Dorong
Sorotan terbaru dari Tag # Dorong
Bittime: Perdamaian AS-Iran Berpotensi Dorong Sentimen Positif Pasar Kripto
Jakarta, katakabar.com - Platform pedagang aset kripto Bittime menilai meredanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran berpotensi menjadi sentimen positif bagi pasar keuangan global, termasuk pasar kripto. Kesepakatan damai yang dicapai kedua negara dinilai mampu meningkatkan kepercayaan investor terhadap aset berisiko, setelah sebelumnya pasar dibayangi ketidakpastian akibat konflik di kawasan Timur Tengah. Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, mengumumkan AS dan Iran telah mencapai kesepakatan damai setelah melalui serangkaian perundingan intensif. Kesepakatan tersebut mencakup penghentian operasi militer secara permanen dan menjadi sinyal meredanya tensi geopolitik yang selama ini memengaruhi sentimen pasar global. Presiden AS Donald Trump juga menyatakan bahwa perjanjian damai dengan Iran telah rampung, termasuk pembukaan kembali jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz. Pasar Keuangan Global Menguat dan Bitcoin Ikut Naik Respons positif langsung terlihat di berbagai pasar keuangan global per Senin (15/6) lalu. Dalam sehari terakhir, indeks Nasdaq menguat 0,31 persen, Dow Jones naik 0,70 persen, S&P 500 naik 0,50 persen, sementara NYSE Composite bertambah 0,78 persen. Sentimen serupa terlihat di pasar domestik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 3,67 persen ke level 6.228. Di sisi lain, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali menguat ke kisaran Rp 17.700 per dolar AS. Pasar kripto turut menunjukkan pergerakan positif. Data CoinMarketCap menunjukkan harga Bitcoin berada di kisaran US$ 65.636 atau naik 1,86 persen dalam 24 jam terakhir. Dalam sepekan, Bitcoin juga mencatatkan kenaikan sebesar 4,12 persen. Kenaikan harga Bitcoin tersebut menunjukkan bahwa pasar kripto mulai merespons membaiknya sentimen global. Sebagai aset digital dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia, Bitcoin kerap menjadi salah satu indikator utama yang mencerminkan minat investor terhadap aset berisiko ketika kondisi pasar global membaik. Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, menuturkan meredanya ketegangan geopolitik menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko, termasuk aset kripto seperti Bitcoin. “Ketika ketidakpastian geopolitik mulai mereda, kepercayaan investor umumnya ikut meningkat. Kondisi ini dapat mendorong aliran dana kembali masuk ke berbagai aset berisiko, termasuk Bitcoin dan aset kripto lainnya yang selama ini sensitif terhadap perubahan sentimen global,” ujar Ryan. Menurut Ryan, penguatan Bitcoin dalam beberapa hari terakhir menunjukkan bahwa pasar kripto mulai merespons membaiknya sentimen global. Namun, investor tetap perlu memperhatikan berbagai faktor lain yang turut memengaruhi pergerakan harga aset digital. “Kabar perdamaian antara AS dan Iran dapat menjadi katalis positif bagi pasar kripto dalam jangka pendek. Namun investor tetap perlu memperhatikan faktor lain seperti arah suku bunga, kondisi likuiditas global, serta perkembangan ekonomi makro yang juga memiliki pengaruh besar terhadap pergerakan harga Bitcoin dan aset kripto,” jelasnya. Ryan menambahkan investor perlu tetap mengedepankan pendekatan investasi yang terukur di tengah dinamika pasar kripto yang masih tinggi. Pemahaman terhadap fundamental aset digital dan manajemen risiko menjadi faktor penting dalam mengambil keputusan investasi. “Pasar kripto dikenal memiliki volatilitas yang tinggi sehingga investor tidak sebaiknya hanya mengandalkan sentimen jangka pendek. Penting untuk memahami fundamental aset yang dipilih, meningkatkan literasi investasi, serta terus memantau perkembangan pasar agar dapat mengambil keputusan yang lebih bijak,” tambah Ryan. Sebagai platform aset global untuk Indonesia, Bittime melihat minat investor domestik terhadap aset global terus meningkat seiring semakin terbukanya akses terhadap berbagai instrumen investasi internasional. Kondisi ini juga menunjukkan bahwa investor Indonesia semakin aktif mencari peluang diversifikasi portofolio di tengah dinamika ekonomi dan geopolitik global. Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Bittime menghadirkan akses ke berbagai aset global yang dapat membantu investor memperoleh eksposur terhadap perusahaan dan indeks global. Sejumlah aset tokenisasi berbasis real-world assets (RWA) yang saat ini banyak diminati pengguna Bittime antara lain Tether Gold (XAUT), Silver Token (SLVON), SP500 Tokenized ETF (SPYX), Tesla Tokenized Stock (TSLAX), dan Nasdaq Tokenized ETF (QQQX). Bittime juga terus mendorong peningkatan literasi aset digital agar masyarakat dapat memahami peluang dan risiko investasi secara lebih komprehensif. Dengan pemahaman yang baik terhadap Bitcoin, aset kripto, dan perkembangan pasar global, investor diharapkan dapat membangun strategi investasi yang lebih matang dan berkelanjutan.
Literasi Digital Media 2026, PHR Dorong Wartawan Lebih Adaptif dan Profesional di Tengah Arus Disrupsi Teknologi
Duri, katakabar.com - Pertamina Hulu Rokan (PHR) dorong wartawan lebih adaptif, dan profesional lewat kegiatan Literasi Digital Media 2026, di Hang Nadim Conference Room, Widuri Club PHR, Jumat (19/6). Kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi jurnalis di tengah derasnya arus disrupsi teknologi dan kompleksitas informasi industri hulu migas. Apalagi kolaborasi solid antara industri dan jurnalis menjadi kunci utama kawal kedaulatan energi nasional. PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menyadari pentingnya hal itu, makanya kegiatan dilaksanakan bersama rekan-rekan jurnalis di Wilayah Operasional North. Di mana agenda ini padukan esensi kebugaran fisik, penguatan pemahaman hukum pers, hingga strategi adaptasi teknologi digital guna melahirkan jurnalisme yang profesional. Kegiatan berlangsung semarak diawali dengan jalan santai bersama manajemen PHR dan puluhan wartawan. Selain mempromosikan gaya hidup sehat, momen ini menjadi ruang diskusi santai tanpa sekat untuk mempererat keakraban yang selama ini telah terjalin baik demi mendukung penyebaran informasi positif terkait ketahanan energi di Blok Rokan. Acara tersebut mengangkat materi terkait aspek hukum pers (Legal Awareness) dan adaptasi teknologi (Tech Adaptation). Di sesi hukum, wartawan diajak membedah kode etik jurnalisme, serta langkah mitigasi risiko peliputan agar terhindar dari sengketa hukum maupun jeratan Undang Undang ITE yang dibawakan Mario Abdillah Khair selaku Ahli Pers Dewan Pers. Sementara pada sesi teknologi, para peserta dilatih untuk mengoptimalkan media sosial secara etis guna melakukan riset tren, distribusi informasi, hingga memproduksi konten berita interaktif yang berdaya jangkau luas oleh Eko Faizin dari AJI Pekanbaru. Pjs. Manager Corporate Communication PHR, Yulia Rintawati, mengatakan hubungan baik dengan media bukan sekadar kemitraan biasa, melainkan pilar penting yang ikut menjaga denyut nadi industri migas tanah air. "Rekan-rekan media adalah garda terdepan sekaligus mitra strategis PHR dalam menyebarkan edukasi mengenai perjuangan ketahanan energi nasional. Tetapi, kami juga memahami tantangan jurnalisme hari ini semakin berat dengan adanya kecerdasan buatan, media sosial, dan dinamika hukum. Itu sebabnya, kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian PHR untuk tidak hanya menjaga silaturahmi, tetapi juga ikut berkontribusi meningkatkan kompetensi,” ujar Yulia. Melalui sinergi yang terus disegarkan ini, PHR berharap pers dapat terus menjalankan fungsi kontrol sosial sekaligus edukasi publik secara profesional. Kemitraan yang kokoh ini menjadi bukti untuk mewujudkan ketahanan energi nasional dibutuhkan kerja sama yang harmonis antara industri hulu migas dan dunia jurnalisme. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan WK Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi WK Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). WK Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.
BP Tapera Dorong Akselerasi Program Perumahan di Nias, BSPS 2026 Dialokasikan Bagi Seluruh Wilayah
Jakarta, katakabar.com - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama BP Tapera menerima audiensi para kepala daerah se Kepulauan Nias, meliputi Kabupaten Nias, Nias Utara, Nias Barat, Nias Selatan, dan Kota Gunungsitoli di Ruang Menteri PKP, Wisma Mandiri, Jakarta, Kamis (11/6). Pertemuan tersebut bahas sinergi program perumahan guna mempercepat pemenuhan kebutuhan hunian layak bagi masyarakat di Kepulauan Nias. Di pertemuan tersebut, Kepulauan Nias menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian khusus pemerintah karena realisasi penyaluran rumah subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) masih sangat terbatas. Komisioner BP Tapera menyampaikan realisasi rumah subsidi di Pulau Nias terakhir tercatat pada tahun 2022. Padahal, potensi pengembangan perumahan cukup besar dengan ketersediaan lahan dan kebutuhan hunian masyarakat yang masih tinggi. Pemerintah juga menyoroti rendahnya minat pengembang membangun rumah subsidi di wilayah Nias. Salah satu faktor yang disampaikan dalam audiensi adalah tingginya biaya material dan konstruksi yang menyebabkan harga rumah subsidi saat ini dinilai kurang sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Menanggapi hal tersebut, Menteri PKP meminta agar dilakukan kajian dan riset lebih lanjut sebagai dasar evaluasi kebijakan harga rumah subsidi di wilayah kepulauan dan daerah dengan karakteristik khusus. Selain mendorong peningkatan akses masyarakat terhadap rumah subsidi FLPP, pemerintah juga menyiapkan dukungan melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Berdasarkan rencana alokasi BSPS Tahun Anggaran 2026 di Provinsi Sumatera Utara, seluruh wilayah di Kepulauan Nias memperoleh peningkatan alokasi, yakni Kabupaten Nias Utara sebanyak 528 unit, Kota Gunungsitoli 300 unit, Kabupaten Nias Barat 653 unit, Kabupaten Nias Selatan 526 unit, dan Kabupaten Nias 400 unit. Para kepala daerah menyambut baik dukungan pemerintah pusat tersebut. Bupati Nias Barat menyampaikan program BSPS diharapkan mampu membantu menurunkan angka kemiskinan yang masih berada pada kisaran 22 persen. Sementara, sejumlah kepala daerah juga menyampaikan berbagai kebutuhan perumahan lainnya, termasuk dukungan bagi kawasan pendidikan, penyediaan rumah layak huni, serta penanganan backlog perumahan di wilayah masing-masing. Sebagai tindak lanjut, Kementerian PKP dan BP Tapera akan melaksanakan sosialisasi program perumahan secara lebih intensif di Kepulauan Nias agar masyarakat dapat memanfaatkan berbagai skema bantuan dan pembiayaan yang telah disediakan pemerintah. Selain itu, Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho menyampaikan akan terus meningkatkan koordinasi dengan seluruh ekosistem perumahan, mulai dari pemerintah daerah, pengembang, perbankan penyalur, hingga pemangku kepentingan lainnya. "Kami akan memperkuat koordinasi untuk meningkatkan realisasi penyaluran rumah subsidi di wilayah Kepulauan Nias," jelasnya optimis. Melalui sinergi tersebut, pemerintah berharap masyarakat di Kepulauan Nias dapat memperoleh akses yang lebih luas terhadap hunian layak, terjangkau, dan berkualitas, sekaligus mendukung upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah kepulauan terluar Indonesia.
Dubes India Nilai Open Network Berpotensi Besar Dorong Ekosistem Digital Indonesia
Jakarta, katakabar.com - Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, menilai Indonesia Open Network (ION) punya potensi besar untuk perluas ekosistem digital Indonesia melalui sistem yang lebih terbuka, inklusif, dan saling terhubung. Hal itu disampaikan Sandeep Chakravorty saat menghadiri penutupan ION Launch Workshop di SMESCO Jakarta, di penghujung Mei 2026 lalu. Workshop itu mempertemukan developer, startup, dan pelaku teknologi dari Indonesia serta India untuk membangun berbagai aplikasi berbasis open network dalam waktu singkat. Di kegiatan, peserta mempresentasikan sejumlah use case mulai dari marketplace UMKM, social commerce, distribusi rantai pasok, hingga layanan pembiayaan digital yang dikembangkan menggunakan konsep jaringan terbuka atau open network. Menurut Sandeep, hasil workshop menunjukkan pengembangan aplikasi digital kini dapat dilakukan lebih cepat dengan dukungan AI dan sistem terbuka yang memungkinkan berbagai layanan saling terhubung. “Untuk kali pertama saya melihat secara langsung apa yang bisa dicapai hanya dalam dua hari. Semua use case yang ditampilkan sangat menarik dan menunjukkan potensi besar pengembangan open network,” ujarnya. Ia mengatakan berbagai demonstrasi yang ditampilkan memperlihatkan bagaimana open network dapat membuka peluang baru bagi UMKM dan pengembang lokal untuk lebih mudah terhubung ke ekosistem digital. Beberapa aplikasi yang dipresentasikan memungkinkan seller app terhubung langsung dengan berbagai buyer app dalam satu jaringan terbuka, sehingga produk UMKM dapat diakses melalui banyak aplikasi secara bersamaan. Sistem tersebut juga mendukung transaksi, pengiriman, hingga rating lintas aplikasi. Selain marketplace UMKM, workshop juga menampilkan platform social commerce berbasis AI yang menghubungkan promosi influencer dengan penjualan produk melalui open network. Terdapat pula demonstrasi layanan pembiayaan digital yang memungkinkan produk kredit tersedia di berbagai aplikasi konsumen dalam jaringan ION. Menurut Duta Besar India untuk Indonesia tersebut, keterbukaan ekosistem digital akan menjadi faktor penting dalam memperluas partisipasi pelaku usaha kecil dan pengembang teknologi lokal di Indonesia. Ia menilai pendekatan open network dapat menciptakan sistem digital yang lebih inklusif karena memungkinkan lebih banyak pihak ikut berpartisipasi tanpa harus bergantung pada satu platform tertutup. “Saya sangat mendukung inisiatif ini dan berharap dapat mencapai critical mass sehingga benar-benar memberikan dampak,” jelasnya. Sandeep juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara Indonesia dan India dalam pengembangan teknologi terbuka. Menurutnya, kerja sama tersebut menunjukkan bagaimana kedua negara dapat bersama-sama mendorong inovasi digital yang lebih merata dan mudah diakses masyarakat luas. Ia optimistis open network dapat menjadi salah satu fondasi penting bagi perkembangan ekonomi digital Indonesia di masa depan, terutama dalam memperluas akses UMKM terhadap perdagangan digital dan layanan teknologi. Melalui ION Launch Workshop, para peserta juga menunjukkan bahwa pengembangan solusi digital kini tidak lagi terbatas pada perusahaan besar. Dengan dukungan AI dan open network, developer lokal dan startup dinilai memiliki peluang lebih besar untuk membangun aplikasi sesuai kebutuhan pasar Indonesia.
Sinergi Lintas Sektor di Bali AI Pentahelix Gathering: Telkom Dorong Bisnis Melek AI
Bali, katakabar.com - Telkom AI Center Bali perkuat ekosistem bisnis lokal melalui FGD Pentahelix Gathering, dorong implementasi AI praktis dan berdampak. Telkom AI Center Bali menggelar FGD Bali AI Pentahelix Gathering bertema “Why Your Business Needs to Embrace AI?”, sebuah forum diskusi lintas sektor yang dirancang sebagai focus group discussion untuk mengeksplorasi penerapan kecerdasan buatan dalam dunia usaha. Kegiatan yang berlangsung pada 8 Mei 2026 lalu ini mempertemukan pelaku bisnis, akademisi, komunitas, pemerintah, dan media dalam dialog langsung yang dipandu oleh Indria Trisni Puspita, Business & Community Lead Telkom AI Connect Bali. Acara ini menjadi bagian dari inisiatif Telkom AI Connect salah satu pilar program Telkom AI Center of Excellence, yang kini hadir di sembilan kota di Indonesia, dengan visi AI Empowers Indonesia. Indria menjelaskan bahwa program tersebut berfokus pada dua pilar utama: literasi AI untuk meningkatkan pemahaman dasar masyarakat, serta pemetaan kasus penggunaan (use case) yang relevan dengan kebutuhan industri lokal, sehingga implementasi teknologi dapat berjalan lebih aplikatif dan tepat sasaran. Dalam pemaparannya, Indria menegaskan AI bukan solusi instan yang otomatis memberikan jawaban sempurna. “AI hanya sebaik instruksi dan konteks yang diberikan oleh penggunanya,” ujarnya, menekankan pentingnya kerangka kerja dan tujuan yang jelas agar output AI benar-benar berguna bagi bisnis. Pesan ini menjadi landasan diskusi ketika peserta membahas tantangan praktis dalam mengadopsi teknologi tersebut. Diskusi mengangkat keresahan nyata dari pengguna pemula, yaitu banyak yang hanya mengenal AI dari sisi prompt dan belum memiliki jalur pembelajaran yang sistematis. Menanggapi hal itu, Indria menyatakan bahwa pendekatan bertahap dan inklusif lebih efektif; AI Connect berperan mengumpulkan data, menggali kasus penggunaan nyata, serta mendengar pengalaman dan keluhan pengguna sebagai dasar perancangan program yang relevan. Sesi perkenalan peserta menampilkan beragam profil yang menunjukkan luasnya potensi AI. Beberapa peserta berbagi pengalaman: Sofi seorang digital marketer memanfaatkan Claude dan Gemini untuk validasi data dan riset; Ikhwan, mentor UMKM, menggunakan AI untuk presisi data dan otomasi; Teguh dari IT mengembangkan solusi logistik berbasis AI; Yuli dan Sume menerapkan AI untuk kebutuhan pemasaran dan layanan; Akmal memakai Notebook LLM untuk analisis pembelajaran; sementara Iton mengintegrasikan ChatGPT dan Gemini dalam operasional hotel. Kegiatan ditutup dengan sesi Pentahelix Connect, yang mempertemukan kelima unsur pentahelix dalam satu forum kolaboratif untuk memperkuat ekosistem AI yang inklusif dan berkelanjutan. Para peserta dan pemangku kepentingan sepakat keterlibatan lintas sektor diperlukan agar adopsi AI tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga berorientasi pada manfaat sosial dan ekonomi. Melalui FGD ini, Telkom AI Center Bali berharap dapat menjadi katalisator lahirnya pelaku usaha yang melek AI, yaitu mampu yang mampu memanfaatkan teknologi secara cerdas, bertanggung jawab, dan berdampak nyata bagi perkembangan ekonomi digital Indonesia.
Nvidia Bikin Wall Street Makin Bullish, Demam AI Dorong Optimisme Investor
Jakarta, katakabar.com - Wall Street kembali bergerak positif setelah perusahaan teknologi raksasa Nvidia berhasil melaporkan kinerja keuangan yang melampaui ekspektasi pasar. Hasil ini semakin memperkuat optimisme investor terhadap masa depan industri artificial intelligence (AI). Nvidia menjadi salah satu perusahaan yang paling diuntungkan dari perkembangan AI global. Permintaan terhadap chip AI terus meningkat seiring semakin banyak perusahaan teknologi berlomba mengembangkan layanan berbasis kecerdasan buatan. Selain mencatat pertumbuhan pendapatan yang kuat, Nvidia juga mengejutkan pasar dengan keputusan menaikkan dividen. Langkah ini dianggap sebagai sinyal bahwa perusahaan memiliki kondisi keuangan yang sangat solid dan percaya diri terhadap prospek bisnis ke depan. Kinerja Nvidia langsung memberikan dampak besar terhadap sentimen pasar secara keseluruhan. Investor kembali masuk ke saham-saham teknologi karena percaya tren AI masih memiliki ruang pertumbuhan yang panjang. Dalam beberapa tahun terakhir, AI memang menjadi salah satu tema investasi terbesar di pasar global. Banyak perusahaan mulai mengintegrasikan teknologi AI ke dalam bisnis mereka, mulai dari sektor cloud computing, otomotif, kesehatan, hingga layanan finansial. Hal tersebut membuat perusahaan penyedia infrastruktur AI seperti Nvidia berada di posisi yang sangat strategis. Chip buatan Nvidia kini menjadi komponen penting dalam pengembangan sistem AI modern. Optimisme terhadap AI bahkan disebut-sebut sebagai salah satu alasan utama mengapa Wall Street terus mampu bertahan di tengah berbagai tekanan global. Investor melihat AI bukan sekadar tren sementara, melainkan revolusi teknologi yang berpotensi mengubah banyak industri secara permanen. Selain Nvidia, saham teknologi besar lainnya juga ikut menguat karena pasar percaya pertumbuhan sektor digital masih akan berlanjut. Reli saham teknologi akhirnya membantu indeks utama Wall Street kembali mencetak rekor baru. Kondisi ini sekaligus menunjukkan bahwa pasar saat ini semakin fokus pada perusahaan yang memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang berbasis inovasi teknologi. Investor global mulai berlomba mencari emiten yang diperkirakan mampu menjadi pemimpin industri AI di masa depan. Tidak sedikit analis yang memprediksi perkembangan AI akan menciptakan gelombang transformasi ekonomi baru seperti internet pada era 2000-an. Teknologi ini diperkirakan akan meningkatkan efisiensi bisnis, mempercepat otomatisasi, hingga membuka peluang industri baru yang sebelumnya belum pernah ada. Di sisi lain, meningkatnya antusiasme terhadap AI juga memicu lonjakan valuasi saham teknologi. Beberapa investor mulai khawatir bahwa euforia pasar bisa membuat harga saham bergerak terlalu tinggi dalam waktu singkat. Lantaran itu, investor tetap perlu memperhatikan fundamental perusahaan sebelum mengambil keputusan investasi. Kinerja laba, pertumbuhan bisnis, arus kas, dan prospek jangka panjang tetap menjadi faktor utama yang harus dianalisis. Selain saham teknologi, investor kini juga mulai memperhatikan peluang investasi lain seperti aset kripto dan emas digital. Menariknya, perkembangan AI juga mulai berkaitan dengan dunia blockchain dan aset digital. Beberapa proyek kripto berbasis AI mulai mendapatkan perhatian pasar karena dinilai memiliki potensi pertumbuhan besar di masa depan. Hal ini menunjukkan bahwa transformasi digital kini mulai menyentuh hampir seluruh sektor investasi. Tidak hanya investor institusi, investor ritel juga mulai aktif mencari peluang di tengah perkembangan teknologi global. Akses terhadap pasar internasional yang semakin mudah membuat investor Indonesia kini dapat ikut memantau dan berinvestasi pada aset global secara lebih praktis. Pergerakan Saham Amerika Serikat, Aset Kripto, dan Emas Digital saat ini bisa kamu cek di aplikasi Nanovest. Jika kamu tertarik untuk mulai berinvestasi di Aset Kripto, Nanovest dapat menjadi pilihan kamu untuk mulai berinvestasi dan eksplor koin kripto lainnya, sebuah aplikasi investasi saham & kripto yang terpercaya dan aman yang dapat menjadi pilihan terbaik bagi para investor di Indonesia. Bagi para investor yang baru ingin memulai berinvestasi tidak perlu khawatir karena cuma di aplikasi ini aset kamu terproteksi dari risiko cybercrime dengan Asuransi Sinarmas. Nanovest secara resmi telah terdaftar dan berlisensi resmi sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Informasi lebih lanjut silahkan kunjungi web kami di Nanovest. Bagi para penggiat investasi yang ingin menggunakan Nanovest, aplikasi ini sudah tersedia di Play Store maupun App Store Anda. Momentum pertumbuhan AI saat ini menjadi salah satu cerita terbesar di pasar global. Banyak investor percaya bahwa perusahaan yang mampu memanfaatkan perkembangan teknologi dengan baik akan menjadi pemimpin ekonomi di masa depan. Dengan Wall Street yang terus mencetak rekor baru dan sektor teknologi menjadi motor utama penggerak pasar, investor kini semakin optimistis terhadap peluang pertumbuhan ekonomi digital global dalam jangka panjang. Meski demikian, volatilitas pasar tetap perlu diwaspadai karena faktor geopolitik, kebijakan suku bunga, dan kondisi ekonomi global masih dapat memengaruhi arah pergerakan pasar sewaktu-waktu. Karena itu, disiplin dalam mengelola risiko dan melakukan diversifikasi tetap menjadi strategi penting bagi investor modern. Di tengah perubahan besar yang terjadi akibat revolusi AI, investor yang mampu memahami tren teknologi dan mengelola portofolio secara bijak berpotensi memperoleh peluang pertumbuhan yang menarik di masa depan.
Sinara Fest 2026 di Tanah Sriwijaya: Kolaborasi BPDP Penguatan UMKM Kelapa Dorong 100 Ribu Sultan Muda Sumsel
Palembang, katakabar.com - Sinara Fest 2026 hadir di Tanah Sriwijaya, kolaborasi Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) guna penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kelapa mendorong 100 ribu Sultan Muda Sumatera Selatan. Kolaborasi BPDP bersama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Provinsi Sumatera Selatan menghadirkan Sinara Fest 2026 digelar dari 21 hingga 22 Mei 2026 lalu, di Kanwil DJPb Provinsi Sumatera Selatan. Angkat tema “Sinergi Lintas Sektor Untuk Mendukung 100 Ribu Sultan Muda Sumsel: Menggerek Potensi Kelapa dari Hulu ke Pasar Global”, Sinara Fest 2026 hadir sebagai wadah kolaboratif untuk memperkuat pengembangan komoditas perkebunan sekaligus mendorong lahirnya generasi wirausaha muda yang kreatif, inovatif, dan berdaya saing global. Kepala Kanwil DJP Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung, Retno Sri Sulistyani, selaku Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Sumatera Selatan, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Sumatera Selatan, Jambi dan Bangka Belitung, Ferdinan Lengkong, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Bambang Pramono, Kepala Balai Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Palembang, Agung Heru Pranyoto, Kepala KPPN Palembang, Aprijon, Dinas Perkebunan Sumatera Selatan, Perwakilan OPD Provinsi Sumatera Selatan serta para pelaku UMKM dan wirausaha muda perwakilan HIPMI Sumatera Selatan, hadir di kegiatan. Rangkaian kegiatan edukatif dan interaktif yang mencakup sosialisasi program strategis BPDP, diskusi publik bersama narasumber dari berbagai instansi, demo masak dan pelatihan kuliner, mini bazaar UMKM, hingga booth edukasi interaktif warnai pergelaran. Melalui berbagai aktivitas tersebut, pengunjung diajak untuk mengenal lebih dekat manfaat komoditas perkebunan dalam kehidupan sehari-hari serta kontribusinya terhadap perekonomian nasional. Pangihutan Siagian selaku Direktur Hukum & Kerja Sama BPDP, menyampaikan Sinara Fest wadah kolaboratif memperkuat hilirisasi komoditas perkebunan, meningkatkan daya saing UMKM, serta membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk lokal Sumatera Selatan hingga tingkat global. “Sinara Fest bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang sinergi untuk mendorong pengembangan komoditas perkebunan dari hulu hingga hilir agar mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat dan UMKM,” ujarnya, dilansir dari laman BPDP, Senin sore. Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, menjelaskan berbagai peran BPDP dalam penguatan industri perkebunan kelapa sebagai pondasi penting dalam mendukung pengembangan hilirisasi komoditas kelapa secara berkelanjutan. “BPDP terus mendukung peremajaan kelapa, penguatan SDM, dukungan sarana prasarana, riset dan inovasi, promosi, serta penguatan UMKM untuk pengembangan pasar guna meningkatkan produktivitas kelapa nasional, kesejahteraan petani, dan daya saing produk kelapa Indonesia di pasar global," tegasnya. Kepala Kanwil DJPb Provinsi Sumatera Selatan, Rahmadi Murwanto, mengatakan program 100.000 Sultan Muda salah satu program strategis Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam mencetak generasi wirausaha muda yang kreatif dan mandiri. “Kami berharap sinergi antara BPDP, DJPb, pemerintah daerah, dan seluruh stakeholder dapat terus diperkuat untuk menciptakan ekosistem kewirausahaan yang mampu mendorong UMKM naik kelas dan memiliki daya saing,” ucapnya. Lewat Sinara Fest 2026, diharapkan tercipta sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, Akademisi, pelaku UMKM dan masyarakat dalam mendukung pengembangan komoditas perkebunan dari hulu hingga hilir, sekaligus memperkuat lahirnya generasi wirausaha muda Sumatera Selatan yang berdaya saing dan berorientasi global.
BPDP Dorong Hilirisasi Kakao dan Pengembangan UMKM Berbasis Perkebunan
Jakarta, katakabar.com - Usung konsep edukatif dan interaktif menghadirkan pelaku usaha cokelat lokal Cokelatin Signature lewat sesi story sharing, chocolate tasting, hingga praktik langsung pembuatan minuman cokelat berbasis kakao Indonesia. Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) sebagai BLU Kementerian Keuangan terus perkuat promosi komoditas perkebunan sekaligus mendorong pengembangan UMKM berbasis kakao melalui Workshop “Roemah Kreasi Nyokelat di Roemah” yang digelar di Roemah UMKM BPDP @ SMESCO Indonesia, Jakarta, Selasa (19/5) lalu. Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, menegaskan BPDP tidak hanya fokus pada pengelolaan dana perkebunan, tetapi juga pengembangan sumber daya manusia dan pemberdayaan UMKM. “Putra-putri Bapak Ibu yang sudah lulus SMA punya kesempatan kuliah melalui program beasiswa sawit. Semua biaya ditanggung, termasuk uang saku bulanan,” terang Helmi. Menurutnya, penerima beasiswa bukan hanya dari keluarga pemilik kebun sawit, tetapi juga dapat berasal dari keluarga pekerja di sektor sawit seperti sopir perusahaan maupun profesi lain yang berkaitan dengan industri sawit. Selain program beasiswa, BPDP juga terus mendorong pertumbuhan UMKM berbasis komoditas perkebunan guna meningkatkan nilai tambah produk sekaligus membuka peluang usaha baru. “Kami ingin ini bukan sekadar omon-omon. Kami ingin menjadi sesuatu yang nyata. Silakan manfaatkan kesempatan ini untuk membangun jejaring dan melihat apa yang bisa disupport oleh BPDP untuk pengembangan UMKM,” ujarnya. Ia berharap kegiatan workshop tersebut dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan generasi muda untuk membangun usaha berbasis komoditas perkebunan. Co-Founder Cokelatin Signature, Nugroho Surosoputra, menuturkan bisnis yang dijalankannya berangkat dari ketertarikan terhadap potensi besar kakao Indonesia. Indonesia pernah menjadi produsen kakao terbesar ketiga di dunia dan hingga kini masih menjadi produsen terbesar di Asia. Namun demikian, citra cokelat premium selama ini justru lebih melekat pada negara-negara Eropa yang tidak memiliki produksi kakao sebesar Indonesia. “Kalau ke luar negeri oleh-olehnya selalu cokelat. Padahal Swiss tidak punya banyak tanaman kakao,” ucapnya. Pada sesi edukasi, Nugroho, menceritakan sejarah kakao yang berasal dari tanaman Theobroma cacao yang berarti “food of god” atau makanan para dewa. Ia juga memaparkan perbedaan istilah kakao, kokoa, dan cokelat, serta memperkenalkan tiga varietas utama kakao yakni criollo, forastero, dan trinitario. Selain sesi edukasi, peserta workshop juga diajak mempraktikkan langsung pembuatan minuman berbasis kakao Indonesia bersama Founder Cokelatin Signature, Irena Surosoputra, dan Shana yang memiliki keahlian di bidang mixology. Dua menu minuman yang diperkenalkan dalam workshop tersebut, yakni Earl Grey Criollo Chocolate, Pistachio Criollo Chocolate, dan Granola. Pada menu pertama, peserta diperkenalkan pada kombinasi teh Earl Grey dengan cokelat criollo yang memiliki karakter rasa kuat. “Perpaduannya menenangkan, karena ada rasa cokelat dan teh sekaligus. Bisa jadi menu menarik untuk usaha minuman,” kata Shana. Di sesi berikutnya, peserta diajak membuat Pistachio Criollo Chocolate yang terinspirasi dari tren Dubai chocolate dan pistachio yang tengah populer. Peserta mempraktikkan teknik menghias bibir gelas menggunakan pistachio paste dan cacao nibs, membuat tampilan minuman berlapis dengan teknik gradasi warna, hingga penggunaan edible flower sebagai garnish minuman. Suasana workshop berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Peserta tampak aktif bertanya, saling menunjukkan hasil kreasi minuman, hingga mendokumentasikan hasil karya mereka untuk diunggah ke media sosial. Pasalnya, dalam sesi praktik, peserta juga diperkenalkan pada teknik penyajian dan plating minuman yang menjadi salah satu nilai tambah dalam industri makanan dan minuman. Selain praktik pengolahan kakao, workshop tersebut juga memperkenalkan penggunaan non-dairy creamer berbahan sawit sebagai bagian dari inovasi produk minuman berbasis perkebunan. Peserta mempraktikkan penggunaan creamer sawit dalam proses pembuatan minuman cokelat untuk menghasilkan tekstur minuman yang creamy dan seimbang. Penggunaan creamer berbahan sawit juga menjadi bentuk pengenalan produk turunan komoditas perkebunan Indonesia yang memiliki nilai tambah tinggi dan potensi besar dalam industri hilir pangan dan minuman. Melalui kegiatan “Roemah Kreasi Nyokelat di Roemah”, BPDP berharap masyarakat semakin memahami potensi komoditas kakao Indonesia, mengenal produk UMKM berbasis perkebunan, serta terus termotivasi untuk mengembangkan inovasi dan kewirausahaan berbasis komoditas perkebunan nasional
Sachin Gopalan Dorong IndoFringe dan Indonesia Open Network Mesin Baru Ekonomi Kreatif Anak Muda
Jakarta, katakabar.com - Pendiri sekaligus penggerak IndoFringe, Sachin Gopalan, menegaskan pentingnya transformasi digital membangun ekosistem ekonomi kreatif yang lebih inklusif bagi generasi muda Indonesia. Hal itu disampaikannya ketika sesi talkshow “Digitizing Culture and Creativity: Powering the Next Wave of Creative Economy” rangkaian hari pertama Jakarta Marketing Week 2026 di Kota Kasablanka, Rabu (6/5) lalu. Dalam paparannya, Sachin, menjelaskan IndoFringe tidak lagi sekedar festival seni dan kreativitas anak muda, tetapi tengah berkembang menjadi gerakan ekonomi kreatif berbasis digital yang terhubung dengan Indonesia Open Network (ION), sebuah infrastruktur perdagangan digital terbuka yang didukung pemerintah. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menjawab tantangan terbesar para pelaku ekonomi kreatif saat ini, yakni sulitnya memperoleh pasar dan tingginya biaya platform digital konvensional. “Creative economy tidak jalan karena komisi strukturnya terlalu mahal. Banyak platform mengambil komisi 25 sampai 40 persen. Lantaran itu kita bangun Indonesia Open Network dengan biaya jauh lebih rendah, sekitar dua sampai tiga persen,” terang Sachin pada sesi diskusi tersebut. IndoFringe Siapkan Marketplace Talenta Muda Sachin menjelaskan timnya kini sedang mengembangkan platform digital baru untuk IndoFringe yang ditargetkan meluncur pada Oktober mendatang. Platform tersebut dirancang sebagai marketplace bagi siswa, mahasiswa, hingga anak muda yang belum memiliki pekerjaan tetap agar dapat menawarkan keterampilan mereka secara langsung kepada pasar. Ia mencontohkan berbagai jenis pekerjaan kreatif yang bisa diakses melalui platform tersebut, mulai dari fotografi, videografi, desain grafis, penulisan konten, hingga jasa kreatif lainnya yang berkaitan dengan ekonomi digital. Menurutnya, banyak anak muda sebenarnya memiliki bakat dan kemampuan, tetapi tidak memiliki akses terhadap pasar. Karena itu, platform digital tersebut diharapkan dapat menjadi jembatan antara talenta muda dengan kebutuhan industri kreatif. “Kalau punya talent, mereka bisa pasarkan lewat digital dan dapat short project. Mungkin nilainya tidak besar, tapi bisa jadi source of income buat anak muda,” ujarnya. Ia menambahkan, platform itu nantinya juga akan memiliki fitur jual beli, penyewaan alat, layanan kreatif, pencarian kerja, hingga konektivitas dengan aplikasi lain yang tergabung dalam ekosistem open network. Terhubung dengan Indonesia Open Network Dalam kesempatan itu, Sachin juga menyoroti peran Indonesia Open Network atau ION yang disebutnya akan menjadi pondasi penting bagi demokratisasi ekonomi digital di Indonesia. Ia menjelaskan ION merupakan public infrastructure untuk commerce yang dikembangkan bersama pemerintah, termasuk Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia serta Kementerian UMKM Republik Indonesia, agar masyarakat dapat mengakses layanan digital dengan biaya lebih murah. “Kalau platform mengambil komisi terlalu besar, akhirnya yang kaya hanya platform. Pemerintah ingin commerce lebih demokratis sehingga masyarakat juga bisa menikmati manfaat ekonomi digital,” ucapnya. Melalui koneksi dengan ION, talenta-talenta kreatif di IndoFringe nantinya dapat menawarkan jasa mereka melalui berbagai aplikasi besar yang telah terhubung dalam jaringan tersebut, termasuk operator telekomunikasi dan platform digital lain. Sachin menilai model open network akan membuka peluang lebih luas bagi pekerja kreatif independen seperti MC, moderator, penyanyi, pelukis, hingga content creator untuk memperoleh pasar tanpa terbebani biaya tinggi. Dari Festival Seni Jadi Gerakan Nasional IndoFringe sendiri telah berkembang pesat dalam tiga tahun terakhir. Sachin menyebut lebih dari 500 sekolah telah terlibat dalam berbagai festival yang diselenggarakan pihaknya. Ia mengungkapkan awalnya banyak sekolah ragu mengikuti festival lintas sekolah karena khawatir terjadi konflik antar pelajar. Tetapi pengalaman selama beberapa tahun justru menunjukkan kegiatan seni mampu membangun suasana yang lebih damai dan kolaboratif. “Kegiatan ekonomi kreatif membuat anak muda lebih bersahabat. Tidak seperti kompetisi olahraga yang kadang terlalu kompetitif,” bebernya. Ke depan, IndoFringe menargetkan ekspansi lebih besar dengan melibatkan kampus-kampus dan komunitas kreatif di berbagai daerah. Bahkan pada 2028, mereka menargetkan penyelenggaraan 500 festival serentak di seluruh Indonesia dalam waktu 10 hari. Menurut Sachin, digitalisasi menjadi kunci utama untuk mewujudkan target ambisius tersebut karena seluruh koordinasi, mobilisasi relawan, hingga promosi kegiatan akan terhubung melalui platform digital. Membuka Ruang Semua Bidang Kreatif Sachin juga menegaskan IndoFringe tidak membatasi diri hanya pada seni pertunjukan. Menurutnya, seluruh aktivitas yang melibatkan kreativitas, komunikasi, exhibition, hingga teknologi dapat menjadi bagian dari ekosistem ekonomi kreatif. Pada sesi tanya jawab dengan mahasiswa yang hadir di Jakarta Marketing Week 2026, ia menyebut bidang seperti teknologi, digital content, hingga kompetisi elektronika nasional juga dapat menjadi bagian dari IndoFringe selama dikemas dalam format exhibition atau performance. Ia menilai ekonomi kreatif saat ini telah berkembang jauh lebih luas, termasuk di bidang content creator, videografi, script writing, gaming, hingga digital exhibition. “Kita ingin semua orang bisa membawa ide dan mengkomersialisasikannya. Jadi bukan sekadar kegiatan sukarela, tetapi juga menjadi business proposition,” ulasnya. Pesan untuk Generasi Muda Menutup sesi diskusi, Sachin mengingatkan generasi muda agar tidak sepenuhnya bergantung pada teknologi dan kecerdasan buatan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, kemampuan komunikasi dan keberanian untuk bertanya tetap menjadi keterampilan paling penting di era digital.
Sucofindo Dorong Ekosistem Energi Terbarukan Lewat Layanan TIC Terintegrasi
Jakarta, katakabar.com - PT Sucofindo (Persero) terus pertegas komitmennya dukung pengembangan energi baru terbarukan sebagai bagian dari upaya menekan emisi dan mendorong implementasi Net Zero Emission. Peran ini sejalan dengan posisi PT Sucofindo (Persero) sebagai perusahaan BUMN di bidang TIC (Testing, Inspection, Certification). Komitmen tersebut mendapat apresiasi di ajang Solartec 2026 pada kategori Renewable Energy Industrial Services, di pekan keempat April 2026 lalu. Di kesempatan tersebut, Direktur Komersial PT Sucofindo (Persero), Agus Permadi, menyampaikan Sucofindo terus berperan aktif mendukung ekosistem energi terbarukan di Indonesia. “Kami terus menjalankan upaya berkelanjutan sebagai bagian dari strategi bisnis perusahaan, termasuk dalam pengembangan energi baru terbarukan. Sucofindo sebagai perusahaan TIC turut berperan dalam mendorong implementasi Net Zero Emission,” ujar Agus Permadi. Ia menambahkan, PT Sucofindo (Persero) menyediakan layanan TIC pada setiap tahapan proses, sesuai dengan standar nasional maupun internasional, untuk mendukung upaya pencapaian Net Zero Emission. Melalui capaian tersebut, perusahaan terus mendorong untuk berkontribusi dalam pengembangan energi baru terbarukan. “Kami berharap peran Sucofindo dalam ekosistem energi terbarukan dapat memberikan manfaat nyata serta mendukung program transisi energi nasional,” lanjut Agus. Dalam mendukung sektor energi terbarukan, PT Sucotindo (Persero) berperan sebagai Lembaga Validasi dan Verifikasi (LVV) pada skema Gas Rumah Kaca (GRK) dan Nilai Ekonomi Karbon (NEK). Selain itu, Sucofindo juga menyediakan layanan sampling dan analisis pada berbagai sumber energi seperti gas metana batubara, panas bumi, serta sumber energi baru terbarukan lainnya. Untuk memastikan pemenuhan standar keberlanjutan, PT Sucofindo (Persero) turut menghadirkan layanan verifikasi pada panel surya, turbin angin, infrastruktur pengisian kendaraan listrik (EV charging), serta sistem penyimpanan energi. “Sucofindo berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam mendukung pencapaian Net Zero Emission, melalui kolaborasi dengan berbagai pihak yang didukung oleh infrastruktur perusahaan,” tutup Agus Permadi. Sebagai bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim, PT Sucofindo (Persero) juga menghadirkan layanan pemantauan dan pengelolaan lingkungan, seperti pemetaan lahan, audit lingkungan, serta layanan ESG (Environmental, Social, and Governance). Selain itu, Sucofindo menyediakan berbagai layanan pendukung sustainable development, antara lain green smelter, ecolabel, green office, green building, green port, konsultansi energi terbarukan, green project management, industri hijau, sertifikasi GGL (Green Gold Label), serta CCS/CCUS (Carbon Capture, Storage/Utilization).