Jakarta, katakabar.com - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) resmi bergabung sebagai co-host untuk Global Sustainable Development Congress (GSDC) 2026. Ini merupakan perkembangan penting bagi kawasan Asia Tenggara.
Dengan adanya kemitraan tersebut, Kongres yang bakal digelar di Jakarta ini tidak hanya berfungsi sebagai forum pertukaran ide, tetapi sebagai pusat pengambilan keputusan global. Dalam acara yang digelar pada 2026 ini, Pemerintah Indonesia dan Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) akan memainkan peran penting.
Acara ini akan menjadi platform utama yang mempertemukan kebijakan nasional dan inovasi global untuk mendorong langkah berikutnya dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
“Di tengah peran Indonesia memimpi upaya kawasan menuju masa depan lebih tangguh, kami merasa terhormat dapat menjadi tuan rumah bagi forum yang mencerminkan kompleksitas SDGs secara nyata," kata Rachmat Pambudy, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia.
Menururnya, upaya mencapai keberlanjutan tidak bisa dilakukan oleh satu sektor saja. Dibutuhkan kolaborasi erat antara pembuat kebijakan, pimpinan perusahaan global, peneliti akademik, dan organisasi masyarakat sipil.
Dengan menghadirkan berbagai pemangku kepentingan ini di Jakarta, kami ingin menjembatani kesenjangan antara rencana strategis dan implementasi nyata di lapangan. Dengan kemitraan ini, solusi yang dihasilkan diharapkan memiliki dukungan politik, pendanaan, serta kepercayaan Masyarakat untuk membawa dampak nyata di tingkat lokal,” ujarnya.
Sedang, Yemi Adeshiyan, Managing Director GSDC, menimpali keterlibatan Pemerintah Indonesia sebagai co-host menjadi pendorong penting bagi kawasan ini. Dengan menjadikan Asia Tenggara sebagai pusat penyelenggaraan Kongres dan bekerja langsung dengan sistem perencanaan nasional, kami pastikan solusi yang lahir dari Jakarta memiliki kekuatan strategis dan politik untuk memberi pengaruh nyata terhadap Agenda Global 2030.
"Kemitraan ini juga mempertemukan keahlian akademik global dengan implementasi kebijakan di tingkat negara," ucap Yemi.
Salah satu sorotan utama dalam program tahun 2026 adalah peluncuran Asia-Pacific Sustainable Business Summit yang pertama. Apalagi digelar bersamaan dengan Kongres utama, forum tingkat tinggi ini akan membahas berbagai isu penting yang membentuk arah bisnis berkelanjutan di kawasan Asia-Pasifik.
Topik yang dibahas mencakup transisi energi, pembiayaan berkelanjutan, rantai pasok, ekonomi sirkular, infrastruktur digital, hingga pengembangan kapasitas tenaga kerja. Sejumlah perusahaan dan institusi global dijadwalkan berpartisipasi, di antaranya Coca-Cola, TikTok, dan IBM, bersama European Investment Bank, Danantara Indonesia, serta UN Global Compact.
Kepemimpinan dalam Pendidikan dan FilantropiKongres ini juga akan menghadirkan berbagai tokoh pengambil keputusan, termasuk para Menteri Pendidikan dari kawasan Asia Tenggara.
Selain itu, Tan Sri Dr. Jeffrey Cheah, pendiri sekaligus Chairman Sunway Group, juga akan turut hadir. Komitmen filantropinya mendukung pendidikan berkualitas telah menjadi salah satu fondasi penting bagi gerakan SDG di kawasan.
Terkait acara ini, Tan Sri Dr. Jeffrey Cheah menyampaikan, pendidikan berkualitas dan pembangunan berkelanjutan merupakan dua pilar utama bagi masa depan yang tangguh. GSDC menjadi ruang pertemuan penting untuk menggerakkan dunia akademik, pemerintah, dan sektor swasta dari sekadar ambisi menjadi tindakan nyata yang terukur. Saya bersama Sunway University merasa terhormat dapat ikut berkontribusi dalam upaya memberdayakan generasi masa depan.”
Agenda Global 2026
Pada 22 hingga 25 Juni 2026 mendatang, Kongres utama bersama Asia-Pacific Sustainable Business Summit akan mempertemukan sekitar 5.000 pemimpin dari berbagai sektor untuk membahas enam pilar transformasi: Kota dan Komunitas, Pendidikan, Gender dan Ketimpangan, Lingkungan, Ekonomi Sirkular dan Material, Dekarbonisasi dan Energi, serta Rantai Pasok dan Sumber Daya.
Acara ini juga akan menampilkan pengumuman global secara langsung untuk THE’s Impact Rankings 2026, yang merupakan kerangka penilaian terkemuka di dunia untuk mengukur kontribusi universitas terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB. Home | Global Sustainable Development Congress 2026
Pemerintah Indonesia dan THE Sinergi Gelar Kongres Keberlanjutan Global di Tengah Asteng Sorotan Dunia
Diskusi pembaca untuk berita ini