Polda Riau Bawa Harapan ke Tepian Negeri, Total 3.600 Mangrove Bentengi Kuala Selat Lingkungan
Lingkungan
Sabtu, 15 Agustus 2026 | 20:07 WIB

Polda Riau Bawa Harapan ke Tepian Negeri, Total 3.600 Mangrove Bentengi Kuala Selat

Kateman, katakabar.com - Ekspedisi Merah Putih Presisi Polda Riau dilaksanakan di Desa Kuala Selat, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, Sabtu (15/8). Kegiatan yang dipusatkan di kawasan pesisir tersebut dihadiri Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Mohammad Jumhur Hidayat, Kapolda Riau Irjen, Pol Dr. Herry Heryawan, S.I.K., M.H., M.Hum., Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan, serta akademisi, dan pengamat politik, Rocky Gerung. Hadir pula perwakilan Pelaksana Tugas Gubernur Riau, Job Kurniawan, A.P., M.Si., Deputi Tata Lingkungan dan Sumber Daya Alam Berkelanjutan Kementerian Lingkungan Hidup, Ir. Sigit Reliantoro, M.Sc., Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau, Supartono, S.Hut., M.P., serta Sekretaris Pribadi Menteri Lingkungan Hidup, Sri Ambar Kusumawati. Dari jajaran Polda Riau, hadir Kepala Biro Operasi, Kombes Pol Ino Harianto, Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan, Kombes Pol Harissandi, Komandan Satuan Brimob, Kombes Pol I Ketut Gede Adi Wibawa, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat,Kombes Pol Akmadi, serta Direktur Reserse Kriminal Khusus, Kombes Pol Ade Kuncoro Ridwan. Sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir hadir, yakni Bupati Indragiri Hilir, H. Herman, Ketua DPRD Indragiri Hilir, Iwan Taruna, S.T., M.Si., Dandim 0314/Indragiri Hilir, Letkol Arm Wahib Mustofa Fathurrahman, M.Han., Kapolres Indragiri Hilir, AKBP Donny Eko Listianto, S.H., S.I.K., M.H., Kajari Indragiri Hilir, Sugito, dan Kepala Desa Kuala Selat, Nurjaya, S.Pd. Kegiatan tersebut turut diikuti para pejabat terkait, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, serta masyarakat Desa Kuala Selat. Menteri Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat, mengatakan penanaman mangrove di kawasan seluas 1.500 hektare bagian dari gagasan besar Presiden Republik Indonesia, H Prabowo Subianto. Gagasan itu kemudian diterjemahkan dan ditindaklanjuti melalui program pemulihan lingkungan oleh kementerian terkait. “Saya berkomitmen agar nantinya dapat ditambah lagi sebagai upaya pemulihan lingkungan di wilayah Kuala Selat,” terang Jumhur. Menurut Jumhur, program pemulihan lingkungan tersebut juga berpotensi menciptakan lapangan pekerjaan hijau atau green jobs bagi masyarakat setempat. “Dalam pemulihan ini akan tersedia pekerjaan bagi para pekerja hijau, mulai dari menanam bibit hingga merawatnya, dan itu dianggarkan. Setidaknya membutuhkan waktu tiga tahun sampai bibit mangrove tersebut tumbuh kokoh,” ujarnya. Sementara, Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, menjelaskan Ekspedisi Merah Putih Presisi merupakan tindak lanjut arahan Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Kegiatan ini bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke 81 Kemerdekaan Republik Indonesia. “Melalui kegiatan ekspedisi ini, Polri hadir di tengah masyarakat sekaligus memberikan perhatian terhadap lingkungan, khususnya kawasan yang terdampak kerusakan,” ucap Irjen Pol Herry. Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan, menekankan pentingnya keterlibatan perempuan dalam menjaga dan memulihkan lingkungan. Kata Tan, perempuan harus mendapat kesempatan untuk terlibat langsung sebagai pekerja hijau. “Perempuan bukan hanya sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai pelaku. Kita perlu memikirkan bersama status dan perlindungan mereka karena bukan tidak mungkin pekerja hijaunya adalah perempuan yang juga menjadi tulang punggung keluarga,” bebernya. Rocky Gerung turut mengapresiasi pelaksanaan Ekspedisi Merah Putih Presisi di wilayah pulau-pulau terluar. Menurutnya, pemulihan kawasan pesisir merupakan bagian dari upaya menjaga kedaulatan dan keberlanjutan wilayah Indonesia. “Alam telah menyediakan tentaranya sendiri, namanya mangrove. Kaki-kaki mangrove lebih kuat daripada kaki-kaki tentara. Kita ingin keamanan dijaga oleh tentara sekaligus diperkuat oleh pulau-pulau terluar,” tutur Rocky. Kepala Desa Kuala Selat, Nurjaya, menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah dan Polda Riau terhadap kondisi lingkungan serta kehidupan masyarakat pesisir. Perhatian tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan kawasan yang terdampak abrasi dan kerusakan kebun milik warga. Ekspedisi Merah Putih Presisi Polda Riau diisi dengan sejumlah kegiatan, antara lain penanaman 3.600 bibit mangrove di kawasan pesisir Desa Kuala Selat, penyerahan 750 paket sembako dan 10 unit mesin ketinting kepada nelayan, dialog bersama masyarakat, serta berbagai kegiatan sosial dan lingkungan lainnya. Kegiatan tersebut diharapkan memperkuat kolaborasi antara pemerintah, Polri, TNI, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga ekosistem pesisir serta melindungi Desa Kuala Selat dari ancaman abrasi.

Jelang Patroli Karhutla Kapolda Riau, Kapolres Kepulauan Meranti Perkuat Pencegahan ke Tingkat Desa Riau
Riau
Senin, 10 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Jelang Patroli Karhutla Kapolda Riau, Kapolres Kepulauan Meranti Perkuat Pencegahan ke Tingkat Desa

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Menjelang kunjungan sekaligus pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kapolda Riau di Kabupaten Kepulauan Meranti, jajaran Polres Kepulauan Meranti diminta memperkuat langkah antisipasi di seluruh wilayah hukum. Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita, S.I.K., meminta seluruh Kapolsek dan Bhabinkamtibmas bersama personel masing-masing bergerak aktif melakukan pemantauan dan pencegahan Karhutla selama sepekan ke depan. Arahan tersebut disampaikan Kapolres kepada jajaran, Senin (10/8), sebagai bagian dari upaya memastikan kondisi wilayah tetap aman dari ancaman kebakaran hutan dan lahan, khususnya di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat di berbagai daerah. Kapolres Kepulauan Meranti menekankan, pencegahan tidak cukup hanya dilakukan ketika titik api sudah muncul. Upaya deteksi dini dan edukasi kepada masyarakat harus diperkuat dari tingkat desa hingga lokasi-lokasi yang menjadi pusat keramaian. Salah satu langkah yang diminta adalah mengintensifkan sosialisasi secara langsung. Bhabinkamtibmas dan personel Polsek diminta memanfaatkan kendaraan dinas yang dilengkapi pengeras suara maupun membawa toa untuk menyampaikan imbauan kepada masyarakat. Sosialisasi tersebut dapat dilakukan di berbagai titik keramaian, termasuk saat berlangsungnya kegiatan masyarakat seperti pertandingan mini soccer dan kegiatan lainnya. Pesan yang disampaikan diarahkan untuk mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Selain pendekatan persuasif, Kapolres juga meminta jajarannya kembali menggencarkan pemasangan spanduk dan banner berisi imbauan pencegahan Karhutla. Informasi mengenai ancaman sanksi pidana bagi pelaku pembakaran hutan dan lahan juga harus disampaikan secara jelas. Menurutnya, pemahaman masyarakat mengenai konsekuensi hukum menjadi salah satu bagian penting dalam membangun efek pencegahan atau deterrence effect, sehingga praktik pembakaran lahan tidak lagi dianggap sebagai cara yang biasa dilakukan dalam membuka atau membersihkan lahan. Di tingkat desa, patroli juga diminta dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan berbagai unsur terkait. Kapolsek dan Bhabinkamtibmas diharapkan dapat menggandeng pemerintah desa, serta Masyarakat Peduli Api (MPA) untuk melakukan pemantauan secara rutin terhadap lokasi-lokasi yang memiliki potensi terjadinya karhutla. Kapolres Kepuluan Meranti juga mendorong para kepala desa memberikan perhatian terhadap keberadaan MPA, termasuk menyiapkan insentif bagi anggota yang aktif dan konsisten melaksanakan patroli pencegahan karhutla. "Seluruh bhabin dan kapolsek bersama anggotanya seminggu kedepan memastikan tidak ada karhutla di wilkumnya masing masing," jelas AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita. Ia juga meminta seluruh rangkaian kegiatan pencegahan tersebut didokumentasikan dengan baik dalam bentuk foto maupun video. Dokumentasi itu nantinya akan ditampilkan pada Kamis sebagai bagian dari upaya memperlihatkan langkah nyata jajaran kepolisian dalam mencegah karhutla. Ditegaskannya, publikasi kegiatan bukan sekadar dokumentasi, tetapi juga menjadi bagian dari strategi memperkuat pesan pencegahan kepada masyarakat. Langkah-langkah preemtif dan preventif yang selama ini dilakukan perlu diketahui publik agar kesadaran bersama terhadap bahaya karhutla semakin kuat. "Semoga upaya dan kinerja kita menjadi ladang ibadah untuk kita semua dan biarkan Tuhan yg membalasnya berkali kali lipat rekan rekan," pesannya. Kapolres Kepulauan meminta seluruh personel tetap menjaga semangat dan kekompakan dalam menjalankan tugas. Pencegahan karhutla, menurutnya, membutuhkan kerja bersama antara kepolisian, pemerintah desa, masyarakat, MPA, serta seluruh pemangku kepentingan.

Kapolda Riau Bawa Semangat Merah Putih ke Pesisir Concong Salurkan Bantuan Ketinting hingga Tanam Mangrove Riau
Riau
Kamis, 30 Juli 2026 | 19:01 WIB

Kapolda Riau Bawa Semangat Merah Putih ke Pesisir Concong Salurkan Bantuan Ketinting hingga Tanam Mangrove

Indragiri Hilir, katakabar.com - Semangat menyambut Hari Ulang Tahun ke 81 Kemerdekaan Republik Indonesia diwujudkan Polda Riau melalui Ekspedisi Merah Putih Presisi, sebuah gerakan sosial yang menyentuh langsung masyarakat di wilayah terdepan, tertinggal, dan terluar (3T). Mengawali ekspedisi tersebut, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan hadir di Kecamatan Concong, Kabupaten Indragiri Hilir, Kamis (30/7), dengan membawa berbagai bantuan yang menyasar sektor ekonomi, pendidikan, lingkungan, hingga penguatan pelayanan kepolisian. Di hadapan masyarakat pesisir, Kapolda secara simbolis menyerahkan 20 unit mesin ketinting kepada para nelayan. Bantuan itu diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus meringankan beban masyarakat yang menggantungkan hidup dari hasil laut. Irjen Pol Herry, menegaskan bantuan tersebut bukan sekadar simbol seremonial, melainkan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat. "Ini adalah simbol kepedulian Polri untuk mendukung aktivitas masyarakat, terutama yang tinggal di wilayah pesisir. Kita hadir untuk mendengar keluh kesah warga, kemudian hadir langsung memberikan sumbangsih dan berbagi kepada sesama," jelasnya. Di momen itu, Kapolda Riau berdialog langsung dengan warga untuk mendengarkan berbagai aspirasi dan kebutuhan masyarakat pesisir. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kapolres Indragiri Hilir, Bupati Indragiri Hilir,Dandim 0314/Inhil, Forkopimda,Forkopimcam,tokoh masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Selain fokus pada pemberdayaan ekonomi, Kapolda juga menunjukkan kepeduliannya terhadap kelestarian lingkungan. Bersama rombongan, ia mengunjungi SD Negeri 002 Concong, dan melakukan penanaman bibit mangrove sebagai upaya menjaga ekosistem pesisir sekaligus mengurangi ancaman abrasi. Bibit mangrove juga diserahkan kepada enam perwakilan masyarakat agar gerakan penghijauan dapat terus berlanjut. Di sekolah tersebut, Kapolda serahkan bantuan berupa buku tulis dan alat tulis kepada para siswa sebagai bentuk dukungan terhadap dunia pendidikan. Bahkan, sejumlah boneka juga diberikan kepada siswa SD Negeri 002 Concong dan SMAN 1 Concong sebagai wujud perhatian kepada generasi muda. Rangkaian kegiatan berlanjut ke Mapolsek Concong. Kapolda meninjau kondisi kantor polisi yang sebelumnya mengalami kebakaran pada 3 Maret 2026 lalu, sekaligus memastikan kesiapan sarana dan prasarana pelayanan masyarakat. Dalam kunjungan itu, Kapolda menyerahkan dua unit sepeda motor operasional kepada Kapolsek Concong guna mendukung tugas kepolisian di wilayah tersebut. Kegiatan kemudian dipusatkan di Vihara Phala Virya, Kelurahan Concong Luar. Di lokasi itu, selain menyerahkan bantuan mesin ketinting, Kapolda kembali mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat persatuan, menjauhi bahaya narkoba, serta bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan. Menurutnya, Ekspedisi Merah Putih Presisi merupakan implementasi semangat perjuangan para pendiri bangsa yang diwujudkan melalui aksi nyata di tengah masyarakat. "Keberagaman adalah kekuatan. Lingkungan yang lestari adalah investasi masa depan dan keamanan adalah tanggung jawab bersama," ucapnya. Kapolda berharap bantuan yang disalurkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama para nelayan, sekaligus membangkitkan semangat gotong royong dalam menjaga alam untuk generasi mendatang. "Terus berikan contoh kepada penerus kita bahwa kita mewariskan alam ini dan generasi penerus akan menjaga serta melestarikan lingkungan di masa depan," pesannya. Ekspedisi Merah Putih Presisi akan berlangsung mulai 30 Juli hingga 17 Agustus 2026. Dalam pelaksanaannya, Polda Riau menggandeng TNI, Forkopimda, mahasiswa, aktivis lingkungan, serta berbagai elemen masyarakat untuk menyambangi 17 titik di wilayah 3T Provinsi Riau. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Kapolda Riau ingin memastikan bahwa semangat Merah Putih tidak hanya diperingati melalui upacara, tetapi juga diwujudkan lewat aksi nyata yang menyentuh kehidupan masyarakat, mulai dari meningkatkan kesejahteraan nelayan, mendukung pendidikan anak-anak, melestarikan lingkungan pesisir, hingga memperkuat pelayanan kepolisian di daerah terpencil.

Bukan Sekadar Silaturahmi, IWO Inhil dan Polres Bahas Informasi Hoaks hingga Green Policing Kapolda Riau Riau
Riau
Senin, 27 Juli 2026 | 21:27 WIB

Bukan Sekadar Silaturahmi, IWO Inhil dan Polres Bahas Informasi Hoaks hingga Green Policing Kapolda Riau

Tembilahan, katakabar.com - Pengurus Daerah Ikatan Wartawan Online (PD IWO) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) silaturahmi ke Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Indragiri Hilir, Senin (27/7) sore. Rombongan IWO Indragiri Hilir diterima Kapolres Indragiri Hilir, AKBP Donny Eko Listianto, S.H., S.I.K., M.H., didampingi Kasat Intelkam Polres Indragiri Hilir, AKP Jamaluddin, S.H., M.H., di ruang kerja Kapolres Indragiri Hilir, Jalan Jenderal Sudirman, Tembilahan. Pertemuan berlangsung sekitar pukul 15.30 WIB tersebut turut dihadiri Ketua Pengurus Wilayah (PW) IWO Provinsi Riau, Muridi Susandi bersama sejumlah pengurus IWO lainnya. Silaturahmi tersebut menjadi momentum perkuat komunikasi dan sinergi antara insan pers dan kepolisian, khususnya dalam menghadapi tantangan penyebaran informasi palsu atau hoaks di ruang digital, menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), serta mendukung penyampaian informasi terkait program kepolisian. Di antara yang turut dibahas pada pertemuan tersebut yakni peran media mensosialisasikan program Green Policing yang digagas Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan sebagai langkah kepolisian meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan serta mengajak masyarakat menjaga kelestarian alam. Ketua PD IWO Indragiri Hilir, menyampaikan wartawan memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi yang edukatif kepada masyarakat, termasuk mendukung program-program positif pemerintah dan kepolisian. "Pers tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab memberikan edukasi kepada masyarakat. Kami siap bersinergi dalam menyampaikan informasi yang positif, termasuk program Green Policing agar semakin dikenal masyarakat," ujarnya. Ia mengatakan, perkembangan teknologi informasi membuat arus informasi semakin cepat sehingga wartawan dituntut mengedepankan verifikasi, profesionalitas, serta kode etik jurnalistik. "Melalui pemberitaan yang akurat dan berimbang, kami ingin ikut menciptakan ruang informasi yang sehat serta membantu menangkal penyebaran berita hoaks yang dapat mengganggu Kamtibmas," ucapnya. Kapolres Indragiri Hilir, AKBP Donny Eko Listianto menyambut baik kunjungan silaturahmi jajaran IWO Indragiri Hilir tersebut. Menurutnya, media merupakan mitra strategis Polri menyampaikan informasi kepada masyarakat, memberikan edukasi publik, serta mendukung terciptanya situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif. "Kami mengapresiasi silaturahmi dari rekan-rekan IWO Indragiri Hilir. Media memiliki peran penting dalam membantu Polri menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat," terang AKBP Donny. Ia mengajak insan pers untuk bersama-sama menangkal penyebaran berita hoaks serta menyampaikan informasi yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat. "Kami berharap kerja sama dan komunikasi yang baik ini terus ditingkatkan. Mari bersama-sama memberikan informasi yang positif, berimbang, dan bertanggung jawab demi menjaga Kamtibmas di Kabupaten Indragiri Hilir," bebernya. Kapolres juga menyampaikan pentingnya dukungan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga lingkungan dan menyosialisasikan program Green Policing yang menjadi salah satu upaya kepolisian dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap kelestarian alam. "Program-program positif seperti Green Policing perlu diketahui masyarakat luas. Peran media sangat penting dalam membantu menyampaikan pesan-pesan tersebut," sebutnya. Kapolres turut mengimbau masyarakat agar lebih bijak menggunakan media sosial dengan memastikan kebenaran setiap informasi sebelum mempercayai maupun membagikannya. Kegiatan silaturahmi tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Pertemuan ini diharapkan semakin memperkuat kemitraan antara IWO Indrgiri Hilir dan Polres Indrgiri Hilir dalam menciptakan ekosistem informasi yang sehat, menjaga Kamtibmas, serta mendukung program kepolisian di Kabupaten Indragiri Hilir

Mangrove Dirusak di Rohil, Kapolda Riau Geram: Ini Benteng Masyarakat Pesisir Tempat Satwa Berkembang Biak Hukrim
Hukrim
Jumat, 24 Juli 2026 | 20:02 WIB

Mangrove Dirusak di Rohil, Kapolda Riau Geram: Ini Benteng Masyarakat Pesisir Tempat Satwa Berkembang Biak

Rokan Hilir, katakabar.com - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, geram saat melihat kerusakan hutan mangrove di Kabupaten Rokan Hilir diduga sengaja dirusak demi kepentingan pribadi. Jenderal bintang dua ini mendatangi langsung lokasi perusakan mangrove yang berada di Dusun Batang Kopau Sungai Siakap Kecil dan Dusun Indah Lestari Kepenghuluan Pasir Limau Kapas Kecamatan Pasir Limau Kapas. Di lokasi itu setidaknya seluas 115,2 hektare kawasan mangrove rusak digarap menggunakan alat berat. Dengan nada geram ia menegaskan tidak ada ruang bagi pelaku kejahatan lingkungan di 'Bumi Lancang Kuning' nama lain dari Riau. Melihat kondisi mangrove yang rusak, Irjen Herry mengaku prihatin sekaligus geram. Menurutnya, mangrove bukan sekadar pepohonan di kawasan pesisir, melainkan ekosistem penting yang menjadi tempat hidup dan berkembang biaknya berbagai satwa. “Ini adalah ekosistem yang menjadi habitat berbagai jenis hewan. Di sinilah mereka berkembang biak, mencari makan, berlindung, dan mempertahankan kelangsungan hidupnya. Merusak mangrove berarti merusak kehidupan,” tegas Herry Jumat (24/7). Ia menambahkan, mangrove juga berfungsi sebagai benteng alami yang melindungi masyarakat pesisir dari ancaman abrasi, gelombang pasang, hingga dampak perubahan iklim. “Jangan hanya melihat luas lahan yang dirusak. Yang rusak adalah benteng masyarakat pesisir. Mangrove melindungi garis pantai, menyerap karbon, dan menjaga keseimbangan alam. Kerusakan ini dampaknya sangat besar,” terangnya. Kapolda menegaskan seluruh unsur di Provinsi Riau memiliki komitmen yang sama untuk memberantas kejahatan lingkungan, mulai dari Polda Riau, Kodam XIX/Tuanku Tambusai, Kejaksaan Tinggi, hingga pemerintah daerah. “Siapa pun yang terbukti merusak hutan, mangrove, melakukan illegal logging, pembakaran hutan dan lahan, maupun kejahatan lingkungan lainnya akan kami proses secara tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Tidak ada toleransi,” tegasnya. Selain penegakan hukum, Polda Riau juga terus kedepankan konsep Green Policing yang menggabungkan langkah pencegahan, penindakan, dan pemulihan lingkungan. Sempena memperingati Hari Mangrove Sedunia pada 26 Juli mendatang, Polda Riau bersama para pemangku kepentingan juga akan menggelar aksi penanaman mangrove di sejumlah kawasan pesisir sebagai bagian dari upaya restorasi ekosistem. “Green Policing bukan hanya menangkap pelaku, tetapi juga memastikan alam kembali pulih. Restorasi harus dilakukan bersama-sama agar masyarakat memahami bahwa mencintai alam sama dengan mencintai diri sendiri dan masa depan generasi yang akan datang,” sebutnya.

Buka Pendidikan Bintara SPKT, Kapolda Riau Tekankan Pelayanan Humanis dan Tolak Kekerasan Hukrim
Hukrim
Senin, 20 Juli 2026 | 11:15 WIB

Buka Pendidikan Bintara SPKT, Kapolda Riau Tekankan Pelayanan Humanis dan Tolak Kekerasan

Kampar, katakabar.com - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau, Irjen Pol Herry Heryawan resmi buka Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Berkemampuan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Tahun Anggaran 2026 di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Riau, Senin (20/7). Irjen Pol Herry menekankan pentingnya membangun personel Polri yang profesional, humanis, serta melarang segala bentuk kekerasan selama proses pendidikan. Ia mengatakan pendidikan pembentukan Bintara bukan sekadar mengubah status masyarakat menjadi anggota Polri, tetapi merupakan proses membentuk karakter, integritas, moral, serta kemampuan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. "Saudara adalah putra-putri terbaik bangsa yang berhasil menyisihkan ribuan pendaftar untuk mengikuti pendidikan di lembaga ini. Jalani pendidikan ini dengan sebaik-baiknya," ujar Herry. Pendidikan Bintara Polri Berkemampuan SPKT tahun ini akan berlangsung selama lima bulan dan diikuti 4.799 peserta didik di seluruh Indonesia. Sebanyak 709 polisi wanita menjalani pendidikan di Sepolwan, sedangkan 4.090 polisi pria mengikuti pendidikan di 31 Sekolah Polisi Negara (SPN). Khusus di Polda Riau, pendidikan diikuti 119 siswa. Angkat tema "Membangun Keutamaan Pendidikan Polri Berbasis Moral dan Literasi untuk Mendukung Program Kedaulatan Pangan, Energi, dan Ekonomi yang Produktif serta Inklusif". Kapolda Riau menegaskan Polri membutuhkan personel yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga memiliki moralitas, integritas, kemampuan berpikir kritis, serta mampu menjawab tantangan perkembangan zaman. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak diukur dari kerasnya latihan yang dijalani peserta, melainkan dari lahirnya anggota Polri yang profesional, berintegritas, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Sebagai calon personel SPKT, para siswa nantinya akan menjadi garda terdepan pelayanan kepolisian. Mereka merupakan personel pertama yang berhadapan langsung dengan masyarakat yang datang ke kantor polisi membawa berbagai persoalan. "Masyarakat datang ke kantor polisi sering kali membawa masalah, ketakutan, kebingungan, bahkan keputusasaan. Lantaran itu, personel SPKT harus mampu menerima laporan dengan cepat, berkomunikasi secara santun, memberikan kepastian hukum, serta menghadirkan pelayanan prima," jelasnya. Orang nomor satu di Mapolda Riau berpesan agar seluruh peserta meningkatkan keimanan dan ketakwaan, menjaga disiplin, menghormati para pendidik, serta membangun solidaritas selama menjalani pendidikan. Ia mengingatkan peserta untuk meninggalkan sikap manja, egois, dan tidak mudah menyerah saat menghadapi tekanan. "Kalau kalian lelah, ingat kembali tujuan datang ke tempat ini. Kalau merasa tertekan, ingat bahwa tekanan yang dikelola dengan baik akan membentuk ketangguhan. Jika ingin menyerah, ingatlah orang tua dan keluarga yang menitipkan harapan dan kebanggaan kepada kalian," serunya. Selain kepada peserta didik, Irjen Pol Herry memberikan arahan tegas kepada seluruh kepala SPN, tenaga pendidik, instruktur, pengasuh, dan tenaga kependidikan agar menyelenggarakan proses pendidikan secara profesional serta mengedepankan pembentukan karakter. Ia secara khusus melarang segala bentuk kekerasan maupun hukuman yang merendahkan martabat peserta didik. "Terapkan disiplin secara tegas, adil, dan konsisten. Hindari segala bentuk kekerasan, hukuman yang merendahkan martabat, serta tindakan yang bertentangan dengan hukum dan nilai-nilai kemanusiaan," tegasnya. Kapolda Riau juga meminta para pendidik memperhatikan kondisi kesehatan peserta selama menjalani latihan, terutama di tengah cuaca panas. Menurutnya, pendidikan yang keras tidak boleh diartikan sebagai pembenaran terhadap tindakan kekerasan. "Latihan boleh berat, tetapi tidak boleh kehilangan martabat. Ketegasan harus membentuk karakter, bukan menumbuhkan dendam. Tekanan latihan harus memperkuat daya juang, bukan merusak fisik dan mental peserta didik," sebut Herry.

PBH PERADI Minta Kapolda Riau Turun Tangan Usut Dugaan Pengeroyokan Sekretaris PKC PMII Riau Hukrim
Hukrim
Senin, 06 Juli 2026 | 20:45 WIB

PBH PERADI Minta Kapolda Riau Turun Tangan Usut Dugaan Pengeroyokan Sekretaris PKC PMII Riau

Pekanbaru, katakabar.com - Belum tuntas pengusutan dugaan tindak kekerasan yang terjadi di Mapolresta Pekanbaru, Jumat (3/7) lalu terhadap dua kader PMII PKC Provinsi Riau, dinilai mencederai rasa keadilan masyarakat. Sekretaris PKC PMII Provinsi Riau, Supriadi, selama ini secara terbuka dan konsisten menyuarakan tuntutan agar pelaku dugaan penganiayaan terhadap dua kader PMII diproses secara hukum, kini diduga menjadi korban tindakan represif. Dari informasi yang diterima, Supriadi diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sekitar 10 orang setelah melakukan pertemuan dengan pihak intelijen Polresta Pekanbaru. Akibat peristiwa tersebut, ia mengalami luka-luka dan saat ini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara. Ketua Bidang Advokasi dan Riset PBH PERADI Pekanbaru, Gita Melanika, S.H., M.H., C.Med., mengatakan pihaknya menduga kuat peristiwa pengeroyokan terhadap Supriadi berkaitan dengan sikap kritis dan keberaniannya mengawal proses hukum atas dugaan tindak kekerasan yang sebelumnya terjadi di Mapolresta Pekanbaru. Pernyataan tersebut disampaikan Gita dalam pernyataan sikapnya pada Senin (6/7). "Bila dugaan tersebut benar, maka peristiwa ini bukan lagi sekadar tindak pidana kekerasan biasa, melainkan dapat dipandang sebagai bentuk intimidasi terhadap seseorang yang sedang memperjuangkan keadilan dan mengawal penegakan hukum. Hal demikian merupakan ancaman serius terhadap kebebasan masyarakat dalam menyampaikan pendapat dan mencari keadilan," Kata Gita. Menurut Gita, sangat ironis bila seseorang yang memperjuangkan penegakan hukum justru diduga menjadi korban kekerasan. Kondisi itu dinilai semakin memprihatinkan apabila rangkaian peristiwa tersebut terjadi di lingkungan atau berkaitan dengan institusi yang seharusnya menjadi tempat masyarakat memperoleh perlindungan, pengayoman, dan kepastian hukum. Ia menegaskan, Kepolisian merupakan institusi negara yang memiliki tugas melindungi, mengayomi, melayani masyarakat, serta menegakkan hukum secara profesional, humanis, dan berkeadilan. Nilai tersebut juga menjadi bagian dari komitmen PRESISI yang selama ini dikedepankan Kapolri. Karena itu, PBH PERADI Pekanbaru mengingatkan agar tidak ada pihak mana pun yang menggunakan cara-cara kekerasan, intimidasi, maupun tindakan represif untuk membungkam suara kritis masyarakat atau aktivis yang sedang memperjuangkan keadilan. "Masyarakat patut mempertanyakan ke mana lagi harus mencari perlindungan apabila rasa aman justru dipertanyakan di tempat yang semestinya menjadi simbol perlindungan hukum," jelasnya. Melalui pernyataan sikap tersebut, PBH PERADI Pekanbaru mendesak Kapolda Riau turun tangan untuk mengusut secara tuntas dua rangkaian dugaan tindak kekerasan itu secara profesional, transparan, dan independen. Selain itu, PBH PERADI meminta kepolisian mengidentifikasi, menangkap, serta memproses hukum seluruh pihak yang diduga terlibat tanpa pandang bulu, termasuk apabila terdapat oknum anggota kepolisian. PBH PERADI juga meminta agar korban dan para saksi diberikan perlindungan hukum sehingga tidak mengalami intimidasi maupun tekanan selama proses hukum berlangsung. Di sisi lain, perkembangan penanganan perkara diminta disampaikan secara terbuka kepada publik sebagai bentuk akuntabilitas institusi. Masih PBH PERADI Pekanbaru, perkara tersebut akan menjadi tolok ukur keseriusan institusi Kepolisian dalam menegakkan hukum terhadap anggotanya sendiri. Masyarakat, kata mereka, menunggu pembuktian bahwa prinsip equality before the law benar-benar diterapkan tanpa pengecualian. Hingga saat ini, Supriadi masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara akibat luka-luka yang dialaminya. PBH PERADI Pekanbaru menegaskan akan terus mengawal perkara tersebut hingga seluruh fakta terungkap secara terang-benderang, seluruh pihak yang bertanggung jawab diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku, serta para korban memperoleh keadilan, perlindungan hukum, dan kepastian hukum sebagaimana dijamin oleh konstitusi dan peraturan perundang-undangan. Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Polresta Pekanbaru maupun Polda Riau terkait dugaan pengeroyokan terhadap Supriadi maupun perkembangan penanganan perkara tersebut.

Green Policing di Pelalawan: Kapolda Riau dan Menteri LH Seru Semua Pihak Jaga Gambut Tetap Basah Nasional
Nasional
Kamis, 18 Juni 2026 | 18:15 WIB

Green Policing di Pelalawan: Kapolda Riau dan Menteri LH Seru Semua Pihak Jaga Gambut Tetap Basah

Pelalawan, katakabar.com - Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Moh. Jumhur Hidayat, didampingi Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, tinjau sejumlah infrastruktur pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Pelalawan, Kamis (18/6). Kunjungan tersebut difokuskan pada pengecekan fungsi sekat kanal sebagai salah satu upaya menjaga kelembapan lahan gambut, dan mengurangi risiko terjadinya kebakaran saat musim kemarau. Selain meninjau kondisi lapangan, rombongan juga melakukan penanaman pohon aren sebagai bagian dari program rehabilitasi lingkungan dan penguatan ekosistem gambut yang berkelanjutan. Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, mengatakan upaya pengendalian karhutla membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, menjaga kawasan gambut tetap basah merupakan langkah strategis untuk mencegah munculnya titik api yang berpotensi memicu bencana asap. "Pengendalian karhutla tidak dapat dilakukan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, TNI-Polri, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat untuk menjaga ekosistem gambut tetap basah serta mencegah bencana asap sejak dini," kata Irjen Pol Herry. Peninjauan sekat kanal dilakukan untuk memastikan sarana pengelolaan tata air di kawasan gambut berfungsi optimal. Infrastruktur tersebut dinilai memiliki peran penting dalam mempertahankan tinggi muka air gambut sehingga potensi kebakaran dapat ditekan secara maksimal. Di kegiatan sama, Menteri Lingkungan Hidup bersama Kapolda Riau dan para pemangku kepentingan melakukan penanaman pohon aren sebagai simbol komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan. Tanaman aren dipilih karena memiliki manfaat ekologis dalam mendukung konservasi lahan sekaligus berpotensi memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat. Irjen Pol Herry menegaskan pendekatan pencegahan harus menjadi prioritas utama dalam penanganan karhutla. Prinsip tersebut, kata dia, sejalan dengan konsep Green Policing yang menempatkan perlindungan lingkungan sebagai bagian penting dari tugas kepolisian. "Green Policing mengajarkan bahwa mencegah lebih baik daripada memadamkan. Karena melindungi lingkungan berarti melindungi kehidupan, kesehatan, dan masa depan generasi yang akan datang," tegasnya. Kabupaten Pelalawan yang memiliki hamparan lahan gambut luas menjadi salah satu wilayah strategis dalam upaya pencegahan karhutla di Provinsi Riau. Oleh karena itu, penguatan pengelolaan tata air, rehabilitasi lingkungan, dan keterlibatan aktif masyarakat dinilai menjadi kunci dalam menjaga ekosistem gambut tetap lestari. Kegiatan ini sekaligus mempertegas komitmen bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat dalam membangun sistem pencegahan karhutla yang berkelanjutan demi menjaga lingkungan dan kualitas hidup masyarakat.

Kapolda Riau Pimpin Penanganan Karhutla di Dumai, Pastikan Pemadaman dan Pendinginan Optimal Hukrim
Hukrim
Kamis, 26 Maret 2026 | 19:31 WIB

Kapolda Riau Pimpin Penanganan Karhutla di Dumai, Pastikan Pemadaman dan Pendinginan Optimal

Dumai, katakabar.com - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau, Irjen. Pol. Dr. Herry Heryawan, S.I.K., M.H., M.Hum. menunjukkan komitmen kuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dengan turun langsung ke lokasi terdampak di wilayah Kota Dumai, guna memastikan proses pemadaman dan pendinginan berjalan secara optimal. Di kegiatan tersebut, Kapolda Riau tidak hanya melakukan peninjauan, tetapi terlibat bersama personel gabungan dalam upaya pemadaman api di lapangan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan setiap titik api, termasuk yang berada di lapisan bawah lahan gambut, dapat ditangani secara menyeluruh. Penanganan Karhutla melibatkan sinergitas lintas sektor yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, serta unsur terkait lainnya. Seluruh personel bekerja secara terpadu dengan menggunakan peralatan pemadaman guna mempercepat proses pemadaman dan mencegah meluasnya kebakaran. Ia menegaskan upaya pemadaman harus dilakukan secara maksimal dan berkelanjutan, disertai langkah pendinginan guna mengantisipasi munculnya kembali titik api. Selain itu, ujarnya, aspek keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan tugas di lapangan. “Laksanakan tugas secara profesional dan utamakan keselamatan. Pastikan seluruh titik api benar-benar padam, termasuk potensi api di bawah permukaan,” tegas Irjen Pol. Dr. Herry. Menurutnya, penting upaya pencegahan melalui patroli terpadu dan peningkatan kesadaran masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan yang dapat memicu terjadinya Karhutla. Kehadiran Kapolda Riau di lokasi diharapkan mampu meningkatkan semangat dan soliditas personel gabungan, sekaligus memastikan bahwa seluruh rangkaian penanganan karhutla di wilayah Dumai dapat berjalan dengan efektif, tuntas, dan terkendali. Selama kegiatan berlangsung, situasi keadaan aman dan kondusif. Upaya pemadaman dan pendinginan terus dilakukan hingga dipastikan tidak terdapat lagi titik api yang berpotensi menimbulkan kebakaran lanjutan.