Balikpapan, katakabar.com - Workshop Jurnalistik ankat tema “Suara Petani, Pelatihan Jurnalistik untuk Generasi Baru di Industri Sawit” digelar di Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur.
Kepala Dinas Perkebunan Kalimantan Timur, Ence Achmad Rafiddin Rizal yang buka kegiatan, berkat hasil kerja sama antara Sawitsetara dan Apkasindo yang didukung penuh BPDPKS.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas petani sawit di bidang jurnalistik. Total 105 peserta hadir dalam kegiatan pelatihan ini, meliputi 30 orang petani milenial generasi pertama dan 75 orang dari generasi kedua.
Para peserta mayoritas petani muda, diberikan kesempatan untuk mempelajari teknik jurnalistik, dan bagaimana mereka bisa memanfaatkan media untuk suarakan kisah sukses dan tantangan di lapangan.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan mendalam mengenai penggunaan media untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan industri sawit.
Rizal menegaskan pentingnya pelatihan jurnalistik bagi petani sawit, khususnya generasi milenial sebagai "jurnalis lapangan" yang mampu mengangkat isu-isu yang terjadi di sektor hulu.
Dengan pelaporan yang objektif dan mendalam, media dapat membantu mengidentifikasi peluang untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.
"Kami berharap pelatihan ini bisa membuka wawasan petani mengenai teknologi inovatif dan praktik terbaik dalam industri sawit yang berkelanjutan," kata Rizal lewat rilis Disbun Kalimantan Timur, dilansir dari laman EMG, Sabtu (7/12).
Dengan pengetahuan jurnalistik yang didapat, menurutnya, petani dapat lebih aktif berperan mengedukasi masyarakat, memperkuat transparansi, dan meningkatkan akuntabilitas dalam industri sawit, serta mendorong penerapan teknologi inovatif di ranah penulisan berita.
"Dengan demikian, informasi terkait sektor hulu dapat disampaikan dengan lebih baik dan diterima secara positif oleh publik," jelasnya.
Ketua DPW Apkasindo Kalimantan Timur, Betmen Siahaan menimpali, petani sawit di Kalimantan Timur paling taat terhadap peraturan. Hal ini dibuktikan dengan diperolehnya Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB) terbesar diantara petani sawit dari wilayah lainnya.
”Kita berharap petani generasi kedua bisa mendorong hal tersebut dengan berbekal ilmu. Makanya petani generasi kedua kita dorong terus lewat pelatihan-pelatihan. Hal ini penting agar petani generasi kedua dapat mengunakan ilmunya agar sawit lebih kuat lagi dan bisa meluruskan black campaign yang tidak berdasarkan fakta. Saya berharap petani generasi kedua bisa memajukan sawit lebih baik lagi,” terangnya.
Ia berharap generasi kedua bisa mengkampanyekan sawit, karena secara sumber daya manusia (SDM) lebih mumpuni dibandingkan dengan petani generasi pertama. Diantaranya dalam hal budidaya sesuai good agricultural practices (GAP).
“Dengan budidaya yang lebih baik, bisa meningkatkan produktivitas. Sebenarnya petani generasi muda sudah mengerti tentang budidaya, hanya belum mendapat kesempatan. Jadi sekaranglah waktunya petani generasi kedua memegang peranan dalam mengelola sawit,” sebutnya.
Bantu Petani Sawit Sampaikan Kisah Sukses k Publik Ini Pentingnya Pelatihan Jurnalistik
Diskusi pembaca untuk berita ini