GRS
Sorotan terbaru dari Tag # GRS
ITS Raih Pendanaan GRS Rp10 Miliar Tingkatkan Inovasi Kelapa Sawit
Surabaya, katakabar.com - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya terus berpartisipasi di bidang riset kelapa sawit. ITS berhasil memperoleh pendanaan sebesar Rp10 miliar pada Grant Riset Sawit (GRS) 2024. Di mana total enam judul penelitian nantinya berkontribusi dalam mendukung keberlanjutan sektor perkebunan sawit nasional. Direktur Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat atau DRPM ITS, Fadlilatul Taufany PhD menyebutkan, GRS program penelitian dan pengembangan sawit yang dikelola Badan Pengelola Dana Perkebunan Sawit Nasional (BPDPKS).
BPDPKS Laksanakan Program GRS Tiap Tahun Secara Regular
Jakarta, katakabar.com - Dirut Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS, Eddy Abdurrachman menjabarkan, Grant Riset Sawit atau GRS salah satu program BPDPKS yang dilaksanakan secara regular setiap tahun, sebagai bagian dari upaya untuk mendorong pengembangan riset di sektor kelapa sawit. "Di mana hasilnya dapat dimanfaatkan untuk pengembangan industri sawit nasional yang berkelanjutan," ujar Eddy, dilansir dari laman resmi BPDPKS, Kamis (21/11).
Penting Dukungan Riset Untuk Keberlanjutan Industri Sawit
Jakarta, katakabar.com - Plt. Direktur Penyaluran Dana, Zaid Burhan Ibrahim menekankan, betapa penting dukungan riset untuk keberlanjutan industri Sawit. "Penelitian dan Pengembangan mesti mampu memberikan solusi kepada berbagai persoalan yang dihadapi industri kelapa sawit saat ini, seperti peningkatan produktivitas, efisiensi, peningkatan aspek sustainability dan awareness terhadap lingkungan dan isu-isu global, dan mendorong penemuan atau inovasi produk atau pasar baru," ujar Burhan saat membuka webinar usung tema, “Call for Proposal Grant Riset Sawit 2024” yang digelar Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) di pengujung Januari 2024 lalu. Diketahui, webinar tersebut dilaksanakan sebagai sarana sosialisasi program Grant Riset Sawit (GRS) salah satu program layanan yang berasal dari dana sawit. Kegiatan Webinar: “Call for Proposal Grant Riset Sawit 2024” bertujuan sebagai sarana penyebaran informasi bahwa program Grant Riset Sawit (GRS) telah dibuka kembali oleh BPDPKS untuk menjaring usulan riset sawit dari Lembaga Litbang seluruh Indonesia. Call for Proposal dibuka oleh BPDPKS hampir tiga bulan lamanya mulai 17 Maret 2024. Total 1.611 peserta dari seluruh wilayah di Indonesia terutama dari universitas dan perguruan tinggi hadir. Antusias peserta yang ikut webinar ini menunjukkan tingginya minat para peneliti di Indonesia untuk mengikuti program pendanaan riset dari BPDPKS. Program penelitian dan pengembangan sawit salah satu upaya BPDPKS untuk melakukan penguatan, pengembangan dan peningkatan pemberdayaan perkebunan dan industri sawit yang saling bersinergi di sektor hulu dan hilir, demi terwujudnya industri sawit nasional yang tangguh dan berkelanjutan. "Selama berjalannya program penelitian dan pengembangan dari tahun 2015 hingga saat ini, terdapat 329 kontrak perjanjian kerja sama dengan 88 lembaga litbang yang melibatkan 1.202 orang peneliti dan telah menghasilkan 50 paten dan 243 publikasi," jelas Burhan. Di kegitan Webinar ini BPDPKS menghadirkan dua orang narasumber, yakni Prof (Ris) Didiek Hadjar Goenadi yang menyampaikan tentang “Peluang dan Tantangan Riset Kelapa Sawit untuk Mendukung Industri Kelapa Sawit Berkelanjutan” dan Arfie Thahar, STP., MM., yang menyampaikan tentang “Gambaran Pelaksanaan Program Grant Riset Sawit dan Tata Cara Submit Usulan Riset”.
BPDPKS Biayai 329 Kontrak Perjanjian Kerja Sama 88 Lembaga Litbang
Surabaya, katakabar.com - Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Eddy Abdurrachman menjabarkan, program Grant Riset Sawit (GRS) telah dilaksanakan dari tahun 2015 lalu, di mana BPDPKS telah membiayai total 329 kontrak perjanjian kerja sama dengan 88 lembaga litbang melibatkan 1202 peneliti yang tersebar di 19 provinsi. Sebagai upaya komersialisasi, kata Eddy, BPDPKS bekerja sama dengan Asosiasi Inventor Indonesia (AII) melaksanakan valuasi kesiapan teknologi untuk komersialisasi invensi hasil riset yang didanai BPDPKS (Grant Riset Sawit). "Total 30 invensi hasil riset GRS siap komersialisasi dan beberapa sudah mendapatkan pernyataan minat dari investor dengan komitmen dalam bentuk Letter of Intent (LoI) dan/atau perjanjian kerahasiaan teknologi berupa non-disclosure agreement (NDA),” terangnya, diansir dari laman hortus, saat membuka PERISAI 2023 di Surabaya kemarin Eddy menginformasikan, hadir di acara ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, “Peluang dan Tantangan Industri Kelapa Sawit Sebagai Pilar Bio-Ekonomi dalam Menghadapi Tantangan Global”, Menteri Perindustrian, “Kesiapan Industri Sawit sebagai Green Industry dalam Mencapai Net Zero Emission 2060”, dan Ketua Umum APINDO, “Kesiapan dari Dunia Usaha untuk Hilirisasi Hasil Riset Sawit”. Beberapa riset yang dilaksanakan dengan menggunakan dana sawit, akan dipaparkan hasil dan manfaatnya pada Plenary Session. Kegiatan seminar yang terbagi jadi 6 sesi atau kelas ini bisa diikuti sesuai dengan minat. Meskipun, dari semua sesi, pastinya akan menyuguhkan hasil riset yang sangat menarik dan besar manfaatnya bagi kemajuan sawit Indonesia. - Topik Bioenergi, “Peran Industri Sawit dalam Mendukung Kemandirian Energi” - Topik Lingkungan, “Pengelolaan Limbah Kelapa Sawit dan Mitigasi Emisi” - Topik Biomaterial, “Biomaterial Sawit dalam Mendukung Ekonomi Kreatif” - Topik Budidaya, “Solusi Hambatan Abiotik dan Penyehatan Tanaman Kelapa Sawit” - Topik Pangan dan Kesehatan, “Food and cosmetics” Ingridients and its Safety” -Topik Sosial/Ekonomi/Manajemen/Pasar/ICT, “Penguatan Industri Sawit dari Aspek Daya Saing dan Keberlanjutan” Selain itu, sambung Eddy, terdapat pula ruang pameran hasil riset yang telah kami dukung pendanaannya dan berinteraksi dengan peneliti yang melaksanakan penelitiannya. Proses diskusi dan interaksi, kami harapkan dalam forum tersebut agar komersialisasi hasil litbang dapat terakselerasi dengan baik, dengan adanya respon dari user, dalam hal ini industri. Masih Eddy, acara ini menjadi sebuah sarana untuk mempertemukan peneliti dengan pelaku di industri sawit termasuk pemerintah sebagai pengambil kebijakan. Di acara ini dibuka ruang diskusi antara peneliti dengan stakeholder kelapa sawit dan lebih lanjut jika diperlukan bakal disiapkan business matching antara peneliti dengan stakeholder industri sawit. “Harapannya, dari kegiatan Pekan Riset Sawit Indonesia Tahun 2023 menciptakan kolaborasi antara pemerintah, industri, lembaga penelitian atau perguruan tinggi dan seluruh pemangku kepentingan untuk mewujudkan industri kelapa sawit Indonesia yang ramah lingkungan dan berkelanjutan demi tercapainya Sustainable Development Goals (SDG's),” tandasnya.
GRS 2023, Peneliti UPNYK Komit Dukung Pengembangan Industri Sawit Nasional
Jakarta, katakabar.com - Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta (UPNYK) komitmen mendukung pengembangan industri kelapa sawit di Indonesia. Bukti komitmen ini dituangkan lewat riset dan inovasi yang didanai Badan Pengelola Dana Perke unan Kelapa Sawit (BPDPKS) lewat kegiatan Grant Riset Sawit (GRS) 2023. Proposal berjudul “Pengembangan Model New Market Entry Capability dengan Product Innovativiness, Brand Resonance dan Marketing Capability pada Industri Sawit” yang diajukan Dr Nina Fapari Arif dan Fatih Habibatur Rahman MM telah disetujui BPDPKS dan berhak mendapat dana GRS 2023. "Saya merasa sangat terhormat dan berkomitmen untuk menghasilkan riset yang bermanfaat bagi industri sawit dan masyarakat," kata Nina lewat keterangan resmi, dilansir dari laman elaeis.co, pada Kamis (12/10). Riset ini, ujar Nina, untuk mengakselerasi penggunaan Crude Palm Oil (CPO) dalam negeri, terutama untuk energi biopremium dan bioavtur. Dengan begitu, industri sawit dapat memberikan kontribusi yang lebih besar dalam mendukung keberlanjutan energi dalam negeri. Peneliti punya skill di bidang peminatan di bidang pemasaran strategik dan pemasaran global ini menuturkan, riset ini mengupayakan pemanfaatan minyak sawit di industri makanan dan industri kecantikan. Seiring dengan meningkatnya kesadaran keberlanjutan dan Sumber Daya Wlam (SDA) yang terbatas, pemanfaatan minyak sawit sebagai bahan baku yang ramah lingkungan menjadi nilai tambah dalam industri ini. “Selain minyak, cangkang sawit dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku arang, campuran pakan ternak, serta sumber energi alternatif untuk aspal dan berbagai produk lainnya," beber dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis ini. Sebagai bentuk komitmen dan kerja sama, telah ditandatangani kontrak penelitian antara Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UPNYK dan Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) beberapa waktu lalu. Kepala LPPM UPNYK, Hendro Wijanarko apresiasi tim peneliti yang telah berhasil mendapatkan pendanaan untuk pengembangkan penelitian di bidang sawit dan mengucapkan terima kasih kepada GRS. "Dengan semangat inovasi dan keberlanjutan, diharapkan riset ini memberikan dampak positif yang signifikan bagi industri sawit di Indonesia dan membawa manfaat yang besar baik dalam pertumbuhan ekonomi maupun keberlanjutan lingkungan," ucapnya. UPNYK sangat berterima kasih kepada GRS, tutur Hendro, atae hibah yang diberikan dan berkomitmen untuk memanfaatkannya secara maksimal demi kemajuan industri sawit di masa depannya Harapannya, sambungnya, bisa terus mendorong pertumbuhan industri sawit yang berkelanjutan serta meningkatkan kontribusi sektor ini dalam peningkatan devisa melalui peningkatan ekspor. "Salah satu fokus utama dari riset ini adalah menghasilkan inovasi produk yang dapat meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk sawit," terangnya Dengan riset yang dilakukan, sebutnya, bakal muncul lebih banyak inovasi dalam pemanfaatan cangkang sawit untuk mengurangi limbah dan meningkatkan nilai tambah dari sisa hasil produksi sawit. LPPM UPNYK bertekad untuk melibatkan berbagai pihak, termasuk industri dan pemerintah, dalam penerapan temuan dan inovasi dari riset ini. "Kolaborasi dan kerja sama yang kuat menjadi kunci untuk mengoptimalkan pemanfaatan tanaman sawit secara berkelanjutan dan memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemain utama dalam industri sawit," tambahnya.