Tengah
Sorotan terbaru dari Tag # Tengah
2026, Peluang Saham Batu Bara di Tengah Tekanan Permintaan Hingga Kebijakan Pemerintah
Jakarta, katakabar.com - Saham batu bara pernah menjadi primadona saat 2022 ketika Rusia melancarkan serangan ke Ukraina dan dalam situasi China butuh lebih banyak batu bara. Harga batu bara meroket ke 400 dolar AS per ton. Setelahnya harga batu bara terus turun hingga 2026. Jadi, apakah akan ada momen kebangkitan untuk saham batu bara selanjutnya? Sektor batu bara jadi salah satu yang dinilai berpotensi bisa bangkit sekitar 2026-2027. Begini, gambaran prospek saham batu bara di 2026. Tren saham batu bara terus mengalami penurunan dari segi kinerja keuangan hingga harga saham sejak booming terbesar pada 2022 ketika harga batu bara tembus 400 dolar AS per ton. Setelahnya, harga batu bara sesuai dengan ekspektasi mengalami normalisasi hingga saat ini berkisar di 90-100 dolar AS per ton. Founder dan CEO Mikirduit memaparkan pihaknya melakukan riset terhadap 25 saham batu bara yang ada di IDX hingga kinerja kuartal III/2025. Hasilnya 24 saham batu bara mengalami penurunan laba bersih, sedangkan ada 1 saham batu bara yang mencatatkan kenaikan laba bersih, yakni SMMT. "Kenaikan kinerja SMMT juga didorong oleh kenaikan produksi sebesar 93 persen menjadi 2,8 juta ton. Sehingga kinerja pendapatannya meroket signifikan dibandingkan saham batu bara lainnya. Hal itu terjadi sejak SMMT diakuisisi oleh Geo Energy Group pada 2023. Jadi, secara keseluruhan bisa dibilang emiten batu bara masih tertekan penurunan harga batu bara," ujarnya lewat keterangan resmi, Senin (12/1) lalu. Dalam risetnya, Mikirduit mencatat ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk potensi pemulihan kinerja emiten batu bara. Pertama, mayoritas penambang batu bara di dunia sudah mulai tidak melakukan eksplorasi baru secara besar-besaran. Faktornya, sulit mendapatkan pendanaan bank maupun obligasi, sehingga mereka cenderung mengakuisisi tambang batu bara eksisting yang sudah berproduksi. Kedua, dengan kondisi pertama, jika ada kenaikan permintaan batu bara dari China atau India hingga Asean yang konsumsinya cukup besar, bisa membuat anomali dalam jumlah pasokan yang tersedia. Ketiga, hal tersebut bisa terjadi jika proyeksi adanya El nino di 2027 bisa mempengaruhi beberapa pembangkit listrik batu bara dihidupkan lagi untuk menggantikan pembangkit listrik tenaga air yang melemah karena surutnya kondisi air. (sifatnya baru potensi risiko) Menurut Surya, pihaknya menilai harga batu bara berpotensi mencatatkan kenaikan yang lumayan sebelum 2030, yang mana setelahnya diperkirakan ada kenaikan porsi pembangkit listrik tenaga energi yang lebih berkelanjutan. "Meski kenaikannya tidak bisa setinggi 2022 yang mencapai 400 dolar AS per ton, tapi 130-180 dolar AS per ton tetap sudah menarik," ujarnya. Tetapi, itu gambaran peluang dari global, sedangkan dari domestik, saham batu bara justru mendapatkan beberapa tantangan. Pemerintah Indonesia beberapa kali mengeluarkan kebijakan yang cenderung membebani sektor tersebut. Misalnya, perubahan skema royalti untuk beberapa jenis kontrak pada 2025. Lalu, kabar pengenaan bea ekspor sekitar 1-5 persen per 2026, rencana menaikkan porsi domestic market obligation untuk batu bara dengan harga jual 70 dolar AS untuk pembangkit listrik dan 90 dolar AS untuk industri semen. Teranyar, pemerintah juga mengumbar rencana pemangkasan produksi batu bara domestik sebesar 24 persen menjadi sekitar 600 juta ton. Meski, Menteri ESDM Bahlil Lahadia mengatakan angkanya belum fix, bisa di atas atau lebih rendah dari perkiraan 600 juta ton tersebut. Surya menilai pemangkasan produksi batu bara bisa jadi pedang bermata dua untuk Indonesia. Memang, Indonesia adalah negara eksportir batu bara, tapi posisinya bukan yang paling kuat, melainkan juga bersama Australia. Berbeda dengan nikel yang mana Indonesia menjadi faktor penyebab oversupply karena pembangunan smelter yang masif. Jika ada pemangkasan produksi, efek ke harga nikel maupun sektor nikel juga signifikan. "Sehingga, pemangkasan produksi batu bara memang berpotensi meningkatkan harga batu bara, tapi daya gedor-nya tidak begitu besar. Pasalnya, Australia juga bisa jadi alternatif pembelian. Hal itu sempat terjadi ketika China memutuskan tidak beli batu bara dari Australia dan mengalihkan ke Indonesia. Sehingga, ada potensi penambang batu bara Indonesia kehilangan market share," jelasnya. Untuk menakar pilihan saham batu bara yang menarik, Mikirduit sudah merilis laporan yang disusun berdasarkan karakter saham batu baranya mulai dari: 1. Saham batu bara yang harganya bergerak by fundamental 2. Saham batu bara dengan sentimen potensi turnaround secara kinerja keuangan (tingkat risiko cukup tinggi) 3. Saham batu bara yang diversifikasi bisnisnya sudah mulai menghasilkan 4. Saham batu bara yang ada potensi aksi korporasi 5. Saham batu bara yang lagi memiliki momentum besar 6. Saham batu bara jenis metalurgi
Emas Menguat Tajam di Tengah Memanasnya Ketegangan Global
Jakarta, katakabar.com - Pergerakan harga emas (XAU/USD) dunia kembali menguat tajam pada perdagangan hari ini, seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap risiko geopolitik global dan arah kebijakan moneter Amerika Serikat. Emas saat ini sedang berada dalam fase penguatan yang solid, didukung oleh kombinasi faktor teknikal yang konstruktif dan sentimen fundamental yang menguntungkan. Di awal pekan, emas mencatat lonjakan lebih dari 2,6 persen dan diperdagangkan di area $4.440, setelah sempat tertekan hingga mendekati $4.345. Kenaikan tajam ini mencerminkan respons cepat investor terhadap eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Venezuela, yang menimbulkan kekhawatiran luas mengenai stabilitas geopolitik dan potensi dampaknya terhadap perekonomian global. Dalam situasi seperti ini, Emas kembali menjadi tujuan utama investor yang mencari perlindungan nilai. Berdasarkan analisa Dupoin Futures, Andy Nugraha, menjelaskan bahwa sinyal penguatan tren terlihat jelas dari pola candlestick, serta arah indikator Moving Average yang kembali mengarah naik. Struktur harga menunjukkan tekanan beli mendominasi pergerakan pasar, membuka peluang lanjutan kenaikan dalam jangka pendek. Dupoin Futures Indonesia memproyeksikan bahwa apabila momentum bullish tetap terjaga, harga Emas berpotensi melanjutkan reli menuju area $4.520. Meski demikian, risiko koreksi tetap perlu diperhitungkan. Apabila terjadi kegagalan harga untuk mempertahankan momentum penguatan, maka koreksi ke area $4.397 dapat terjadi sebagai skenario alternatif. Penguatan harga Emas juga berlanjut pada sesi Asia Selasa (6/1), dengan emas sempat bergerak di sekitar $4.440 dan mencetak level tertinggi dalam sepekan terakhir. Permintaan terhadap logam mulia ini kembali meningkat setelah ketegangan geopolitik di Amerika Latin semakin memanas. Penangkapan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro dan istrinya oleh pasukan Amerika Serikat picu ketidakpastian baru, terutama setelah Maduro membantah tuduhan yang dilayangkan dan menyatakan akan menghadapi proses hukum internasional. Pernyataan keras dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump, yang menyebut Amerika Serikat akan mengambil peran dalam pengelolaan sementara Venezuela, semakin memperbesar kekhawatiran pasar akan eskalasi konflik yang lebih luas. Situasi ini mendorong investor untuk kembali mengalihkan dana ke aset safe-haven tradisional, di mana Emas menjadi salah satu pilihan utama. Selain faktor geopolitik, ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan Federal Reserve turut memperkuat sentimen positif Emas. Risalah pertemuan FOMC terbaru mengindikasikan bahwa sebagian besar pejabat bank sentral AS masih membuka peluang penurunan suku bunga lanjutan, seiring tren inflasi yang menunjukkan perlambatan. Kebijakan suku bunga yang lebih rendah secara umum menguntungkan Emas karena menurunkan biaya peluang bagi investor untuk memegang aset tanpa imbal hasil. Pasar akan mencermati rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat, terutama laporan Nonfarm Payrolls bulan Desember yang akan menjadi indikator penting bagi arah kebijakan The Fed. Data yang lebih kuat dari perkiraan berpotensi mendorong penguatan Dolar AS dan menekan harga Emas dalam jangka pendek. Tetap, dengan dukungan sentimen safe-haven yang masih kuat serta sinyal teknikal yang positif, prospek pergerakan emas dinilai tetap cenderung menguat dalam waktu dekat.
Emas Bertahan Kuat di Tengah Kenaikan Yield, Target $4.425 Masih Berpeluang
Jakarta, katakabar.com - Harga emas (XAU/USD) dunia kembali memperlihatkan ketangguhan di tengah kondisi pasar yang sebenarnya kurang ideal bagi logam mulia. Di perdagangan Jumat (19/12) lalu sesi Amerika Utara, emas tercatat menguat sekitar 0,30 persen, bertahan di area $4.344, setelah sempat turun hingga $4.309. Kenaikan ini terjadi meskipun imbal hasil obligasi Treasury AS mengalami peningkatan dan Dolar AS berpeluang menutup pekan dengan penguatan moderat sekitar 0,25 persen. Situasi ini menegaskan bahwa minat terhadap emas tidak sepenuhnya surut, terutama menjelang akhir tahun ketika ketidakpastian masih membayangi pasar global. Menurut analisis dari Dupoin Futures Indonesia, Andy Nugraha, menilai struktur teknikal emas saat ini masih menunjukkan tren bullish yang semakin kuat. "Sinyal tersebut tercermin dari kombinasi pola candlestick dan pergerakan indikator Moving Average yang tetap mengarah ke atas," ujarnya. Andy menjelaskan kemampuan emas untuk tetap menguat di tengah kenaikan yield dan Dolar AS menjadi indikasi adanya permintaan yang solid, baik dari investor institusional maupun pelaku pasar yang mencari perlindungan nilai. Dari sisi proyeksi teknikal, Andy Nugraha memetakan dua skenario utama pergerakan XAU/USD. Skenario pertama, apabila tekanan beli tetap dominan dan sentimen pasar mendukung, harga emas berpotensi melanjutkan kenaikan menuju area $4.425. Level ini menjadi target kenaikan terdekat yang secara teknikal cukup signifikan. Skenario kedua, jika penguatan kehilangan momentum dan terjadi koreksi, maka level $4.294 dipandang sebagai area support terdekat yang akan diuji pasar dalam jangka pendek. Di awal pekan, emas sempat mencetak level tertinggi baru di $4.383, seiring minimnya agenda ekonomi AS dan berkurangnya aktivitas perdagangan karena banyak pelaku pasar mulai memasuki periode libur Natal. Data Indeks Sentimen Konsumen Universitas Michigan untuk bulan Desember yang direvisi turun turut memberi dukungan tambahan. Penurunan sentimen ini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran konsumen terhadap prospek ekonomi dan pasar tenaga kerja, yang secara tidak langsung memperkuat daya tarik emas sebagai aset aman. Tetapi, tekanan terhadap emas juga datang dari sisi kebijakan moneter. Presiden Fed New York, John Williams, menyampaikan dirinya tidak melihat urgensi untuk segera mengubah kebijakan moneter. Pernyataan bernada netral hingga cenderung hawkish ini sempat mengangkat Dolar AS dan menekan harga emas ke kisaran $4.320, sebelum akhirnya kembali pulih. Selain itu, kenaikan imbal hasil obligasi global turut dipicu oleh keputusan Bank Sentral Jepang yang menaikkan suku bunga, sehingga mendorong yield AS ikut bergerak naik. Meski imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun naik ke sekitar 4,147 persen dan imbal hasil riil mendekati 1,907 persen, emas tetap mampu bertahan di zona positif. Hal ini menunjukkan faktor musiman akhir tahun, ketidakpastian ekonomi, serta kebutuhan lindung nilai masih menjadi penopang utama pergerakan harga emas. Perhatian pasar akan kembali tertuju pada agenda ekonomi AS yang cukup padat pada pekan pendek menjelang Natal, termasuk data ketenagakerjaan ADP, rilis pendahuluan pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga, pesanan barang tahan lama, dan produksi industri. Secara keseluruhan, Dupoin Futures Indonesia menilai outlook harga emas hari ini masih cenderung positif, dengan tren naik tetap terjaga selama harga mampu bertahan di atas area support kunci dan tidak ada perubahan drastis pada sentimen global.
XRP Kembali Terkoreksi di Tengah Debut ETF dan Lonjakan Investor Institusi
Jakarta, katakabar.com - XRP baru-baru ini mengalami penurunan harga yang cukup signifikan, mencapai $2.00 dengan koreksi sebesar 6 persen dalam tujuh hari. Penurunan ini terjadi meski ekosistem Ripple secara keseluruhan mencatatkan kinerja institusional terkuatnya dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu alasan utama di balik penurunan harga ini terkait erat dengan peristiwa keuangan yang terstruktur, yakni berakhirnya sejumlah besar kontrak opsi XRP. Ketika kontrak-kontrak derivatif ini mencapai masa kadaluarsa, harga yang terjadi di pasar berada di bawah level yang dikenal sebagai harga max pain. Kondisi ini seringkali memaksa banyak trader untuk menjual aset mereka guna membatasi kerugian, yang secara instan menciptakan tekanan jual yang cepat dan signifikan. Selain faktor internal ini, aset digital ini juga terseret oleh sentimen pasar yang lebih luas. Terlihat adanya pergeseran minat investor secara umum ketika pasar aset kripto secara keseluruhan mengalami kontraksi, altcoin seperti XRP ini cenderung kehilangan perhatian, sementara aset utama seperti Bitcoin justru semakin mendominasi, menunjukkan bahwa modal mengalir keluar dari sektor altcoin. Menariknya, pelemahan harga ini berlawanan secara tajam dengan kondisi fundamental XRP yang sedang berada di puncaknya. Minat dari kalangan investor besar dan institusi terhadap ekosistem Ripple terlihat sangat jelas. Misalnya, peluncuran produk investasi yang diperdagangkan di Exchange Traded Fund XRP pertama di Amerika Serikat yang menarik perhatian finansial yang belum pernah terjadi sebelumnya. Volume perdagangan hari pertama produk ini menjadi yang terbesar sepanjang tahun untuk kelas aset sejenis, dan nilai aset yang dikelolanya melonjak pesat, menandakan kepercayaan yang kuat dari investor institusional. Selain itu, ekosistem XRP semakin diperkaya dengan hadirnya stablecoin baru dari Ripple yang dengan cepat mencapai kapitalisasi pasar yang besar, menambah utilitas dan likuiditas. Secara keseluruhan, total dana institusional yang masuk melalui produk ETF terkait XRP terus bertumbuh, menggarisbawahi adopsi yang solid dari pihak-pihak dengan modal besar. Meskipun fondasi ekosistemnya kukuh, harga XRP kini berada di sebuah persimpangan teknis yang sangat penting. Para analis pasar menaruh perhatian pada sebuah level support yang sangat krusial. Level ini akan menjadi batas penentu apakah harga akan melanjutkan penurunan atau memulai pemulihan. Apabila harga mampu mempertahankan posisinya di atas batas support ini, maka para pembeli diperkirakan akan mendapatkan momentum untuk mendorong harga kembali naik, berpotensi memulai sebuah tren bullish baru. Jika batas support vital ini gagal dipertahankan, maka aset ini kemungkinan besar akan mengalami penurunan nilai yang lebih dalam sebelum akhirnya menemukan pijakan yang kuat untuk memulai pemulihan. Oleh karena itu, langkah selanjutnya bagi XRP akan sangat ditentukan oleh seberapa kuat pasar merespons di level teknis yang sangat signifikan ini. Pada konteks ini, investasi bukan hanya tentang memaksimalkan potensi keuntungan, tetapi yang lebih fundamental adalah tentang strategi cerdas untuk membangun dan memelihara nilai aset yang sudah dimiliki di tengah pergerakan pasar. Selaras dengan ini, literasi dan edukasi investasi juga menjadi fondasi utama dalam menghadapi gejolak ekonomi global. Sehingga sangat penting untuk memilih platform investasi yang aman, berizin dan diawasi di Indonesia. Bittime, platform pertukaran aset kripto terdepan, berizin merupakan top 3 crypto exchange di Indonesia berdasarkan Coingecko, dan telah resmi beroperasi sejak 2022. Diketahui, investasi aset kripto mengandung risiko tinggi. Hal tersebut termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya
Kreativitas Warga Tanjung Medang di Tengah Keterbatasan Perbaiki Jalan Rusak dari Batang Kelapa
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Kreativitas warga Desa Tanjung Medang, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, patut diacungi jempol. Melihat kondisi jalan rusak di atas tanah gambut, masyarakat setempat berinisiatif memperbaiki jalan dengan menggunakan batang pohon kelapa sebagai pengganti material aspal. Langkah ini diprakarsai Penjabat (Pj) Kepala Desa Tanjung Medang, Suyatno, bersama perangkat desa dan masyarakat. Batang-batang kelapa dibelah menggunakan gergaji mesin (Sinso) lalu disusun menutupi lubang di badan jalan, agar kendaraan bisa melintas lebih aman. “Jalan ini setiap hari dilewati masyarakat, anak-anak sekolah, dan pengangkut hasil kebun seperti gerobak kelapa. Kita tidak mau ada kecelakaan, maka kami berinisiatif bergotong royong memperbaikinya,” ujar Suyatno, Senin (3/11) lalu. Menurut Suyatno, sekitar 7 kilometer jalan poros desa mengalami kerusakan cukup parah. Lantaran keterbatasan dana dan kondisi tanah gambut yang tidak stabil, warga pun memilih memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia di sekitar mereka. Gotong royong dilakukan secara sukarela oleh warga, mulai dari tokoh masyarakat, pemuda, hingga perangkat desa. Dengan alat sederhana, mereka bekerja sama menata batang kelapa di atas permukaan jalan berlubang agar akses transportasi tetap lancar. “Kami berharap pemerintah kabupaten maupun provinsi bisa memberikan perhatian. Letak desa kami yang dekat dengan Selat Malaka dan tergolong daerah terisolir tentu butuh perhatian khusus,” jelasnya.
Krakatau Steel Group Pastikan Keandalan Fasilitas Produksi di Tengah Tantangan Persaingan Industri Baja
Bekasi, katakabar.com - PT Krakatau Jasa Industri atau KJI, perusahaan yang dirancang untuk mendukung kelangsungan dan kelancaran operasional industri PT Krakatau Steel (Persero) Tbk/KS di Cilegon. Sejak 2023 KJI telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama jangka panjang dengan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dalam hal pemeliharaan material kaowool pada fasilitas Hot Strip Mill (HSM) #1 yang berdurasi hingga lima tahun. Adapun kerjasama ini dirancang untuk memastikan keberlanjutan dan keandalan sistem termal pada proses pemotongan coil baja di HSM #1. Kaowool, sebagai material insulasi berbahan serat keramik tahan panas tinggi, memiliki peran krusial dalam menjaga stabilitas suhu dan mencegah kerusakan peralatan akibat paparan suhu ekstrem. Dengan perawatan dan penggantian berkala, potensi downtime dapat ditekan secara signifikan, sehingga menjamin kelancaran proses produksi baja lembaran panas (Hot Strip Mill) Krakatau Steel. Proses produksi baja lembaran panas di Krakatau Steel dimulai dengan peleburan bijih besi, kemudian dibentuk menjadi slab baja, dipanaskan, dan digulung menjadi lembaran baja tipis. Setelah itu, lembaran baja diproses untuk meningkatkan kekuatan dan hasilnya adalah baja lembaran panas yang kuat dan tahan lama
Relish Moves! Serunya Berolahraga di Tengah Kota Jakarta Bersama Relish Bistro
Jakarta, katakabar.com - Relish Bistro, destinasi kuliner yang terletak strategis di Fraser Residence Menteng, Jakarta Pusat, kini menghadirkan inisiatif seru usung tema “Relish Moves!”. Lebih dari sekadar tempat makan, Relish Bistro kini mengajak masyarakat urban untuk menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup yang menyenangkan, sehat, dan penuh semangat kebersamaan. Lewat Relish Moves!, kegiatan olahraga komunitas yang digelar setiap akhir pekan, para peserta diajak untuk ikut serta dalam sesi lari atau bersepeda bersama, memanfaatkan momen Car Free Day Jakarta waktu di mana jalanan ibu kota bebas kendaraan dan udara pagi terasa segar. Kegiatan ini bukan hanya tentang berolahraga, tapi tentang merayakan gaya hidup aktif sambil menikmati suasana kota yang ramah pejalan kaki dan membangun koneksi positif antar komunitas. Dengan rute sejauh 5 kilometer yang dimulai dari Relish Bistro, peserta akan melewati landmark seperti Monumen Nasional (Monas) dan berbagai area menarik di pusat kota Jakarta. Relish Moves! menjadi wadah untuk merayakan semangat hidup sehat dan memperkuat hubungan sosial dalam atmosfer kota yang penuh energi. Di minggu pertama pelaksanaannya, Relish Moves! menggandeng By Your Running Club, komunitas lari aktif yang kerap menggelar sesi lari bersama. Semangat kebersamaan dan antusiasme para pelari menciptakan energi positif yang langsung terasa. Minggu-minggu selanjutnya, Relish Moves! terus memperluas jangkauannya dengan berkolaborasi bersama komunitas-komunitas seperti 910 Runner Jakarta, By Your Run, Anak-Anak Bike, dan komunitas lari lainnya yang memiliki semangat yang sama dalam menyebarkan energi hidup sehat.