Karo | Katakabar.com

Loken Barn sempat viral. Destinasi wisata berlokasi di Jalan Sapo Juma Tongging, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut).

Akhir pekan kemarin (8/4/2022), lokasi yang konon punya destinasi wisata dengan atmosfer seakan berada di Belanda tersebut dipadati pengunjung. Rata-rata pasangan muda-mudi.

Untuk masuk ke lokasi ini, setiap orang dipungut Rp20.000/orang dan buka Rp10.000/orang seperti diberitakan, sudah termasuk biaya parkir.

Membeludaknya pengunjung, kisaran ribuan dan harus parkir di luar areal, dikenakan biaya tambahan.

Memang Loken Barn adalah objek wisata dengan jenis resort. Perpaduan wisata buatan dan wisata alamnya menjadikan tempat ini menjadi tujuan banyak orang untuk healing dan bertamasya di akhir pekan.

Kabarnya Loken Barn ini awalnya dibangun sebagai penginapan yang disebut banyak fasilitas seperti Cafe Loken Barn, dengan sajian kuliner yang sangat menggugah selera namun harganya sangat terjangkau.

Tidak kalah dengan Cafe Loken Barn, fasilitas lain yang sangat terkenal di sini adalah rumah kincir angin yang menjadi spot foto yang sangat instagramable.

Rerumputan halus juga menghiasi lokasi ini sehingga vibe-nya seakan di Belanda. Terdapat juga fasilitas toilet umum yang bebas diakses oleh setiap pengunjung dan gazebo di bawah pohon.

Ditambah lagi penginapan semi modern di destinasi wisata ala Belanda ini sangat recommended dan harganya pun tidak begitu mahal, padahal layanan dan fasilitas penginapannya setara dengan hotel berbintang.

Namun amatan Katakabar saat berkunjung ke sana, sempat terjadi kegaduhan karena pengunjung berebut ke toilet hingga salah seorang pengunjung menendang pintu toilet karena kesal antri.

Mirisnya lagi tempat untuk beribadah seperti musholah belum ada. Bahkan penginapan yang disebutkan masih dalam proses dan kincir angin yang disebutkan juga masih dalam pengerjaan dan belum sepenuhnya rampung. Banyak pengunjung yang sangat menyayangkan hal tersebut.

Saat ditanyai pengelolah areal Loken Barn dirinya mengaku kalau lokasi tersebut masih dalam pengerjaan. Pihaknya berjanji akan menyampaikan aspirasi para wisatawan ke pemiliknya dan segera membuat musolah dan perbaikan yang lainnya.