Surabaya, katakabar.com - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya terus berpartisipasi di bidang riset kelapa sawit.
ITS berhasil memperoleh pendanaan sebesar Rp10 miliar pada Grant Riset Sawit (GRS) 2024. Di mana total enam judul penelitian nantinya berkontribusi dalam mendukung keberlanjutan sektor perkebunan sawit nasional.
Direktur Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat atau DRPM ITS, Fadlilatul Taufany PhD menyebutkan, GRS program penelitian dan pengembangan sawit yang dikelola Badan Pengelola Dana Perkebunan Sawit Nasional (BPDPKS).
Program dukungan pendanaan ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan mendorong penciptaan produk kelapa sawit melalui penelitian dan pengembangan kelapa sawit.
Menurut Dosen Departemen Teknik Kimia ITS tersebut, selama ini ITS terus mempertahankan prestasinya dalam bidang riset kelapa sawit. Keberhasilan ini terbukti dari perolehan pendanaan sejak dua tahun lalu berkat komitmen ITS dalam pengembangan riset sawit.
“Tahun ini ITS konsisten dengan raihan pendanaannya pada tiga bidang utama yakni industri, inovasi dan infrastruktur,” jelasnya melalui keterangan resmi Humas ITS, dilansir dari laman EMG, Senin (2/12).
Pada ketiga bidang tersebut, ujarnya, ITS menunjukkan perannya di bidang riset kelapa sawit lewat enam judul penelitian yang mendukung lima poin dalam Sustainable Development Goals (SDGs).
Salah satu pendanaan diperoleh dari implementasi SDGs ke 9 dengan riset yang berjudul Electric Screw Propeller sebagai Kendaraan Angkut Tandan Buah Segar Sawit di Lahan Gambut.
“Kendaraan itu dapat meningkatkan efisiensi transportasi hasil pertanian di lahan gambut,” ucapnya.
Pendanaan yang tersebar di berbagai bidang ini menjadi motor penggerak bagi realisasi penelitian yang dikembangkan ITS. Berlaku mulai bulan November 2024 hingga November 2025, dana GRS tersebut dimanfaatkan untuk pengadaan alat dan bahan riset.
"Pendanaan ini memaksimalkan kelancaran operasional institusi dan memastikan setiap penelitian dapat memberikan dampak menyeluruh," jelasnya.
Di sisi lain, peran ITS untuk memaksimalkan pendanaan GRS adalah dengan pemberian perlindungan hukum hasil penelitian melalui Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Pengakuan HKI juga dapat mendorong inovasi dan kreativitas yang lebih luas.
“Karena peneliti telah mendapatkan pengakuan dan hak eksklusif dari hasil riset yang dikembangkan,” terang Taufany.
Berbagai upaya tersebut menunjukkan komitmen ITS mendorong penelitian yang berkualitas serta menyediakan wadah bagi proyek penelitian yang berpotensi untuk dikembangkan secara luas.
Melalui upaya itu, Anggota Laboratorium Perpindahan Panas dan Massa itu berharap agar sivitas akademika ITS dapat lebih banyak melahirkan karya yang mampu meningkatkan efisiensi produksi, keberlanjutan, serta daya saing industri sawit Indonesia di pasar global.
ITS Raih Pendanaan GRS Rp10 Miliar Tingkatkan Inovasi Kelapa Sawit
Diskusi pembaca untuk berita ini