Pekanbaru, katakabar.com - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Provinsi Riau, Edy Natar Nasution menjabarkan, Pemerintah melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) telah memberikan kesempatan untuk meningkatkan pengelolaan perkebunan industri kelapa sawit lewat program-program strategis.

Program-program strategis yang dimaksud untuk mewujudkan kesejahteraan petani kelapa sawit di antaranya perbaikan sarana dan prasarana perkebunan, perbaikan sumber daya manusia melalui pelatihan dan beasiswa pendidikan, Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) untuk menjaga dan meningkatkan produksi dan produktifitas kelapa sawit.

"Seluruh program ini peluang untuk mewujudkan kesejahteraan petani atau pekebun kelapa sawit khususnya di Provinsi Riau," ujar Edy Nasution di Pekanbaru, dilansir dari laman website resmi Pemprov Riau, pada Senin (6/11).

Menurut Edy Natar, program-program strategis itu akan berhasil kalau ada kerja sama dan kebulatan tekad dari seluruh stakeholder. Mulai dari Pemerintah, Asosiasi pekebun, Perbankan, maupun pihak swasta yang diimplementasikan bentuk kemitraan yang saling menguntungkan dan transparan.

"Kemitraan yang dibangun hendaknya mencakup dari hulu ke hilir, agar pihak yang bermitra dapat kepastian mulai dari pembangunan kebunnya hingga ke penyaluran hasilnya," jelasnya.

Mantan Dandrem 031 Wira Bima ini mencontohkan, Program PSR, calon penerima (kelembagaan pekebun) diharapkan tidak hanya bermitra dalam replanting sawitnya tapi memiliki mitra usaha hingga ke pabrik kelapa sawit.

"Kemitraan mesti menjadi fokus ke depan sebagai upaya bersama guna mewujudkan kesesetaraan dan kesejahteraan pekebun di Provinsi Riau," imbuhnya.

Kontribusi ASPEKPIR Pemain Utama

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Provinsi Riau, Edy Natar Nasution menuturkan, Provinsi Riau adalah provinsi dengan kekayaan dan potensi sumber daya alam yang sangat berlimpah. Lantaran itu menempatkan Provinsi Riau sebagai bagian penting di bidang perekonomian dan pembangunan nasional.

"Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, secara spasial pada triwulan II tahun 2023 ini Provinsi Riau berkontribusi sebesar 4,81 persen terhadap perekonomian nasional dan Provinsi dengan PDRB terbesar ke 6 di Indonesia atau posisi ke 2 untuk daerah di luar Pulau Jawa," ujar Edy Natar Nasution saat seminar, gala dinner dan awarding Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perkebunan Inti Rakyat (ASPEKPIR) Indonesia 2023 di Grand Suka Hotel, tadi malam.

Hal ini tidak terlepas, cerita Edy Natar, dengan berkembangnya industri sektor perkebunan khususnya kelapa sawit yang telah berhasil menjadi sektor yang sangat potensial dalam menopang perekonomian dan pembangunan daerah maupun nasional.

Data BPS terkait struktur PDRB Riau pada triwulan II tahun 2023, di mana sektor kehutanan, pertanian dan perikanan memberikan kontribusi PDRB terbesar ke 2 sebesar 25,7 persen setelah industri pengolahan sebesar 27 persen.

"Melihat fakta itu, kita semua sepakat industri kelapa sawit ini telah banyak memberikan kontribusi dalam pembangunan perekonomian Nasional dan juga Provinsi Riau," bebernya.

Keberadaan dan kontribusi ASPEKPIR di Provinsi Riau, lanjut Edy, pemain utama di sektor perkebunan.

"Dengan pengalaman yang sangat panjang dan teruji serta didukung keanggotaan ASPEKPIR Riau yang mencapai 77.997 Kepala Keluarga (KK), Pemerintah Provinsi Riau sangat mengharapkan kontribusi semakin signifikan baik sekarang maupun dimasa depan khususnya dalam pembangunan di sektor perkebunan," harapnya.