Dampingi 36 Lembaga Pekebun Usulkan Bantuan Sarpras BPDP, Ini Tujuan Sinar Mas
Kubu Raya, katakabar.com - Sinar Mas mendampingi petani mitranya untuk mendapatkan program sarana dan prasarana (Sarpras) yang didanai Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). Soalnya, banyak tahapan prosedur harus dilakukan dan banyak dokumen yang harus diajukan oleh lembaga petani. Nana Suryana dari PSR Center of Excellence Sinar Mas menjelaskan, hingga saat ini Sinar Mas sudah mendamping lembaga pekebun mitranya mengusulkan 30 lembaga pekebun untuk intensifikasi, 4 lembaga pekebun verifikasi ISPO, dan 2 lembaga pekebun untuk infrastruktur jalan dan jembatan. "Tujuan pendampingan oleh perusahaan memberikan bimbingan, konsultasi dan pembinaan kepada pekebun dan lembaga pekebun untuk memenuhi persyaratan dokumen pengajuan sarpras BPDP," ujar Nana saat 5th IPOSC di Kubu Raya, dilansir dari laman mediaperkebunan.id, Senin (6/10). Perusahaan mendampingi pekebun dan lembaga pekebun dalam proses pengajuan dan penyaluran sarpras sesuai job desknya. Di Sinar Mas dari kantor pusat ada PSR Center of Excellence dan unit-unit di kebun yang melakukannya. Aktivitas perusahaan adalah mensosialisasikan dan melatih unit kebun, pekebun dan lembaga pekebun; membantu menyusun dokumen persyaratan; koordinasi dengan instansi/lembaga terkait; mendampingi pelaksanaan kegiatan; mendampingi proses top up dan laporan penggunaan barang. Agar proses pengajuan sarpras BPDP berjalan cepat, lancar dan sesuai prosedur, diperlukan kerja sama pekebun, pengurus koperasi dan perusahaan. Masing-masing berperan sesuai tugasnya dan dilakukan monev secara periodik. Problem internal Sarpras bagi pekebun adalah untuk dokumen masih terdapat dokumen pekebun, lahan dan koperasi yang belum lengkap dan tidak sesuai serta penambahan dokumen persyaratan diluar yang ditentukan. Solusinnya dokumen pekebun data paling akurat tanpa editan. Dokumen lahan peta/foto udara dan koordinat disesuaikan dengan SHM. Suket HGU dan luar kawasan di urus sejak awal. Tim belum optimal bekerja ala kadarnya, solusi perlu PIC lintas unit yang ditetapkan, bertugas melengkapi dokumen sesuai Tupoksinya. Sosialisasi ke pekebun masih minim, solusi sosialisasi dan training input data ke unit kebun, pengurus koperasi dan pekebun. Aktivitas pemenuhan dokumen masih minim, terkendala kesediaan dana. Solusi koperasi mengajukan dana operasional, dana menjadi beban koperasi. Masalah ekternal sering terjadi perubahan dalam waktu cepat dan perlakukan kebijakan tiap daerah tidak seragam. Solusi perubahan kebijakan sarpras agar lebih adaptif, solutif dan berjangka panjang. Belum maksimal sinergitas antara K/L dalam sarpras, solusi memaksimalkan koordinasi satu pintu dengan instansi terkait. Belum ada SLA (Service Level Agreement) yang jelas kapan barang/jasa diterima lembaga pekebun sejak proses pengajuan, solusi mengawal SLA dengan instansi terkait, menyusun jadwal dan memastika PIC menjalankan tugasnya. Dalam verifikasi berjenjang sering terjadi perbedaan putusan antar instansi ketika verifikasi, butuh waktu lama, boros waktu, tenaga dan biaya. Solusi verifikasi bersama Disbun Kabupaten, Provinsi, Dirjenbun baik dokumen maupun lapangan.
Pekebun Mitra Swadaya Riau Sumringah Harga TBS Sawit Naik Dibeli Rp3.657 per Kilogram
Pekanbaru, katakabar.com - Pekebun mitra swadaya sumringah di riau, lantaran harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit naik dibeli Rp3.657 per kilogram periode 1 hingga 7 Oktober 2025. Itu berdasarkan penetapan harga oleh Dinas Perkebunan Provinsi Riau bersama Tim Penetapan Harga untuk pekebun mitra swadaya. Penetapan ini berlangsung dalam rapat resmi yang dipimpin Kabid Pengolahan dan Pemasaran, Defris Hatmaja, Selasa (30/9). Di periode penetapan minggu ke-35 tahun 2025 (1–7 Oktober 2025), harga TBS mengalami kenaikan. Di mana kenaikan tertinggi terdapat pada kelompok umur 9 tahun sebesar Rp9,93 per kilogram setara 0,27 persen dari pekan lalu. "Jadi, harga TBS kelapa sawit mitra swadaya di Riau untuk umur 9 tahun ditetapkan sebesar Rp3.657,46 per kikogram," ujar Defris, dilansir dari laman media center Riau, Rabu (1/10). Di periode ini, kata Defris, indeks K yang digunakan adalah 92,83 persen untuk satu bulan ke depan. Harga penjualan CPO naik Rp28,48 per kilogram menjadi Rp14.663,31 per kilogram, sedang harga kernel naik Rp85,33 per kilogram menjadi Rp14.061,44 per kilogram. "Harga cangkang sawit ditetapkan sebesar Rp23,06 per kilogram, dan berlaku untuk satu bulan ke depan," jelasnya. Di penetapan harga, terdapat beberapa perusahaan tidak melakukan penjualan. Sesuai Permentan Nomor 01 Tahun 2018 Pasal 8, harga Crude Palm Oil (CPO) dan kernel yang digunakan harga rata-rata tim. Jika terkena validasi 2, maka digunakan harga rata-rata KPBN. Untuk periode ini, harga rata-rata CPO KPBN tercatat Rp14.601,20 per kilogram, dan kernel Rp14.010,00 per kilogram. “Kenaikan harga TBS minggu ini lebih dipicu meningkatnya harga CPO dan kernel. Dinas Perkebunan bersama Tim Penetapan Harga terus berupaya memperbaiki tata kelola agar penetapan harga sesuai regulasi, transparan, dan berkeadilan,” terangnya. Ini Harga TBS Mitra Swadaya Provinsi Riau Periode 1 hingga 7 Oktober 2025, yakni umur 3 tahun Rp2.834,25 per kilogram, umur 4 tahun Rp 3.159,52 per kilogram, umur 5 tahun Rp 3.389,16 per kilogram, umur 6 tahun Rp3.519,27 per kilogram, umur 7 tahun Rp 3.598,80 per kilogram, umur 8 tahun Rp3.642,19 per kilogram, umur 9 tahun Rp3.657,46 per kilogram, umur 10–20 tahun Rp 3.620,26 per kilogram, umur 21 tahun Rp3.560,15 per kilogram, umur 22 tahun Rp3.490,67 per kilogram, umur 23 tahun Rp3.411,67 per kilogram, umur 24 tahun Rp3.351,78 per kilogram, umur 25 tahun Rp3.302,73 per kilogram. Sementara, Indeks K 92,83 persen, BOTL 0,51, Harga CPO Rp14.663,31 per kilogram, Harga Kernel Rp14.061,44 per kilogram, dan Nilai Cangkang Rp23,06 per kilogram.
Genjot Produktivitas, RPN Latih Pekebun Labusel Teknis Budidaya Sawit
Medan, katakabar.com - Total 99 pekebun sawit dari Kabupaten Labuhan Batu Selatan atau Labusel, Provinsi Sumatera Utara mengikuti pelatihan tentang 'Teknis Budidaya Kelapa Sawit', yang ditaja PT Riset Perkebunan Nusantara atau RPN lima hari lamanya, mulai 22 hingga 26 September 2025, di salah satu hotel ternama di Kota Medan. Kegiatan yang didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP, dan Direktorat Jenderal Perkebunan atau Ditjenbun Kementerian Pertanian ini, bertujuan guna meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan para pekebun kelapa sawit. Selama pelatihan, para peserta mendapatkan materi dari narasumber ahli di bidangnya yang didatangkan dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit atau PPKS, serta berkesempatan mengunjungi kebun PPKS Unit Marihat. Kepala Pusat Penelitian Kelapa Sawit PT RPN, Dr. Winarna, mengutarakan pelatihan ini kesempatan langka yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin. "Manfaatkan kesempatan ini dengan baik, serap dan gali informasi terkait teknis budidaya kelapa sawit dari para narasumber sehingga dapat meningkatkan produktivitas," ujarnya melalui rilis tertulis, Jumat (26/9. Dilansir dari laman SINDONews, Jumat sore, Winarna berharap para peserta dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di lapangan, dan menjaga komunikasi setelah pelatihan. "Banyak persoalan yang harus dibedah, dan dicari solusinya mengenai budidaya kelapa sawit, mulai dari persiapan lahan hingga panen. Kami berharap komunikasi tetap terjalin untuk saling berbagi dan mengatasi masalah," jelasnya. Menurutnya, produktivitas kelapa sawit nasional, khususnya di tingkat petani, masih tergolong rendah, padahal potensi untuk mencapai 30 ton Tandan Buah Segar atau TBS per hektare per tahun sangat mungkin ditingkatkan. "Melalui pelatihan ini, kita bisa maju bersama dan mencapai kesetaraan produksi serta produktivitas di tingkat petani sawit," ucapnya. Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma, Ir. Baginda Siagian, aminkan Winarna. Ia menyatakan secara virtual, salah satu tantangan terbesar sektor ini adalah produktivitas yang masih rendah, yakni 3,3 hingga 3,5 ton CPO (Crude Palm Oil) per hektare per tahun. Padahal, potensinya bisa mencapai 5 hingga 6 ton CPO per hektare per tahun. "Melalui kerja sama dengan BPDPKS, Ditjenbun, dan lembaga pelatihan seperti PT RPN, kita berupaya meningkatkan produktivitas yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan petani," terang Baginda. Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas SDM atau Sumber Daya Manusia petani, mengingat 42 persen setara 6 juta hektare dari total 16,8 juta hektare lahan sawit nasional dikelola oleh petani rakyat.
Pekebun Sawit di Aceh Singkil Sumringah, Harga TBS Tembus Rp2.500 per Kilogram
Aceh Singkil, katakabar.com - Pekebun di Kabupaten Aceh Singkil sumringah lantaran harga tandan buah segar atau TBS kelapa sawit tembus Rp2.500 per kilogram, Minggu (21/9). Harga ini naik Rp20 per kilogram dari pekan sebelumnya di level Rp2.480 per kilogram. Pengepul sawit UD Ram Alwi Hutabarat di pinggir Jalan Singkil-Singkil Utara, kawasan Gosong Telaga Barat, Anto mengatakan, harga Tandan Buah Segar atau TBS sawit Rp2.500 per kilogram dengan catatan diantar petani ke ram. Tapi, kalau dijemput ke kebun petani dikurangi ongkos dan biaya muat Rp50 jadi Rp2.450 per kilogram, dengan syarat buah harus matang sempurna alias tidak mengkal apalagi mentah. "Harga antar Rp2.500, untuk harga dijemput Rp2.450 per kilogram. Mohon jaga kualitas buah," cerita Anto, dilansir dari laman serambinews.com, Minggu siang. Sedang, roduksi TBS kelapa sawit petani Aceh Singkil, mulai naik kembali. Apalagi menyusul hujan rutin mengguyur daerah itu. Di mana sebelumnya sempat produksi sawit alami trek atau produksi menurun. Tapi peningkatan produksi belum seluruhnya normal. Sebelum trek biasnya dapat 1,2 ton per hektar sekali panen. Saat trek turun jadi 800 kilogram. Untuk posisi pekan ini sudah kembali naik jadi 1 ton per hektar. Petani berharap saat produksi sawit normal, harga bertahan Rp2.500 per kilogram. "Jika bisa naik lagi. Tapi bertahan saja sudah mantap," timpal Susilawati pemilik kebun di kawasan Gosong Telaga Barat. Warga Aceh Singkil lebih dari 70 persen mengandalkan hidup dari sawit. Mulai dari pemilik kebun, tukang panen, tukang pupuk hingga jasa transportasi.
Wuih! Harga TBS Mitra Plasma Naik Beruntun di Sumsel
Palembang, katakabar.com - Harga Tandan Buah Segar atau TBS petani kelapa sawit mitra plasma naik beruntun selama dua pekan pada Sepetember 2025 di Provinsi Sumatera Selatan. Itu diketahui dari perkembangan harga sesuai keputusan dari Tim Penetapan Harga Pembelian TBS Kelapa Sawit Produksi Pekebun Bermitra Bidang Produksi dan Pemasaran Hasil Perkebunan atau PPHP Dinas Perkebunan Disbun Provinsi Sumatera Selatan, dilansir dari laman mediaperkebunan.id, Jumat (19/9) sore. Kalau di periose I September 2025 lalu naik sebanyak Rp87,16 per kilogram, kali ini naik Rp33,29 per kilogram. Naik harga TBS tersebut dari umur tanam 10 hingga 20 tahun semakin menguat dan tembus level Rp3.600 per kilogram. Penguatan harga TBS tersebut sudah ditambahkan dengan harga penjualan cangkang kelapa sawit yang nilainya masih tetap sama seperti periode I September 2025 yang lalu. Kenaikan harga TBS pekebun mitra plasma didorong harga penjualan minyak sawit mentah atau crude palm oil atau CPO sebanyak Rp72,10, serta harga penjualan inti sawit atau palm kernel atau PK sebanyak Rp190,28 per kilogram. Ini harga TBS ditambah cangkang produksi petani mitra plasma Sumsel periode II September 2025, yakni umur 3 tahun Rp3.023,66 per kilogram, umur 4 tahun Rp3.118,14 per kilogram, umur 5 tahun Rp3.251,38 per kilogram, umur 6 tahun Rp3.284,33 per kilogram, umur 7 tahun Rp3.280,71 per kilogram, umur 8 tahun Rp3.401,95 per kilogram, umur 9 tahun Rp3.472,31 per kilogram. Lalu, umur 10-20 tahun Rp3.601,06 per kilogram sebelumnya Rp3.567, 77 per kilogram naik Rp 33,29, umur 21 tahun Rp3.592,00 per kilogram, umur 22 tahun Rp3.602,41 per kilogram, umur 23 tahun Rp3.577,53 per kilogram, umur 24 tahun Rp3.478,60 per kilogram, umur 25 tahun Rp3.492,46 per kilogram.
Kadisbun Bengkalis Ajak Aliansi dan Asosiasi Bahu Membahu Bantu Anak Petani Sawit
Bengkalis, katakabar.com - Kepala Dinas Perkebunan (Kadisbun) Kabupaten Bengkalis, Mohammad Azmir kumpulkan aliansi dan asosiasi pekebun kelapa sawit yang ada di 'Negeri Junjungan' nama lain dari Kabupaten Bengkalis pasca pelaksanaan Forum Perangkat Daerah (FPD) guna membahas Rancangan Awal Rencana Kerja (Renja) tahun 2026. Di pertemuan tersebut, Kadisbun Bengkalis gandeng, sekaligus ajak aliansi dan asosiasi pekebun kelapa sawit bersama-sama bahu membahu membantu anak-anak petani kelapa sawit yang ada di Kabupaten Bengkalis, khususnya yang mendapatkan beasiswa perkebunan kelapa sawit dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).
Kolaborasi Dorong Pekebun Sawit Bermitra dan Ikut ISPO di Bateng
Koba, katakabar.com - Kolaborasi dorong sawit bermitra dan ikut Sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil atau ISPO di Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung. PT Putera Bangka Tani atau PBT perusahaan bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit, dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan atau DPKP Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung gelar Sosialisasi Kemitraan dan Sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil atau ISPO di Desa Belilik, Kecamatan Namang.
Di Sulbar Petugas Pendamping dan Pekebun Sawit Ikuti Pelatihan ISPO, Ini Tujuannya
Mamuju, katakabar.com - Lembaga Pelatihan ISPO PT Titian Karsa Mandiri atau TKM bersama Dinas Perkebunan Sulawesi Barat taja pelatihan Sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil atau ISPO pekebun. Kepala Dinas Perkebunan atau Disbun Provinsi Sulawesi Barat, Herdin Ismail didampingi Sekretaris Disbun Provinsi Sulawesi Barat, Andi Sitti Kamalia, yang buka kegiatan tiga hari lamanya. Narasumber pelatihan dari Direktorat Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Prasetyo Djati, sekaligus Auditor ISPO dan Pengawas Mutu Hasil Pertanian Ahli Madya. Total 50 peserta yang mengikuti pelatihan, meliputi petugas pendamping provinsi, petugas pendamping masing-masing kabupaten, pengurus gapoktan dan koperasi dari Kabupaten Mamuju, Mamuju Tengah, dan Pasang Kayu. Kegiatan ini terlaksana berkat pengelolaan program dana bagi hasil atau DBH perkebunan kelapa sawit. Pelatihan sertifikasi ISPO dilaksanakan untuk mendukung tata kelola perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan dan sebagai standar keberterimaan produk minyak sawit di pasar ekspor. Ini sesuai dengan amanat Peraturan Menteri Pertanian nomor 38 tahun 2020 tentang sertifikasi ISPO.
Tentang Program PSR dan Pekebun di 'Negeri Junjungan'
Bengkalis, katakabar com - Dinas Perkebunan Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau taja sosialisasi Peremajaan Kelapa Sawit Pekebun atau PKSP Tingkat Kabupaten Bengkalis Tahun 2024. Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Bengkalis, Mohammad Azmir yang buka kegiatan terlaksana berkat Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS. Kapolres Bengkalis diwakili oleh Kasat Intelkam, AKP Bagus Nagara Baranacita SIK, Sekretaris Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Supriadi, Kepala Desa Bantan Tua, Kepala Desa Sungai Linau, Kepala Desa Muara Dua, Kepala Desa Koton Raja, serta Kepala Desa Bandar Jaya, ada di sana.
Workshop, UKMK dan Perempuan Pekebun Didorong Kembangkan Hilirisasi Sawit di Sulteng
Palu, katakabar.com - Kepala Biro Administrasi Perekonomian Setdaprov Sulawesi Tengah (sulteng), Yuniarto Pasman, membuka Workshop Pemberdayaan Usaha Kecil Menengah dan Koperasi (UKMK) dan Wanita Pekebun Sawit, Kamis (5/12), yang berlangsung di Kota Palu. DPW Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia atau Apkasindo Sulawesi Tengah bekerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS, gelar workshop, Kamis (5/12) lalu.