Di Tengah Ancaman Konflik, Sebelas Prajurit Koops TNI Habema Evakuasi Warga Ugimba dengan Dua Helikopter
Papua, katakabar.com - Koops TNI Habema mengerahkan dua unit Helikopter Bell dan 11 personel untuk mengevakuasi seorang warga lokal yang membutuhkan pertolongan dari wilayah Ugimba, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Minggu (9/8) lalu. Evakuasi dilakukan setelah warga tersebut ditemukan berada jauh dari pemukiman dan sulit dijangkau melalui akses darat, sehingga membutuhkan tindakan cepat untuk memastikan keselamatan dan mendapatkan penanganan lebih lanjut. Evakuasi tersebut berlangsung di tengah kondisi wilayah Ugimba yang memiliki tantangan geografis, keterbatasan akses darat, perubahan cuaca, serta situasi keamanan yang masih dinamis. Aktivitas kelompok OPM Kodap VIII/Kemabu pimpinan Guspi Waker juga masih menjadi perhatian karena menimbulkan keresahan masyarakat dan melakukan penyerangan terhadap aparat keamanan. Di tengah kondisi tersebut, prajurit tetap mengambil langkah untuk memberikan pertolongan kepada warga yang membutuhkan. Saat melaksanakan patroli dan pemantauan wilayah, personel Koops TNI Habema menemukan seorang warga lokal yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Lantaran berada jauh dari pemukiman dan sulit dijangkau menggunakan kendaraan darat, prajurit segera mengambil keputusan untuk melakukan evakuasi. Keselamatan warga menjadi prioritas, dengan setiap tahapan tetap memperhitungkan kondisi medan, cuaca, serta faktor keamanan di lapangan. Kepala Penerangan Koops TNI Habema, M.Wirya Arthadiguna , S.H, M.Si, menegaskan evakuasi tersebut merupakan bentuk nyata komitmen prajurit dalam mengedepankan nilai kemanusiaan. “Prajurit TNI tidak hanya hadir untuk menjaga keamanan wilayah, tetapi juga memberikan perlindungan, bantuan, dan rasa aman kepada masyarakat yang membutuhkan. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap langkah pengabdian prajurit di lapangan," ujarnya. Untuk mempercepat proses penyelamatan, Koops TNI Habema mengerahkan dua unit Helikopter Bell Minggu (9/8) sekitar pukul 12.25 hingga 12.48 WIT. Total 11 personel terlibat dalam pelaksanaan misi tersebut. Pengerahan helikopter menjadi langkah nyata untuk mengatasi keterbatasan akses darat sekaligus memastikan warga dapat segera dibawa ke lokasi yang lebih aman untuk mendapatkan penanganan. Setibanya di Distrik Sugapa, warga tersebut kemudian diserahkan kepada Misael Sondegau selaku Ketua Tim Penanganan Konflik Kabupaten Intan Jaya. Penyerahan tersebut dilakukan sebagai bagian dari koordinasi lanjutan agar warga dapat memperoleh penanganan dan pendampingan sesuai kebutuhannya. Dengan demikian, proses evakuasi tidak berhenti setelah warga berhasil dibawa keluar dari lokasi yang sulit dijangkau. Rangkaian evakuasi tersebut menunjukkan medan sulit, cuaca, maupun situasi keamanan tidak menjadi penghalang bagi prajurit Koops TNI Habema untuk membantu masyarakat. Mulai dari menemukan warga yang membutuhkan pertolongan, mengambil keputusan cepat, mengerahkan dua helikopter dan 11 personel, hingga memastikan adanya penanganan lanjutan, seluruh langkah tersebut menjadi wujud nyata kepedulian dan pengabdian prajurit di wilayah penugasan. Di Ugimba, pengabdian prajurit tidak hanya diwujudkan melalui penjagaan dan pengamanan wilayah, tetapi juga melalui keberanian untuk bergerak ketika masyarakat membutuhkan pertolongan. Saat akses darat terbatas dan keselamatan warga berada dalam risiko, prajurit hadir dengan seluruh kemampuan yang dimiliki untuk menyelamatkan satu kehidupan. Bagi Koops TNI Habema, menjaga masyarakat berarti hadir saat dibutuhkan, bergerak saat diperlukan, dan memastikan setiap warga yang membutuhkan pertolongan tidak dibiarkan menghadapi kesulitan seorang diri.
Perempuan Bangsa Kepri Turun Gelar Pengobatan Massal Bukti Politik Hadir dan Peduli Warga
Batam, katakabar.com - Perempuan Bangsa Kepulauan Riau menunjukkan komitmen hadir di tengah masyarakat. Organisasi ini menggelar pengobatan massal di Lapangan RT 02 RW 06, Tanjung Uma, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, Sabtu (8/8). Kegiatan bagian dari rangkaian program pelayanan kesehatan masyarakat yang telah dilaksanakan Perempuan Bangsa Kepri sejak Januari 2026 lalu di mana kegiatan digelar di Bengkong dan Pulau Geranting. Tidak sampai di situ, program pelayanan kesehatan rencananya terus berlanjut ke sejumlah wilayah lain di Kepulauan Riau hingga Desember 2026 mendatang. Ketua DPW Perempuan Bangsa Kepulauan Riau, Hj. Helmiaty Basri, S.Sos., M.AP., mengatakan kegiatan bukan sekadar agenda sesaat, melainkan bagian dari upaya membangun kedekatan sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat. “Pengobatan massal ini bukan kegiatan sesaat. Sejak Januari kami sudah bergerak dari satu tempat ke tempat lain, mulai dari Bengkong, Pulau Geranting, dan sekarang di Tanjung Uma. Insyaallah kegiatan ini akan terus kami lanjutkan ke beberapa tempat lainnya sampai Desember mendatang,” ujar Helmiaty. Menurut Helmiaty, kesehatan kebutuhan dasar masyarakat yang harus mendapat perhatian secara berkelanjutan. Pemeriksaan dan edukasi kesehatan, kata dia, penting dilakukan sebelum masyarakat mengalami gangguan kesehatan. “Bagi kami, kesehatan adalah bagian penting dari kesejahteraan. Jangan menunggu sakit baru memikirkan kesehatan. Edukasi, pemeriksaan dan pencegahan harus terus dilakukan,” jelasnya. Helmiaty juga menyoroti peran perempuanmenjaga kesehatan keluarga. Menurutnya, perempuan, khususnya ibu, merupakan sosok yang paling dekat dengan berbagai persoalan kesehatan di dalam keluarga. Mulai dari mengatur pola makan, menjaga kebersihan, memperhatikan kesehatan anak, hingga menentukan kapan anggota keluarga membutuhkan pemeriksaan medis. “Ketika kita bicara kesehatan masyarakat, kita tidak bisa mengabaikan peran perempuan. Perempuan adalah pintu pertama dalam menjaga kesehatan keluarga. Lantaran itu, perempuan harus sehat, memiliki pengetahuan dan mendapatkan akses terhadap pelayanan kesehatan yang baik,” ucapnya. Ia menilai perempuan yang sehat dan berdaya dapat memberikan dampak besar terhadap ketahanan keluarga dan masyarakat. “Kalau ibunya sehat, anak-anak terurus, keluarga lebih kuat. Kalau keluarga kuat, masyarakat juga akan kuat. Karena itu, pemberdayaan perempuan harus berjalan bersamaan dengan peningkatan kesejahteraan keluarga,” bebernya. Selain bidang kesehatan, Perempuan Bangsa Kepri juga menjalankan sejumlah program pemberdayaan masyarakat, di antaranya pelatihan UMKM, penguatan ekonomi keluarga, serta pengolahan sampah. Helmiaty mengatakan berbagai program tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjalankan arahan Ketua Umum DPP PKB, A. Muhaimin Iskandar atau Gus Muhaimin, agar Perempuan Bangsa tidak hanya aktif dalam kegiatan politik, tetapi juga hadir memberikan manfaat bagi masyarakat. “Gus Muhaimin selalu mengingatkan bahwa politik harus menghadirkan kemanfaatan. Perempuan Bangsa harus berada di tengah masyarakat, mendengar apa yang menjadi persoalan mereka dan ikut memberikan solusi,” tuturnya. Karena itu, Perempuan Bangsa Kepri berupaya membangun program yang berkelanjutan dan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. “Kami ingin masyarakat merasakan bahwa Perempuan Bangsa ada bersama mereka. Kami datang bukan hanya untuk berbicara, tetapi untuk mendengar dan bekerja. Kalau masyarakat membutuhkan layanan kesehatan, kami hadir dengan pengobatan. Kalau membutuhkan peningkatan ekonomi, kami hadir dengan pelatihan UMKM. Kalau ada persoalan lingkungan, kami hadir dengan program pengolahan sampah,” tegasnya. Rangkaian pengobatan massal tersebut digelar secara bertahap di sejumlah wilayah Kepulauan Riau. Setelah Bengkong dan Pulau Geranting, Tanjung Uma menjadi salah satu lokasi berikutnya. Helmiaty memastikan kegiatan serupa akan terus dilakukan hingga akhir 2026 dengan menyasar wilayah lainnya. “Target kami sederhana, semakin banyak masyarakat yang bisa mendapatkan manfaat. Karena itu, setelah Tanjung Uma, kami akan terus bergerak ke tempat-tempat lain sampai Desember. Ini adalah kerja bersama dan akan terus kami lakukan secara konsisten,” imbuhnya. Ia berharap kegiatan tersebut dapat mendorong semakin banyak perempuan di Kepulauan Riau untuk mengambil peran dalam pembangunan masyarakat. “Perempuan jangan hanya menjadi penerima manfaat pembangunan. Perempuan harus menjadi pelaku pembangunan. Dari keluarga, lingkungan, hingga masyarakat luas. Perempuan Bangsa ingin menjadi bagian dari gerakan itu,” sebutnya.
TMMD Kodim 0726 Sukoharjo Tunjukkan Aksi Nyata Bangun Kesejahteraan Desa
Sukoharjo, katakabar.com - Kodim 0726 Sukoharjo melalui Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke 129 kembali tunjukkan komitmen meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain membangun infrastruktur desa, Kodim 0726.Sukoharjo juga menghadirkan program renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, sebanyak lima rumah warga direnovasi agar menjadi lebih aman, sehat, dan layak dihuni. Salah satu rumah yang mendapat manfaat adalah milik Margono. Sebelumnya, rumah tersebut berdinding papan lapuk, beratap bocor, dan masih berlantaikan tanah. Melalui program RTLH Kodim 0726 Sukoharjo, rumah itu kini berubah dengan dinding batako, lantai keramik, atap baru, serta pintu dan jendela yang lebih layak sehingga memberikan kenyamanan bagi penghuninya. Proses renovasi lima unit RTLH dilakukan secara gotong royong oleh personel Satgas TMMD Kodim 0726 Sukoharjo bersama masyarakat. Setiap hari, anggota TNI dan warga bahu-membahu mengangkat material, memasang bata, mengaduk semen, hingga memperbaiki bagian atap rumah. Kebersamaan tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan tidak hanya menghasilkan perubahan fisik, tetapi juga mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat. Dansatgas TMMD Reg ke 129, Letkol Inf Reza Sahputra, S.E., menegaskan bahwa program renovasi RTLH merupakan wujud kepedulian TNI dalam membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat. "Melalui TMMD ini, kami ingin menghadirkan manfaat yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Tidak hanya pembangunan infrastruktur, tetapi juga membantu warga memiliki tempat tinggal yang lebih aman, sehat, dan nyaman. Lima rumah yang menjadi sasaran RTLH ini merupakan bentuk kepedulian TNI agar masyarakat di wilayah binaan dapat hidup lebih layak. Harapannya, program seperti ini dapat terus memperkuat sinergi dan kebersamaan antara TNI dengan masyarakat," jelasnya. Kepala Desa Parangjoro, Hardiman, S.H., mengapresiasi pelaksanaan TMMD Reguler ke 129 yang digelar Kodim 0726 Sukoharjo. Menurutnya, renovasi lima rumah warga menjadi bantuan yang sangat berarti bagi masyarakat yang selama ini mendambakan tempat tinggal yang lebih layak. Ia juga menilai kolaborasi antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan pembangunan yang bermanfaat. Salah satu penerima manfaat, Margono, mengaku sangat bersyukur atas bantuan yang diterimanya. Selama bertahun-tahun, ia dan keluarganya harus tinggal di rumah yang bocor saat hujan dan kurang nyaman untuk ditempati. "Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada pemerintah melalui TNI yang telah membantu keluarga kami. Saya tidak menyangka rumah ini bisa menjadi lebih baik seperti sekarang. Semoga TNI selalu diberikan kesehatan, keselamatan, dan perlindungan dalam menjalankan tugas," ucapnya. Program bedah RTLH menjadi salah satu wujud nyata kepedulian Kodim 0726/Sukoharjo melalui TMMD Reguler ke 129. Bersamaan dengan pembangunan infrastruktur lainnya, program ini menunjukkan TMMD tidak hanya membangun fasilitas, tetapi juga menghadirkan perubahan yang langsung dirasakan masyarakat serta memperkuat semangat kebersamaan di desa. Seluruh proses rehabilitasi lima unit RTLH ditargetkan selesai bersamaan dengan penutupan TMMD Reguler ke 129 pada 14 Agustus 2026. Melalui program ini, Kodim 0726 Sukoharjo kembali membuktikan bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat mampu menghadirkan perubahan nyata. Dari Desa Parangjoro, lahir harapan baru bagi lima keluarga untuk menjalani kehidupan yang lebih layak, aman, dan sejahtera.
PTPN IV PalmCo Gencarkan Gerakan Hijau dan Jaga Sumber Air Warga
Jakarta, katakabar.com - PTPN IV PalmCo, Subholding Perkebunan Nusantara terus perkuat komitmen menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan sumber daya air melalui gerakan penghijauan yang dilaksanakan secara masif di berbagai wilayah operasional perusahaan. Hingga pertengahan tahun 2026, perusahaan mencatat total penanaman 76.555 bibit pohon di seluruh Indonesia, mencakup wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, hingga Sulawesi. Program ini merupakan bagian dari agenda keberlanjutan yang dijalankan perusahaan di bawah naungan Holding Perkebunan Nusantara. Tren penanaman pohon terus meningkat setiap tahunnya sebagai respons terhadap tantangan perubahan iklim. Pada tahun 2024, perusahaan menanam 8.750 pohon, kemudian meningkat menjadi 17.500 pohon pada 2025. Memasuki tahun 2026, realisasi penanaman melonjak signifikan hingga mencapai 50.305 pohon. Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan peningkatan skala penanaman ini merupakan langkah konkret perusahaan dalam memperkuat ketahanan ekologi sekaligus memastikan keberlanjutan bisnis berjalan selaras dengan kelestarian lingkungan. "Jumlah pohon yang terus kami tambah setiap tahunnya, hingga mencapai lebih dari 76 ribu pohon, adalah langkah konkret kami melihat kondisi cuaca dan lingkungan yang semakin tidak menentu. Menanam dalam skala besar mutlak dilakukan, namun menanam saja tentu tidak cukup. Pohon-pohon ini harus dirawat, karena itu dalam setiap pelaksanaannya kami selalu berkolaborasi dan mengajak warga sekitar untuk ikut menjaga agar bibit tersebut bisa tumbuh besar dan optimal," terang Jatmiko. Perkuat Sanitasi dan Jaga Sumber Air Jatmiko menjelaskan program penanaman pohon juga berkaitan erat dengan upaya menjaga kualitas sumber air dan mendukung kegiatan normalisasi sungai di sekitar area perkebunan. "Pohon dan air bersih itu tidak bisa dipisahkan. Kalau tidak ada pohon yang akarnya menahan tanah, tanah itu akan longsor ke sungai menjadi lumpur. Sungainya jadi dangkal, kotor, dan akhirnya bikin banjir. Dengan menanam pohon yang banyak di pinggir bantaran air, erosi tanah bisa dicegah. Hasil akhirnya, air tanah yang sehari-hari dipakai oleh warga untuk mandi, mencuci, dan minum akan menjadi jauh lebih bersih dan sehat," tegas Jatmiko. Komitmen penghijauan tersebut juga diwujudkan melalui aksi kolaboratif di tingkat unit. Pada Senin (22/6), PTPN IV PalmCo bersama Ikatan Keluarga Besar Istri (IKBI), organisasi istri karyawan perusahaan, melakukan penanaman 1.000 bibit pohon di tujuh lokasi berbeda di wilayah Distrik Djaba (Jawa Barat dan Banten). Kegiatan dipusatkan secara simbolis di Kebun Sukamaju, Sukabumi, Jawa Barat. Sebanyak 100 bibit pohon ditanam oleh anggota IKBI, sementara 900 bibit lainnya ditanam secara serentak oleh karyawan perusahaan bersama masyarakat di enam unit kebun lainnya. Jenis pohon yang ditanam merupakan kombinasi tanaman berkayu keras seperti gaharu, mahoni, jabon, sengon, dan jati, serta tanaman buah-buahan seperti durian, sawo, mangga, alpukat, rambutan, dan nangka. Ketua IKBI PTPN IV PalmCo, Ida Erlina, menuturkan pemilihan jenis pohon dilakukan agar masyarakat dapat merasakan manfaat ekologis sekaligus manfaat ekonominya. "Pohon-pohon berkayu keras sengaja ditanam di pinggiran sungai atau lahan miring karena akarnya yang kuat sangat berguna untuk mengikat tanah agar tidak mudah longsor, menjaga sumber air warga tetap terjaga. Sedangkan pohon buah-buahan sengaja ditanam di tempat yang mudah dijangkau. Harapan kami, saat pohon-pohon ini berbuah nanti, hasilnya bisa dipetik dan dinikmati langsung oleh warga yang tinggal di sekitar kebun," jelas Ida. Ida menambahkan keterlibatan IKBI dalam penanaman simbolis 100 pohon merupakan bentuk dukungan moril keluarga karyawan terhadap target besar perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan. "Kami dari perkumpulan istri karyawan merasa terpanggil untuk ikut turun tangan melengkapi upaya PTPN IV. Menjaga bumi ini bukan cuma tugas korporasi atau pemerintah, tapi juga tugas kita sebagai ibu-ibu di rumah untuk mengajarkan pentingnya menanam pohon dan menjaga kebersihan air kepada generasi anak-anak kita. Semangat inilah yang kami tularkan dalam aksi gotong royong hari ini bersama karyawan dan warga sekitar," tandas Ida.
Warga Jalan Gajah Mada Sebanga Dicokok Polsek Mandau Lantaran Edarkan Sabu
Mandau, katakabar.com - Seorang laki-laki 47 tahun, belakangan diketahui bernama DC alias D sehari-hari buruh, warga Jalan Gajah Mada kilometer 2 Sebanga, Kelurahan Talang Mandi, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, harus berurusan dengan tim opsnal Polsek Mandau lantaran nyambi mengedarkan narkotika jenis sabu. " Terduga pelaku ditangkap tim opsnal Polsek Mandau di kawasan Jalan Gajah Mada kilometer 2 Kelurahan Talang Mandi, Senin (6/7) sekitar pukul 22.00 WIB, kemarin," ujar Kapolsek Mandau, AKP I Made, diteruskan Kasi Humas Polsek Mandau, Betty Dumauli S, kepada wartawan, Selasa siang. Menurut Kasi Humas Polsek Mandau, tim opsnal Polsek Mandau berhasil mengungkap peredaran gelap sabu di kawasan Jalan Gajah Mada bermula laporan dari masyarakat terkait peredaran sabu di daerah Sebanga sekitarnya. Menindaklanjuti laporan tersebut tim opsnal Polsek Mandau melakukan penyelidikan, dan berhasil menangkap satu orang tersangka mengaku bernama DC alias D, beserta barang bukti satu paket narkotika jenis sabu. "Tersangka mengakui narkotika jenis sabu tersebut dari Andre (DPO). Atas kejadian tersebut pelaku dan barang bukti dibawa ke Polsek Mandau guna di lakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut," jelasnya. Untuk sementara, lanjut Betty, tersangka dijerat Pasal 114 ayat (1) Undang - Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika Jo pasal 609 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 tahun 2026 tentang tentang penyesuaian pidana. "Kepada masyarakat bila membutuhkan kehadiran petugas polisi seger hubungi Call Center 110. Polres Bengkalis, Polsek Mandau berkomitmen untuk melakukan penegakan hukum secara cepat, tegas, profesional, dan tuntas," sebutnya.
Warga Pematang Pudu dan Buluh Manis Sumringah Sambut Paket Sembako Murah Rp20 Ribu
Duri, katakabar.com - Suasana di Pudu Field, Duri, Kabupaten Bengkalis terasa berbeda, Kamis (25/6) lalu. Matahari belum tinggi, dan embun pagi masih mulai mengering di dedaunan saksikan ratusan warga dari Kelurahan Pematang Pudu dan Desa Buluh Manis, Kabupaten Bengkalis berkumpul di lokasi paket sembako murah. Guratan senyum sumringah dan binar harapan terpancar jelas dari wajah-wajah mereka yang antre dengan rapi. Bagi warga, kehadiran pasar murah hari itu datang di waktu yang sangat tepat di tengah situasi ekonomi saat ini. Dengan penuh semangat, para kepala keluarga membawa kupon di tangan mereka. Hanya dengan membayar Rp20 ribu, mereka sudah bisa membawa pulang satu paket sembako senilai Rp150 ribu yang berisi beras, minyak goreng, dan kebutuhan pokok lainnya. Total 400 keluarga penerima manfaat merasakan langsung berkah hari itu, di mana 300 paket dialokasikan untuk warga Kelurahan Pematang Pudu dan 100 paket untuk warga Desa Buluh Manis. Kebahagiaan warga pun berlipat ganda, karena seluruh uang penebusan paket yang mereka bayarkan akan disumbangkan kembali ke masjid dan gereja di wilayah mereka. Kebahagiaan mengenai ruang gerak kehidupan warga juga semakin lengkap. Dalam acara yang dihadiri langsung oleh Camat Mandau Riki Rihardi, S.STP., M.Si., Lurah Pematang Pudu, dan Kepala Desa Buluh Manis ini, warga juga mendapat kabar baik mengenai rencana perbaikan jalan Main Road Simpang Tegar–Simpang Pematang Bow sepanjang 5 km yang saat ini sedang dalam proses. "Terima kasih kepada PHR yang telah peduli kepada masyarakat lewat program pasar murah. Serta terima kasih atas perbaikan jalan yang dilakukan PHR, dulu karena jalan rusak, anak sekolah tidak bisa lewat, guru tidak bisa lewat. Sekarang semua sudah bisa. Keberadaan PHR sudah banyak membantu masyarakat," kata Camat Mandau, Riki Rihardi, seraya menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas perhatian nyata yang dirasakan langsung warga. Ia menegaskan hubungan baik yang terjalin selama ini merupakan landasan kemitraan yang saling menguntungkan. Ia menilai bahwa keberadaan PHR telah memberikan dampak yang positif bagi masyarakatnya. Manager Field Operations SL North, Azumar Ridwan, mengatakan kegiatan ini wujud nyata kehadiran dan kepedulian di tengah kehidupan masyarakat, sekaligus apresiasi atas dukungan warga terhadap program pengeboran sumur baru. “Lewat pasar murah ini, semoga dapat meringankan kebutuhan pokok masyarakat di sekitar area operasi. Kami juga memohon doa dan dukungannya dari masyarakat, semoga kegiatan PHR dalam mendukung ketahanan energi dapat berjalan lancar dan terus memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat,” ucap Azumar. Demi menjaga keselamatan keluarga dan anak-anak warga yang tinggal di sekitar area operasional, momen berkumpulnya warga ini juga diisi dengan sosialisasi keselamatan. Tim operasi PHR mengingatkan dengan hangat agar masyarakat saling menjaga anggota keluarganya. "Kami menganjurkan dan memberitahukan kepada masyarakat, terutama anak-anaknya, agar tidak melakukan aktivitas di area wellpad, termasuk sekitar kanal dan pipa produksi. Ada potensi bahaya yang terjadi, untuk itu mari kita jaga bersama agar keselamatan tetap menjadi prioritas kita bersama,” tutur Azumar. Untuk memperkuat pesan tersebut, spanduk larangan pun telah dipasang di beberapa titik strategis sebagai pengingat berkala demi keamanan bersama seluruh warga. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan WK Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi WK Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). WK Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.
Bhabinkamtibmas Bungur Bersama Warga Tanam Mangrove Bentengi Pesisir dari Abrasi
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Sempena memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke 80 Tahun 2026, Bhabinkamtibmas Desa Bungur, Aipda Nanda, bersama Pemerintah Desa (Pemdes) Bungur, masyarakat, serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Riau (UNRI) melaksanakan kegiatan penanaman pohon mangrove di Pulau Setahun, Desa Bungur, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti. Kegiatan itu bagian dari upaya bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir yang rentan terhadap abrasi sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga ekosistem pantai melalui penanaman mangrove. Aipda Nanda mengatakan, penanaman mangrove tidak hanya bertujuan menghijaukan kawasan pesisir, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam mendukung pelestarian lingkungan serta memperkuat perlindungan garis pantai dari ancaman abrasi. "Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan, khususnya ekosistem pesisir. Mangrove memiliki peran penting dalam menahan abrasi, menjaga keseimbangan ekosistem, serta menjadi habitat berbagai biota pesisir," ujarnya. Kegiatan ini juga sebagai bentuk dukungan terhadap program Green Policing yang diinisiasi oleh Kapolda Riau sebagai bagian dari penguatan kepedulian Polri terhadap pelestarian lingkungan. Selain melakukan penanaman bibit mangrove, peserta juga mengikuti sosialisasi mengenai fungsi dan manfaat hutan mangrove bagi kehidupan masyarakat pesisir. Dalam kesempatan tersebut, masyarakat dan mahasiswa diajak untuk bersama-sama menjaga, serta merawat pohon mangrove yang telah ditanam agar dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang. Pemerintah Desa (Pemdes) Bungur menyambut positif kegiatan tersebut dan mengapresiasi sinergi antara Polri, masyarakat, serta mahasiswa KKN Universitas Riau dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan di wilayah pesisir. Melalui kegiatan ini diharapkan semangat gotong royong dalam menjaga kelestarian alam terus tumbuh, sehingga kawasan pesisir di Kabupaten Kepulauan Meranti tetap terjaga dari ancaman abrasi dan mampu memberikan manfaat ekologis maupun ekonomi bagi masyarakat setempat.
Merajut Kemandirian Ekonomi: Warga Minas Budidaya Lele
Minas, katakabar.com - Memasuki masa pensiun sering kali mendatangkan kecemasan tersendiri bagi sebagian orang. Terutama soal kepastian sumber pendapatan guna menopang kebutuhan keluarga setelah tidak lagi memiliki penghasilan tetap. Bayang-bayang kurangnya sumber penghasilan juga sempat menggelayuti pikiran Jamaros 56 tahun, warga Kelurahan Minas Jaya, Kabupaten Siak, Riau. Alih-alih berpangku tangan, Jamaros memilih untuk terus bergerak. Bersama warga lainnya, ia menekuni budidaya perikanan sebagai ikhtiar membangun sumber penghasilan baru sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat di sekitarnya. Kini, kecemasan itu perlahan memudar, Jamaros selaku anggota Kelompok Budidaya Perikanan (Pokdakan) Jaya Bersama, mendorong warga memajukan usaha budidaya lele di lingkungan tempat tinggal yang sebelumnya hanya dikelola seadanya. Budidaya lele yang awalnya dikelola secara konvensional, kini terus bertranformasi menjadi unit usaha yang menjanjikan. “Dari sekarang kami mulai sedikit-sedikit, supaya ada yang bisa diharapkan untuk masa depan,” kata Jamaros. Ia menceritakan, kolamnya yang semula hanya berkapasitas 3.000 bibit lele, kini telah berkembang pesat hingga mampu menampung sekitar 15.000 bibit per siklusnya. Perjalanan menuju titik ini tidaklah mudah. Pada masa-masa awal, kelompok yang sebagian besar beranggotakan para pensiunan dan ibu rumah tangga ini sempat terseok-seok akibat tingginya biaya pakan dan bibit, modal yang cekak, serta ketergantungan pada tengkulak yang membuat margin keuntungan menipis. Titik balik mulai terlihat saat Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona Rokan hadir sebagai mitra pendukung. Guna memperkuat skala usaha, PHR menginisiasi pembentukan Gabungan Kelompok Perikanan (Gapokkan) Minas Bahari Serumpun, yang menyatukan delapan kelompok budidaya di wilayah setempat, termasuk kelompok Jaya Bersama. Tak sekadar salurkan stimulus berupa 24.000 ekor bibit lele dan pakan, PHR juga memberikan fasilitas mesin pelet mandiri berbahan dasar ikan rucah serta pelatihan pembuatan probiotik. Intervensi ini rupanya menjadi kunci efisiensi biaya produksi yang selama ini menggerogoti kantong para peternak. Sebagai gambaran, dalam satu siklus budidaya ikan lele dengan jumlah tebar sekitar 7.500 ekor, dibutuhkan sekitar 850 kilogram pakan selama masa pemeliharaan hingga panen, yakni sekitar 3 bulan. Berbekal ilmu baru, warga Minas Jaya mengubah total pola kerja mereka. Mereka secara disiplin meracik probiotik mandiri untuk menjaga kualitas air, mengatur kepadatan tebar, hingga memantau kesehatan ikan secara berkala. Keberhasilan Gapokkan Minas Bahari Serumpun kian solid setelah mereka berhasil menembus pasar yang stabil. Sejak tahun 2025, Gapokkan telah sukses memasok lebih dari 1 ton ikan lele untuk mendukung program pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG), dengan nilai penjualan mencapai sekitar Rp23,9 juta. Manager Community Involvement and Development (CID) PHR, Iwan Ridwan Faizal, mengatakan capaian tersebut menunjukkan potensi besar masyarakat untuk tumbuh mandiri melalui program pemberdayaan yang berkelanjutan. "Kami percaya masyarakat memiliki potensi yang besar untuk berkembang. Peran kami adalah mendukung agar potensi tersebut dapat tumbuh menjadi usaha yang produktif, mandiri, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar," ujarnya. Dampak ekonomi ini juga langsung terasa hingga ke tetangga sekitar. Kelompok Jaya Bersama sengaja melibatkan ibu-ibu rumah tangga di lingkungan sekitar untuk membantu proses pembersihan ikan hasil panen yang di supplai ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Langkah ini membuka keran pendapatan baru lagi bagi mereka yang sebelumnya tidak memiliki penghasilan tetap. “Alhamdulillah, dari bantu bersihkan ikan lele ada tambahan buat memenuhi kebutuhan dapur. Kadang setelah panen kami juga makan-makan bersama. Kami berencana, kalau hasilnya semakin bagus, kami ingin coba buat produk turunan ikan salai,” ucap Weti, salah seorang ibu rumah tangga yang turut ketiban berkah program ini. Dari kolam lele di Minas Jaya, sebuah pesan tentang kemandirian telah digelorakan. Budidaya lele kini bukan lagi sekedar kegiatan sampingan pengisi waktu luang, melainkan tumpuan hidup baru yang menghadirkan rasa bangga, optimisme, dan kesejahteraan yang nyata bagi Masyarakat. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan Zona Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi Zona Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). Zona Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.
Keren! Warga Bekasi dan Cibubur Bisa Manfaatkan LRT Jabodebek Akses ke Jakarta Fair 2026
Jakarta, katakabar.com - Bagi masyarakat dari wilayah Bekasi, Cibubur, dan sekitarnya kini memiliki alternatif perjalanan menuju Jakarta Fair melalui layanan LRT Jabodebek terintegrasi dengan berbagai moda transportasi umum di Jakarta. Gelaran Jakarta Fair Kemayoran 2026 kembali digelar mulai 11 Juni hingga 12 Juli 2026 di Jakarta International Expo (JIEXPO) Kemayoran, Jakarta Pusat. Tingginya antusiasme masyarakat setiap tahunnya diperkirakan kembali mendorong peningkatan mobilitas menuju kawasan Kemayoran, khususnya pada sore hingga malam hari dan akhir pekan. Bagi masyarakat dari wilayah Bekasi, Cibubur, dan sekitarnya kini memiliki alternatif perjalanan menuju Jakarta Fair melalui layanan LRT Jabodebek yang terintegrasi dengan berbagai moda transportasi umum di Jakarta. Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan penggunaan transportasi publik dapat menjadi pilihan perjalanan yang lebih efisien bagi masyarakat yang ingin mengunjungi Jakarta Fair tanpa harus menghadapi kepadatan lalu lintas menuju kawasan Kemayoran. “LRT Jabodebek dapat menjadi alternatif mobilitas masyarakat menuju Jakarta Fair karena memiliki kepastian waktu perjalanan dan terintegrasi dengan moda transportasi lanjutan menuju kawasan JIEXPO Kemayoran,” kata Radhitya. Pengguna dari Bekasi dan Cibubur dapat menggunakan LRT Jabodebek menuju Stasiun Dukuh Atas BNI maupun stasiun terintegrasi lainnya untuk melanjutkan perjalanan menggunakan TransJakarta dan moda transportasi lanjutan menuju area Jakarta Fair. Selain memberikan kepastian waktu tempuh, penggunaan transportasi publik juga dinilai lebih efisien karena masyarakat tidak perlu menghadapi potensi kepadatan kendaraan dan keterbatasan area parkir di sekitar lokasi acara. LRT Jabodebek saat ini melayani 18 stasiun yang menghubungkan Jakarta, Bekasi, dan Depok serta terintegrasi dengan berbagai moda transportasi publik seperti MRT Jakarta, Commuter Line, TransJakarta, dan Kereta Cepat Whoosh. KAI mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan menggunakan transportasi publik selama periode Jakarta Fair berlangsung guna mendukung mobilitas yang lebih lancar di wilayah Jakarta. Informasi jadwal perjalanan dan layanan LRT Jabodebek dapat diakses melalui aplikasi Access by KAI dan media sosial resmi LRT Jabodebek.
PHR Peduli: 400 Paket Sembako Murah Disalurkan ke Warga Empat Desa di Pinggir
Duri, katakabar.com - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona Rokan Peduli, total 400 paket sembako murah disalurkan ke warga empat desa di wilayah operasional, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Riau, Kamis (4/6) kemarin. Kegiatan itu sebagai komitmen perusahaan pelat merah yang bergerak di sektor Migas kepada masyarakat sekitar area operasi melalui program 'Energizing Community & Environment'. Aksi sosial pasar murah ini sasar warga Desa Pinggir, Muara Basung, Balai Pungut, dan Tengganau. Warga cukup merogoh kocek Rp20 ribu saja. Paket tersebut berisi berbagai kebutuhan pokok penting yang diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi dan dapur keluarga di wilayah tersebut. Antusiasme masyarakat sangat tinggi sejak acara dimulai. Warga berbondong-bondong datang dengan tertib dan penuh rasa syukur untuk mendapatkan paket sembako murah tersebut. Kehadiran program ini dirasakan langsung manfaatnya sebagai bentuk nyata sinergi dan kehadiran PHR di tengah masyarakat. "Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada PHR. Pasar murah ini sangat membantu kami, apalagi dengan harga yang sangat terjangkau di tengah kondisi saat ini," kata seorang warga, Dewi. Bersamaan dengan momentum positif tersebut, PHR juga memanfaatkan kesempatan ini untuk melakukan sosialisasi penting terkait kelancaran operasional perusahaan. Di hadapan masyarakat dan tokoh setempat, PHR memohon doa restu dan dukungan penuh agar seluruh tahapan operasi tersebut dapat berjalan dengan aman, selamat, dan lancar tanpa hambatan, demi kebaikan bersama dan kemajuan daerah. Camat Pinggir Zama Rico Dakanahay S.Sos., M.Si memberikan apresiasi yang tinggi atas kepedulian nyata yang ditunjukkan PHR kepada warganya. Ia mengaku sangat bahagia atas kehadiran PHR beserta mitra kerja yang menyelenggarakan program sembako murah ini. "Kami sangat bahagia karena hari ini PHR dan mitra kerja hadir membawa sembako murah bagi masyarakat kami. Sebanyak 400 paket dibagikan untuk 4 desa. Menariknya, kupon senilai Rp20 ribu rupiah yang dikumpulkan dari masyarakat diserahkan kembali ke masjid dan mushola untuk kepentingan masyarakat lagi. Artinya, program ini memberikan manfaat ganda bagi kita semua," ulas Zama Rico. Selain itu, ia memuji pola komunikasi yang dibangun oleh pihak perusahaan belakangan ini. "Kami sangat mengapresiasi PHR. Saat ini koordinasi dan komunikasi berjalan dengan sangat baik. Setiap ada dinamika, selalu diberikan solusi yang bagus. Mari kita doakan bersama agar PHR terus memberikan manfaat dan energi bagi bangsa," jelasnya. Manager Field Operation North PHR, Azumar Ridwan, menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat dari masyarakat Kecamatan Pinggir. Menurutnya, aksi sosial ini merupakan bukti nyata komitmen perusahaan untuk memberikan dampak positif langsung di wilayah operasi. "Melalui 400 paket sembako ini, kami berharap dapat sedikit meringankan beban kebutuhan pokok bapak dan ibu sekalian. Kami ingin bantuan ini tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan," ujar Azumar. Ia menambahkan selain fokus pada ketahanan energi nasional, PHR juga berkomitmen untuk tumbuh bersama masyarakat sekitar. Kegiatan ini juga dibarengi dengan syukuran atas berjalannya proyek di area North, Blok Rokan. "Operasional Blok Rokan ini tidak lepas dari dukungan masyarakat. Kami memohon doa restu agar seluruh operasional PHR berjalan lancar dan selamat, sehingga kami dapat terus menyalurkan energi untuk kebutuhan bangsa Indonesia," sebutnya. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) diantara anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan WK Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi WK Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). WK Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.