Aceh, katakabar.com - Serangan hama wereng batang cokelat (WBC) mulai mengintai persawahan di Kecamatan Cot Girek.
Tak mau menunggu kerusakan meluas, Dinas Pertanian Aceh Utara bersama petugas POPT langsung menggelar aksi pengendalian di Desa Alue Drien, Kamis (4/9/2025).
Puluhan petani ikut melakukan penyemprotan massal. Hama ditemukan pada varietas padi MR, Ciherang, Cibatu, hingga Inpari dengan intensitas awal 5 persen di lahan 0,75 hektare. Untuk mencegah penyebaran, penyemprotan difokuskan di area 8 hektare menggunakan insektisida Applaud.
“Wereng ini kecil tapi berbahaya. Kalau dibiarkan, bisa bikin gagal panen 100 persen,” kata Koordinator POPT Aceh Utara, Muhammad Nur.
Ia menekankan pengendalian tak cukup dengan pestisida. Petani diminta rutin mengamati sawah, menjaga pola tanam, dan merawat lahan sejak dini.
Keterbatasan jumlah POPT menjadi tantangan tersendiri. “Satu petugas harus membawahi hingga tiga kecamatan. Tapi pengawasan tetap kami jalankan,” ujarnya.
Syahrul, petani setempat, mengaku lega dengan kehadiran dinas. “Selama ini kami semprot sendiri hasilnya kurang. Dengan adanya pendampingan, kami lebih tenang,” katanya. Ia berharap pemerintah juga menjaga harga gabah agar petani tidak rugi saat panen.
Aksi pengendalian ini turut melibatkan penyuluh pertanian, Babinsa, dan masyarakat desa. Semua bergotong royong agar musim panen nanti tetap terselamatkan.*
Sawah di Aceh Utara Terancam Wereng, Dinas Pertanian Turun ke Lapangan
Diskusi pembaca untuk berita ini