Kalimantan Timur, katakabar.com - Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, punya gelar baru, yakni 'Gubernur Sawit' . Dulu, Orang Nomor Satu di Kalimantan Timur ini pernah memberi gelar ke rekannya Dedi Mulyadi sebagai 'Gubernur Konten' lantaran aktif di media sosial.
Gelar baru ini diberikan di ajang Setara Cita Palm Oil Convention dan Job Fair 2025, merujuk pada peran Kaltim sebagai salah satu penghasil sawit terbesar di tanah air.
Ia menerima penghargaan tersebut karena kepemimpinannya dinilai berhasil mendorong sektor kelapa sawit Kalimantan Timut ke arah yang lebih berkelanjutan.
Menurutnya, sawit tidak boleh hanya dipandang sebagai komoditas ekonomi, melainkan bagian dari ekosistem besar yang menopang kehidupan rakyat dan pembangunan daerah.
“Sawit adalah berkah, tapi berkah itu harus kita kelola dengan penuh tanggung jawab. Keberlanjutan, keseimbangan ekonomi, sosial, dan lingkungan adalah prinsip yang harus selalu kita pegang,” kata Rudy, dilansir dari laman EMG (10/9) siang.
Kata Rudy, luas perkebunan sawit yang sudah berproduksi di Kalimatan Timur mencapai 1,34 hingga 1,57 juta hektar, dengan hasil panen sekitar 17 hingga 19 juta ton tandan buah segar atau TBS per tahun.
Dari jumlah itu, dihasilkan 4,3 juta ton crude palm oil atau CPO setiap tahunnya. Angka ini menempatkan Kalimantan Timur sebagai daerah produsen sawit terbesar sekaligus pilar utama ekonomi rakyat di luar Jawa.
Potensi besar ini, tutur Rudy, mesti dikelola secara bijak agar sawit benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi hijau Kalimantan Timur. Itu sebabnya, pemerintah provinsi menegaskan komitmen pada pengembangan perkebunan sawit berkelanjutan yang selaras dengan visi “Kaltim Sukses Menuju Generasi Emas”.
Ia mendorong perusahaan sawit agar memfokuskan program corporate social responsibility atau CSR pada kebutuhan masyarakat yang sejalan dengan prioritas pembangunan daerah. Mulai dari pendidikan, kesehatan, perumahan layak huni, hingga pengendalian inflasi.
Dengan cara itu, terangnya, perusahaan sawit tidak hanya memberi nilai ekonomi melalui produksi dan pajak, tapi juga manfaat sosial yang langsung dirasakan masyarakat.
Jadi, ucap Rudy, apresiasi atas pergelaran konvensi dan job fair sawit yang dihelat bersamaan dengan acara ini. Ia menilai kegiatan tersebut penting untuk memperkuat kapasitas UMKM, koperasi, serta membuka peluang kerja baru bagi generasi muda Kaltim.
“Melalui kolaborasi pemerintah, industri, dan masyarakat, ekosistem sawit Kaltim dapat tumbuh berkelanjutan, memperkuat ekonomi hijau, serta menjadikan Kaltim motor penggerak sawit berdaya saing di tingkat nasional maupun global,” tandasnya.
Keren Gubernur Sawit Gelar Baru Rudy Masud Cetak 4,3 Juta Ton CPO di Kaltim
Diskusi pembaca untuk berita ini