Pasaman Barat, katakabar.com - PT Perkebunan Nusantara VI melakukan replating atau Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) seluas 226 hektar di Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat,
Kegiatan PSR itu dilakukan setelah sukses melakukan replanting
di Sungai Bahar, Kabupaten Muaro, Provinsi Jambi.
Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) Program Strategi Nasional (PSN) Pemerintah Presiden RI, Jokowi, yang direalisasikan dan diwujudkan PTPN VI.
Total seluas 192 hektar dari rencana 226 hektar kebun sawit rakyat tergabung di Gabungan Kelompok Tani dan Koperasi Unit Desa (KUD) Damai Sejahtera, Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat, mulai diremajakan, pada Selasa (7/11).
"Alhamdulillah, impian kami bisa meremajakan kebun sawit jadi kenyataan. PTPN VI merealisasikan ini, padahal baru dua bulan mengajukan jadi mitra PSR," ujar Sutan Kamenan, Ketua Gabungan Kelompok Tani dan KUD Damai Sejahtera, Pasaman Barat, Sutan Kamenan, dilansir dari laman metrojambi.com, pada Rabu (8/11).
Diceritakan Sutan, kebun kelapa sawit milik rakyat yang mau diremajakan luasnya mencapai 226 hektar. Saat ini baru direalisasikan sekitar 192 hektar dan sisanya 35 hektar pada 2024 mendatang.
"Sekarang baru 192 hektar luasnya bakal diproses land clearing, sisanya 35 hektar pada 2024 mendatang. Saya mewakili petani dan anggota KUD, sekali lagi ucapkan terima kasih kepada PTPN 6VI," ucapnya.
Kabag Perencanaan dan Sustainibility, Tuti Indriani mengatakan, program PSR ini Program Strategis Nasional (PSN) Pemerintah Pusat sejalan dengan PTPN VI.
Di mana PTPN VI mendorong dan mendukung perkembangan kebun kelapa sawit rakyat untuk terus dan meningkatkan produksi kelapa sawit.
"PSR yang tengah dilakukan bagian dari upaya kami untuk memperbaharui kebun kelapa sawit rakyat dan meningkatkan kualitas tanaman," jelasnya.
Menurut Tuti, umumnya kebun rakyat sudah tidak produktif lantaran umur tanam yang sudah maksimal. Itu sebabnya, PTPN VI membantu petani mulai teknis pengolahan lahan, bibit, pupuk, dan dukungan finansial.
"Harapannya petani dapat meningkatkan hasil panen dan pendapatan mereka," tuturnya.
Petani, sebut Tuti, bakal menerima pelatihan mengenai praktik perkebunan terbaik, manajemen kebun, dan pemeliharaan sawit yang efisien.
Tujuannya, produktivitas dan kualitas buah kelapa sawit meningkat, dan pendapatan atau ekonomi petani bakal alami peningkatan.
Sukses di Muaro Jambi, Giliran Sawit Rakyat di Pasbar Direplanting PTPN VI
Diskusi pembaca untuk berita ini