untuk mendorong ekosistem aset keuangan digital yang lebih sehat dan kompetitif. Ekosistem Kripto Nasional Terus Diperkuat Dengan nilai transaksi yang hampir menyentuh Rp100 triliun hingga April 2026, pertumbuhan jumlah konsumen, serta mulai membaiknya kinerja sejumlah PAKD, industri kripto Indonesia dinilai berada pada jalur pertumbuhan yang lebih kuat. Calvin menilai momentum ini perlu dijaga melalui kolaborasi antara regulator, pelaku industri, dan masyarakat. Penguatan edukasi, peningkatan standar layanan, inovasi produk, serta penerapan tata kelola yang baik menjadi faktor penting untuk membangun ekosistem aset kripto yang aman, sehat, dan berkelanjutan. Ke depan, industri aset kripto nasional diharapkan tidak hanya tumbuh dari sisi transaksi, tetapi juga mampu memperkuat kepercayaan publik melalui layanan yang kredibel, transparan, dan sesuai dengan ketentuan regulasi yang berlaku.

Trading Gold vs Forex: Mana Lebih Cocok Bagi Pemula? Ekonomi
Ekonomi
Selasa, 09 Juni 2026 | 08:46 WIB

Trading Gold vs Forex: Mana Lebih Cocok Bagi Pemula?

Jakarta, katakabar.com - Memasuki pasar finansial global sering kali menghadapkan seseorang pada dilema dalam memilih instrumen perdagangan yang paling tepat untuk memulai perjalanan investasi mereka. Bagi masyarakat yang sedang belajar trading, dua pilihan yang paling populer dan sering diperdebatkan adalah perdagangan emas dan mata uang asing. Kedua instrumen ini memiliki daya tarik yang luar biasa besar karena sama-sama menawarkan likuiditas tinggi dan peluang keuntungan dua arah. Sebelum memutuskan untuk menempatkan modal, penting bagi Anda untuk memahami perbandingan komprehensif antara trading gold vs forex agar strategi yang digunakan dapat selaras dengan profil risiko dan kesiapan mental Anda. Perbandingan Karakteristik Volatilitas dan Manajemen Risiko Perbedaan paling mencolok antara trading emas dan trading forex terletak pada tingkat volatilitas harian masing-masing instrumen. Pergerakan harga emas atau pasangan XAUUSD dikenal sangat agresif dan memiliki rentang pergerakan harian yang sangat lebar, terutama saat dipicu oleh rilis data ekonomi penting Amerika Serikat atau eskalasi ketegangan geopolitik dunia. Karakteristik ini menawarkan potensi keuntungan yang cepat, namun sekaligus menyimpan risiko kerugian yang tidak kalah besarnya jika tidak diimbangi dengan manajemen risiko yang sangat ketat. Di sisi lain, perdagangan mata uang asing atau forex cenderung bergerak dalam ritme tren yang lebih teratur dan berulang secara teknikal, terutama pada pasangan mata uang utama (major pairs) seperti EURUSD atau GBPUSD. Fluktuasi harga di pasar forex menyebar ke berbagai sesi perdagangan negara, sehingga pergerakannya relatif lebih stabil dan jarang mengalami lonjakan ekstrem secara mendadak seperti emas. Bagi para pemula yang baru pertama kali menyusun sistem pembatasan risiko, stabilitas pergerakan harga pada instrumen mata uang asing sering kali memberikan ruang napas yang lebih longgar untuk melatih kedisiplinan psikologis sebelum menghadapi pasar yang sangat bergejolak. Kebutuhan Modal, Jam Operasional dan Fleksibilitas Transaksi Dari segi kebutuhan modal dan efisiensi transaksi, baik pasar emas maupun mata uang asing di era digital saat ini sudah sangat ramah bagi kantong pemula berkat adanya sistem pengungkit (leverage). Anda tidak lagi membutuhkan modal dalam jumlah raksasa untuk dapat mengontrol nilai kontrak yang besar di pasar global. Mengenai waktu operasional, kedua pasar ini juga sama-sama beroperasi selama dua puluh empat jam penuh dari hari Senin hingga Jumat. Fleksibilitas waktu ini memungkinkan Anda untuk mengatur jadwal transaksi di sela-sela kesibukan pekerjaan utama, di mana sesi pasar Amerika pada malam hari biasanya menjadi waktu dengan likuiditas paling melimpah untuk kedua instrumen tersebut. Tetapi, yang membedakan adalah fokus analisis yang harus disiapkan oleh seorang trader. Dalam perdagangan forex, Anda dituntut untuk selalu memantau perkembangan ekonomi dari dua negara yang berbeda secara bersamaan untuk melihat kekuatan relatif mata uang mereka. Sementara dalam perdagangan komoditas emas, fokus analisis Anda menjadi lebih terpusat karena pergerakan harga emas dunia sebagian besar dikendalikan oleh dinamika nilai tukar Dolar AS, tingkat inflasi global, dan fungsinya sebagai aset aman (safe haven). Kesederhanaan fokus objek analisis inilah yang membuat sebagian pemula justru merasa lebih nyaman memetakan arah pergerakan emas dibandingkan memantau banyak pasangan mata uang sekaligus. Memilih instrumen yang paling cocok antara emas atau mata uang asing pada akhirnya kembali pada tingkat kenyamanan Anda dalam menghadapi volatilitas harga pasar global. Guna memastikan setiap keputusan transaksi Anda tereksekusi dengan aman dan transparan, dukungan dari broker tepercaya dengan infrastruktur teknologi mutakhir sangatlah krusial. KVB Futures hadir sebagai Broker Trading Futures yang andal untuk menyediakan lingkungan perdagangan komoditas dan mata uang dengan standar eksekusi sistem yang cepat tanpa penundaan. Seluruh fasilitas digital dan layanan profesional kami dirancang khusus untuk mendampingi para pelaku pasar dalam mengelola portofolio global mereka secara profesional dan patuh pada regulasi industri yang ketat. Anda dapat mengeksplorasi berbagai keunggulan produk dan spesifikasi kontrak perdagangan berjangka kami untuk mendukung pertumbuhan akun Anda secara konsisten. Untuk segera mengambil langkah strategis Anda dan mulai menangkap peluang dari kedinamisan pasar finansial dunia sekarang juga, silakan melakukan pendaftaran melalui tautan resmi Register KVB Futures.