Duri, katakabar.com - Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit petani swadaya di Duri, meliputi empat kecamatan, Mandau, Pinggir, Bathin Solapan, dan Talang Muandau, Kabupaten Bengkalis bervariasi pekan ini, yakni Rp1900 per kilogram hingga Rp2190 per kilogram.

Harga TBS kelapa sawit petani swadaya tersebut di bawah harga penetapan Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Riau pekan ini Rp2633, 03 per kilogram pekan ini.

Salah seorang petani swadaya, S Rais 45 tahun kepada katakabar.com di Duri, pada Rabu (21/2) menyatakan, harga TBS kelapa sawit hasil panen dari kebunnya seluas 10 hektar dijual hanya Rp1900 per kilogram.

"Kami jual TBS kelapa sawit ke agen tidak langsung ke pabrik dibeli hanya Rp1900 per kilogram, di bawah penetapan harga Disbun Riau dibandrol Rp2.633,03 per kilogram," ujar Sasli.

Harga jual TBS kelapa sawit dijual segitu, kata Rais, lantaran adanya sejumlah faktor seperti pemotongan, rendemen dan lainnya.

"Para petani swadaya yang berkebun di sebelah barat Duri, yakni Desa Petani, Buluh Manis Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis dan Kecamatan Bonai Darussalam Kabupaten Rokan Hulu, rata-rata harg jual TBS kelapa sawit Rp1900 per kilogram," tuturnya.

Sedang, para petani swadaya di sebelah timur Duri persisnya di Kecamatan Talang Muandau, harga TBS kelapa sawit rata-rata dijual ke Ram Rp2190 per kilogram.

"Para petani swadaya jual TBS kelapa sawit umumnya ke Ram dibeli Rp2190 per kilogram pekan ini," ucap P Nababan.

Dari catatan katakabar.com para petani kelapa sawit swadaya di Duri belum ada yang bermitra dengan Pabrik Kelapa Sawit (PKS). Bahkan, para petani kelapa sawit swadaya belum membentuk kelompok atau lembaga. Kalau pun para petani sudah tergabung atau sudah ada yang membentuk kelompok atau lembaga hanya bisa dihitung jari.

Padahal fakta lapangan menunjukkan, belasan PKS beroperasi di Duri Kabupaten Bengkalis. Tapi, perusahaan dan pengusaha dinilai cuai atau abai dengan keberadaan para petani kelapa sawit swadaya, meski mereka sebenarnya butuh TBS kelapa sawit petani swadaya untuk bahan baku pabrik.

PKS Beroperasi Izin Diragukan

Belasan PKS yang beroperasi di daerah Duri Kabupaten Bengkalis diragukan izin dan perizinannya. Bahkan dinilai perusahaan-perusahaan yang menaungi PKS-PKS tersebut bisa jadi belum mendaftar ke Siperibun.

Lemah pengawasan dari pemerintah melalui dinas terkait boleh jadi pemicu perusahaan-perusahaan perkebunan kelapa sawit di daerah Duri, lagi-lagi dinilai cuek dan abai.

Fakta lapangan menunjukkan, hamparan perkebunan kelapa sawit milik perusahaan-perusahan berada di dalam kawasan hutan, seperti Hutan Produksi Terbatas (HPT) Rangau dan kawasatan hutan lainnya.

Lihat pula, kawasan suaka margasatwa yang terbentang dari wilayah Kecamatan Pinggir hingga Kecamatan Mandau telah menjadi hamparan perkebunan kelapa sawit milik pengusaha dan perusahaan dari puluhan tahun silam.

Tapi itu tadi, meski sudah jelas dan nyata keberadaan pabrik dan perkebunan kelapa sawit berada di kawasan hutan, pemerintah dan dinas terkait cuek terkesan tak mau ambil pusing.