Teluk Kuantan, katakabar.com - Tim gabungan Reskrim Polsek Pangen, dan Kuantan Sengingi berhasil ungkap tindak pidana bisnis pupuk bersubsidi merk Urea seberat 10 ton, di Desa Sako, Kecamatan Pangean, Kamis (20/6).
Kapolres Kuansing, AKBP Angga F Herlambang menyampaikan, ada tiga tersangka yang diamankan dalam penyeludupan perdagangan pupuk subsidi tanpa dokumen resmi.
"Mereka masing-masing berinisial ST 48 tahun, SA 45 tahun, dan MY 27 tahun selaku supir, kernet dan pemilik barang," jelasnya kepada katakabar.com.
Barang bukti yang disita di operasi itu, kata AKBP Angga, yakni satu unit mobil Cold Diesel berwarna kuning pengangku 200 sak pupuk urea bersubsidi dengan berat mencapai 10 ton.
Dijelaskannya, pengukapan kasus ini berawal dari informasi adanya sindikat perdagangan pupuk yang bakal melintas 'Kota Jalur'.
"Tim ketika lakukan patroli, kendaraan yang dicurigai terpantau melintas berwarna kuning dengan kondisi bak ditutupi terpal hijau dan kemudian pemberhentian mobil secara terukur serta pemeriksaan surat penting diterapkan," bebernya.
Dari hasil pemeriksaan, ulasnya, pelaku tidak bisa menunjukkan dokumen lengkap atas barang bawaan yang berada di dalam kendaraan. Kemudian ketiga pelaku diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
"Saya perintahkan anggota untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap jaringan perdagangan illegal ini," tegasnya.
Beberapa langkah telah diambil, sebutnya, seperti mengamankan pelaku dan mengamankan alat bukti.
Selanjutnya anggota berkoordinasi dengan ahli terkait pupuk bersubsidi tersebut. Saat ini, ketiga tersangka dititipkan di Sel Polres Kuansing guna pemeriksaan lebih mendalam. Hasil dari interogasi, pelaku mengakui barang berasal dari Solok, Sumatera Barat.
"Kami terus melakukan pengembangan guna mengungkap apakah ada pihak lain yang terlibat dalam jaringan perdagangan ilegal pupuk bersubsidi ini, menindak tegas pelaku yang mencoba mencari keuntungan dengan cara melanggar hukum," ucapnya.
Dengan pengungkapan kasus ini, tambahnya, diharapkan distribusi pupuk bersubsidi di wilayah Kuantan Singingi dapat lebih terkontrol dan tepat sasaran, sehingga petani yang membutuhkan tidak mengalami kesulitan dalam mendapatkan pupuk untuk pertanian.
Polisi Kota Jalur Borgol Tiga Pelaku Dugaan Penyeludupan Pupuk Subsidi Asal Ranah Minang
Diskusi pembaca untuk berita ini