Pekanbaru, katakabar.com - Sejarah baru tercatat di tubuh Kepolisian Republik Indonesia. Seekor anjing pelacak bernama Reno K9 resmi menjadi satwa pertama di Indonesia yang menerima penghargaan dan Medali Vira Satya Manava Raksaka Pasu dari Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Penganugerahan penghargaan tersebut dilaksanakan pada Rabu (4/2), dan diserahkan secara simbolis oleh Kapolda Riau, Irjen Pol Hery Heryawan di Lantai 6 Mapolda Riau. Acara berlangsung khidmat dan dihadiri jajaran kepolisian, aktivis lingkungan, serta para pencinta satwa.

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi, dan pengabdian Reno K9 di berbagai misi kemanusiaan, termasuk saat bertugas mencari korban bencana alam.

Apresiasi Pertama Satwa di Indonesia

Aktivis lingkungan dan pemerhati kesejahteraan hewan, Melanie Subono, menyebut penghargaan ini sebagai langkah bersejarah.

“Di Indonesia, baru di Riau ada penghargaan seperti ini. Saya sangat setuju. Ini bentuk penghormatan terhadap dedikasi Reno kepada Polda Riau. Reno adalah pahlawan. Semoga ini tidak berhenti di sini,” ujarnya.

Menurut Melanie, langkah Polda Riau dapat menjadi contoh nasional dalam memperlakukan satwa bukan sekadar alat kerja, melainkan bagian dari nilai kemanusiaan.

Reno Mengubah Aturan Penghargaan Polri

Asisten SDM Polri, Brigjen Pol Budhi Herdi Susianto, mengungkapkan selama ini tidak ada regulasi yang mengatur pemberian penghargaan kepada satwa.

“Karena Reno, kita semua tergugah. Setelah berkoordinasi dengan Direktorat Satwa, akhirnya konsep penghargaan ini disusun. Reno menjadi alasan lahirnya aturan penghargaan bagi satwa,” kata Brigjen Budhi.

Ia menjelaskan, Reno dikenal sebagai anjing yang berani dan berperan penting dalam misi kemanusiaan, termasuk pelacakan korban bencana.

“Lantaran itu kami menganugerahkan gelar Vira Satya Manava Raksaka Pasu, yang bermakna hewan pemberani penjaga kemanusiaan,” ucapnya.

Penghargaan ini, sambungnya, tidak terbatas hanya untuk satwa Polri, tetapi juga terbuka bagi hewan non-Polri yang berjasa bagi kemanusiaan.

Gugur Saat Bertugas di Sumatera Barat

Kapolda Riau, Irjen Pol Hery Heryawan menegaskan bahwa penganugerahan kepada Reno K9 merupakan yang pertama kali dalam sejarah Indonesia.

Reno dilatih sejak umur satu tahun oleh Brigadir Fernando Hosea Sinaga dan telah menjalankan tugas sebagai anjing pelacak selama tujuh tahun. Reno gugur saat menjalankan misi kemanusiaan di Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada 30 November 2025.

Anjing jenis herder berusia 8 tahun 4 bulan ini wafat setelah berhasil melacak korban bencana alam, menuntaskan tugasnya hingga akhir hayat.

Simbol Loyalitas dan Kemanusiaan

Sebelumnya, Polda Riau juga telah lebih dahulu memberikan penghargaan kepada Reno dalam acara “Reno K9 Sang Pahlawan Kemanusiaan” di Jalan Cut Nyak Dien, Pekanbaru, Minggu (1/2).

Kapolda Riau menegaskan, Reno bukan sekadar anjing pelacak, melainkan bagian dari keluarga besar Polda Riau.

“Reno bekerja dalam hening, tanpa pamrih, tanpa mengharapkan imbalan. Ia memberi kita pelajaran tentang arti loyalitas dan kesetiaan,” sebut Irjen Hery.

Ia menambahkan, nilai-nilai kemanusiaan yang ditunjukkan Reno akan terus dikenang dan menjadi pengingat pengabdian sejati tidak selalu datang dari manusia.

“Kita hadir hari ini untuk menguatkan makna kemanusiaan yang ditunjukkan oleh seekor anjing. Nilai itulah yang akan terus hidup,” tandasnya.