Holding PTPN III Perkuat Pengendalian Persediaan CPO Lewat Stock Opname di KPBN Dumai Sawit
Sawit
Jumat, 30 Januari 2026 | 19:00 WIB

Holding PTPN III Perkuat Pengendalian Persediaan CPO Lewat Stock Opname di KPBN Dumai

Dumai, katakabar.com - Holding Perkebunan Nusantara PT Perkebunan Nusantara III (Persero) melalui PT KPBN melaksanakan kegiatan stock opname (STO) CPO di Tangki Timbun KPBN Unit Dumai sebagai bagian dari Stock Opname di Penghujung 2025 lalu. Kegiatan ini bertujuan memastikan kesesuaian antara data administrasi atau pencatatan buku dengan kondisi fisik stok CPO yang tersimpan di tangki timbun. Pelaksanaan stock opname di KPBN Unit Dumai dilakukan Tim PTPN IV Regional I, II, dan III sebagai bagian dari pengendalian internal perusahaan, serta upaya menjaga keakuratan dan keandalan data persediaan. Dalam pelaksanaannya, tim melakukan pemeriksaan fisik volume CPO, pengecekan sistem pencatatan, serta verifikasi dokumen pendukung yang terkait. Kegiatan tersebut bagian dari Rencana Stock Opname Akhir Tahun 2025 (Objek STO 2026) di PT KPBN Unit Dumai yang dilaksanakan oleh Tim PTPN IV Regional I, II, dan III. Melalui kegiatan stock opname ini, Holding Perkebunan Nusantara menegaskan komitmen menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG), khususnya dalam aspek transparansi, akuntabilitas, serta pengelolaan persediaan CPO yang akurat, andal, dan terukur.

Cangkang Dibeli Rp23,06 per Kg dan TBS Sawit Mitra Swadaya Dihargai Rp3.698,50 per Kg di Riau Sawit
Sawit
Rabu, 15 Oktober 2025 | 16:00 WIB

Cangkang Dibeli Rp23,06 per Kg dan TBS Sawit Mitra Swadaya Dihargai Rp3.698,50 per Kg di Riau

Pekanbaru, katakabar.com - Di 'Bumi Lancang Kuning' nama lain dari Provinsi Riau, Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit dibeli Rp3.698,50 per kilogram periode 15 hingga 21 Oktober 2025 nanti. Sementara, Crude Palm Oil (CPO) dibanderal sebesar Rp14.825,25 per kilogram, Cangkang sebesar RP23,06 per kilogram untuk sebulan ke depan, dan harga kernel turun dibeli Rp322,88 per kilogram. Dinas Perkebunan(Disbun) Provinsi Riau bersama tim penetapan yang melakukan penetapan harga dari hasil rapat penetapan harga, Selasa (14/10) kemarin. Menurut hasil penetapan harga TBS kelapa sawit itu, kelompok umur 9 tahun naik sebesar Rp42,30 per kilogram setara 1,16 persen dibandingkan periode sebelumnya. Dengan kenaikan tersebut, harga pembelian TBS petani menjadi Rp3.698,50 per kilogram dan berlaku untuk satu sepekan ke depan. Sedang harga cangkang, itu tadi ditetapkan sebesar Rp23,06 per kilogram dan berlaku sebulan ke depan. Kabid Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Riau, Dr. Defris Hatmaja, SP, M.Si, menjelaskan kenaikan harga TBS periode ini lebih banyak dipengaruhi naiknya harga crude palm oil (CPO). “Kita tahu bersama, harga TBS kelapa sawit mitra swadaya mengalami kenaikan. Kenaikan periode ini disebabkan faktor naiknya harga CPO,” kata Defris Hatmaja, dilansir dari laman media center Riau, Rabu (15/10. Proses penetapan harga TBS kelapa sawit ini, ucap Defris, pihaknya bersama tim selalu melakukan perbaikan tata kelola agar hasil yang ditetapkan sesuai regulasi, dan berkeadilan bagi petani maupun perusahaan mitra. “Membaiknya tata kelola penetapan harga ini upaya serius dari seluruh pemangku kepentingan yang didukung oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau. Komitmen ini diharapkan berdampak positif pada peningkatan pendapatan petani dan kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya. Di periode ini, lanjutnya, indeks K yang digunakan sebesar 92,83 persen, dengan harga penjualan CPO naik Rp290,75 per kilogram dari pekan lalu, sedang harga kernel turun Rp322,88 per kilogram. Untuk perusahaan yang tidak melakukan penjualan, digunakan harga rata-rata tim sesuai ketentuan Permentan Nomor 01 Tahun 2018 Pasal 8. "Harga rata-rata CPO KPBN pada periode ini tercatat Rp14.825,25 per kilogram sedang Kernel KPBN sebesar Rp13.353,00 per kilogram," tuturnya. Ini Daftar Harga TBS Kemitraan Swadaya Riau Periode 15 hingga 21 Oktober 2025, yakni umur 3 tahun: Rp2.864,16 per kilogram, umur 4 tahun: Rp3.194,08 per kilogram, umur 5 tahun Rp3.427,46 per kilogram, umur 6 tahun Rp3.559,43 per kilogram, umur 7 tahun Rp3.639,75 per kilogram, umur 8 tahun Rp3.683,77 per kilogram. Berikutnya, umur 9 tahun Rp3.698,50 per kilogram, umur 10–20 tahun Rp3.660,30 per kilogram, umur 21 tahun Rp3.598,96 per kilogram, umur 22 tahun Rp3.528,23 per kilogram, umur 23 tahun Rp3.447,79 per kilogram, umur 24 tahun Rp3.386,85 per kilogram, dan umur 25 tahun Rp3.336,89 per kilogram.

CPO dan TBS Sawit Mitra Plasama Kompak Naik Pekan Ini di Riau, Ini Harganya per Kilogram Sawit
Sawit
Rabu, 15 Oktober 2025 | 15:28 WIB

CPO dan TBS Sawit Mitra Plasama Kompak Naik Pekan Ini di Riau, Ini Harganya per Kilogram

Pekanbaru, katakabar.com - Minyak mentah sawit atau Crude Palm Oil (CPO) dan Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit mitra plasma kompak naik periode 15 hingga 21 Oktober 2025 nanti. Itu diketahui dari hasil rapat penetapan harga kelapa sawit mitra plasma oleh Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Riau bersama tim. Di mana hasil penetapan harga periode 15 hingga 21 Oktober 2025 telah menggunakan tabel rendemen harga baru hasil kajian dari PPKS Medan yang disepakati tim. Menurut Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Riau, Defris Hatmaja, menyatakan untuk kenaikan harga tertinggi berada di kelompok umur 9 tahun sebesar Rp28,03 per kilogram setara mencapai 0,76 persen dari harga periode lalu. Jadi, harga pembelian TBS petani untuk periode sepekan ke depan naik jadi Rp3.714,14 per kilogram. “Untuk harga cangkang berlaku untuk satu bulan sebesar Rp17,38 per kilogram ke depan. Di periode ini indeks K yang dipakai indeks K untuk 1 bulan ke depan yakni 92,75 persen, harga penjualan CPO minggu ini naik sebesar Rp176,45 dan kernel minggu ini turun sebesar Rp181,03 dari periode lalu,” jelasnya, dilansir dari laman media center Riau, Rabu (15/10). Kata Defris, ada beberapa PKS yang tidak melakukan penjualan, berdasarkan Permentan nomor 01 tahun 2018 pasal 8 harga CPO dan kernel yang digunakan adalah harga rata-rata tim, tetapi bila terkena validasi 2 digunakan harga rata-rata KPBN. Jadi, harga rata-rata CPO KPBN periodeini adalah Rp14.825,25 dan harga kernel KPBN periode ini sebesar Rp13.353,00. “Kita ketahui bersama harga TBS yang ditetapkan tim untuk mitra plasma mengalami kenaikan. Kenaikan harga pekan ini lebih disebabkan karena faktor naiknya harga CPO,” terangnya. Di penetapan harga TBS Provinsi Riau Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Riau dan Tim Penetapan Harga Pembelian Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit produksi pekebun selalu melakukan perbaikan tata Kelola agar penetapan harga ini sesuai regulasi dan berkeadilan untuk kedua belah pihak yang bermitra. “Membaiknya tata kelola penetapan harga ini merupakan upaya yang serius dari seluruh stakeholder yang didukung oleh Pemerintah Provinsi Riau dan Kejaksaan Tinggi Riau. Komitmen bersama ini pada akhirnya tentu akan berimbas pada peningkatan pendapatan petani yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat,” ucapnya. Ini Penetapan Harga TBS Kelapa Sawit Kemitraan Plasma ProvinsiRiau Nomor 37 Periode 15 hingga 21 Oktober 2O25, yakni: umur 3 tahun Rp2.866,48 per kilogram, umur 4 tahun Rp3.245,99 per kilogram, umur 5 tahun Rp3.439,14 per kilogram, umur 6 tahun Rp3.588,40 per kilogram, umur 7 tahun Rp3.666,12 per kilogram, umur 8 tahun Rp3.709,38 per kilogram.

Bila Program B50 Dijalankan 2026, Dorab Mistry Prediksi Harga CPO Bisa Tembus MYR 5.000 per Ton Sawit
Sawit
Selasa, 14 Oktober 2025 | 17:10 WIB

Bila Program B50 Dijalankan 2026, Dorab Mistry Prediksi Harga CPO Bisa Tembus MYR 5.000 per Ton

Jakarta, katakabar.com - Bila program B50 dijalankan pada 2026 mendatang, Trader senior sekaligus pengamat pasar CPO, Dorab Mistry, prediksi harga Crude Palm Oil (CPO) bisa tembus MYR 5.000 per ton. Harga minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) terus menunjukkan penguatan di pasar global. Lihat perdagangan Rabu (8/10) lalu, kontrak CPO di Bursa Malaysia untuk pengiriman Desember ditutup naik 1,7 persen ke level MYR 4.546 per ton atau tertinggi hampir dua bulan belakangan ini. Kenaikan ini didorong stagnasi produksi di dua negara produsen utama, Indonesia dan Malaysia, sisi lain permintaan global terus meningkat. “Harga CPO tinggi lantaran produksi kedua negara stagnan, sedangkan permintaan terus tumbuh,” kata Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono, dilansir dari laman EMG, Selasa sore. Sepekan terakhir, harga CPO naik 3,55 persen secara point-to-point, dan sepanjang tahun 2025 sudah menguat 2,3 persen. Dijelaskan Eddy, tren kenaikan masih berpotensi berlanjut bila pemerintah Indonesia benar-benar menerapkan kebijakan biodiesel B50, yakni campuran 50 persen minyak nabati dalam bahan bakar solar. “Kalau program B50 dijalankan pad kondisi saat ini, ekspor berkurang dan otomatis harga minyak sawit dunia ikut naik,” terangnya. Kebijakan B50 akan meningkatkan konsumsi domestik CPO, yang berarti pasokan untuk pasar ekspor akan menurun. Kabar mengenai rencana penerapan B50 menjadi sentimen positif di pasar komoditas. Para pelaku memperkirakan kebijakan energi hijau itu bisa menjadi faktor penentu arah harga sawit global dalam beberapa bulan mendatang. Trader senior sekaligus pengamat pasar CPO, Dorab Mistry, prediksi harga CPO berpotensi menembus level MYR 5.000 per ton jika program B50 benar-benar dijalankan tahun depan. “Jika Indonesia menjalankan B50, maka akan terjadi kelangkaan pasokan di pasar dunia dan harga akan melonjak,” ujar Mistry.

CPO Ungkit Harga TBS Sawit Petani Mitra Plasma di Sumut Periode 8 Hingga 14 Oktober 2025 Sawit
Sawit
Jumat, 10 Oktober 2025 | 16:30 WIB

CPO Ungkit Harga TBS Sawit Petani Mitra Plasma di Sumut Periode 8 Hingga 14 Oktober 2025

Medan, katakabar.com - Crude Palm Oil (CPO) atau minyak mentah sawit pengaruhi, dan ungkit harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit petani mitra plasma di Sumatera Utara periode 8 hingga 14 Oktober 2025 ini. Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Provinsi Sumatera Utara menyebutkan, harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit petani mitra plasma Provinsi Sumatra Utara periode 8 hingga 14 Oktober 2025 mengalami kenaikan di semua umur tanam terutama umur 10-20 tahun. Kalau periode sebelumnya, harga TBS umur tanam 10-20 tahun ditetapkan sebesar Rp3.653,03 per kilogram. Alhamdulillah, di periode 8 hingga 14 Oktober naik sebesar Rp12,14 per kilogram sehingga TBS sawit petini mitra plasma dibeli jadi Rp3.665,17 per kilogram. Dilansir dari laman mediaperkebunan.id, Jumat siang, kenaikan harga TBS sawit ini dipengaruhi kenaikan harga penjualan minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO), dan harga penjualan inti sawit atau palm kernel (PK). Diketahui harga CPO sebesar Rp14.571,16 per kilogram,.dan harga PK sebesar Rp13.609,74 per kilogram. Di mana besaran persentase indeks K untuk periode ini ditetapkan sebesar 93,03 persen. Ini daftar harga TBS produksi petani sawit mitra plasma Sumatera Utara periode 8 hingga 14 Oktober 2025, yakni umur 3 tahun Rp2.836,89 per kilogram, umur 4 tahun Rp3.107,95 per kilogram, umur 5 tahun Rp3.296,69 per kilogram, umur 6 tahun Rp3.390,24 per koligram, umur 7 tahun Rp3.419,25 per kilogram, umur 8 tahun Rp3.512,08 per kilogram.

Harga Sawit Jambi Turun Rp11,00 per Kg Pekan Kedua Oktober 2025 Dibeli Rp3.648,47 per Kg Sawit
Sawit
Kamis, 09 Oktober 2025 | 19:40 WIB

Harga Sawit Jambi Turun Rp11,00 per Kg Pekan Kedua Oktober 2025 Dibeli Rp3.648,47 per Kg

Jambi, katakabar.com - Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Jambi turun Rp11,00 per kilogram di pekan kedua Oktober 2025, saat ini dibeli Rp3.648,47 per kilogram. Kalau berkaca periode sebelumnya, harga yang ditetapkan Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Jambi turun Rp11,00 per kilogram. Hal ini lantaran melemahnya harga CPO yang pekan ini dibeli Rp14.379,01 per kilogram. Tetapi meski melorot, harga yang berlaku untuk hasil kebun kelapa sawit plasma lebih tinggi ketimbang harga sawit swadaya. Saat ini rata- rata hasil kebun petani mandiri itu hanya dibeli Rp2.700 hingga 3.200 per kilogram. "Untuk harga tengkulak atau harga peron bervariasi. Tergantung dari daerah di mana kebun dibudidayakan. Harganya Rp2.700 hingga 3.200 per kilogram," ujar Dermawan Harry Oetomo, petani sekaligus pengurus DPP Apkasindo, dilansir dari laman EMG, Kamis (9/10). Ini rincian hasil penetapan harga kelapa sawit di Provinsi Jambi, yakni umur 3 tahun Rp2.834,18 per kilogram, umur 4 tahun Rp3.040,38 per kilogram, umur 5 tahun Rp3.179,16 per kilogram, umur 6 tahun Rp3.311,14 per kilogram, umur 7 tahun Rp3.394,52 per kilogram, umur 8 tahun Rp3.467,97 per kilogram. Lalu, umur 9 tahun Rp3.535,45 per kilogram, umur 10-20 tahum Rp3.648,47 per kilogram, umur 21-24 tahun Rp3.541,50 per kilogram, umur 25 tahun Rp3.384,17 per kilogram.

Harga CPO Berulah Bikin Harga TBS Sawit Mitra Plasma Umur 9 Tahun Tertekan Periode Ini Sawit
Sawit
Rabu, 08 Oktober 2025 | 12:49 WIB

Harga CPO Berulah Bikin Harga TBS Sawit Mitra Plasma Umur 9 Tahun Tertekan Periode Ini

Pekanbaru, katakabar.com - Harga Crude Palm Oil atau minyak sawit mentah berulah bikin harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit mitra plasma umur tanam 9 tahun tertekan Rp9,81 per kilogram periode 8 hingga 14 Oktober 2025. Itu diketahui setelah Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Riau bersama tim rapat penetapan harga kelapa sawit mitra plasma. Hasil penetapan harga kelapa sawit tersebut menggunakan tabel rendemen harga baru hasil kajian dari PPKS Medan yang disepakati tim. Menurut Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Riau Defris Hatmaja, untuk penurunan harga tertinggi berada di kelompok umur 9 tahun sebesar Rp9,81 per kilogram setara 0,27 persen dari harga periode lalu. Jadi, harga pembelian TBS petani untuk periode sepekan ke depan turun menjadi Rp3.686,11 per kilogram, dan berlaku untuk periode sepekan ke depan. “Untuk harga cangkang sebesar Rp17,38 per kilogram berlaku sebulan ke depan. Di periode ini indeks K yang dipakai indeks K untuk 1 bulan ke depan 92,75 persen, di mana harga penjualan CPO minggu ini turun sebesar Rp6,88 dan kernel pekan ini turun sebesar Rp178,32 dari pekan lalu,” ulasnya, dilansir dari laman media center Riau, Rabu (8/10). Kata Defris, ada beberapa Pabrik Kelapa Sawit (PKS) tidak melakukan penjualan, berdasarkan Permentan nomor 01 tahun 2018 pasal 8 maka harga CPO dan kernel yang digunakan harga rata-rata tim, tetapi bila terkena validasi 2 digunakan harga rata-rata KPBN. Harga rata-rata CPO KPBN periode ini sebesar Rp14.675,00 dan harga kernel KPBN periode ini sebesarRp14.041,00. “Kita ketahui bersama harga TBS yang ditetapkan tim untuk mitra plasma mengalami penurunan. Penurunan harga minggu ini lebih disebabkan karena faktor turunnyanya harga CPO dan kernel,” jelasnya. Kata Defris, penetapan harga TBS Provinsi Riau melalui Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Riau dan Tim Penetapan Harga Pembelian TBS Produksi Pekebun selalu melakukan perbaikan tata kelola agar penetapan harga inisesuai dengan regulasi dan berkeadilan untuk kedua belah pihak yang bermitra. “Membaiknya tata kelola penetapan harga ini upaya serius dari seluruh stakeholder yang didukung oleh Pemerintah Provinsi Riau dan Kejaksaan Tinggi Riau. Komitmen bersama ini akhirnya bakal berimbas pada peningkatan pendapatan petani yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.

Harga CPO dan PK Menukik Berimbas ke TBS Mitra Plasma Jambi Periode 5 Hingga 11 September 2025 Sawit
Sawit
Jumat, 05 September 2025 | 16:45 WIB

Harga CPO dan PK Menukik Berimbas ke TBS Mitra Plasma Jambi Periode 5 Hingga 11 September 2025

Jambi, katakabar.com - Lantaram harga jual minyak sawit mentah atau crude palm oil atai CPO dan inti sawit atau palm kernel atau PK menukik berdampak pada herga tandan buah segar atau TBS produksi para petani kelapa sawit mitra plasma Provinsi Jambi pada periode 5 hingga 11 September 2025. Di mana, harga pembelian TBS mitra plasma mengalam penurunan di berbagai pabrik kelapa sawit atau PKS untuk periode yang sama seperti penetapan dari pihak Bidang Produksi dan Pemasaran Hasil Perkebunan Strategis atau PPHPS Dinas Perkebunan atau Disbun Provinsi Jambi. Dari berbagai informasi yang dirangkum katakabar.com Jumat (5/9) harga TBS dari usia tanam 10-0 tahun yang kategori premium turun tipis sebanyak Rp14,49 menjadi Rp3.624,93 per kilogram. Tapi harga TBS sejauh ini tetap kuat, dan mayoritas berada di kisaran Rp3.000 per kilogram, terkecuali harga TBS dari usia tanam 3 tahun yang masih berkutat di level 2.800 per kilogram. Sedang, harga penjualan CPO tercatat turun sebanyak Rp42,04 per kilogram, harga penjualan PK melorot lumayan dalam kisaran Rp115,29, sehingga membuatnya menjauh dari upaya menembus level harga Rp13.500 per kilogram.

AnyMind Group Perkuat Tim Kepemimpinan dengan Lima penunjukan Termasuk CPO Internasional
Internasional
Sabtu, 19 April 2025 | 10:57 WIB

AnyMind Group Perkuat Tim Kepemimpinan dengan Lima penunjukan Termasuk CPO

Singapura, katakabar.com - Perusahaan menunjuk Chief Product Officer atau CPO pertamanya, membawa pemimpin industri dari Google dan P&G, dan memperluas kewenangan dua anggota kepemimpinan yang sudah ada AnyMind Group [TSE:5027], sebuah perusahaan BPaaS untuk marketing, e commerce, dan transformasi digital, umumkan lima penunjukan baru. Mereka adalah Ryuji Takemoto sebagai Chief Product Officer, Shodai Fujita sebagai Country Manager Jepang, Kiatisak Watcharapruk sebagai Managing Director of Creator Growth, Masaki Okawa sebagai Managing Director of Strategy, dan Steven Tan sebagai Managing Director of Fulfillment. Penunjukan strategis ini mencerminkan fokus perusahaan yang berkelanjutan untuk berkembang menjadi perusahaan BPaaS asli AI, termasuk peningkatan kehadiran dan ekosistemnya dalam digital commerce dan ekonomi kreator, di samping jejaknya yang sudah mapan di bidang marketing dan publishers. Model BPaaS yang berbasis AI menggabungkan perangkat lunak dan operasi yang digerakkan oleh AI untuk meningkatkan produktivitas, fleksibilitas, dan skalabilitas di seluruh siklus proses bisnis. Mengenai lima penunjukan ini, Kosuke Sogo, CEO dan co-founder AnyMind Group, mengatakan, penunjukan ini menandai langkah maju yang signifikan saat kami meningkatkan solusi kami di seluruh Asia dan sekitarnya. "Dengan keahlian yang mendalam di bidang teknologi, digital commerce, dan fulfillment, kami memperkuat kepemimpinan yang kami butuhkan untuk menavigasi fase pertumbuhan kami selanjutnya dan membentuk masa depan bagaimana bisnis dilakukan," ujarnya.