Palembang, katakabar.com - Ditjenbun Kementan RI ajari ratusan pekebun kelapa sawit di Provinsi Sumatera Selatan, guna tingkatkan kualitas hasi panen.

Total 144 orang pekebun kelapa sawit yang berasal dari dua kabupaten dan kota di Provinsi Sumatera Selatan diberikan edukasi pelatihan untuk tingkatkan produktivitas hasil perkebunan kelapa sawit. 

Usung tema 'Panen dan Pasca Panen' peserta dari dua kabupaten, rinciannya 56 orang dari Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dan 88 dari Kabupaten Muara Enim.

Direktur Perlindungan Perkebunan, Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian, Ir. Hendratmojo Bagus Hudono, Msc dilansir dari laman resmi BPDPKS, pada Ahad (28/4) menyatakan, peningkatan dan pengembangan sumber daya manusia kunci keberhasilan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan.

"Semata-mata untuk kemajuan perkebunan kelapa sawit di kemudian hari. Salah satunya melalui kegiatan pengembangan sumber daya manusia perkebunan kelapa sawit, yang diikuti para pekebun kelapa sawit," ujar Hendratmojo Bagus Hudono, pada Rabu (24/4) lalu.

Sedemikian pentingnya pengembangan SDMPKS, tegas Bagus, untuk mewujudkan kualitas kelapa sawit di lapangan. Di tahun ini, sudah membuka peluang kepada dinas perkebunan provinsi dan kabupaten.

"Di Sumatera Selatan ditargetkan 2.500 orang (petani kelapa sawit) yang diusulkan. Di mana total secara nasional 10.000 orang dengan modul atau tema yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan petani. Kami mohon kesempatan ini dapat dimanfaatkan dengan baik," imbaunya.

Soal modul atau tema Panen dan Pasca Panen yang diikuti peserta dari Kabupaten Musi Banyuasin dan Muara Enim, Direktur Akademi Komunitas Perkebunan Stiper Yogyakarta (AKPY STIPER), Dr. Sri Gunawan, SP, MP, IPU, menjelaskan secara teknis pelatihan terbagi menjadi lima kelas.

"Para peserta mendapatkan beberapa materi teknis panen dan pascapanen dari para instruktur yang berpengalaman," ulas Sri Gunawan.

Mulai dari cara memanen sawit yang benar sesuai dengan standar, katanya, kriteria buah sawit matang, cara-cara panen, dan alat-alat panen yang digunakan hingga pengiriman buah ke pabrik tidak boleh lebih dari 24 jam lantaran dapat mengurangi kualitas.

"Supaya para petani betul-betul paham cara memanen yang benar. Selain tonase tapi kandungan minyak yang optimum. Itu target yang harus disampaikan kepada para petani. Sehingga petani mendapatkan hasil yang maksimal dan perusahaan menghasilkan minyak yang optimal," bebernya.

Dengan pelatihan seperti ini, harapnya, para petani sawit di Musi Banyuasin dan Muara Enim bisa naik kelas sehingga kesejahteraannya meningkat.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan, Ir. Agus Darwa, M.Si menimpali, program pengembangan SDMPKS melalui pelatihan petani kelapa sawit, yakni program yang sangat bagus untuk peningkatan kompetensi.

"Kami berpesan kepada para peserta, ikuti pelatihan dengan baik. Dengarkan apa yang disampaikan narasumber atau instruktur dan tanyakan apa yang kurang jelas. Setelah mengikuti pelatihan ini, para petani dapat memahami dan melaksanakan panen dan pasca panen dengan baik dan benar," tuturnya.

Harapannya, tambahnya, materi yang sudah didapat selama pelatihan dapat ditularkan atau disampaikan kepada para petani sawit lainnya yang belum punya kesempatan mengikuti pelatihan.

Diketahui, pelatihan dilaksanakan dari  23 hingga 27 April 2024, dan diakhiri dengan kunjungan ke kebun kelapa sawit milik perusahaan.

Kegiatan ini lanjutan peningkatan kompetensi petani kelapa sawit, lewat program pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan Kelapa Sawit (SDMPKS) diinisiasi Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan Direktorat Jenderal Perkebunan (Dirjenbun) Kementerian Pertaniann dengan mengikutsertakan Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY-STIPER) sebagai penyelenggara pelatihan menghadirkan instruktur berpengalaman.