Jakarta, katakabar.com - Palm Fatty Acid Distillate (PFAD) hasil samping refining Crude Palm Oil (CPO) melimpah di Indonesia. Wajar, lantaran Indonesia produsen minyak kelapa sawit terbesar di dunia.

Tapi, pemanfaatan PFAD di dalam negeri masih sangat terbatas. Boleh jadi, ini latar belakang Institut Pertanian Bogor (ITB) melakukan penelitian pada Mei 2020 lalu guna mengembangkan pemanfaatan PFAD ini menjadi Sabun/Lemak Kalsium yang ditujukan sebagai pakan ternak.

Dr Lienda Handojo bersama peneliti dari LPPM ITB yang gawangi untuk mengembangkan pemanfaatan PFAD ini menjadi Sabun/Lemak Kalsium yang ditujukan sebagai pakan ternak.  

Sabun Kalsium atau Lemak Kalsium berbahan baku PFAD bermanfaat untuk meningkatkan produksi susu sapi perah dan meningkatkan fertilitas sapi.

Penelitian ini dilakukan dengan pendanaan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan kelapa Sawit (BPDPKS). Tujuannya mendapatkan suplemen pakan sapi perah berisikan lemak terproteksi (rumen by-pass) yang berkualitas baik yang dapat meningkatkan produktivitas susu, kesehatan, dan fertilitas sapi.

Pembuatan Lemak Kalsium dari PFAD dilaksanakan melalui reaksi saponifikasi asam lemak bebas dengan hidroksida atau oksida kalsium.

Penelitian dilakukan selama dua tahun lamanya. Lemak Kalsium berbahan baku PFAD telah berhasil diproduksi pada skala laboratorium dan skala bangku (bench scale) di tahun pertama.

Pengujian angka asam, proksimat, FTIR dan in vitro menunjukkan Lemak Kalsium yang dihasilkan memiliki kualitas yang menyaingi atau sedikit lebih unggul daripada kualitas produk komersial yang ada di pasaran.

Uji coba produk secara in vivo kepada ternak sapi, menggambarkan adanya peningkatan signifikan dari volume susu yang dihasilkan.

Di penelitian tahun kedua, pembuatan lemak kalsium dilakukan pada skala bangku  (bench scale) dan skala pilot. Analisis produk yang dilakukan berupa pengujian fisik produk (angka asam dan kadar air) serta pengujian nutrisi produk (uji proksimat, in vitro , analisis vitamin E dan aktivitas antioksidan).

Uji coba produk secara in vivo dilakukan kepada kelompok ternak sapi perah di Lembang, Jawa Barat dan Karangploso, Jawa Timur serta dilakukan pula uji coba suplementasi ransum ayam petelur dan broiler di Bukit Jimbaran, Bali.

Produksi Lemak Kalsium menggunakan peralatan proses skala pilot dalam rentang kondisi operasi tertentu dapat menghasilkan produk yang memenuhi kriteria.

Uji nutrisi menunjukkan produk Lemak Kalsium pada skala bench dan pilot tidak berbeda signifikan serta menunjukkan produk Lemak Kalsium memiliki aktivitas antioksidan dan vitamin E yang lebih rendah 57 kali dibandingkan dengan PFAD.

Pemberian Lemak Kalsium kepada sapi perah dapat meningkatkan produktivitas dan memperpanjang masa laktasi susu sapi perah.

Selain kuantitas susu, kualitas susu pun meningkat dengan adanya peningkatan pada kadar lemak dan berat jenis yang menyebabkan peningkatan pada harga susu.

Hasil penelitian ini sangat bermanfaat untuk supply pakan ternak berkualitas yang memanfaatkan bahan baku yang banyak tersedia di dalam negeri. Di mana saat ini produktivitas sapi perah di dalam negeri masih sangat rendah, sehingga perlu dilakukan impor susu untuk memenuhi kebutuhan susu domestik.

Dengan pengembangan teknologi dan industri Lemak Kalsium berbahan baku PFAD dapat menjawab tantangan rendahnya produktivitas susu sapi perah nasional, ini harapannya. Semoga saja.

Sumber: bpdp.or.id