Kaltim
Sorotan terbaru dari Tag # Kaltim
IA-ITB Kaltim Luncurkan Ganesha Hub Akselerasi Inovasi, Teknologi dan Ekonomi Kreatif
Balikpapan, katakabar.com - Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA-ITB) Kalimantan Timur resmi mengukuhkan kepengurusan baru periode 2026–2031, di Gedung Banua Patra, Balikpapan, Sabtu (11/4) lalu. Prosesi pelantikan ini menandai langkah strategis alumni Ganesha awal peningkatan ekonomi di Kalimantan Timur melalui inovasi teknologi. Ketua Umum IA-ITB Pusat, Agustin Peranginangin (Sipil '94), secara resmi melantik Arafat Bayu Nugroho (Teknik Kimia '94) sebagai Ketua Umum IA-ITB Kaltim. Agustin menekankan alumni ITB harus menjadi motor penggerak utama dalam mendukung transisi energi dan pembangunan berkelanjutan di Kalimantan Timur. Fokus utama kepengurusan di bawah kepemimpinan Arafat Bayu Nugroho, yang juga menjabat sebagai Direktur Operasi PT Kilang Pertamina Balikpapan, adalah pengembangan Ganesha Hub. Program ini dirancang sebagai ekosistem kewirausahaan yang memanfaatkan keahlian alumni di bidang teknologi dan kreativitas. "Kita harus menyiapkan kemandirian ekonomi Kaltim pasca era migas dan batu bara. Ganesha Hub hadir untuk mendorong ekonomi kreatif dan teknologi digital agar memiliki daya saing global," ujar Arafat dalam sesi wawancara usai pelantikan. Selain fokus pada kemandirian ekonomi, IA-ITB Kaltim juga mengusung dua pilar strategis lainnya: * Pemberdayaan SDM Lokal: Memberikan kontribusi nyata bagi putra-putri daerah Kaltim yang menempuh studi di ITB agar kembali membangun daerahnya. * Sinergi Konektivitas: Membangun database dan jaringan komunikasi yang solid antar alumni di seluruh wilayah Kaltim guna mendukung kolaborasi profesional. IA-ITB Kaltim membuka pintu kerja sama bagi seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) nasional maupun daerah untuk bersinergi dalam program kemandirian ekonomi ini. Dengan semangat "In Harmonia Progressio," organisasi ini optimis menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan ekosistem bisnis yang inovatif di Bumi Etam. Bagi pihak yang tertarik untuk berkolaborasi atau mengetahui lebih lanjut mengenai program Ganesha Hub, informasi lengkap tersedia melalui laman https://www.iaitbkaltim.com/ atau melalui email resmi pengurus@iaitbkaltim.com.
Harga TBS Kelapa Sawit Tembus Rp3.266 per Kg Saat Lebaran 2026 di Kaltim
Kalimantan Timur, katakabar.com - Para petani 'emas hijau' sebutan lain dari kelapa sawit dapat kabar baik di Kalimantan Timur. Lantaran saat Lebaran 2026, harga Tandan Buah Segar (TBS) dilaporkan terus merangkak naik. Ini tentu membawa angin segar bagi kesejahteraan bagi para petani kelapa sawit dan ekonomi daerah. Melonjaknya harga TBS kelapa sawit ini dipicu lonjakan permintaan Crude Palm Oil (CPO) yang signifikan, baik untuk memenuhi kebutuhan domestik selama hari raya maupun permintaan pasar internasional yang tetap kuat. Plt Kepala Dinas Perkebunan Kaltim, Ahmad Muzakkir, menuturkan penguatan harga ini imbas positif dari pergerakan pasar global. "Kenaikan harga mingguan ini didorong oleh beberapa faktor, terutama penguatan harga CPO di pasar global dan meningkatnya permintaan," kata Muzakkir lewat keterangan resminya, dilansir Selasa (24/3) sore. Data terbaru menunjukkan, rata-rata tertimbang harga CPO kini dipatok sebesar Rp13.998,76 per kilogram, sedang harga Kernel mencapai Rp12.407,74 per kilogram. Pemerintah telah menetapkan standar harga TBS berdasarkan umur tanam periode 1 hingga 15 Mare 2026. Rincian harga yang berlaku bagi para petani mitra, meliputi Rp2.875,2 umur 14 Tahun, Rp3.064,3 15 Tahun Rp3.084,55 umur 10 Tahun (Puncak) Rp3.266,40. Sementara, untuk tanaman umur 6 hingga 9 tahun, harga bergerak stabil di rentang Rp3.118 hingga Rp3.228 per kilogram. Muzakkir menegaskan harga tersebut adalah standar resmi bagi petani yang telah menjalin kemitraan dengan pabrik kelapa sawit (PMS), terutama melalui skema kebun plasma. Langkah kemitraan ini menjadi kunci utama agar petani tidak terjebak dalam permainan harga para tengkulak. Dengan adanya kerja sama antara kelompok tani dan pabrik, diharapkan harga tetap berada di level normal sehingga kesejahteraan petani kelapa sawit di Kalimantan Timur benar-benar dapat terwujud.
Bahan Mentah Pinggir Dulu, Kini Kaltim Ekspor Veneer dan Bungkil Sawit
Kaltim, katakabar.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur buktikan komitmen dukung program hilirisasi industri nasional. Kini, tiga komoditas unggulan daerah diekspor bentuk produk olahan bernilai tinggi, bukan sekadar bahan mentah. Pelepasan ekspor senilai total Rp5,4 miliar ini dilakukan secara simbolis di Pelabuhan Samudera Palaran, Samarinda, Rabu (22/10) kemarin. Keguatan ini menjadi bukti sinergi kuat antara pemerintah dan sektor swasta. Kepala Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BBKHIT) Kalimantan Timur, Arum Kusnila Dewi, menjelaskan kegiatan ini perwujudan nyata dari program hilirisasi, dan hasil kolaborasi berbagai pihak. "Kegiatan bertajuk 'Akselerasi Ekspor Komoditas Unggulan Daerah Kalimantan Timur' ini hasil sinergi kuat antara pemerintah dan sektor swasta dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus menjadi perwujudan nyata program hilirisasi industri nasional,” kata Arum, dilansir dari laman Antara Kamis siang. Ia menegaskan peran penting Karantina menjaga kualitas dan reputasi produk Indonesia di pasar internasional. “Kami menyampaikan rasa terima kasih kepada para Petugas Karantina yang telah memastikan bahwa setiap komoditas yang diekspor hari ini memenuhi persyaratan fitosanitari dan standar mutu yang ditetapkan negara tujuan,” jelas Arum. Tiga komoditas olahan yang dilepas ekspornya kali ini, yakni Kayu Veneer: Senilai lebih dari Rp2,2 Miliar dari PT. Orimba Alam Kreasi ke India, Keruing Veneer: Senilai lebih dari Rp2 Miliar dari PT. Kayu Alam Perkasa Raya ke India, dan Palm Kernel Expeller (PKE) / Bungkil Sawit: Senilai Rp1,2 Miliar dari PT. Sinar Sawit Sentosa ke Tiongkok. Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin), Sahat M. Panggabean, menimpali, langkah hilirisasi ini sejalan dengan arahan Presiden untuk meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri dan berkontribusi pada target nasional Asta Cita. “Produk yang diekspor telah melalui proses pengolahan, yang meningkatkan nilai jualnya dibandingkan ekspor bahan mentah,” ucap Sahat M. Panggabean. Data BBKHIT Kalimantan Timur menunjukkan tren positif ekspor. Hingga Oktober 2025, total nilai ekspor komoditas pertanian Kaltim telah menembus Rp11 triliun, didominasi oleh produk olahan kayu dan sawit. Sahat M. Panggabean memastikan Barantin akan terus mendukung para eksportir.
Kaltim Perkuat Kemitraan, Apkasindo: Masih Banyak Perusahaan Enggan Bermitra Dengan Petani Swadaya
Samarinda, katakabar.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimatan Timur, saat ini tengah perkuat kemitraan, dan legalitas usaha perkebunan kelapa sawit. Sasaran utama kepemilikan Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB) tanaman kelapa sawit. Dengan kepemilkan STDB diharapkan tumbuh kemitraan antara petani dan perusahaan kelapa sawit. Sepanjang tahun ini, target pnerbutan STDB mencapai 200 sertifikat. Terutama untuk kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Kabid Usaha Disbun Provinsi Kalimantan Timur, Muhammad Arnains di Samarinda, menyatakan langkah ini cukup penting dilakukan untuk mendukung percepatan kemitraan dalam usaha perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan. "Harapan kita dengan kemitraan petani dapat menikmati berbagai program yang dihadirkan pemerintah untuk mendukung keberlanjutan kebun kelapa sawitnya. Kemudian juga mewujudkan tata kelola perkebunan yang tertib dan berkelanjutan," ucapnya, dilansir dari laman EMG, Senin sore. Asosiasi Petani Kelapa sawit Indonesia (Apkasindi menilai langkah yang bagus. Jadi, Apkasindo mendukung agar kemitraan antara petani dan perusahaan semakin banyak terjadi di wilayah Kalimantan Timur. "Hemat kami STDB ini telah berjalan 3 hingga 4 tahun lalu. Tidak sedikit petani yang sudah memiliki sertifikat ini. Sayang, kemitraan antara perusahan dan petani swadaya hingga saat ini belum ada terjadi," cerita Sekretaris Apkasindo Kalimantan Timur, Daru Widiyatmoko. Dijelaskan Daru, perusahaan kelapa sawit kebanyakan tidak mau bermitra dengan petani kelapa sawit. Untuk itu, selain soal STDB tadi, Ia berharap pemerintah Kalimantan Timur melakukan komunikasi dengan pihak perusahaan agara terjalin kemitraan antara petani swadaya, dan perusahaan.
DBH Sawit Sumber Vital Perkuat Pendapatan Daerah di Penajam Paser Utara
Jakarta, katakabar.com - Dana Bagi Hasil (DBH) kelapa sawit di antara sumber vital perkuat pendapatan daerah di Kabupaten Penajam Pasir Utara, Provinsi Kalimantan Timur. Lantaran itu, Bupati Penajam Paser Utara, Mudyat Noor, mendorong optimalisasi Dana Bagi Hasil (DBH) dari sektor perkebunan kelapa sawit. Langkah ini disampaikannya saat menghadiri audiensi bersama sejumlah kepala daerah yang tergabung Asosiasi Kabupaten Penghasil Sawit Indonesia (AKPSI). Auidiensi digelar dengan Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Dirjen OTDA) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Akmal Malik, di Jakarta, Rabu (1/10) kemarin. Kegiatan ini bagian dari upaya AKPSI mengoptimalkan pendapatan daerah dari DBH sawit, dengan dukungan regulasi lintas kementerian dan lembaga,” kata Mudyat Noor, dilansir dari laman kaltimpost.id, Kamis sore. Perkebunan kelapa sawit, ucap Noor, tidak sekadar menopang ekonomi. Tetapi sektor inimenjadi pilar penting perkuat fiskal daerah. Optimalisasi DBH sawit dianggap sangat mendesak, terangnta, terutama untuk menopang pembiayaan pembangunan di tengah keterbatasan anggaran. “Optimalisasi sektor ini sangat penting, khususnya mendukung perbaikan infrastruktur di daerah penghasil sawit. Banyak jalan umum masyarakat yang terdampak mobilisasi aktivitas perkebunan, dan perlu segera diperbaiki,” tegasnya. Ia lantas menekankan, keberadaan AKPSI menjadi wadah kolaborasi strategis antara pemerintah daerah dan pusat. Sinergi ini, tambah Noor, mampu memperkuat kemandirian fiskal melalui pengelolaan sektor perkebunan. Dirjen OTDA Kemendagri, Akmal Malik, mengapresiasi langkah kepala daerah penghasil kelapa sawit. Ia menilai, penguatan regulasi DBH harus diiringi kerja sama lintas pihak. “Pemerintah pusat, daerah, pelaku usaha, dan masyarakat harus bersinergi untuk memastikan keberlanjutan pemanfaatan sumber daya perkebunan,” terang Akmal. Ia mengingatkan, tantangan sektor sawit tidak berhenti di regulasi. Persoalan lain seperti kelembagaan petani, keterbatasan infrastruktur, hingga tuntutan global soal keberlanjutan masih menjadi pekerjaan rumah besar. Itu sebabnya, Akmal menjelaskan pentingnya regulasi berbasis data sebagai acuan sinkronisasi program. Jadi, pengelolaan sawit bisa lebih terarah dan memberi manfaat luas bagi daerah penghasil.
Kementerian BUMN Kunjungan Lapangan ke Proyek PTPP di Kaltim
Balikpapan, katakabar.com - Kementerian Badan Usaha Milik Negara atau BUMN taja Workshop Komunikasi dan Optimasi AI pada 17 hingga 18 Juli 2025 lalu, di Swiss-Belhotel, Balikpapan. Kegiatan itu diikuti lebih dari 100 peserta dari berbagai BUMN, meliputi praktisi komunikasi perusahaan, dan pimpinan wilayah. Workshop ini bertujuan untuk memperkuat fungsi komunikasi korporat dan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelegent atau AI penyebaran informasi positif yang kredibel, strategis, dan berdampak luas di era digital. Narasumber pembuka, juru bicara Kementerian BUMN, Putri Violla, menyampaikan, komunikasi di era keterbukaan informasi menuntut pendekatan yang adaptif dan kolaboratif, tidak hanya dari institusi, tetapi juga dari individu di dalam perusahaan. Menurutnya, karyawan memiliki potensi besar untuk menjadi duta perusahaan dalam menyuarakan pencapaian dan kontribusi BUMN kepada publik secara lebih humanis dan relevan. “Di tengah derasnya informasi saat ini, kekuatan komunikasi tidak hanya terletak pada strategi institusi, tapi juga pada kekuatan individu. Karyawan adalah wajah BUMN yang paling autentik. Dengan keterampilan komunikasi digital dan pemanfaatan teknologi seperti AI, mereka mampu menjadi penyambung pesan kebaikan yang berdampak luas di masyarakat,” ujar Putri.
Sawit dan Batubara Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi di Kaltim
Samarinda, katakabar.com - Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni secara digital serahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran atau DIPA 2025 dan Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah atau TKD tahun anggaran 2025. Penyerahan DIPA tahun anggaran 2025 di wilayah Kalimatan Timur tindak lanjut penyerahan DIPA tahun 2025 telah disampaikan oleh Presiden Republik Indonesia kepada menteri, pimpinan lembaga dan para gubernur se Indonesia di istana negara di pekan kedua Desember 2024 lalu. “Penyerahan DIPA dan Alokasi TKD tahun anggaran 2025 sebagai simbol dimulainya pelaksanaan APBN 2025. APBN 2025 dirancang untuk menjaga stabilitas, inklusifitas, dan keberlanjutan dengan kehati-hatian,” kata Sri melalui keterangan resmi Diskominfo Kaltim, dilansir dari laman EMG, Selasa (24/12).
Petani Sawit dan Peternak Sama-sama Untung, Kok Bisa!
Samarinda, katakabar.com - Petani kelapa sawit dan peternak sama-sama untung di Provinsi Kalimantan Barat, kok bisa! Apa programnya? Pemprov Kalimantan Timur berupaya meningkatkan populasi hewan ternak khususnya sapi untuk memenuhi kebutuhan lokal yang terus meningkat. Salah satu upaya yang dilakukan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Kalimantan Timur, yakni perkuat implementasi program Sistem Integrasi Sapi Kelapa Sawit (SISKA).
Kebun Kelapa Sawit Luas di Kalimantan Timur Berkontribusi Turunkan Emisi GRK
Samarinda, katakabar.com - Kepala Dinas Perkebunan (Kadisbun) Provinsi Kalimantan Timur, Ence Achmad Rafiddin Rizal menyatakan, areal perkebunan kelapa sawit terbentang luas 1.345.364 hektar tersebar di provinsi ini punya kontribusi besar menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) atau pemanasan global. Di Provinsi Kalimantan Timur, ujar Ence, terdapat ratusan perusahaan yang mengantongi Izin Usaha Perkebunan (IUP) seluas 2.317.795 hektar dari total 342 IUP, sedang hak guna usaha (HGU) seluas 1.263.745 hektar dari 240 HGU.
Laju Pertumbuhan Sawit Pesat, Kebun Sawit Kutim Terluas di Provinsi Kaltim
Kutai Timur , katakabar.com - Laju pertumbuhan perkebunan kelapa sawit di Kutai Timur sangat pesat. Itu bisa dilihat dari luasan perkebunan kelapa sawit saat ini sudah mencapai 300 ribu hektar lebih dan tersebar di seluruh kecamatan. Menurut Kepala Dinas Perkebunan, Akhmadi Baharuddin, luasan perkebunan sawit di Kutai Timur ini menjadi penyumbang terbesar mencapai target seluas sejuta hektar kelapa sawit yang dicanangkan Pemerintah Provinsi (Pemprov, Kalimantan Timur.