Kepulauan Meranti, katakabar.com - Kreativitas warga Desa Tanjung Medang, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, patut diacungi jempol.
Melihat kondisi jalan rusak di atas tanah gambut, masyarakat setempat berinisiatif memperbaiki jalan dengan menggunakan batang pohon kelapa sebagai pengganti material aspal.
Langkah ini diprakarsai Penjabat (Pj) Kepala Desa Tanjung Medang, Suyatno, bersama perangkat desa dan masyarakat. Batang-batang kelapa dibelah menggunakan gergaji mesin (Sinso) lalu disusun menutupi lubang di badan jalan, agar kendaraan bisa melintas lebih aman.
“Jalan ini setiap hari dilewati masyarakat, anak-anak sekolah, dan pengangkut hasil kebun seperti gerobak kelapa. Kita tidak mau ada kecelakaan, maka kami berinisiatif bergotong royong memperbaikinya,” ujar Suyatno, Senin (3/11) lalu.
Menurut Suyatno, sekitar 7 kilometer jalan poros desa mengalami kerusakan cukup parah. Lantaran keterbatasan dana dan kondisi tanah gambut yang tidak stabil, warga pun memilih memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia di sekitar mereka.
Gotong royong dilakukan secara sukarela oleh warga, mulai dari tokoh masyarakat, pemuda, hingga perangkat desa. Dengan alat sederhana, mereka bekerja sama menata batang kelapa di atas permukaan jalan berlubang agar akses transportasi tetap lancar.
“Kami berharap pemerintah kabupaten maupun provinsi bisa memberikan perhatian. Letak desa kami yang dekat dengan Selat Malaka dan tergolong daerah terisolir tentu butuh perhatian khusus,” jelasnya.
Berkat semangat gotong royong dan kreativitas warga, kini jalan Desa Tanjung Medang lebih mudah dilalui kendaraan. Aksi sederhana tetapi berdampak besar ini menjadi contoh nyata kepedulian masyarakat terhadap infrastruktur desa di tengah keterbatasan.
Kreativitas Warga Tanjung Medang di Tengah Keterbatasan Perbaiki Jalan Rusak dari Batang Kelapa
Diskusi pembaca untuk berita ini