Lewat Budidaya Sapi Pola Siska, BPDPKS dan Aspekpir Indonesia Bantu Pekebun Sawit di Sumsel Sawit
Sawit
Sabtu, 24 Agustus 2024 | 21:04 WIB

Lewat Budidaya Sapi Pola Siska, BPDPKS dan Aspekpir Indonesia Bantu Pekebun Sawit di Sumsel

Palembang, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (Aspekpir) Indonesia kembangkan budidaya sapi pola integrasi sapi sawit (Siska) bantu pekebun kelapa sawit di Provinsi Sumatera Selatan. Diharapkan dengan program tersebut dapat mendukung, dan mewujudkan swasembada daging. Ini alasnya BPDPKS dan Aspekpir Indonesia membangun kolaborasi gelar Workshop UKMK Berbasis Kelapa Sawit guna mengembangkan budidaya sapi melalui pola integrasi sapi sawit (Siska) di Kota Palembang, Sumatra Selatan, Kamis (22/8) lalu.

Kepala DKPP Kepulauan Meranti Cek Kondisi 75 Ekor Sapi PO Tahap Pertama Riau
Riau
Selasa, 06 Februari 2024 | 11:11 WIB

Kepala DKPP Kepulauan Meranti Cek Kondisi 75 Ekor Sapi PO Tahap Pertama

Kepulauan Meranti, Selatpanjang - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Irwandi SP didampingi dokter hewan dan direktur Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Budiman melakukan pengecekan sapi tahap pertama berjenis Peranakan Ongol sebanyak 75 ekor di kandang penggemukan sapi Jalan SMA 3 Dorak, pada Ahad lalu. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Irwandi SP menyatakan, program penggemukan sapi ini dimulai tahun 2023, pada awal Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti dipimpin Adil, dan kandang ini dibuat masa itu. "Di tahun-tahun sebelumnya, kita mengalami kekurangan pasokan daging sapi sebanyak 75 persen. Di mana kita butuh pasukan daging sapi sebanyak 700 ekor ketikan hari raya Kurban," ujarnya lewat keterangan resmi diterim katakabar com, pada Selasa (6/2). Kata Irwandi, meski sudah ada beberapa pengusaha sapi sebanyak 6 orang, yakni Alvin Tebing Tinggi Barat, Sukirman di Desa Alahir, Nyoto, Asri, tinggal di ke SMA 3 ini, dan termasuk saya, tapi kita masih khawatir kekurangan daging sapi. "Kekurangannya masih 75 persen ini, sehingga terlihat peluang ada di situ. Apakah peluang-peluang ini bisa kita ambil? Bagaimana cara mengambil peluang tersebut? Jadi, kita gerakkan BUMD. Ini pondasi untuk membuat program penggemukan sapi di Kepulauan Meranti. Nah, lokasi ditunjuk di sini! Tapi, kebijakan tersebut bukan saja pertimbangan dari lebaran tapi untuk kebutuhan sehari-hari pemotongan di pasar. Di mana, kita tahu harga daging sapi saat ini melambung tinggi. Menurut Irwandi, modal awal mulai dari bangunan hingga pengadaan sapi urusan direktur BUMD, Budiman. Lantaran beliau sebagai dinas, kami berperan sebagai teknis hingga barang tiba di sini. Ini dokter hewan. Beliau ini nanti membantu mereka di sini beserta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Soal, kekurangan pakan nanti dokter hewan ini yang menegur. Bila sapi ini sakit dokter hewan ini nanti yang menangani. Sisi ini yang ditangani dinas. "Kalau soal anggaran untuk pengadaan peternakan penggemukan sapi ini pengelolaan perusahaan PT Bumi Meranti (perseroda) BUMD," jelasnya. Direktur PT Bumi Meranti (perseroda) BUMD, Budiman menimpali, terkait penyertaan modal berdasarkan peraturan Bupati tentang penyertaan modal untuk bisnis sapi sebanyak Rp5 miliar. Anggaran ini tidak mesti habis hingga sekarang, sebab namanya bisnis ada fixed cost dan variable cost. Fixed cost itu biaya tetap seperti pembersihan lahan pembangunan kandang atau dengan kata lain sarana prasarana seluruhnya untuk penggemukan sapi ini. Variable cost adalah biaya perawatan atau maintenance dan lainnya. Biaya operasional manajemen, semuanya itu masuk kedalam rencana kerja dan anggaran. "Rencana kerja anggaran memang dari awal tahun 2023. Lantaran terjadi sesuatu pada 2023 lalu perkiraan jadi meleset," ucap Budiman. Dijabarkan Budiman, penyertaan modal ada dua tahap, pertama 2 miliar dan 3 miliar. Untuk biaya 2 miliar digunakan untuk biaya kandang, pajak, fixed cost tadi dari peralatan maintenance dan sebagainya. Untuk bisnis sendiri, yakni sapi dalam catatan bagaimana nanti ada yang dinamakan profit margin. Istilah profit ini profit yang didapat dari pemeliharaan. Di mana berapa bulan pembesaran target kita adalah Idul Adha, setelah itu berapa operasional yang dikeluarkan, dijual dengan harga berapa dan dikurangi dengan operasional. Itulah yang dinamakan dengan profil margin. Profit margin profit masih telaah rencana-rencana analisa analisa, dan keuntungan pasti profit margin ini nanti dalam penjualan pada Idul Adha. Kenapa tidak bisa langsung didatangkannya sapi sebanyak 150 ekor, sehingga di bagi Jadi dua tahap. Di mana tahap pertama 75 ekor, tahap kedua 75 ekor. Hal ini dilakukan setelah melalui beberapa pertimbangan. Masalah transportasi untuk ini bagi pengiriman sangat penuh risiko. Jikalau satu daratan enak pengirimannya tinggal bongkar muat. Selain itu, ada administrasi yang harus dipenuhi, ini sangat penting. Kalau ini tidak dilalui, bisnis ini jadi ilegal. Di mana legalitas kita seperti vaksin, cek darah , rekomendasi Dinas, belum lagi pengantar dari Kementerian Karantina Pusat, semuanya ada lima atau enam dokumen makanya sapi tidak bisa dikirim langsung. Begitu sapi banti sampai di Buton karantina Buton periksa lagi. Apabila dalam pemeriksaan dokumen tidak lengkap maka tidak masuk secara legalitas dan sebaliknya. Pada proses waktu pengiriman ini, hanya yang saya khawatirkandua hari itu, sapinya agak kurus, sebab selama 2 hari tidak makan tidak minum ketika sampai selama 6 jam baru sampai diberi Jedda. Alhamdulillah sapi-sapi tidak ada yang mencret kotorannya. Besok semua sapi kita berikan vitamin, obat cacing tergantung kebutuhan tapi setelah dicek. Perkembangan isu sebanyak 23 ekor sapi tidak bertindik didatangkan dari Pekanbaru, Budiman menegaskan, pertama informasi dari mana, itu MoU itu dari Medan keseluruhannya saya jamin 100 persen. Hanya saja tidak tahu info yang dari Pekanbaru, mungkin teknis Pak dan di situ bisa saja terjadi, sapi itu dikirim dulu ke Pekanbaru, supaya efektif dan efisien, setelah surat-surat komplit baru masuk ke sini. Kadis DKPP, Irwandi menambahkan, baik sapi dari Pekanbaru atau dari Medan yang penting menjadikan profit , hal ini tidak boleh jadi masalah. Walaupun sapi dari sini kita beli boleh, Siapa yang mau jual sapi di sini BUMD siap menampung. Apalagi, untuk membeli sapi di sini sudah jelas tidak dibutuhkan surat-menyurat. Jika dari luarsudah tentu harus terang. Demikian saat kita akan jual sapi ke mana saja yang penting menguntungkan bagi BUMD kita. Untuk masyarakat kita berprinsip dapat membantu. Bagi warga yang mau memelihara sapi bekerja sama dengan BUMD, silahkan datang kemari, apa dan bagaimana sistem kerja samanya. Apakah itu bagi hasil atau seperti apa?

Wapres RI: Pengembangan Sawit Mesti Terintegrasi Peternakan Sapi dan Lingkungan Nusantara
Nusantara
Kamis, 26 Oktober 2023 | 13:45 WIB

Wapres RI: Pengembangan Sawit Mesti Terintegrasi Peternakan Sapi dan Lingkungan

Pangkalan Bun, katakabar.com - Orang Nomor Dua di Republik ini menginjakkan kaki di Pangkalan Bun, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, pada Rabu (25/10) kemarin. Di sana, Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia, K.H. Ma'ruf Amin meresmikan proyek milik Citra Borneo Indah (CBI) Group. "Kekayaan alam yang besar dan tersebar di berbagai wilayah harus dikelola dengan baik agar hasilnya dapat dirasakan masyarakat tanpa merusak ekosistem sumber daya," kata Wapres RI, dilansir dari laman elaeis.co, pada Kamis (26/10). Tata kelola perusahaan, ujar mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini, mesti ditingkatkan dan jalankan bisnis sesuai kaidah serta aturan demi mewujudkan lingkungan yang berkelanjutan. "Tetapkan target dan penanda capaian untuk komitmen tanpa deforestasi atau tanpa konversi,” jelasnya. Keberlanjutan ini, sebut Wapres, harus mencakup dari hulu hingga ke hilir. Untuk itu, penting melakukan transformasi rantai pasok sawit dan penguatan rantai nilai produk-produk kelapa sawit dan turunannya. “Mengenai pelaksanaan pengembangan kelapa sawit yang terintegrasi dengan peternakan sapi. Pemerintah Daerah (Pemda) bersama dengan pelaku usaha mesti memberikan dukungan dan bimbingan teknis, sekaligus mendorong terbentuknya kelembagaan peternak,” imbaunya. Soal proyek yang sedang dijalankan, lanjut Wapres, apresiasi kepada perusahaan CBI Group yang mengelola bisnis hulu dan hilir kelapa sawit dengan membangun pabrik konsentrat pakan ternak dan penyulingan. Diminta proyek harus dapat membawa efek berganda bagi masyarakat setempat dan bagi kemajuan daerah. Contohnya, tutur Wapres, penyerapan tenaga kerja, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menambah pendapatan daerah maupun negara, sekaligus membangun komunitas lokal dan mengentaskan kemiskinan masyarakat sekitar. "Kepada seluruh pihak terkait untuk terus meningkatkan inovasi serta kolaborasi, agar seluruh tantangan yang dihadapi di lapangan bisa dilewati dengan baik dan seluruh sektor unggulan khususnya di Kalimantan Tengah dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan daerah," harapnya. Untuk itu, perlu paradigma pembangunan baru yang kolaboratif antarnegara, masyarakat, dan dunia usaha. Seluruh pemangku kepentingan agar berkolaborasi dan mendorong kemitraan untuk mengatasi tantangan bersama dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif,” terangnya. Sebelumnya, Chairman Citra Borneo Indah Group, Abdul Rasyid AS sampaikan komitmen semua pembangunan yang dilakukan CBI Group memberikan nilai baik bagi masyarakat. “Proyek ini kami tujukan untuk memajukan kesejahteraan ekonomi masyarakat dan nasional,” ulasnya. Ke depan, ucap Abdul, tantangan di dunia industri semakin kompleks seiring dengan perkembangan zaman. Makanya, kita berkomitmen untuk semakin gigih berjuang membangun di bidang industri sebagai bentuk kontribusi untuk pemerintah. “Semakin berkembangnya era industri, kami harus semakin kuat untuk bersaing. Perlu perjuangan dan kerja keras untuk menggapainya. Kami berkomitmen untuk terus berkontribusi sebagai bentuk karya nyata untuk negeri,” tukasnya. Diketahui, CBI Group telah berdiri pada 1999 lamapu, dan memulai usaha di bidang perkebunan kelapa sawit. Seiring berjalannya waktu, CBI Group telah megembangkan sektor usahanya di berbagai sektor dengan menerapkan model bisnis yang berbasis sinergi dan terdiversifikasi pada lima segmen usaha, meliputi perkebunan kelapa sawit, hilirisasi industri kelapa sawit, kawasan industri dan pembangkit tenaga listrik, angkutan laut, serta peternakan.

Guru Besar UGM Dorong Integrasi Peternakan Sapi Perkebunan Sawit Nasional
Nasional
Rabu, 20 September 2023 | 23:32 WIB

Guru Besar UGM Dorong Integrasi Peternakan Sapi Perkebunan Sawit

Yogyakarta, katakabar.com - Luasan lahan vegetasi di bawah tegakan perkebunan kelapa sawit berpotensi menyediakan pakan ternak ruminansia dengan cara digembalakan dengan ketersediaan rumput, forb dan legum, pakis dan tanaman lain. Itu sejalan dengan luas perkebunan sawit di Indonesia pada tahun 2016 mencapai 11,2 juta hektar. Terus meningkat menjadi 14,66 juta hektar pada tahun 2021 dan pada tahun 2022 meningkat menjadi 14,99 juta hektar dengan produksi total 45,58 juta ton atau rata-rata 3,04 ton per hektar. Menurut Guru Besar Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. Ir. Bambang Suhartanto, integrasi sapi dalam perkebunan sawit bentuk pertanian terpadu dimana ternak sapi memanfaatkan hijauan antar pohon dan hasil samping industri perkebunan kelapa sawit. Di pengukuhan Guru Besar dirinya di bidang Nutrisi dan Makanan Ternak, di ruang Balai Senat Gedung Pusat UGM, pada Selasa (19/9) kemarin, Bambang pidato berjudul Sistem Integrasi Tanaman Pakan dan Kelapa Sawit untuk Mendukung Produksi Ternak Ruminansia di Indonesia. "Sistem integrasi sapi dan kelapa sawit merupakan bentuk sistem pertanian terpadu yang ideal bila disediakan lahan untuk tanaman pakan ternak ketika umur tanaman sawit sudah melebihi 5 tahun," ujarnya. Penggembalaan ternak sapi dengan metode rotasional grazing di bawah tegakan tanaman perkebunan sawit, bisa menekan biaya pakan dan pemeliharaan. “Total 4 juta sapi bisa dipelihara dengan biaya murah,” jelasnya. Sisi lain kata Bambang, potensi vegetasi di bawah tegakan tanaman hasil samping tanaman sawit yang dapat digunakan sebagai pakan ternak ruminansia adalah pelepah dan daun sawit serta hasil samping pengolahan sawit berupa lumpur sawit. "Bungkil inti sawit bisa digunakan sebagai sumber pakan ternak. Sebaliknya bagi perkebunan kelapa sawit, kotoran ternak sapi bisa sebagai penyedia unsur hara untuk meningkatkan kesuburan lahan kebun kelapa sawit dan pengendalian gulma,” terangnya. Saya menilai ternak ruminansia paling baik sambungnya, jika dipelihara dengan cara digembalakan di padang rumput sehingga ternak secara langsung dapat mengambil pakan yang diinginkan dan dibutuhkan. Tapi, tidak semua ternak dapat dipelihara di padang penggembalaan akibat terbatasnya ladang padang rumput sehingga penggembalaan ternak di area perkebunan sawit menjadi salah satu pilihan dalam mewujudkan kemandirian pangan dari produk peternakan, sebutnya.