Pemerintah Indonesia dan THE Sinergi Gelar Kongres Keberlanjutan Global di Tengah Asteng Sorotan Dunia Internasional
Internasional
Jumat, 27 Maret 2026 | 13:11 WIB

Pemerintah Indonesia dan THE Sinergi Gelar Kongres Keberlanjutan Global di Tengah Asteng Sorotan Dunia

Jakarta, katakabar.com - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) resmi bergabung sebagai co-host untuk Global Sustainable Development Congress (GSDC) 2026. Ini merupakan perkembangan penting bagi kawasan Asia Tenggara. Dengan adanya kemitraan tersebut, Kongres yang bakal digelar di Jakarta ini tidak hanya berfungsi sebagai forum pertukaran ide, tetapi sebagai pusat pengambilan keputusan global. Dalam acara yang digelar pada 2026 ini, Pemerintah Indonesia dan Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) akan memainkan peran penting. Acara ini akan menjadi platform utama yang mempertemukan kebijakan nasional dan inovasi global untuk mendorong langkah berikutnya dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). “Di tengah peran Indonesia memimpi upaya kawasan menuju masa depan lebih tangguh, kami merasa terhormat dapat menjadi tuan rumah bagi forum yang mencerminkan kompleksitas SDGs secara nyata," kata Rachmat Pambudy, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia. Menururnya, upaya mencapai keberlanjutan tidak bisa dilakukan oleh satu sektor saja. Dibutuhkan kolaborasi erat antara pembuat kebijakan, pimpinan perusahaan global, peneliti akademik, dan organisasi masyarakat sipil. Dengan menghadirkan berbagai pemangku kepentingan ini di Jakarta, kami ingin menjembatani kesenjangan antara rencana strategis dan implementasi nyata di lapangan. Dengan kemitraan ini, solusi yang dihasilkan diharapkan memiliki dukungan politik, pendanaan, serta kepercayaan Masyarakat untuk membawa dampak nyata di tingkat lokal,” ujarnya. Sedang, Yemi Adeshiyan, Managing Director GSDC, menimpali keterlibatan Pemerintah Indonesia sebagai co-host menjadi pendorong penting bagi kawasan ini. Dengan menjadikan Asia Tenggara sebagai pusat penyelenggaraan Kongres dan bekerja langsung dengan sistem perencanaan nasional, kami pastikan solusi yang lahir dari Jakarta memiliki kekuatan strategis dan politik untuk memberi pengaruh nyata terhadap Agenda Global 2030. "Kemitraan ini juga mempertemukan keahlian akademik global dengan implementasi kebijakan di tingkat negara," ucap Yemi. Salah satu sorotan utama dalam program tahun 2026 adalah peluncuran Asia-Pacific Sustainable Business Summit yang pertama. Apalagi digelar bersamaan dengan Kongres utama, forum tingkat tinggi ini akan membahas berbagai isu penting yang membentuk arah bisnis berkelanjutan di kawasan Asia-Pasifik. Topik yang dibahas mencakup transisi energi, pembiayaan berkelanjutan, rantai pasok, ekonomi sirkular, infrastruktur digital, hingga pengembangan kapasitas tenaga kerja. Sejumlah perusahaan dan institusi global dijadwalkan berpartisipasi, di antaranya Coca-Cola, TikTok, dan IBM, bersama European Investment Bank, Danantara Indonesia, serta UN Global Compact. Kepemimpinan dalam Pendidikan dan FilantropiKongres ini juga akan menghadirkan berbagai tokoh pengambil keputusan, termasuk para Menteri Pendidikan dari kawasan Asia Tenggara. Selain itu, Tan Sri Dr. Jeffrey Cheah, pendiri sekaligus Chairman Sunway Group, juga akan turut hadir. Komitmen filantropinya mendukung pendidikan berkualitas telah menjadi salah satu fondasi penting bagi gerakan SDG di kawasan. Terkait acara ini, Tan Sri Dr. Jeffrey Cheah menyampaikan, pendidikan berkualitas dan pembangunan berkelanjutan merupakan dua pilar utama bagi masa depan yang tangguh. GSDC menjadi ruang pertemuan penting untuk menggerakkan dunia akademik, pemerintah, dan sektor swasta dari sekadar ambisi menjadi tindakan nyata yang terukur. Saya bersama Sunway University merasa terhormat dapat ikut berkontribusi dalam upaya memberdayakan generasi masa depan.” Agenda Global 2026 Pada 22 hingga 25 Juni 2026 mendatang, Kongres utama bersama Asia-Pacific Sustainable Business Summit akan mempertemukan sekitar 5.000 pemimpin dari berbagai sektor untuk membahas enam pilar transformasi: Kota dan Komunitas, Pendidikan, Gender dan Ketimpangan, Lingkungan, Ekonomi Sirkular dan Material, Dekarbonisasi dan Energi, serta Rantai Pasok dan Sumber Daya. Acara ini juga akan menampilkan pengumuman global secara langsung untuk THE's Impact Rankings 2026, yang merupakan kerangka penilaian terkemuka di dunia untuk mengukur kontribusi universitas terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB. Home | Global Sustainable Development Congress 2026

Di Asian Telecom Summit 2026, MyRepublic Air Jadi Benchmark Asteng Implementasi FWA Internasional
Internasional
Minggu, 01 Maret 2026 | 13:20 WIB

Di Asian Telecom Summit 2026, MyRepublic Air Jadi Benchmark Asteng Implementasi FWA

Jakarta, katakabar.com - MyRepublic Air, tekonologi Fixed Wireless Access (FWA) dari MyRepublic Indonesia akan menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan industri telekomunikasi Asia Tenggara. Chief Executive Officer MyRepublic Indonesia, Timotius Max Sulaiman, menegaskan Fixed Wireless Access (FWA) akan menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan industri telekomunikasi Asia Tenggara dalam forum Asian Telecom Summit 2026, Singapura. Pada sesi panel bertajuk “From FWA to APIs: What Will Actually Drive Revenue Growth in South East Asia”, Timotius menekankan FWA bukan sekadar momentum jangka pendek yang didorong oleh tren 5G, melainkan solusi strategis untuk memperluas penetrasi broadband di pasar yang masih underpenetrated seperti Indonesia. Menurutnya, di negara berkembang seperti Indonesia, peluang terbesar masih berada pada peningkatan penetrasi broadband. “Di Indonesia dan banyak negara Asia Tenggara, ruang pertumbuhannya masih sangat besar. Fiber tetap menjadi fondasi jangka panjang, namun implementasinya membutuhkan waktu dan investasi lebih besar. FWA memungkinkan operator bergerak lebih cepat dan efisien untuk menjangkau wilayah suburban, kota tier dua, hingga area yang belum optimal untuk fiber,” ulas Timotius. Ia menekankan FWA bukan sekadar pergeseran Average Revenue Per User (ARPU), melainkan strategi ekspansi pasar yang nyata. “Melalui FWA, kami tidak hanya memperluas akses, tetapi juga memperbesar skala pasar yang bisa kami layani. Ketika basis pelanggan tumbuh, ruang untuk inovasi layanan dan kolaborasi digital menjadi semakin terbuka. Di situlah fase pertumbuhan berikutnya dimulai,” ucapnya. Langkah tersebut diperkuat dengan kemenangan MyRepublic Indonesia dalam lelang spektrum 1,4 GHz yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk Regional 2 dan Regional 3, mencakup wilayah Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara. Berbekal spektrum tersebut, MyRepublic Indonesia menghadirkan MyRepublic Air sebagai solusi Fixed Wireless Access (FWA) dengan teknologi True 5G–Fiber Quality dan paket Truly Unlimited yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman internet rumah dengan fleksibilitas jaringan nirkabel. Saat ini, MyRepublic Air tengah menjalani proses Uji Laik Operasi (ULO) secara bertahap di sejumlah lokasi di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Bali dan Nusa Tenggara. MyRepublic Air dipersiapkan segera untuk melayani masyarakat sebagai solusi akses internet rakyat, khususnya di wilayah yang membutuhkan percepatan penetrasi broadband berkualitas. Dengan penguasaan spektrum tersebut, MyRepublic Indonesia mempercepat perluasan akses internet berkualitas di luar Pulau Jawa dan memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain yang aktif mendorong pemerataan konektivitas nasional. Partisipasi Timotius dalam Asian Telecom Summit 2026 menegaskan peran MyRepublic Indonesia bukan hanya sebagai operator, tetapi juga sebagai bagian dari para pemimpin industri yang turut membentuk arah diskusi dan strategi pertumbuhan telekomunikasi di kawasan Asia Tenggara.

Thermax Percepat Efisiensi Energi dan Air di Asteng Pakai Teknologi Closed-Loop Cooling Towers Internasional
Internasional
Sabtu, 15 November 2025 | 17:35 WIB

Thermax Percepat Efisiensi Energi dan Air di Asteng Pakai Teknologi Closed-Loop Cooling Towers

Jakarta, katakabar.com - Thermax perkuat perannya sebagai pemimpin solusi energi dan lingkungan dengan menghadirkan generasi terbaru closed-loop cooling towers yang dirancang untuk membantu industri di Asia Tenggara mengurangi konsumsi energi, menghemat air, dan menjaga stabilitas proses produksi. Di tengah meningkatnya kebutuhan industri terhadap operasi yang berkelanjutan, teknologi ini menjadi alternatif modern yang lebih efisien dibandingkan sistem pendinginan konvensional. Dengan pengalaman puluhan tahun dalam solusi pendinginan proses industri, Thermax menyediakan sistem yang menjaga kualitas air tetap bersih, mencegah kontaminasi, serta meminimalkan scaling dan korosi. Dengan menggantikan open-loop cooling tower yang boros air dan membutuhkan perawatan besar, perusahaan dapat menekan biaya operasional sekaligus memperpanjang umur peralatan produksi. Closed-loop cooling towers Thermax mampu mempertahankan suhu proses dengan presisi serta meminimalkan kehilangan air akibat evaporasi. Sistem ini mengurangi kebutuhan bahan kimia dan menekan gangguan operasional yang sering muncul pada sistem pendinginan terbuka. Keunggulan utama meliputi penghematan air, efisiensi energi, keandalan operasional, kebutuhan perawatan yang rendah, serta dukungan kuat terhadap program keberlanjutan perusahaan. Manfaat tersebut menjadikan teknologi ini relevan untuk sektor manufaktur, petrokimia, pangan, dan pembangkit yang membutuhkan pendinginan stabil sepanjang tahun. Sebuah produsen particle board terkemuka di Malaysia sebelumnya menghadapi tingginya penggunaan air, biaya energi yang besar, serta kontaminasi pada sistem pendinginan mereka. Thermax kemudian menghadirkan solusi terintegrasi yang menggabungkan closed-loop cooling tower dengan absorption chiller berbasis panas buang. Pendekatan ini berhasil mengurangi penggunaan air hingga 10.000 liter per jam serta menghemat energi listrik sebesar 172 kW per jam. Masalah kontaminasi dan scaling yang sebelumnya mengganggu kelancaran produksi juga dapat ditekan secara signifikan, sehingga biaya perawatan menurun dan efisiensi operasional meningkat. Seiring meningkatnya komitmen industri di Asia Tenggara terhadap efisiensi sumber daya dan pengurangan dampak lingkungan, teknologi pendinginan yang berkelanjutan menjadi bagian penting dari strategi jangka panjang. Thermax terus mendukung perubahan ini dengan menghadirkan keahlian global dan dukungan teknis lokal, memastikan setiap solusi dirancang sesuai kebutuhan operasional sekaligus mendukung target keberlanjutan. Closed-loop cooling towers tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga membantu industri melakukan transformasi menuju operasi yang lebih bersih, cerdas, dan kompetitif. Tentang Thermax Thermax Limited (NSE: THERMAX) adalah perusahaan global terkemuka di sektor energi dan lingkungan serta mitra terpercaya dalam transisi energi industri. Portofolionya mencakup solusi udara bersih, energi bersih, air bersih, dan bahan kimia industri. Melalui kemitraan jangka panjang dengan berbagai sektor, Thermax telah membangun keahlian kuat dalam audit, konsultasi, pelaksanaan proyek, pemeliharaan, dan layanan digital. Dengan rekayasa teknologi yang maju dan pendekatan solusi terintegrasi, Thermax membantu pelanggan mengubah biaya menjadi keuntungan terukur sekaligus menurunkan jejak lingkungan. Thermax mengoperasikan 14 fasilitas manufaktur di India, Eropa, dan Asia Tenggara, serta memiliki 45 anak perusahaan di dalam dan luar negeri.