KAI Services Hadirkan Berbagai Program Layanan Buat Penumpang Selama Masa Angleb 2026 Lingkungan
Lingkungan
Minggu, 15 Maret 2026 | 11:01 WIB

KAI Services Hadirkan Berbagai Program Layanan Buat Penumpang Selama Masa Angleb 2026

Jakarta, katakabar.com - Selain perkuat sumber daya manusia, KAI Services juga siapkan berbagai program layanan tambahan untuk para penumpang di masa Angkutan Lebaran 2026. Berbagai unit bisnis menyiapkan program memberikan pelayanan terbaik untuk penumpang. Unit ResCleaning menyiapkan 18 personel khusus untuk mengkampanyekan gerakan “Sadar Sampah” di area stasiun guna menjaga kebersihan lingkungan selama masa mudik. Sementara, unit Resparking menyiapkan berbagai peningkatan layanan, meliputi perluasan lahan parkir, peningkatan kapasitas parkir, pengecatan ulang marka dan rambu parkir, pengaspalan area parkir, pembaruan sistem parkir, pemasangan kanopi di sejumlah titik strategis Resparking juga menyediakan sarung helm gratis bagi pengendara sepeda motor yang memarkirkan kendaraannya di stasiun. Fasilitas ini bertujuan melindungi helm dari hujan maupun debu selama kendaraan ditinggalkan. Selain itu, tersedia pula layanan dongkrak hidrolik dan jumper aki gratis bagi pengguna kendaraan roda empat yang membutuhkan bantuan teknis saat mengambil kendaraannya setelah melakukan perjalanan. Layanan ini tersedia di sejumlah stasiun besar, di antaranya Gambir, Pasar Senen, Bandung Utara, Kiaracondong Utara, Cirebon, Semarang Tawang, Semarang Poncol, Purwokerto, Kutoarjo, Yogyakarta Tugu, Solo Balapan, Madiun, Surabaya Gubeng, Surabaya Pasar Turi, Malang, hingga Jember. KAI Services juga melakukan penebalan personel keamanan di sejumlah stasiun besar, khususnya pada wilayah dengan volume penumpang tinggi. Di wilayah Regional Jakarta, penguatan keamanan dilakukan di beberapa stasiun seperti Gambir, Pasar Senen, Bekasi, Cikarang, Cikampek, dan Sukabumi, dengan tambahan dua personel keamanan di setiap stasiun untuk setiap shift. Khusus di Stasiun Gambir dan Pasar Senen, penambahan personel keamanan mencapai 12 personel per hari guna memastikan pengamanan selama periode arus mudik. Di sisi logistik, KAI Services memastikan ketersediaan stok barang, kelancaran distribusi, serta kesiapan gudang logistik, termasuk evaluasi kapasitas gudang dan pengaturan tata letak barang agar operasional berjalan optimal. Menurut Vice President Corporate Secretary KAI Services, Ixfan Hendri Wintoko, KAI Services akan all out dalam memberikan pelayanan kepada penumpang di masa Angkutan Lebaran 2026. Semua unit layanan akan menghadrikan program untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada penumpang dalam melakukan perjalanan mudik lebaran. “KAI Services mempersiapkan pelayanan terbaik untuk penumpang saat Angleb 2026. Sebagai central of services PT KAI (Persero), momen Angleb menjadi ajang untuk kami memberikan pelayanan maksimal kepada pelanggan. Kami memastikan perjalanan para penumpang nyaman dan aman sampai ke rumah keluarga serta kerabat dan sanak saudara di kampung untuk merayakan hari raya idul fitri," kata Ixfan.

Lewat Program Nutrisi Sehat, Bangsa Kuat, Holding PTPN Dukung Indonesia Emas 2045 Kesehatan
Kesehatan
Jumat, 06 Maret 2026 | 16:33 WIB

Lewat Program Nutrisi Sehat, Bangsa Kuat, Holding PTPN Dukung Indonesia Emas 2045

Tanah Grogot, katakabar.com - Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV PalmCo Regional V melaksanakan Program Pengentasan Stunting Tahun 2026 di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, di penghujung Februari 2026 lalu. Program ini dilaksanakan secara kolaboratif bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser, dengan menyasar langsung Keluarga Risiko Stunting (KRS) melalui intervensi gizi terpadu dan perbaikan sanitasi. Kegiatan tersebut dihadiri Region Head PTPN IV Regional V, Sudarma Bhakti Lessan, Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Timur, Nurizky Permanajati, Kepala Divisi TJSL PTPN IV, Ridho Syahputra Manurung, Kepala Bagian Sekretariat dan Hukum PTPN IV Regional V, Surya Xico Marpaung, Group Manager Unit Group Kalimantan Timur, Agung Kwartanto, Kepala Dinas DP2KBP3A Kabupaten Paser, Amir Faisol. Program Pengentasan Stunting ini langkah strategis dan berkelanjutan untuk menekan prevalensi stunting melalui pendekatan menyeluruh, mulai dari pemenuhan gizi anak dan ibu hamil, edukasi kesehatan, hingga peningkatan kualitas sanitasi lingkungan. Program ini juga menjadi bagian dari komitmen PTPN IV dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045 dengan mengusung tema “Nutrisi Sehat, Bangsa Kuat”. Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K Santosa, menyampaikan penanganan stunting dilakukan melalui program berkelanjutan yang berfokus pada perbaikan gizi dan sanitasi di sekitar wilayah operasional perusahaan. Penanganan stunting bukanlah inisiatif baru bagi perusahaan, melainkan komitmen berkelanjutan yang telah dijalankan secara masif dalam beberapa tahun terakhir. “Pada 2024, bantuan makanan tambahan bergizi menjangkau 1.313 anak, dan meningkat menjadi 2.077 anak pada tahun 2025. Perusahaan juga aktif menjalankan Program Bapak Asuh Anak Stunting,” jelasnya. Ia menegaskan penanganan stunting membutuhkan konsistensi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. “Generasi sehat adalah fondasi bangsa yang kuat. Kami ingin terus berkontribusi secara konkret dalam meningkatkan kualitas kesehatan balita dan ibu hamil di sekitar wilayah operasional perusahaan,” tegas Jatmiko. Sementara, Kepala Perwakilan BKKBN Kalimantan Timur, Nurizky Permanajati, mengungkapkan berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2024, prevalensi stunting di Kalimantan Timur masih berada di angka 22,2 persen, sedangkan Kabupaten Paser mencapai 23,4 persen. Angka tersebut masih berada di atas rata-rata nasional dan ambang batas WHO sebesar 20 persen. Sebagai upaya intervensi, sebanyak 936 keluarga di Kabupaten Paser ditetapkan sebagai sasaran Program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting). “Kehadiran PTPN IV sangat membantu meringankan beban pemerintah daerah dan diharapkan dapat menjadi praktik baik yang direplikasi oleh mitra usaha lainnya,” ucap Nurizky. Kepala Dinas DP2KBP3A Kabupaten Paser, Amir Faisol, aminkan Nurizky. Ia menyambut baik sinergi tersebut sebagai penguatan upaya daerah dalam mengejar target penurunan stunting. “Kami optimistis percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Paser dapat dicapai pada tahun ini,” tuturnya. Region Head PTPN IV Regional V, Sudarma Bhakti Lessan, menimpali implementasi program di Kabupaten Paser menyasar 100 keluarga KRS dengan skema pendampingan intensif selama enam bulan. Program ini dirancang untuk memastikan perbaikan status gizi keluarga berlangsung secara konsisten dan terukur. “Setiap keluarga penerima manfaat akan memperoleh paket makanan bergizi secara berkala, meliputi susu untuk ibu hamil dan balita, telur sebagai sumber protein hewani, beras, serta biskuit untuk mendukung kebutuhan pangan keluarga,” terang Sudarma. Di tahap awal, program menyasar 85 baduta dan 15 ibu hamil. Sebanyak 100 paket makanan bergizi siap saji disalurkan kepada keluarga KRS, disertai bantuan lanjutan berupa susu formula, telur, dan beras. Intervensi dilakukan melalui skema Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Pemulihan sesuai standar gizi Kementerian Kesehatan. PMT Pemulihan diberikan setiap dua minggu selama tiga bulan dan dapat diperpanjang hingga maksimal enam bulan berturut-turut. Program ini juga dilengkapi dengan kunjungan rumah, pemeriksaan kesehatan gratis, edukasi pencegahan stunting, serta dukungan perbaikan sanitasi melalui pembangunan dua unit jamban sehat. Sudarma menegaskan keterlibatan perusahaan tidak bersifat seremonial, melainkan diarahkan untuk menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat. “Program ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan dengan intervensi yang terukur, berkelanjutan, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” imbuhnya. Ke depan, Program Pengentasan Stunting Tahun 2026 akan dilaksanakan oleh seluruh regional PTPN IV PalmCo dengan mengusung tema “Nutrisi Sehat, Bangsa Kuat”, berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait sebagai kontribusi nyata perusahaan dalam mendukung program pemerintah secara berkelanjutan.

Kawal Inpres Koperasi Merah Putih, ISMEI Wilayah II Siap Eksekusi Program Kemenkop di Sumbagteng Nasional
Nasional
Selasa, 24 Februari 2026 | 13:06 WIB

Kawal Inpres Koperasi Merah Putih, ISMEI Wilayah II Siap Eksekusi Program Kemenkop di Sumbagteng

Jakarta, katakabar.com – Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia (ISMEI) Wilayah II bergerak cepat kawal program strategis nasional dari Kementerian Koperasi Republik Indonesia. Koordinator Wilayah II ISMEI, Farhan Abrar, menegaskan komitmen untuk memastikan program pusat benar-benar terealisasi di wilayah Sumatera bagian tengah. Penegasan itu disampaikan Farhan usai bertemu dengan Wakil Menteri Koperasi RI, Farida Farichah, di Jakarta, Senin (23/2). Pertemuan tersebut membahas langkah taktis dalam menindaklanjuti Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Dalam keterangannya, Selasa (24/2), Farhan menekankan program kementerian tidak boleh berhenti pada tataran kebijakan di pusat. “Instruksi dari Ibu Wamen sudah sangat jelas. Kami di Wilayah II siap pasang badan untuk eksekusi. Tugas kami sekarang memastikan program pusat ini benar-benar masuk ke daerah dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Farhan. ISMEI Wilayah II sendiri meliputi wilayah Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, dan Jambi. Farhan menyebut, konsolidasi internal telah dilakukan guna memastikan seluruh jajaran bergerak dalam satu komando bersama pengurus pusat ISMEI. Sebagai langkah konkret, pemberdayaan koperasi desa akan diintegrasikan dalam agenda kemahasiswaan daerah, salah satunya melalui skema Soemitro Fest. Program ini akan melibatkan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi di empat provinsi tersebut sebagai motor penggerak di lapangan. “Mahasiswa jangan hanya menjadi penonton. Kami siap menjadi ujung tombak untuk membawa program ini masuk ke desa-desa. ISMEI Wilayah II memastikan koperasi desa menjadi tumpuan ekonomi warga, dan kami akan terus mengawal sampai berjalan optimal,” tegasnya. Sinergi antara mahasiswa dan pemerintah ini diharapkan mampu mempercepat pembentukan Koperasi Desa dan.Kelurahan Merah Putih sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di Sumatera bagian tengah. Peran aktif mahasiswa dinilai menjadi kunci dalam memastikan implementasi kebijakan berjalan efektif dan tepat sasaran di daerah.

Terapkan Program Kapolda Riau, Personel Polres Kepulauan Meranti Kenakan Tanjak dan Selempang Tiap Jumat Hukrim
Hukrim
Jumat, 20 Februari 2026 | 15:35 WIB

Terapkan Program Kapolda Riau, Personel Polres Kepulauan Meranti Kenakan Tanjak dan Selempang Tiap Jumat

Selatpanjang, katakabar.com - Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Meranti resmi terapkan pemakaian tanjak dan selempang bagi seluruh personel setiap hari Jumat. Kebijakan ini merupakan program Kapolda Riau, Irjen Pol Dr. Herry Heryawan yang dilaksanakan di seluruh jajaran Polda Riau, dan dilaunching serentak, Jumat (20/2). Di Polres Kepulauan Meranti, apel launching tersebut dipimpin Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, didampingi Wakapolres, Kompol Detis Mayer Silitonga, serta diikuti para pejabat utama, perwira, dan seluruh personel. Turut hadir Ketua Umum DPH Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Kepulauan Meranti, Datuk Sri Afrizal Cik, Sekretaris Umum Datuk Zaini Mahaddun, Ketua Umum Majelis Kekerabatan Adat LAMR Hj. Drs. Idham, serta Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Saiful Bakhri. Prosesi launching ditandai dengan pemasangan tanjak dan selempang secara simbolis oleh Kapolres bersama Ketua LAMR kepada perwakilan personel. Momen itu menjadi penegasan seragam kepolisian kini berpadu dengan identitas budaya Melayu. Dalam arahannya, Kapolres Kepulauan Meranti menegaskan pemakaian tanjak dan selempang bukan sekadar seremoni, melainkan momentum bersejarah yang sarat makna. "Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk merawat nilai-nilai adat serta menjaga marwah budaya Melayu di Bumi Lancang Kuning,” ujar AKBP Aldi. Menurutnya, tanjak dan selempang bukan sekadar atribut pelengkap. Di balik kain yang tersemat di kepala dan pundak itu, tersimpan simbol jati diri, kehormatan, serta harapan masyarakat terhadap polisi yang santun dan berintegritas. "Tanjak dan selempang bukan hanya atribut. Ini adalah simbol jati diri dan lambang kehormatan. Di pundak setiap anggota tersemat harapan masyarakat tentang kesantunan, tanggung jawab, dan integritas dalam bertugas,” tegasnya. AKBP Aldi menambahkan, budaya Melayu mengajarkan kekuatan tidak semata-mata lahir dari ketegasan, tetapi juga dari kelembutan budi, kehalusan tutur kata, serta kebijaksanaan dalam bertindak. "Polisi yang profesional adalah polisi yang mampu menghadirkan rasa aman sekaligus dicintai masyarakat,” tambahnya. Kapolres juga menekankan pendekatan humanis tidak cukup dibangun melalui tugas operasional semata, tetapi harus ditopang dengan sentuhan budaya dan penghormatan terhadap kearifan lokal. "Dengan mengenakan tanjak dan selempang, kami ingin menunjukkan bahwa Polri adalah bagian dari masyarakat Melayu, hadir di tengah-tengah mereka, menjaga serta menghormati nilai-nilai yang dijunjung tinggi,” ucap AKBP Aldi. Kapolres menyampaikan apresiasi kepada LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti dan Disporapar atas sinergi dalam upaya pelestarian budaya Melayu di Negeri Sagu. Selanjutnya, ia turut mengajak seluruh personel menjadikan bulan Ramadan sebagai momentum memperkuat integritas dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. "Ramadhan adalah bulan pengendalian diri, kesabaran, serta penguatan nilai spiritual dan sosial yang selaras dengan tugas kepolisian,” tandasnya.

Workshop di Riau, Samade dan BPDP Gaet Gen Z Jadi Admin Pengusul Program Strategis Sawit Sawit
Sawit
Sabtu, 14 Februari 2026 | 10:15 WIB

Workshop di Riau, Samade dan BPDP Gaet Gen Z Jadi Admin Pengusul Program Strategis Sawit

Pekanbaru, katakabar.com - Ketua Sawitku Masa Depanku (Samade) Kabupaten Bengkalis, sekaligus Ketua pelaksana workshop, Sukanto, menjelaskan workshop ini sangat penting lantaran banyak pengurus kelompok tani (Poktan) saat ini sudah berusia lanjut sehingga kurang menguasai sistem aplikasi pengusulan terbaru. Workshop Gen Z Sawit didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), guna siapkan tenaga admin dan operator kompeten dalam proses pengusulan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), serta Sarana dan Prasarana (Sarpras). Kegiatan ini bertujuan untuk mengatasi kendala teknologi dan administrasi selama ini menghambat pencapaian target percepatan peremajaan sawit rakyat di wilayah Riau. "Workshop ini diikuti 100 peserta meliputi 45 mahasiswa penerima beasiswa sawit BPDPKS dan 55 pemuda perwakilan lembaga pekebun se Provinsi Riau. Kami ingin menggaet anak muda dari lingkungan poktan agar bisa membantu proses pengajuan PSR dan Sarpras secara digital. Dengan Riau sebagai wilayah sawit terluas, keterlibatan Gen Z sangat krusial agar target dari Ditjenbun bisa tercapai," terang Sukanto, dilansir dari laman resmi BPDP, Sabtu pagi. Kepala Divisi Kerja Sama dan UMKM BPDP, Helmi Muhansah, memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif ini. Dirinya menekankan seperti yang disampaikan Presiden RI, H Prabowo Subianto saat Rakornas Pemda di Sentul Jawa Barat, bahwa sawit adalah miracle crop yang berkontribusi besar terhadap devisa negara. Berdasarkan data BPS, nilai ekspor CPO dan turunannya terus meningkat dengan nilai US24,2 miliar pada 2025, atau setara kurang lebih Rp404 triliun. "Gen Z harus ambil peran perputaran ekonomi ini. Itu sebabnya, kami tidak hanya ingin kegiatan ini menjadi seremoni, tapi harus ada hasil nyata berupa peningkatan Rekomendasi Teknis (Rekomtek) PSR dalam satu bulan ke depan. Selain itu, kami mendorong anak muda Riau untuk kreatif menciptakan produk turunan sawit seperti yang sudah dilakukan alumni LPDP dengan produk batik menggunakan malam dari sawit," tegas Helmi. Sementara, Kepala Bidang Produksi Dinas Perkebunan (Disbun) Riau, Vera Virgianti, menimpali realisasi PSR di Riau saat ini baru mencapai 40-50% dari target tahunan 10.000 hektare. Dari total 3,7 juta hektare lahan sawit di Riau, sekitar 60% kebun rakyat yang memerlukan peremajaan. "Sejak 2017 silam, Riau sudah merealisasikan 47.897 hektare dengan kucuran dana mencapai Rp1,5 triliun. Namun, kendala utama di lapangan adalah kurangnya penguasaan teknologi aplikasi oleh lembaga pekebun dalam mengunggah dokumen persyaratan," jelas Vera. Dia berharap kehadiran para admin dari kalangan Gen Z ini dapat mempercepat proses verifikasi di tingkat kabupaten, mulai dari pengunggahan legalitas kelembagaan hingga pemahaman regulasi lahan. "Legalitas lahan tidak harus SHM, bisa SKT atau SKGR selama di luar kawasan hutan. Aturan-aturan terbaru ini yang harus dipahami dan dibantu oleh anak muda agar proses di aplikasi tidak mandek," imbuhnya. Melalui kolaborasi antara Samade, BPDP, dan Disbun Riau ini, diharapkan kendala teknis pengusulan program pemerintah dapat teratasi sehingga kesejahteraan petani kelapa sawit rakyat di Riau terus meningkat di masa datang.

Luncurkan Program Mining Points bagi Seluruh Investor, Bittime: Total Prize Pool hingga 100.000 USDT Ekonomi
Ekonomi
Kamis, 12 Februari 2026 | 08:05 WIB

Luncurkan Program Mining Points bagi Seluruh Investor, Bittime: Total Prize Pool hingga 100.000 USDT

Jakarta, katakabar.com - Bittime, platform crypto exchange berizin dan diawasi di Indonesia, memperkenalkan Bittime Mining-Points dengan total prize pool hingga 100.000 $USDT. Program insentif berbasis aktivitas trading dan referral ini dirancang untuk mendorong partisipasi investor terhadap platform Bittime. Usung prinsip keterbukaan dan kemudahan akses, program ini dapat diikuti oleh seluruh investor aset kripto. Di mana, para investor dapat mengumpulkan poin dari aktivitas trading pada aset kripto yang didukung dan memperoleh 2.000 poin dari setiap referral yang berhasil. Selanjutnya akumulasi poin tersebut akan ditukarkan dan dibagikan sebagai rewards dalam bentuk aset kripto Palapa ($PLPA). Dengan pendekatan ini, Bittime optimistis dapat mendorong partisipasi investor melalui aktivitas penggunaan platform. Sebelumnya, dalam praktik industri aset kripto global, istilah “mining” tidak lagi terbatas pada aktivitas teknis pemrosesan blockchain, tetapi juga berkembang sebagai skema insentif berbasis partisipasi pengguna. Di Indonesia sendiri, program insentif pada platform aset kripto umumnya hadir dalam bentuk promosi terbatas atau program loyalitas jangka pendek. Melalui Bittime Mining Points, Bittime mengadopsi pendekatan insentif yang terstruktur dengan mengaitkan aktivitas trading dan referral terhadap mekanisme penguatan ekosistem secara menyeluruh. Akumulasi Bittime Mining-Points dilakukan secara otomatis dan real-time berdasarkan aktivitas trading yang memenuhi kriteria serta partisipasi pengguna dalam program referral yang termasuk dalam ketentuan program. Sebagai bagian dari mekanisme program, Bittime akan mengembalikan 100 persen net trading fee dari aktivitas trading dan referral yang memenuhi syarat, melalui insentif kepada investor selama periode program MiningPoints. Lebih lanjut, Insentif atau rewards tersebut akan dibagikan dalam bentuk aset kripto Palapa ($PLPA). Dan setiap transaksi yang dilakukan pengguna akan berkontribusi pada perolehan poin sesuai dengan mekanisme perhitungan yang telah ditentukan. Pengguna dapat memantau akumulasi Mining Points secara langsung melalui platform Bittime. Informasi mengenai periode konversi, tata cara penukaran poin, serta ketentuan lainnya akan disampaikan secara transparan melalui kanal komunikasi resmi Bittime. Hal ini bertujuan untuk memastikan pengguna memperoleh pemahaman yang jelas sebelum mengikuti program. Melalui Bittime Mining Points, Bittime menegaskan komitmennya untuk menghadirkan program insentif yang selaras dengan prinsip kehati-hatian, transparansi, dan penguatan ekosistem aset kripto di Indonesia. Program ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Bittime dalam mendorong penggunaan platform yang bertanggung jawab serta mendukung perkembangan industri aset kripto nasional. Diketahui investasi aset kripto mengandung risiko tinggi. Hal tersebut termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya, salah satunya komunitas Bittime.

KAI Daop 7 Madiun Seru Masyarakat Coba Program Rail Tour Jatim Paket Wisata Kota Sejuta Pantai Wisata
Wisata
Senin, 19 Januari 2026 | 08:00 WIB

KAI Daop 7 Madiun Seru Masyarakat Coba Program Rail Tour Jatim Paket Wisata Kota Sejuta Pantai

Madiun, katakabar.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun menegaskan komitmennya tidak hanya sebagai penyedia jasa transportasi, tetapi juga sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi daerah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui program pariwisata tematik "Rail Tour Jawa Timur" yang telah dimulai sejak 30 Oktober 2025 lalu. Program yang merupakan buah dari sinergi kuat antara PT KAI Daop 7 Madiun dengan dua belas Pemerintah Daerah (Pemda) di Jawa Timur, yaitu pemerintah Kabupaten Magetan, Ngawi, Kabupaten dan Kota Madiun, Kabupaten Nganjuk, Jombang, Kabupaten dan Kota Kediri, Kabupaten Tulungagung, dan Kabupaten dan Kota Blitar yang melibatkan Dinas Pariwisata (Dispar), serta Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Tujuannya jelas: memanfaatkan jaringan perkeretaapian sebagai tulang punggung untuk menghadirkan pengalaman wisata yang berkelanjutan dan inklusif. Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menjelaskan "Rail Tour Jawa Timur" dirancang untuk menawarkan pengalaman perjalanan yang unik dan terintegrasi. Program ini secara efektif menghubungkan berbagai destinasi wisata unggulan di Jawa Timur, khususnya di wilayah Daop 7 Madiun, dengan kenyamanan moda transportasi kereta api. "Program ini adalah bentuk kolaborasi lintas sektor yang sangat kami banggakan. Ini melibatkan pemerintah daerah, KAI, dan pelaku industri pariwisata lokal," ujarnya lewat keterangan resmi. "Kami berharap sinergi ini dapat memberikan kesan baru bagi masyarakat. Perjalanan tidak hanya nyaman, tetapi juga penuh nilai edukasi, sejarah, dan budaya. Jaringan perkeretaapian kami siap menjadi jalur utama menuju petualangan baru di Jawa Timur," tambah Tohari. Eksplorasi Pantai Tulungagung: Paket Wisata dan Open Trip Sebagai bagian dari "Rail Tour Jawa Timur", KAI Daop 7 Madiun telah menyiapkan serangkaian paket wisata menarik dan membuka layanan open trip. Salah satu unggulannya adalah Paket Wisata Kota Sejuta Pantai Tulungagung. Paket dibanderol dengan tarif Rp385.000 per orang. Layanan ini tersedia dengan titik keberangkatan (start) dari Stasiun Madiun, Stasiun Nganjuk, Stasiun Kertosono dan Stasiun Kediri. Fasilitas Termasuk (Include): Tiket Kereta Api PP menggunakan KA Gajayana untuk keberangkatan dan KA Malabar untuk kembalinya, Tour Guide, Angkutan Lanjutan (Feeder), dan HTM tempat wisata. Adapun destinasi utama adalah Pantai Midodaren, Jalur Lintas Selatan (JLS) Tulungagung yang ikonik, serta pusat oleh-oleh khas daerah Tulungagung. “PT KAI Daop 7 Madiun mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mendukung program ini. Dengan memilih transportasi kereta api untuk berwisata, masyarakat turut berkontribusi dalam menciptakan ekosistem pariwisata yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” sebut Tohari

Tebar Manfaat Sosial, Pendidikan dan Lingkungan, Ini Program WSBP Inspiring Kindness Sepanjang 2025 Nusantara
Nusantara
Rabu, 31 Desember 2025 | 17:18 WIB

Tebar Manfaat Sosial, Pendidikan dan Lingkungan, Ini Program WSBP Inspiring Kindness Sepanjang 2025

Jakarta, katakabar.com - PT Waskita Beton Precast Tbk (kode saham: WSBP) terus menegaskan komitmen menjalankan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan melalui program bertajuk WSBP Inspiring Kindness. Program ini jadi wujud kepedulian WSBP terhadap masyarakat, lingkungan, serta pengembangan sumber daya manusia secara berkelanjutan. Sepanjang 2025, WSBP telah merealisasikan berbagai inisiatif CSR yang menyentuh aspek sosial, pendidikan, kemanusiaan, kesehatan, hingga lingkungan hidup. Program-program tersebut dijalankan secara kolaboratif sesuai Sustainable Development Goals (SDG) dengan melibatkan unit kerja WSBP di berbagai wilayah, institusi pendidikan, serta komunitas setempat. Pada aspek kepedulian sosial dan kemanusiaan, selain penyaluran pemberian bantuan bencana alam yang terjadi selama tahun 2025 dan berbagi pada hari besar keagamaan seperti qurban, mudik bersama, dan pelaksanaan kegiatan berbagi takjil, santunan, dan buka bersama di hampir seluruh unit kerja, WSBP juga melakukan bantuan perbaikan jalan sekitar unit kerja hingga peningkatan sarana dan prasarana rumah ibadah sebagai bentuk dukungan terhadap fasilitas sosial serta spiritual masyarakat. “Melalui program CSR ini, WSBP ingin hadir tidak hanya sebagai entitas bisnis, tetapi juga sebagai mitra sosial yang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar dan masyarakat. Setiap kegiatan kami rancang agar relevan, berkelanjutan, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujar Fandy Dewanto, Kepala Divisi Corporate Secretary WSBP. Di bidang pendidikan dan pengembangan generasi muda, WSBP secara konsisten melanjutkan program unggulannya, Belajar Beton Goes to School (BBGS). Sepanjang tahun 2025, program mengajar kejuruan yang membekali siswa dan mahasiswa wawasan seputar industri beton, konstruksi, serta gambaran dunia kerja yang relevan dengan kebutuhan industri, dan kepeduliannya akan lingkungan ini telah terlaksana di SMKN 1 Jakarta, SMKN 1 Karawang, dan Politeknik Negeri Jakarta (PNJ). Tidak hanya berbagi ilmu, dalam setiap pelaksanaannya WSBP juga memberikan dukungan berupa alat kerja dan perlengkapan praktik guna menunjang proses belajar mengajar. WSBP juga mendorong inklusi dan pemberdayaan perempuan di sektor konstruksi melalui program Girls on Site yang dilaksanakan di Precast Plant WSBP Subang dan Prambon. Program ini memberikan inspirasi bagi perempuan calon-calon pelaku industri untuk memperoleh pengalaman langsung serta pemahaman mengenai peran dan peluang perempuan di dunia konstruksi dan manufaktur. Dalam aspek kesehatan, WSBP menggelar kegiatan donor darah di berbagai tempat sebagai bentuk kontribusi perusahaan dalam mendukung ketersediaan stok darah nasional sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial di lingkungan kerja. Pada pilar lingkungan, WSBP bersama mitra dan pelanggan secara konsisten menanam pohon setiap bulannya sebagai upaya reduksi emisi karbon serta mendukung pelestarian lingkungan dan keberlanjutan ekosistem melalui program WSBP Inspiring Kindness: Piles of Sustainability, di mana setiap 10 spun pile WSBP yang terkirim ke proyek akan diikuti dengan penanaman 1 pohon baru. Selama program berjalan, telah tertanam sebanyak 7.091 pohon trembesi serta 847 pohon produktif dan akan terus bertambah seiring dengan gencarnya pengiriman spun pile sebagai produk terlaris perusahaan. Program ini dilaksanakan sebagai upaya mendukung pelestarian lingkungan, yang tidak hanya berkontribusi terhadap penyerapan karbon, peningkatan kualitas udara, dan pemulihan ekosistem, tetapi membuka potensi ekonomi berbasis masyarakat melalui pengembangan produk olahan buah serta penguatan rantai pasok UMKM. “Ke depan, WSBP akan terus memperkuat pelaksanaan program CSR yang selaras dengan strategi bisnis perusahaan, prinsip keberlanjutan, serta kebutuhan masyarakat. Kami percaya keberhasilan perusahaan harus berjalan beriringan dengan kontribusi sosial dan lingkungan yang berkelanjutan,” terangnya. Melalui rangkaian program WSBP Inspiring Kindness, WSBP menegaskan komitmennya untuk menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan secara konsisten dengan menjunjung tinggi prinsip Good Corporate Governance (GCG), transparansi, akuntabilitas, serta kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku. WSBP percaya penerapan GCG yang kuat menjadi fondasi penting dalam menciptakan nilai jangka panjang bagi perusahaan dan seluruh pemangku kepentingan.

LindungiHutan Taja GSS Bantu Perusahaan Bangun Program CSR Terukur dan Relevan Bisnis Lingkungan
Lingkungan
Minggu, 14 Desember 2025 | 15:32 WIB

LindungiHutan Taja GSS Bantu Perusahaan Bangun Program CSR Terukur dan Relevan Bisnis

Semarang, katakabar.com - Menyusun program ESG atau CSR yang benar-benar terukur dan selaras dengan strategi bisnis masih menjadi tantangan bagi banyak perusahaan di Indonesia. Di tengah meningkatnya tuntutan regulasi, ekspektasi investor, dan persaingan pasar, sebagian besar PIC perusahaan masih berada pada tahap awal pemahaman, kesulitan menetapkan prioritas, ragu menentukan skema kolaborasi yang tepat, dan tidak yakin bagaimana memastikan program keberlanjutan memiliki nilai pembeda di mata publik maupun pemangku kepentingan. Menjawab tantangan tersebut, LindungiHutan meluncurkan Green Skilling Series (GSS), rangkaian workshop akhir tahun bertema “From Strategy to Action: Building Measurable Green Impact for Business.” Program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas perusahaan dalam memahami, merancang, dan mengimplementasikan program keberlanjutan yang terstruktur, praktis, dan relevan dengan konteks industri masing-masing. Green Skilling Series berlangsung selama satu bulan dalam tiga sesi berjenjang melalui Zoom Meeting. Sesi pertama membahas fondasi ESG dan CSR, memberikan pemahaman yang dibutuhkan oleh para newcomer mengenai landscape regulasi terbaru, perbedaan ESG–CSR–program karbon, risiko bisnis, serta kerangka praktis Materiality → Strategy → Implementation → Reporting. Sesi kedua Green Skilling series berfokus pada cara menerjemahkan rencana keberlanjutan menjadi implementasi yang terukur, termasuk materiality mapping, penyusunan KPI, desain program lingkungan yang sesuai profil perusahaan, hingga penyusunan impact roadmap satu tahun. Sesi ketiga menjadi ruang praktik bagi peserta untuk menyusun draft program CSR-ESG secara langsung, mengisi template perencanaan, sekaligus berkonsultasi terkait kebutuhan perusahaan mulai dari penentuan prioritas, penyelarasan dengan anggaran, hingga strategi diferensiasi terhadap kompetitor. Melalui pendekatan konsultatif ini, peserta diharapkan dapat “pulang” dengan satu rancangan program keberlanjutan yang dapat segera dikembangkan. Green Skilling series diharapkan juga meningkatkan pemahaman yang lebih kuat mengenai keputusan strategis yang perlu diambil, baik untuk pengelolaan anggaran, perencanaan kontribusi lingkungan, maupun pemilihan model kolaborasi yang paling relevan. “Transformasi keberlanjutan membutuhkan kompetensi, bukan hanya kesadaran. Melalui Green Skilling Series, kami ingin memastikan bahwa perusahaan tidak lagi berhenti pada awareness, tetapi mampu mengubah inisiatif lingkungan menjadi program dengan dampak yang terukur, dapat dipertanggungjawabkan, dan benar-benar bernilai bagi bisnis,” ujar Dara, Event Organizer LindungiHutan. Program ini ditujukan untuk profesional CSR, ESG, HR, Corporate Affairs, Business Development, Strategy, Risk, dan Compliance dari berbagai sektor industri. Dengan metode pembelajaran yang implementatif dan terstruktur, Green Skilling Series diharapkan membuka peluang kolaborasi strategis antara perusahaan dan LindungiHutan, sekaligus meningkatkan kualitas desain program keberlanjutan di Indonesia. Pendaftaran setiap sesi telah dibuka dan dapat diakses melalui tautan berikut: • Episode 1 — Foundations: tinyurl.com/greenskilling29 • Episode 2 — Implementation: tinyurl.com/greenskilling30 • Episode 3 — Workshop & Consultation: tinyurl.com/greenskilling31 Dengan semakin ketatnya ekspektasi publik dan regulator, inisiatif keberlanjutan bukan lagi sekadar tambahan, melainkan strategi inti perusahaan modern. Green Skilling Series menjadi ruang bagi perusahaan untuk memastikan bahwa langkah yang mereka ambil bukan hanya baik untuk lingkungan, tetapi juga tepat untuk bisnis, karena masa depan keberlanjutan akan dimenangkan oleh mereka yang punya kompetensi, bukan sekadar komitmen.

Dosen UIR Perkuat Tata Kelola BUMDes Desa Banglas Lewat Program Pengabdian Masyarakat Riau
Riau
Minggu, 07 Desember 2025 | 08:00 WIB

Dosen UIR Perkuat Tata Kelola BUMDes Desa Banglas Lewat Program Pengabdian Masyarakat

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Riau (UIR) gelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Banglas, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, Sabtu (6/12) kemarin. Kegiatan ini menegaskan komitmen UIR sebagai kampus berdampak yang hadir langsung mendukung penguatan ekonomi desa. Tim dosen yang dipimpin Dr. Azmansyah, S.E., M.Econ., CRP bersama Efi Susanti, S.E., M.Acc., CA menghadirkan pelatihan usung tema 'Penguatan Tata Kelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)', khususnya pada aspek pengelolaan ekonomi dan keuangan desa. Kegiatan dibuka secara resmi Kepala Desa Banglas, Abdul Zaid, didampingi Direktur BUMDes Banglas, Bestari Junaidi, serta Direktur Utama BUMDESMA Bersabar Mandiri Kecamatan Tebingtinggi, Susanto Sudarmo, S.E. Peserta kegiatan diikuti pengurus BUMDes, Koperasi Desa Merah Putih, aparatur desa, hingga karyawan BUMDESMA. Menariknya, kegiatan ini melibatkan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIR asal Desa Banglas, Wiladatul Marisa Putri. Kehadiran mahasiswa lokal tersebut menjadi simbol kolaborasi nyata antara dunia akademik dan kebutuhan riil masyarakat desa. Kepala Desa Banglas, Abdul Zaid, menyampaikan apresiasi atas kontribusi UIR dalam peningkatan kapasitas sumber daya manusia desa. “Kami sangat mengapresiasi kegiatan pengabdian ini. Pelatihan seperti ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kapasitas pengelola lembaga ekonomi desa, sehingga berdampak langsung pada penguatan usaha dan peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes),” ujarnya. Ia berharap kolaborasi antara Pemerintah Desa Banglas dan UIR dapat terjalin secara berkelanjutan guna mendorong inovasi, tata kelola modern, serta peningkatan pemeringkatan dan profesionalitas BUMDes. Sementara, Ketua Tim PKM FEB UIR, Dr. Azmansyah, mengatakan kegiatan serupa telah beberapa kali dilaksanakan di Kabupaten Kepulauan Meranti, di antaranya di Kecamatan Pulau Merbau dan Kecamatan Rangsang Pesisir. “Kegiatan ini tindak lanjut dari payung hukum kerja sama antara Universitas Islam Riau dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti,” jelasnya. Ia menambahkan, program pengabdian kepada masyarakat agenda rutin tahunan dosen UIR dalam rangka mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian kepada masyarakat. “Perguruan tinggi harus hadir dan memberi dampak nyata. Dosen dan mahasiswa tidak hanya mengajar di kampus, tetapi juga turun langsung ke masyarakat untuk membantu penguatan ekonomi, tata kelola, dan kesejahteraan desa,” sebut Azmansyah.