LRT Jabodebek Perkuat Integrasi Antarmoda dan Akses ke Destinasi Wisata
Jakarta, katakabar.com - LRT Jabodebek jadi pilihan transportasi masyarakat selama Lebaran 2026 dengan konektivitas antarmoda yang luas dan akses langsung ke destinasi wisata serta pusat aktivitas di Jabodebek. Stasiun Dukuh Atas menjadi yang paling ramai dengan 30.086 pengguna naik dan 32.599 pengguna turun. LRT Jabodebek memperkuat perannya sebagai penghubung mobilitas masyarakat selama libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, dengan menghadirkan konektivitas antarmoda yang luas serta akses langsung ke berbagai destinasi wisata dan pusat aktivitas di wilayah Jabodebek. Di tengah meningkatnya pergerakan masyarakat untuk bersilaturahmi dan berwisata, LRT Jabodebek menjadi pilihan transportasi yang menghubungkan berbagai kawasan strategis secara efisien tanpa ketergantungan pada kendaraan pribadi. Melalui integrasi langsung dengan berbagai moda transportasi utama seperti KRL Commuter Line, KA Bandara, Kereta Cepat Whoosh, MRT Jakarta, TransJakarta, hingga Terminal Kampung Rambutan. Selain itu, LRT Jabodebek juga memberikan kemudahan akses menuju beragam destinasi selama libur Lebaran, seperti Taman Mini Indonesia Indah (TMII), serta kawasan bisnis dan gaya hidup di Kuningan, Rasuna Said, dan Setiabudi. Berbagai pusat perbelanjaan, area kuliner, dan ruang publik di sepanjang lintasan turut menjadi bagian dari ekosistem mobilitas yang dilayani LRT Jabodebek. Manager of Public Relations LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menuturkan LRT Jabodebek tidak hanya melayani perjalanan harian, tetapi juga menjadi solusi mobilitas masyarakat untuk menikmati libur Lebaran. “Integrasi antarmoda dan kemudahan akses ke berbagai destinasi memungkinkan masyarakat bepergian dengan lebih efisien, nyaman, dan terhindar dari kemacetan,” ujarnya. Selama periode 21 hingga 23 Maret 2026, sejumlah stasiun mencatat volume pengguna yang signifikan, khususnya pada stasiun-stasiun yang memiliki konektivitas tinggi dan akses ke pusat aktivitas, dengan rincian: - Stasiun Dukuh Atas: 30.086 pengguna naik dan 32.599 pengguna turun - Stasiun Harjamukti: 19.237 pengguna naik dan 19.330 pengguna turun - Stasiun Cikoko: 14.693 pengguna naik dan 13.891 pengguna turun - Stasiun Bekasi Barat: 14.552 pengguna naik dan 15.366 pengguna turun - Stasiun Jatimulya: 11.132 pengguna naik dan 11.156 pengguna turun - Stasiun TMII: 8.679 pengguna naik dan 8.346 pengguna turun - Stasiun Cawang: 8.586 pengguna naik dan 7.256 pengguna turun - Stasiun Jatibening Baru: 6.395 pengguna naik dan 6.156 pengguna turun - Stasiun Rasuna Said: 4.306 pengguna naik dan 4.825 pengguna turun - Stasiun Kampung Rambutan: 3.402 pengguna naik dan 2.973 pengguna turun Data tersebut menunjukkan tingginya pemanfaatan LRT Jabodebek sebagai moda transportasi yang terintegrasi dan mampu menjangkau berbagai titik tujuan masyarakat selama periode libur Lebaran. Dengan dukungan konektivitas yang luas serta kemudahan akses menuju berbagai pusat aktivitas dan destinasi wisata, LRT Jabodebek terus memperkuat perannya sebagai bagian dari ekosistem transportasi publik modern di wilayah Jabodebek. Komitmen ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk beralih ke transportasi publik yang lebih efisien, nyaman, dan berkelanjutan.
Antisipasi Lalin Wisata Idul Fitri 1447H, JTT Pastikan Kesiapan Layanan di Ruas Tol Surabaya–Gempol
Surabaya, katakabar.com - PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) memastikan kesiapan layanan operasional di Ruas Jalan Tol Surabaya–Gempol (Surgem) dalam mengantisipasi peningkatan volume lalu lintas pada periode libur dan wisata Idul Fitri 1447 Hijriah Tahun 2026 Masehi. Ruas tol ini jalur strategis yang menghubungkan Kota Surabaya dengan sejumlah destinasi wisata di wilayah Jawa Timur seperti Pasuruan, Malang, serta kawasan wisata Gunung Bromo yang diperkirakan akan mengalami peningkatan mobilitas masyarakat selama periode libur Idul Fitri 1447 Hijriah Tahun 2026 Masehi. Berdasarkan pantauan data lalu lintas, JTT memprediksi puncak arus mudik Idul Fitri tahun ini di Gerbang Tol (GT) Kejapanan akan terjadi pada H+1 atau Minggu (22/03) dengan volume kendaraan mencapai 44.431 kendaraan. Sementara itu, pada Kamis (19/03) volume kendaraan sudah mencapai sebanyak 26.605 kendaraan telah melintas di Ruas Jalan Tol Surabaya–Gempol melalui GT Kejapanan. Angka tersebut meningkat 24,81% dibandingkan lalu lintas normal sebanyak 21.316 kendaraan, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang periode libur Idulfitri 1447H/2026. Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo, menjelaskan JTT telah menyiapkan berbagai langkah strategis guna memastikan pelayanan jalan tol tetap optimal bagi para pengguna jalan. “JTT memastikan seluruh aspek operasional di Ruas Jalan Tol Surabaya–Gempol dalam kondisi siap melayani pengguna jalan selama periode libur Idulfitri. Berbagai kesiapan telah kami lakukan mulai dari kesiapan petugas operasional, armada layanan lalu lintas, hingga optimalisasi sarana dan prasarana jalan tol guna mendukung kelancaran perjalanan masyarakat,” ulas Ria. Untuk mendukung kelancaran lalu lintas, ujarnya, JTT siagakan berbagai armada layanan jalan tol di ruas Surabaya–Gempol yang terdiri dari kendaraan layanan jalan tol, ambulans, kendaraan rescue, derek, unit Patroli Jalan Raya (PJR), serta kendaraan pengamanan yang bersiaga selama 24 jam guna memberikan respons cepat apabila terjadi gangguan di jalan tol. "Pemantauan kondisi lalu lintas juga dilakukan secara intensif melalui sistem pengawasan yang terintegrasi dengan 84 titik CCTV dan 14 titik Dynamic Message Sign (DMS) yang dikendalikan melalui Jasamarga Traffic Information Center (JMTIC) Wilayah Timur," ucapnya. Selain itu, terangnya, JTT juga memastikan kesiapan fasilitas Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) yang berada di KM 754A dan KM 753B. Rest area tersebut dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung bagi pengguna jalan seperti area parkir kendaraan, SPBU, SPKLU, Toilet, tempat ibadah, fasilitas ATM, minimarket, serta area komersial dan UMKM yang dapat dimanfaatkan pengguna jalan untuk beristirahat selama perjalanan. Sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas infrastruktur, JTT juga melakukan berbagai kegiatan preservasi jalan tol guna memastikan kondisi jalan tetap prima. Upaya tersebut dilakukan melalui monitoring kondisi cuaca dan potensi genangan, inspeksi rutin saluran drainase, serta penanganan lubang jalan secara cepat oleh tim patching apabila ditemukan kerusakan pada permukaan jalan. Tidak cuma itu, dilakukan pula pemeliharaan sarana perlengkapan jalan tol seperti rambu, marka jalan, guardrail, serta pembersihan dan pemangkasan vegetasi di sekitar jalan tol guna menjaga keselamatan pengguna jalan. Guna mendukung pelayanan selama periode Idul Fitri 1447 Hijriah Tahun 2026 Masehi, JTT juga siapkan posko pengamanan terpadu yang berada di beberapa titik strategis seperti Rest Area KM 754A, Rest Area KM 753B, Gerbang Tol Sidoarjo 2, serta Gerbang Tol Kejapanan. Posko ini berfungsi sebagai pusat koordinasi layanan serta informasi bagi pengguna jalan selama periode arus mudik dan arus wisata Idulfitri. JTT mengimbau kepada seluruh pengguna jalan yang akan melakukan perjalanan selama periode libur Idulfitri agar dapat merencanakan perjalanan dengan baik, memastikan kondisi pengemudi dan kendaraan dalam keadaan prima, menjaga jarak aman, mematuhi rambu lalu lintas, serta memastikan kecukupan saldo uang elektronik sebelum memasuki jalan tol. Untuk memperoleh informasi lalu lintas terkini, pengguna jalan dapat mengakses aplikasi Travoy, menghubungi One Call Center Jasa Marga di nomor 133, serta memantau media sosial resmi PT Jasamarga Transjawa Tol.
Jimbaran Tidak Hanya Pantai Lagi: Data Menunjukkan Wisata 'Pengalaman Lokal' Kian Diminati
Jimbaran, katakabar.com - Bali terus menjadi magnet wisata global, dan data terbaru menegaskan tren ini tidak lagi hanya soal pantai. Pariwisata Bali pada akhir 2025 menunjukkan kebangkitan signifikan jumlah wisatawan mancanegara, dengan sekitar 6,9 juta kunjungan tercatat sepanjang tahun, didominasi oleh kedatangan lewat Bandara Ngurah Rai. Hal ini menunjukkan permintaan yang tinggi terhadap berbagai bentuk pengalaman wisata yang lebih personal dan lokal. Data BPS juga memperlihatkan kenaikan kunjungan mancanegara pada Desember 2025 mencapai sekitar 572.668 orang, naik hampir 18,5 persen dibanding bulan sebelumnya. Ini konsisten menunjukkan momentum wisata Bali yang tetap kuat meskipun musim libur utama telah lewat. Pergeseran Tren Wisata: Dari Pantai ke 'Experiential Travel' Tren global juga menunjukkan pergeseran perilaku wisatawan. Laporan pasar global memperkirakan ukuran pasar experiential travel mencapai sekitar USD 54,7 miliar pada 2024 dan diproyeksikan tumbuh kuat hingga 2033, mencerminkan permintaan yang meningkat untuk pengalaman otentik, budaya, dan aktivitas lokal di luar kunjungan konvensional. Fenomena ini berlaku untuk wisatawan yang mencari hubungan lebih dalam dengan destinasi, dari kuliner tradisional hingga workshop budaya, bertemu komunitas lokal, atau aktivitas keluarga yang tidak sekadar bersantai di pantai. 1. Pura Ulun Siwi — Warisan Spiritual Abad ke-11 Mengunjungi pura dengan nilai sejarah tinggi menawarkan perspektif budaya Bali yang dalam, sekaligus pengalaman reflektif bagi pengunjung. 📍 Desa Jimbaran, Kuta Selatan 🕘 08.00–18.00 2. Workshop Jenggala Keramik — Seni Kerajinan yang Bisa Dibuat Sendiri Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung membuat dan melukis keramik, cocok sebagai oleh-oleh pengalaman. 📍 Kuta Selatan 🕘 09.00–18.00 💰 Estimasi: Rp550.000 3. Jungle Play — Aktivitas Edukatif untuk Keluarga Tempat ini memberikan ruang bermain yang aman dan edukatif, cocok untuk keluarga dengan anak kecil. 📍 Jimbaran HUB, Jl. Karang Mas 🕘 09.30–15.30 4. Pura Goa Gong — Sensasi Suara Alam yang Unik Fenomena suara gong di dalam gua ini menjadi daya tarik tersendiri untuk wisatawan yang ingin pengalaman alam yang berbeda. 📍 Jimbaran 5. Samasta Lifestyle Village — Mau Kuliner, Belanja, Hiburan? Ada di Sini Tempat ini berkembang sebagai pusat aktivitas bersantai, belanja produk lokal, dan menonton pertunjukan budaya. 📍 Jimbaran 🕘 10.00–22.00 6. Pasar Ikan Kedonganan — Kuliner Laut Otentik Bali Wisata kuliner lokal mendapatkan tempat penting di pengalaman wisata modern; pengunjung bisa memilih ikan segar lalu mengolahnya langsung di tempat. 📍 Jl. Pantai Kedonganan 🕘 07.00–17.00 7. 70° Fahrenheit Koffie Factory — Cerita Kopi dari Biji ke Cangkir Selain menikmati kopi, pengunjung dapat mempelajari tahapan produksi, jenis kopi, serta teknik penyajian. 📍 Jl. Raya Kampus Unud No. 70 🕘 08.30–22.00 “Pengalaman Lokal” Menjadi Faktor Pertumbuhan Pariwisata “Wisatawan kini datang bukan hanya untuk pemandangan, tetapi mencari pengalaman yang bermakna, yang memberi mereka cerita yang bisa dibawa pulang,” kata Rama Ade, Hotel Manager Liberta Hotel Jimbaran. “Kami melihat peningkatan tamu yang mencari aktivitas budaya, workshop seni, serta pengalaman kuliner lokal yang otentik selama menginap.” Liberta Hotel Jimbaran terletak strategis dekat dengan semua destinasi alternatif ini, menjadikannya pilihan ideal bagi wisatawan yang ingin mengeksplorasi berbagai pengalaman lokal di kawasan Jimbaran tanpa jauh dari penginapan. Informasi lengkap tentang fasilitas dan pemesanan dapat dilihat di www.libertahotels.com.
Syah Afandin Ajak ASN Fokus Memaksimalkan Pengembangan 30 Desa Wisata di Langkat
Langkat, Katakabar.com - Bupati Langkat H. Syah Afandin, SH memimpin Apel Gabungan Pemerintah Kabupaten Langkat yang dirangkaikan dengan penyerahan santunan...
Wisata Danau Ali Saksi Energi Solidaritas Dexsi
Oleh: Agung Marsudi katakabar.com - Cerita solidaritas, tak ada yang meragukan kekuatan dan energi solidaritas organisasi komunitas. Salah satunya adalah Dexsi, Duri Extreme Scooter Independent. Sebuah komunitas pecinta skuter ekstrem independen di kota Duri. Bertempat di Wisata Danau Ali, Sabtu (29/11) seratus lebih scooters Duri, Riau berkumpul merayakan ulang tahunnya yang ke 3. Serangkaian acara ditaja di pojok sebelah utara Danau Ali yang indah nan sejuk. Agenda solidaritas berbasis empati ini bertajuk "Dexsi Never Die". Acara yang sederhana, tapi dikemas dengan meriah ini didukung oleh 24 komunitas, 3 diantaranya adalah komunitas peduli lingkungan Duri yaitu RSF, HIPAM dan KPA Duri Hijau. Menurut Ketua Panitia, Budiyono (31) acara ini digelar di Danau Ali, sebagai simbol bahwa di hati para scooter Duri, selalu dekat dan mencintai alam. Diawali jam 16.30 WIB dengan "Riding" dari Pokok Jengkol ke lokasi, nuansa kebersamaannya seperti semboyan milik Dexsi, "Bersatu Bagaikan Angin, Bergerak Bagaikan Air". Selain camping, malam ulang tahun ke 3 Dexsi diisi dengan berbagai acara, seperti sharing session, makan bersama, dan hiburan. Hiburan diisi penampilan tiga grup musik, "Pribumi, Kongkrit dan TGR" serta special performance, 3 stand up comedy asli Duri. Ini kami lakukan sekaligus untuk local talent scouting," ujarnya. "Kita berharap dengan ulang tahun ketiga ini, semakin tumbuh kreatifitas generasi muda khususnya kota Duri, wahana menyalurkan bakat dan utamanya menghimpun potensi local talent," tambah rapper, black music, dan hiphop Duri ini. Sementara Bang Boy, offroader senior Duri, yang Sabtu malam juga ikut camping bersama tiga cucu putrinya, menyambut baik acara ini. "Saya senang dan bangga. Masih banyak anak-anak Duri yang kreatif, peduli alam, dan lingkungan. Komunitas Dexsi telah memberi contoh yang baik," ujarnya ditemui di tenda.
PTPN I Latih Pemandu Wisata TNGL Implementasi Program TJSL Holding Perkebunan Nusantara
Langkat, katakabar.com - PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) Holding Perkebunan Nusantara terus perkuat kontribusi pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat sekitar kawasan konservasi. Di antaranya lewat pelatihan pemandu wisata profesional di Bukit Lawang, pintu gerbang utama Taman Nasional Gunung Leuser, yang digelar PTPN I Regional 1, di pekan kedua November 2025 lalu. Total 50 peserta, meliputi pemandu wisata lokal dan anggota Perhimpunan Pramuwisata Indonesia (PPI), mengikuti pelatihan angkat tema “Heroes of Hospitality: Menjaga Alam, Menyapa Dunia”. Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan BenihBaik.com sebagai mitra pelaksana CSR tersertifikasi. Region Head PTPN I Regional 1, Wispramono Budiman membuka kegiatan sekaligus menegaskan komitmen perusahaan untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya ekonomi masyarakat dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan. “Sinergi antara Perusahaan dengan lingkungan sekitar menjadi keharusan dan tugas moral Perusahaan. Untuk itu, kami merasa ikut bertanggung jawab untuk mengembangkan potensi kawasan pariwisata di Kabupaten Langkat agar lebih baik lagi. Kita semua ingin masyarakat mendapat manfaat maksimal, tetapi alam lingkungan tetap lestari,” ujar Wispramono. Program pelatihan ini bagian dari implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PTPN I yang difokuskan pada peningkatan kapasitas SDM sektor pariwisata. BenihBaik.com menyusun program pelatihan tiga materi utama, pertama, Etika Pariwisata dan Keramahan Lokal, disampaikan Gilang Ahmad Fauzi, pakar pariwisata inklusif. Kedua, Rescue dan Pertolongan Pertama (P3K), disampaikan oleh Azhar, praktisi keselamatan wisata, dan Fotografi Handphone untuk Promosi Pariwisata, untuk melatih peserta memanfaatkan smartphone dalam dokumentasi wisata. Wispramono menekankan ketiga materi tersebut merupakan elemen dasar yang wajib dimiliki pemandu wisata alam, terutama di kawasan berisiko tinggi seperti Taman Nasional Gunung Leuser. “Objek wisata di sini berbasis alam, sehingga masuk kategori risiko tinggi. Para pramuwisata harus paham betul penanganan keselamatan. Sedang fotografi handphone adalah keterampilan penting agar pemandu tidak gaptek dan mampu mendukung promosi wisata,” jelasnya. Investasi Keberlanjutan Lingkungan dan Ekonomi Direktur Utama PTPN I, Teddy Yarman Danas, menyampaikan inisiatif ini merupakan praktik nyata dari filosofi bisnis berkelanjutan yang dianut perusahaan. “Kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, khususnya Bukit Lawang adalah aset alam luar biasa yang harus dijaga. Pelatihan ini bukan hanya sekadar program TJSL, tetapi investasi jangka panjang pada keberlanjutan lingkungan dan ekonomi masyarakat. Dengan pemandu wisata yang profesional dan berwawasan konservasi, kita memastikan pengalaman terbaik bagi wisatawan, sekaligus menjaga kelestarian alam dan ekosistem DAS sebagai warisan untuk generasi mendatang,” tegas Teddy. Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN I, Tio Handoko, menimpali kegiatan ini perkuat pilar Environmental dan Social dalam strategi ESG yang diterapkan Holding Perkebunan Nusantara.
Kenali Fungsi dan Kelebihan Floating Dock Buat Industri dan Wisata
Surabaya, katakabar.com - Floating dock adalah solusi dermaga terapung yang fleksibel, ramah lingkungan, dan mudah dipindahkan, cocok untuk berbagai kebutuhan industri dan wisata air. Inovasi ini semakin populer karena mampu beradaptasi dengan perubahan permukaan air tanpa merusak lingkungan sekitar. Floating dock menjadi solusi inovatif yang semakin banyak dilirik oleh berbagai sektor industri dan pariwisata. Dengan kemampuannya beradaptasi di atas air, floating dock atau dermaga terapung bukan sekadar struktur fungsional, tapi juga mencerminkan tren pembangunan berkelanjutan yang tidak merusak lingkungan sekitar. Tak heran bila pemanfaatannya kini semakin meluas dari pelabuhan kecil, area wisata air, hingga fasilitas industri terpencil. Floating dock adalah struktur modular yang dirakit di atas air menggunakan sistem pelampung seperti kubus apung berbahan polyethylene. Sistem ini memungkinkan dock untuk mengikuti perubahan permukaan air, baik di danau, sungai, maupun laut. Dibandingkan dengan dermaga konvensional dari beton atau kayu, floating dock lebih fleksibel, ramah lingkungan, dan mudah dipindahkan. Meningkatnya permintaan terhadap dock terapung ini disebabkan beberapa faktor berikut: 1. Adaptif terhadap kondisi perairan: Tidak mudah rusak saat air pasang atau surut karena permukaannya ikut naik-turun. 2. Proses instalasi cepat dan hemat biaya: Tidak memerlukan pondasi besar seperti dermaga beton. 3. Ramah lingkungan: Tidak merusak dasar perairan dan mendukung konservasi ekosistem sekitar. 4. Fleksibel dan modular: Bisa diperluas, dibongkar, atau dipindah sesuai kebutuhan. Fungsi Floating Dock di Sektor Industri Dalam dunia industri, terutama di sektor perikanan, pertambangan, dan logistik di pulau-pulau terpencil, floating dock memberikan kemudahan luar biasa. Struktur ini dapat berfungsi sebagai dermaga sementara untuk bongkar muat barang di area yang belum memiliki pelabuhan, sekaligus menjadi titik sandar bagi kapal kecil dan perahu nelayan. Selain itu, floating dock juga dimanfaatkan sebagai jalur akses menuju platform tambang atau kilang terapung, serta menjadi struktur penyangga bagi jembatan apung yang menghubungkan antar lokasi kerja.
Rekomendasi Wahana Air Apung Buat Wisata Keluarga Anti Mainstream
Malang, katakabar.com - Wahana air apung jadi pilihan liburan keluarga yang unik, edukatif, dan ramah lingkungan seiring tren ekowisata yang terus berkembang. Didukung oleh teknologi kubus apung dari Kubus Apung Hildan, berbagai fasilitas wisata terapung kini hadir dengan desain aman dan menarik. Liburan keluarga kini tak melulu harus ke taman hiburan atau mal. Seiring berkembangnya tren ekowisata dan wisata outdoor, wahana air apung menjadi pilihan alternatif yang menarik dan edukatif. Tak hanya menawarkan keunikan dalam bentuk dan lokasi, wahana ini juga menjadi solusi ramah lingkungan dengan penggunaan teknologi apung modern. Salah satu inovasi yang membuat wahana ini semakin populer adalah penggunaan kubus apung, yang dapat membentuk berbagai jenis fasilitas wisata di atas air seperti kolam renang apung, tempat bermain anak, hingga restoran terapung. Melalui artikel ini, kita akan membahas lebih dalam tentang jenis-jenis wahana air apung, manfaatnya, serta peran penting Kubus Apung Hildan dalam menghadirkan sarana liburan yang aman, seru, dan berkelanjutan. Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap wisata yang menyatu dengan alam menjadikan wahana air apung sebagai opsi menarik. Dibandingkan dengan wahana konvensional, fasilitas apung memberi pengalaman baru karena dibangun langsung di atas permukaan air, baik danau, sungai, maupun laut tenang. Wahana air apung menjadi favorit keluarga karena sifatnya yang anti-mainstream dan Instagramable, sehingga cocok untuk generasi muda dan keluarga muda. Selain itu, wahana ini memberikan pengalaman menyatu dengan alam tanpa harus mengubah ekosistem sekitar. Keamanannya pun terjamin berkat penggunaan teknologi kubus apung berkualitas tinggi yang stabil dan tahan lama. Ditambah lagi, sistemnya yang mudah dibongkar pasang menjadikannya fleksibel dan sesuai dengan kebutuhan para pengelola wisata.
Ini Alasan Mengapa Jembatan Apung Semakin Digemari di Kawasan Wisata
Apung Hildan menggunakan High-Density Polyethylene atau HDPE berkualitas premium yang dirancang khusus untuk menghadapi tantangan lingkungan perairan. 1. Instalasi Super Cepat Lupakan proses konstruksi berbulan-bulan! Jembatan apung dapat dirakit dan dipasang hanya dalam hitungan hari, bahkan jam, tergantung panjang dan kompleksitasnya. Ini berarti destinasi Anda bisa lebih cepat beroperasi dan menerima pengunjung. 2. Desain Adaptif dan Estetis Apakah Anda membutuhkan jembatan lurus, berkelok mengikuti garis pantai, atau bahkan membentuk percabangan? Semua bisa diwujudkan. Fleksibilitas desainnya memungkinkan jembatan menyatu harmonis dengan kontur alam, bukan merusaknya. 3. Aman dan Tahan Banting Keselamatan adalah prioritas. Setiap kubus memiliki permukaan anti-slip dan mampu menahan beban yang signifikan. Material kubus apung HDPE juga terbukti tahan terhadap korosi air asin, paparan sinar UV, dan benturan, menjadikannya investasi jangka panjang dengan perawatan minimal. 4. Minim Dampak Lingkungan Ini adalah keunggulan terbesar untuk pariwisata berbasis alam. Karena tidak memerlukan tiang pancang yang menancap ke dasar air, jembatan apung tidak merusak ekosistem terumbu karang, padang lamun, atau dasar danau. Sebuah solusi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Dengan jembatan apung, pengelola wisata dapat membuka akses ke spot-spot yang sebelumnya sulit dijangkau. Menghubungkan daratan utama ke restoran terapung, vila di atas air, atau spot memancing eksklusif kini menjadi jauh lebih mudah dan efisien. Teknologi modular ini tidak terbatas pada jembatan saja. Ia juga merupakan fondasi sempurna untuk membangun dermaga apung untuk perahu wisata, jet ski, atau platform serbaguna lainnya. Fleksibilitasnya benar-benar membuka potensi baru bagi pengembangan kawasan perairan.
Tampilan Slasar Malioboro Kian Menarik, Ciptakan Pengalaman Wisata Mankjubkan
Yogyakarta, katakabar.com - Kawasan Slasar Malioboro kini tampil dengan wajah baru yang lebih segar dan tertata. Dikelola KAI Properti, anak perusahaan dari PT Kereta Api Indonesia (Persero), area ini disulap menjadi ruang publik yang lebih modern dan nyaman, sekaligus tetap mempertahankan nuansa khas Yogyakarta. Slasar Malioboro kini jadi salah satu destinasi wajib bagi wisatawan yang datang ke Kota Gudeg. Letaknya strategis, hanya beberapa langkah dari Stasiun Tugu dan tepat di jalur utama wisata Malioboro. "Penataan barunya keren, tempat makan jadi lebih nyaman dan bersih. Sekarang enggak hanya buat lewat, tapi asyik buat nongkrong," kata Diah 26 tahun, wisatawan asal Jakarta, Senin (23/6). Kini, pengunjung bisa menikmati berbagai fasilitas baru yang membuat pengalaman wisata semakin lengkap. Mulai dari deretan tenant kuliner lokal dan kekinian, ruang komersial tertata rapi, hingga fasilitas umum seperti penitipan barang dan hotel transit. Semua dibuat senyaman mungkin, termasuk jalur pedestrian yang lebih lebar dan ramah untuk penyandang disabilitas. Konsep pedestrian friendly diterapkan secara menyeluruh. Area jalan kaki kini berpaving halus, dengan pencahayaan malam yang estetik, dan penataan landscape yang asri. Hal ini membuat Slasar Malioboro cocok dijadikan tempat bersantai, ngopi sore, hingga berfoto untuk kebutuhan media sosial. Soal kuliner, pilihan menunya beragam. Mulai dari makanan tradisional,.seperti Gudeg Yu Djum, Pempek, dan Asinan Mangga, hingga makanan kekinian seperti Chick Away dan Ice Cream n Cream. Tak ketinggalan, tenant kopi lokal seperti Laju Kopi turut meramaikan suasana. Fasilitas pendukung lainnya, seperti Shower dan Locker, mini market, dan Transit Hotel menjadikan kawasan ini bukan hanya sekadar tempat jajan, tapi juga solusi bagi wisatawan yang ingin beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan.