Mendag RI Seru Masyarakat Jangan Terpaku MinyaKita Tapi Lihat Berbagai Migor Lain Nasional
Nasional
Minggu, 08 Februari 2026 | 19:52 WIB

Mendag RI Seru Masyarakat Jangan Terpaku MinyaKita Tapi Lihat Berbagai Migor Lain

Jakarta, katakabar.com - Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Budi Santoso, seru masyarskat jangan terpaku MinyakKita tetapi lihat berbagai minyak goreng lain. Mendag RI menyerukan hal itu saat pantau produksi minyak goreng di pabrik PT Mikie Oleo Nabati Industri (MONI) di Bekasi, Jawa Barat. Kunjungan kali ini untuk pastikan kecukupan pasokan minyak goreng sebelum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadhan dan Idul Fitri 2026. Mendag RI menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga minyak goreng dan memastikan pasokan selalu tersedia, dalam hal ini menjelang HBKN. “Kami telah cek langsung proses produksi dan ketersediaan minyak di PT MONI. Pada prinsipnya, pasokan minyak cukup untuk memenuhi kebutuhan jelang Ramadan dan Idulfitri. Kami juga pastikan harga terkendali untuk menyambut HBKN,” kata Budi Santoso, dilansir dari laman mediaperkebunan.id, Ahad (8/2). Ia mengatakan, berbagai jenis dan merek minyak goreng yang beredar di pasar telah memberikan banyak pilihan bagi konsumen untuk membeli. “Jenis dan merek minyak goreng di pasaran itu ada banyak, kualitas sama-sama baik dan harganya juga terjangkau. Konsumen tidak perlu terpaku dengan keberadaan MinyakKita. Kami sudah meminta agar produsen membuat minyak setipe MinyakKita, dan mendorong agar minyak goreng lain lebih banyak beredar dengan harga yang terjangkau,” jelasnya. MinyakKita instrumen intervensi pasar melalui skema Domestic Market Obligation (DMO). Strategi ini bertujuan untuk menjaga pasokan dan menstabilkan harga minyak goreng dalam negeri ketika harga minyak kelapa sawit global meningkat. MinyakKita bukan minyak subsidi karena pasokan dipenuhi dari DMO dan dijual dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan. “MinyakKita sering jadi indikator ketersediaan dan stabilitas harga minyak goreng. Kalau MinyakKita naik, kesannya harga minyak goreng naik semua. MinyakKita yang menggunakan skema DMO bergantung pada volume ekspor untuk mendapatkan pasokan bagi produksi minyak goreng kemasan rakyat. Tapi, kalau ekspor turun bukan berarti tidak ada minyak goreng karena di pasar masih ada banyak pilihannya,” tuturnya. Direktur Utama PT MONI, Vimala Putra, menimpali permintaan masyarakat terhadap produk minyak goreng premium yang diproduksi perusahaannya cukup tinggi, sebanding dengan MinyakKita. “Permintaan konsumen sama karena konsumen bisa merasa manfaatnya pakai minyak goreng ini,” ucap Vimala. PT Mikie Oleo Nabati Industri memproduksi berbagai jenis minyak goreng, di antaranya minyak goreng premium dengan merek Sunco, minyak goreng second brand dengan merek MG Jaya, dan MinyakKita.

Pemerintah Tambah Anggaran Setengah Triliun Rupiah Perluas Bansos Migor Sawit
Sawit
Minggu, 21 September 2025 | 21:31 WIB

Pemerintah Tambah Anggaran Setengah Triliun Rupiah Perluas Bansos Migor

Jakarta, katakabar.com - Pemerintah gelontorkan setengah trilun rupiah sebagai tambahan anggaran guna memperluas bansos minyak goreng, sehingga dapat menjangkau lebih banyak keluarga yang membutuhkan. Pemerintah memperluas bantuan sosial atau ansos untuk masyarakat miskin dengan menambahkan minyak goreng 2 liter per keluarga. Penambahan ini mengacu pada perhitungan terbaru yang menyatakan anggaran tambahan mencapai setengah triliun rupiah. Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu, Febrio Nathan Kacaribu, mengatakan tambahan bansos ini mendampingi bantuan beras 10 kilogram per bulan yang sudah direncanakan selama dua bulan. “Bantuan minyak goreng itu tadi kita hitung cepat mungkin sekitar setengah triliun rupiah. Itu lumayan oke,” kata Febrio kepada wartawan di Gedung DPR RI, Kamis (18/9) lalu, dilansir dari laman EMG, Minggu (21/9). Menurut Febrio, penambahan Bansos ini diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat, terutama di tengah fluktuasi harga pangan yang sempat meningkat. “Sudah kita hitung tadi, memang sudah komunikasi dengan Banggar, akan cukup manageable dan mendampingi bantuan beras untuk dua bulan. Itu bagus untuk daya beli masyarakat,” ucapnya. Sebelumnya, Ketua Badan Anggaran DPR, Said Abdullah, menekankan bantuan beras 10 kilogramper bulan saja belum cukup untuk menjaga daya beli masyarakat. Lantaran itu, pihak DPR RI meminta pemerintah menambahkan bansos berupa minyak goreng 2 liter. “Kami barusan berlima konsultasi dengan pimpinan DPR RI, permintaan langsung dari pimpinan DPR RI agar Rp16,23 triliun itu khusus untuk 10 kilogram beras tadi. Tapi, tidak cukup 10 kilogram beras, mohon per bulan ditambah minyak goreng 2 liter,” pinta Said saat Rapat Banggar atau RB bersama pemerintah.

Ups! Ekspor Migor Dikenakan Bea Keluar di Periode September 2025 Sawit
Sawit
Selasa, 02 September 2025 | 18:00 WIB

Ups! Ekspor Migor Dikenakan Bea Keluar di Periode September 2025

“Saat ini, HR CPO meningkat menjauhi ambang batas USD 680 per MT. Untuk itu, merujuk pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang berlaku saat ini, pemerintah mengenakan BK sebesar USD 124 per MT,” tuturnya. Lalu, terangnya, besaran PE CPO untuk periode yang sama adalah sebesar 10 persen dari penetapan HR CPO periode 1 hingga 30 September 2025, yaitu sebesar USD 95,4711 per MT. BK CPO periode 1 hingga 30 September 2025 merujuk pada kolom angka 7 lampiran huruf C PMK Nomor 38 Tahun 2024 sebesar USD 124 per MT.

Takaran Migor Viral, Kapolres Inhu Terjunkan Tim ke Lapangan Hukrim
Hukrim
Jumat, 14 Maret 2025 | 11:31 WIB

Takaran Migor Viral, Kapolres Inhu Terjunkan Tim ke Lapangan

Indragiri Hulu, katakabar.com - Takaran mengenai dugaan ketidaksesuaian volume minyak goreng subsidi merk MinyaKita yang dipasarkan hingga ke Indragiri Hulu, Provinsi Riau, saat ini viral. Terkait itu, pihak aparat penegak hukum (APH), Polres Inhu menyoroti hal tersebut dengan melakukan pemantauan ke lapangan untuk melihat ketersediaan produk, dan memastikan takaran MinyaKita sesuai dengan yang tertera pada kemasan. "Benar, anggota unit Tipidter lakukan inspeksi bersama Disperindag Indragiri Hulu ke beberapa lokasi di Kota Rengat, yakni Pasar Rakyat, Toko Alang, Toko Family Mart, dan Toko Bali," ujat AKBP Fahrian Saleh Siregar, Kapolres Inhu melalui Kasi Humas Polres Inhu, Aiptu Misran. Dijelaskan, kegiatan ini tindak lanjut dari instruksi Kapolri pada 10 Maret 2025 di mana pastikan minyak goreng subsidi tersebut hingga ke masyarakat sesuai takaran. Di kegiatan itu, tim mengambil sampel MinyaKita ukuran 1 liter dari beberapa produsen, diantaranya PT Samawa, PT Wilmar Nabati Industri, PT Inti Buana Perkasa, PT Multimas Industri, dan PT Kurnia Tunggal Nugraha. Sampel tersebut kemudian diuji menggunakan alat ukur volume oleh tim Metrologi untuk memastikan kesesuaian isinya. "Hasil pengecekan seluruh sampel Minyakita yang diuji memiliki isi yang sesuai dengan kemasan, yaitu 1 liter. Artinya tidak ditemukan adanya penyimpangan atau pengurangan volume dalam kemasan yang diperiksa," bebernya. "Kami memastikan minyak goreng subsidi MinyaKita yang beredar di pasaran sesuai dengan standar yang ditentukan. Masyarakat tidak perlu khawatir karena berdasarkan hasil pemeriksaan, volumenya tetap sesuai dengan yang tertera pada kemasan," terangnya.

Mantap! PT MM Salurkan 40 Ribu Liter  MinyaKita ke Masyarakat Pelalawan Riau
Riau
Kamis, 06 Maret 2025 | 20:25 WIB

Mantap! PT MM Salurkan 40 Ribu Liter MinyaKita ke Masyarakat Pelalawan

Pelalawan, katakabar.com - PT Musim Mas gandeng Dinas koperasi UKM perindustrian perdagangan Kabupaten Pelalawan, salurkan 40.000 liter minyak goreng (migor) kemasan merk MinyaKita dengan harga terjangkau, di Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Kamis (6/3). Operasi pasar murah ini bentuk dukungan bagi program pemerintah untuk stabilisasi harga minyak goreng di pasaran selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) ramadhan, dan idul fitri 1446 hijiriah tahun 2025 masehi. General Manager PT Musim Mas,Jerry Liu menjelaskan, perusahaan berkoordinasi terus dengan pemerintah daerah gandeng distributor dan pengecer untuk salurkan minyak goreng kemasan dengan harga terjangkau di pasar murah

Petani Sawit Antre Beli Migor Agar Tak Terulang, Ini Solusinya Sawit
Sawit
Kamis, 09 Januari 2025 | 12:00 WIB

Petani Sawit Antre Beli Migor Agar Tak Terulang, Ini Solusinya

Jakarta, katakabar.com- Kementerian Koperasi (Kemenkop) bakal menjalankan sejumlah program prioritas dukung peningkatan kapasitas koperasi nasional dengan mensinergikan program besar Presiden RI, Prabowo Subianto. Wakil Menteri Koperasi, Ferry Juliantono mengatakan, di antara program prioritas Kemenkop, yakni menyukseskan program produksi minyak goreng untuk rakyat dan suplier bahan pokok untuk makan bergizi gratis. Khusus terkait minyak goreng, Kemenkop bakal membantu petani sawit agar bisa memiliki fasilitas pengolahan melalui kelembagaan koperasi. Ia mengaku prihatin melihat banyak petani sawit terpaksa ikut antre membeli minyak goreng saat terjadi kelangkaan beberapa waktu lalu. “Mereka adalah bagian dari industri kelapa sawit, tapi harus mengantre untuk mendapatkan minyak goreng,” jelasnya lewat pernyataan resmi, dilansir dari laman EMG, Kamis (9/1).

Siap-siap! Pabrik Minyak Goreng Dibangun di Aceh Sawit
Sawit
Rabu, 30 Oktober 2024 | 09:43 WIB

Siap-siap! Pabrik Minyak Goreng Dibangun di Aceh

Banda Aceh, katakabar.com - Cikal bakal industri sawit tanah air dimulai dari Provinsi Aceh. Saat ini provinsi di ujung barat Sumatera itu memiliki 52 pabrik kelapa sawit (PKS). Sayangnya sampai saat ini belum ada hilirisasi di Aceh, produk yang dihasilkan baru berupa minyak sawit mentah atau CPO. Kondisi itu cukup disesalkan Penjabat Gubernur Aceh, Dr Safrizal ZA. Lantaran itu dia berkomitmen mendorong hadirnya industri hilir sawit di bumi Serambi Mekah itu.

Senggau Torehkan Sejarah Baru, Prototype Mesin Pengolah TBS Sawit Jadi Migor Berhasil Diuji Coba Sawit
Sawit
Selasa, 17 September 2024 | 21:11 WIB

Senggau Torehkan Sejarah Baru, Prototype Mesin Pengolah TBS Sawit Jadi Migor Berhasil Diuji Coba

Sanggau, katakabar.com - Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat, torehkan sejarah baru terkait pengolahan kelapa sawit. Era baru itu buah kerja sama Pemerintah Kabupaten Sanggau dan Universitas Muhammadiyah Pontianak sukses bikin prototype mesin pengolah Tandan Buah Segar (TBS) sawit menjadi minyak goreng. Tak tanggung-tanggung, uji coba yang dilakukan terhadap mesin ini memberikan hasil yang memuaskan. Menurut Penjabat (Pj) Bupati Sanggau, Suherman menilai penemuan ini sangat luar biasa.

Dukung Program Pemerintah, PT Musim Mas Salurkan Ribuan Liter Migor Ekonomi
Ekonomi
Rabu, 06 Maret 2024 | 17:00 WIB

Dukung Program Pemerintah, PT Musim Mas Salurkan Ribuan Liter Migor

Pelalawan, katakabar.com - PT Musim Mas menyalurkan ribuan liter Minyak Goreng (Migor) di kegiatan gerakan pangan murah yang ditaja Pemerintah Kabupaten Pelalawan, di halaman Kantor Bupati Kabupaten Pelalawan, Pangkalan Kerinci, pada Rabu (6/3). Perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit menyalurkan Migor kemasan telah subsidi dari harga biasa ini, bagian dari mendukung program pemerintah menangani stabilitas harga jelang bulan suci ramadhan 1445 hijiriyah tahun 2024 masehi. "Kita dari PT Musim Mas ikut partisipasi gerakan pangan murah, guna menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan yang ditaja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan lewat Dinas Ketahanan Pangan tanaman pangan dan holtikultura (DKPTPH)," ujar Malinton Purba,Manager Humas PT Musim Mas melalui Hadika Purba Asisten Humas, kepada katakabar.com, di Pangkalan Kerinci. Kata Hadika, keikutsertaan PT Musim Mas untuk menangani stabilitas harga minyak goreng di pasaran kemungkinan harga tidak stabil lantaran bakal memasuki bulan puasa dan idul fitri 1445 hijiriyah. Menurutnya, PT Musim Mas mentribusikan sebanyak 5000 liter atau 5 ton minyak goreng merek Sanco, di mana pe linternya Rp15,000 ribu dengan harga normalnya Rp18.000 ribu per liter. "Dengan adanya harga minyak goreng subsidi dari PT Musim Mas, hendaknya dapat membantu masyarakat Kabupaten Pelalawan menekan kenaikan harga di pasaran saat ini," harapnya. Bupati Kabupaten Pelalawan, H Zukri melalui Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura (DKPTPH) Kabupaten Pelalawan, Zulkifli menyatakan, pihaknya (Pemkab) menargetkan tingkat inflasi yang disumbangkan dari pangan atau volatile food tahun ini direntang 3 hingga 5 persen. Apalagi, setiap momentum hari besar keagamaan tingkat inflasi biasanya mengalami kelonjakan. ”Untuk menekan harga kebutuhan pokok yang mengalami peningkatan di saat menjelang ramadhan, kita membuat program dengan misi sinergi dan inovasi untuk stabilitas harga dan ketahanan pangan. Salah satunya dengan melaksanakan kegiatan gerakan pangan murah, kerja sama antara daerah dan mempererat koordinasi guna mengantisipasi lonjakan inflasi," jelasnya. Kegiatan gerakan pangan murah ini, sebut Zulkifli, bertujuan untuk pengendalian inflasi daerah yang cendrung meningkat, kenaikan harga, dan kenaikan harga terus menerus bersifat umum dan menyeluruh. "Berbagai kebutuhan komoditas masyarakat seperti sembako dan aneka hasil sayuran dari kelompok tani yang tersebar di wilayah Kabupaten Pelalawan dijual di program gerakan pangan murah," ucapnya. Dasar pelaksanaan gelar pangan murah ini, ulas Zulkifli, surat edaran dari Pemerintah Pusat. "Kegiatan ini kita bekerja sama dengan Bukit, kelompok wanita tani, dan salah satu perusahaan PT Musim Mas," tandasnya.

Sekdaprov Sumbar Berharap Pasbar Bisa Produksi Migor dari Kelapa Sawit Sawit
Sawit
Senin, 08 Januari 2024 | 15:26 WIB

Sekdaprov Sumbar Berharap Pasbar Bisa Produksi Migor dari Kelapa Sawit

Pasaman Barat, katakabar.com - Gubernur Provinsi Sumatera Barat, H . Mahyeldi Ansharullah diwakili Sekretaris Daerah (Sekdaprov) Sumatera Barat, Hansastri berharap Kabupaten Pasaman Barat bisa memproduksi, dan mengolah Minyak Goreng (Migor) dari kelapa sawit. "Dengan memproduksi dan mengolah Minyak Goreng (Migor) dari kelapa sawit, hilirisasi baka jelas," kata Sekdaprov Sumbar Hansastri saat mewakili Gubernur Provinsi Sumatera Barat saat memberikan sambutan di HUT Pasaman Barat ke 20 di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasaman Barat, kemarin, dilansir dari laman sumbarsatu.com, pada Senin (8/1). Diketahui, Hari jadi Kabupaten Pasaman Barat ke 20 dikemas dalam sidang paripurna istimewa DPRD Kabupaten Pasaman Barat. Ketua DPRD Kabupaten Pasaman Barat, Erianto didampingi para Wakil Ketua, Daliyus, Endra Yama Putra, Forkopimda, tokoh masyarakat, mantan bupati, dan perwakilan walikota dan bupati se Provinsi Sumatera Barat. Gubernur Provinsi Sumatera Barat diwakili Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumatera Barat, Hansastri apresiasi prestasi Pemkab Pasaman Barat beberapa tahun belakangan. "Selamat kepada Kabupaten Pasaman Barat yang telah berhasil melakukan pembangunan dan pelayanan untuk masyarakat," kata Hansastri. Momen istimewa ini, ucap Hansastri, selain silaturahim dengan tokoh yang berjasa bagi Kabupaten Pasaman Barat untuk membahas capai yang telah diperoleh Pasaman Barat. "Salah satu capaian luar biasa tentang pemekaran nagari menjadi 90 nagari yang sebelumnya 19 nagari. Pengawasan tetap harus dilakukan untuk pemekaran nagari ini, agar pelayanan kepada masyarakat tetap terwujud," jelasnya. Sekdaprov Provinsi Sumatera Barat ini meminta kepada Bupati dan jajaran agar kreatif dan inovatif melakukan pembangunan di berbagai sektor. "Sektor pertanian dan perikanan bagus di Kabupaten Pasaman Barat, hal ini menjadi peluang bagi kita," sebutnya.