ITB

Sorotan terbaru dari Tag # ITB

MyRepublic Indonesia di ITB: FTTH dan FWA Layanan Saling Melengkapi Percepat Broadband Indonesia Nusantara
Nusantara
Minggu, 12 April 2026 | 20:52 WIB

MyRepublic Indonesia di ITB: FTTH dan FWA Layanan Saling Melengkapi Percepat Broadband Indonesia

Bandung, katakabar.com - MyRepublic Indonesia menegaskan komitmen dukung percepatan pemerataan akses digital nasional melalui partisipasi aktif dalam seminar yang ditaja Institut Teknologi Bandung usung tema “FTTH, FWA & Mobile Broadband: Strategi Manakah yang Terbaik untuk Mempercepat Pemerataan Akses Digital Indonesia.” Di forum ini, MyRepublic Indonesia hadir sebagai perwakilan industri untuk berbagi perspektif terkait implementasi dan strategi deployment jaringan broadband di Indonesia. Pada sesi diskusi, Hendra Gunawan selaku Chief Technology Officer MyRepublic Indonesia, bersama Dr. Ir. Ian Josef Matheus Edward, M.T., Dosen STEI ITB, Dr. Denny Setiawan, S.T., M.T., Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital Komdigi, dan Merza Fachys, Sekretaris Jendral Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), dan Iman Hirawadi, Telecom Solutions Architect & Business Consultant ZTE Indonesia, memaparkan berbagai tantangan dan strategi dalam mengembangkan jaringan FTTH (Fiber to the Home) serta FWA (Fixed Wireless Access), khususnya dalam menjawab kebutuhan konektivitas di berbagai wilayah. Hendra menjelaskan FTTH dan FWA memiliki karakteristik tantangan yang berbeda, mulai dari kebutuhan investasi dan kompleksitas pembangunan pada FTTH, hingga keterbatasan spektrum dan kualitas layanan pada FWA. Untuk itu, ujar Hendra, MyRepublic menerapkan pendekatan berbasis karakteristik wilayah, dengan FTTH difokuskan pada area padat dengan kebutuhan bandwidth tinggi, sementara FWA menjadi solusi untuk mempercepat penetrasi di wilayah semi-urban. Ia menegaskan perkembangan FTTH dan FWA tidak mengarah pada substitusi, melainkan saling melengkapi. FTTH tetap menjadi backbone utama dalam menghadirkan konektivitas yang stabil dan berkapasitas tinggi, sementara FWA berperan sebagai pelengkap untuk memperluas jangkauan layanan serta membuka peluang pasar baru. Meski dinamika harga FWA di pasar tidak berdampak langsung terhadap layanan FTTH, hal ini tetap menjadi perhatian industri dalam membentuk ekspektasi harga ke depan. MyRepublic Indonesia telah menghadirkan jaringan full fiber optic yang andal, unlimited, dan stabil dengan kapasitas tinggi untuk mendukung berbagai kebutuhan digital masyarakat, mulai dari aktivitas produktivitas hingga hiburan. Dengan cakupan yang terus diperluas di berbagai kota, layanan FTTH MyRepublic menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang membutuhkan koneksi internet berkualitas tinggi dan konsisten. Sementara, di wilayah yang belum terjangkau fiber, FWA dapat menjadi alternatif solusi untuk tetap menghadirkan akses broadband yang memadai. “Kami melihat FTTH, FWA, dan selular bukan sebagai kompetitor, melainkan sebagai solusi yang saling melengkapi. Dengan pendekatan yang berbasis kebutuhan pelanggan dan kondisi wilayah, kami optimistis dapat menghadirkan konektivitas yang lebih merata, berkualitas, dan terjangkau,” bebernya. Partisipasi MyRepublic Indonesia dalam seminar ini menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk terus berkontribusi dalam pengembangan ekosistem digital Indonesia melalui kolaborasi lintas sektor. Selain berbagi pengalaman dan insight industri, kehadiran MyRepublic Indonesia juga diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih aplikatif bagi mahasiswa dan publik mengenai dinamika implementasi teknologi broadband di lapangan. Ke depan, MyRepublic Indonesia berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan internet berkualitas tinggi melalui pengembangan jaringan yang adaptif dan berkelanjutan, serta mendukung visi pemerintah dalam percepatan pemerataan akses digital di seluruh Indonesia.

Gandeng PT Pindad dan ITB, BPDP Perkuat Hilirisasi dan Kemandirian ISN Nusantara
Nusantara
Minggu, 26 Oktober 2025 | 16:39 WIB

Gandeng PT Pindad dan ITB, BPDP Perkuat Hilirisasi dan Kemandirian ISN

Malang, katakabar.com - Divisi Munisi PT Pindad, Turen, Malang jadi saksi bisu Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) tegaskan komitmen dukung pengembangan industri strategis nasional (ISN) lewat penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dengan PT Pindad dan Institut Teknologi Bandung (ITB), di pertengahan Oktober 2025 lalu. Kerja sama ini berfokus pada pendanaan pembangunan fasilitas bahan baku industri pertahanan serta penguatan riset dan pengembangan teknologi manufaktur dalam negeri. Di kegiatan itu hadir Direktur Utama BPDP, Eddy Abdurrachman, Direktur Keuangan, Manajemen Risiko dan Umum BPDP, Zaid Burhan Ibrahim, Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP, Mohammad Alfansyah, serta jajaran BPDP lainnya, termasuk Joko Supriyono, Anggota Dewan Pengawas BPDP. Direktur Utama BPDP, Eddy Abdurrachman, menyampaikan pembangunan fasilitas ini bagian dari upaya memperkuat hilirisasi berbasis sumber daya perkebunan, sekaligus memastikan nilai tambah industri strategis terjadi di dalam negeri. “Pembangunan Pabrik Bahan Baku Industri Alutsista Merah Putih ini bukan semata pembangunan infrastruktur industri. Pembangunan ini mencerminkan visi bersama untuk memperkuat kemandirian bangsa bidang teknologi strategis nasional, memperkuat daya saing industri dalam negeri, serta membuka ruang bagi pengembangan sumber daya manusia dan hilirisasi produk-produk bernilai tambah,” ujar Eddy. BPDP menegaskan dukungan pendanaan dilakukan berdasarkan prinsip akuntabilitas, tata kelola yang baik, serta berorientasi pada manfaat jangka panjang bagi negara. “Sebagai Badan Pengelola Dana, penting bagi kami memastikan pendanaan dikembangkan secara transparan dan berorientasi pada manfaat pembangunan nasional dan kesejahteraan masyarakat,” ucap Eddy. Kerja sama ini sekaligus menjadi implementasi konsep triple-helix collaboration antara pemerintah sebagai fasilitator kebijakan dan pendanaan, akademisi sebagai pusat inovasi teknologi, dan industri sebagai pelaksana produksi. Melalui kolaborasi ini, transfer teknologi, peningkatan kompetensi tenaga kerja, keterlibatan industri lokal, dan penguatan rantai pasok nasional diharapkan dapat berjalan lebih cepat dan terarah. BPDP akan memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai standar keamanan, kepatuhan industri, serta mengedepankan prinsip transparansi dan peningkatan kapasitas nasional. Dukungan pendanaan ini juga diharapkan menjadi model kemitraan berkelanjutan dalam memperkuat kemandirian industri pertahanan berbasis teknologi dalam negeri.

Manfaatkan Potensi Tankos sawit Antarkan Tim Mahasiswa ITB Juara NEST 2024 Sawit
Sawit
Minggu, 26 Januari 2025 | 23:09 WIB

Manfaatkan Potensi Tankos sawit Antarkan Tim Mahasiswa ITB Juara NEST 2024

Bandung, katakabar.com - Tim mahasiswa ITB meraih juara tiga Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) National Electric Summit (NEST) 2024. Mereka tergabung dalam tim The ThinkTank, meliputi Rosdiana Anjelina, Brigitta Gunawan, Helga Evangelina, dan Yohanes Adrian Biku Pia. Pergelaran NEST 2024 digelar oleh Ikatan Mahasiswa Elektro (IME) Universitas Indonesia kolaborasi dengan IEEE Student Branch UI sebagai tempat untuk para pejuang muda mengembangkan karya inovatif, dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar. NEST wadah bagi mahasiswa seluruh Indonesia untuk bertukar pikiran, berkompetisi, berkreasi, dan berkesempatan mengembangkan ide-ide kreatif. Pada 2024, NEST UI usung tema 'Sustainable Solutions: Electrical and Technology Innovations with Industrial Relevance'. Subtema yang dipilih tim ITB dalam membuat LKTI pada NEST 2024 ini adalah renewable energy. LKTI yang dibuat mampu membawakan tim ini meraih juara 3 dari 80 tim yang ada setelah melakukan pitching day secara daring pada 26 Oktober 2024. Awarding dilakukan pada 9 November 2024 lalu secara daring.

Mahasiswa ITB Kenalkan Metode Pengendalian Gulma dan Peningkatan Produktivitas Sawit Sawit
Sawit
Sabtu, 28 Desember 2024 | 18:51 WIB

Mahasiswa ITB Kenalkan Metode Pengendalian Gulma dan Peningkatan Produktivitas Sawit

Bandung, katakabar.com - Mahasiswa dari jurusan Rekayasa Pertanian, Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati Institut Teknologi Bandung atau SITH ITB berhasil publikasikan artikel ilmiah mereka di International Journal of Oil Palm (IJOP), sebuah jurnal bergengsi yang diterbitkan oleh Masyarakat Perkelapa-sawitan Indonesia atau MAKSI. Artikel yang berjudul Utilization of Pseudomonas fluorescens Bacteria in Weed Control and Phosphate Supply in Oil Palm ini bahas penggunaan bakteri Pseudomonas fluorescens sebagai metode inovatif untuk pengendalian gulma dan peningkatan produktivitas budidaya kelapa sawit. Penelitian ini dimulai dari tugas Research-Based Learning dalam mata kuliah Mikrobiologi Pertanian yang diampu oleh Dosen dari Kelompok Keahlian atau KK Bioteknologi Mikroba Anriansyah Renggaman PhD.