Tanjung Selor, katakabar.com - Perkebunan sawit yang cukup luas sejauh mata memandang di Provinsi Kalimantan Utara jadi salah satu penggerak perekonomian daerah dan masyarakat.

Kontribusi perkebunan sawit ini masih bisa ditingkatkan, salah satunya mengembangkannya jadi objek wisata.

Sekretaris Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Utara, Amat menjelaskan, pemanfaatan perkebunan kelapa sawit untuk industri pariwisata sebenarnya bukan suatu yang baru di Indonesia.  Banyak sentra sawit di Sumatera sudah lebih dulu jadikan kebun sawit sebagai objek wisata.

"Tidak hanya perusahaan, petani bisa berinovasi untuk memanfaatkan kebunnya jadi objek wisata. Untuk outbound, lokasi camping, sepeda gunung, atau jalur motor trail, misalnya," ujarnya dilansir dari laman elaeis.co, pada Sabtu (7/10).

Selain itu, kata Amat, bisa pula dikembangkan jadi wisata edukasi. Anak-anak sekolah bisa diajak melihat pabrik sawit agar mereka tahu proses produksi Crude Palm Oil (CPO).

"Ada beberapa hal mesti diperhatikan untuk menjadikan kebun sawit sebagai objek wisata yang diminati masyarakat. Paling utama adalah kebersihan," jelasnya.

Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Utara pernah melakukan survei, banyak lahan perkebunan sawit di daerah itu tidak bersih. Tidak hanya membuat kurang sedap dipandang, kebun yang penuh semak dikhawatirkan menjadi sarang hewan buas, seperti ular dan biawak serta lainnya.

"Kalau kebun kelapa sawit di Malaysia, bersih. Bisa tidur di bawah pohon sawit dengan nyaman. Di sini, mau lewat pun kadang kita tidak berani," bebernya.

Nah, kalau kebun kelapa sawit sudah bersih dan tampak rapi, amat yakin dan optimis orang tertarik untuk datang. Apalagi, ada kolam renang, gazebo, atau penginapan. Orang tambah tertarik dengan konsep wisata alam.