Mandau, katakabar.com - Matahari pelan tapi pasti merangkak 35 derajat dari arah timur. Cahayanya menyengat tembus lorong-lorong sempit kehidupan di kolong langit wilayah hukum Polsek Kecamatan Mandau, Polres Bengkalis, Riau, Kamis (3/6).
Suasana Mapolsek Mandau di Jalan Jenderal Sudirman Duri pagi itu, awal Juli 2025 rada berbeda dengan hari sebelumnya, Wakapolres Bengkalis, Kompol Anton Rama Putra bersama Kapolsek Mandau, Kompol Primadona C gelar konferensi pers tentang pengungkapan kasus Pasal 6 dan Pasal 15 Undang Undang RI Nomor 22, yang menjerat 'Tuan Guru' mampu obati santet gagahi pasiennya.
Sedari tadi, puluhan wartawan media online telah menunggu di halaman Mapolsek Mandau siap-siap mengikuti jalannya konferensi pers.
Di konferensi pers itu, kedua perwira menengah Polri didampingi Kasat Reskrim AKP Yohn Mabel, Sekcam Mandau, Rudi Hartono dan Ketua LAMR Mandau H Zulfan Efendi.
Pengungkapan kasus ini bermula, pada Jumat (6/6), sekitar pukul 14.00 WIB lalu, kata Kompol Primadona, di mana RR mengajak istrinya ST ke rumah ZM di Jalan Kenanga, Kelurahan Gajah Sakti.
"Kita ke rumah Tuan Guru, ya’. Istri menduga hanya pergi silaturahmi, ST mengiyakan, dan menuruti ajakan suami."
Tiba di rumah ZM sekitar pukul 15.00 WIB, ujar Kapolsek Mandau, ketiganya bertemu. Melihat mobil di halaman rumah ZM kondisi rusak, RR memberikan tawaran untuk diperbaiki. Ditawari begitu, ZM pun senang, katanya mobil itu akan dipakai untuk berjihad.
Singkatnya, ulas Kompol Primadona, antara mereka bertiga terlibat perbincangan satu sama lain sampai akhirnya malam tiba. Karena ingin pulang ST pun mengajak suaminya pulang. Lucunya, RR bukannya menuruti perkataan istrinya, tapi mengajak ST tidur di rumah ZM malam itu. Sontak, ST kaget bukan kepalang. Kenapa harus tidur di rumah orang yang baru dikenal, bahkan mereka tidak bawa pakaian ganti. Pikiran St makin bingung melihat gelagat suaminya, ada apa gerangan?
"Lantaran patuh pada suami, tidak mau jadi istri durhaka, ST akhirnya pasrah. Malam itu, mereka tidur di rumah ZM. Besok harinya ST bersama suami belum pulang. Selama di rumah itu hingga lusanya, Minggu (8/6), ZM mulai menggunakan jurus sakti atau muslihat memberikan beberapa wejangan tentang ilmu agama," jelasnya.
Selama dua setengah hari di rumah ZM, ucapnya, korban lebih banyak diam. Ia tak mengerti apa yang sedang terjadi. Bualan ZM pun seperti masuk telinga kiri dan keluar telinga kanan. Tapi, suaminya sangat bersemangat mengikuti ajaran ZM. Bahkan, RR memperbaiki mobil ZM mengisi waktu.
"Pada Minggu siang, RR bawa istri pulang. Entah apa dibenak RR, tiba di rumah, dan baru beberapa saat, RR mengajak ST lagi ke rumah ZM. Korban kaget, baru saja pulang, dan belum sempat istirahat, ehh.., diajak lagi ke rumah sang guru spiritual yang belum diketahui asal muasalnya itu," tuturnya.
Cerita Kapolsek Mandau, ST tak dapat mengelak lantaran terus dibujuk suaminya. Tiba di rumah ZM, malamnya mereka berdua diberikan nasihat dan pelajaran ilmu agama lanjutan dari sebelumnya, seperti meningkatkan mental, membuka mata batin, mata gaib, dan transfer energi gaib.
Pendalaman ilmu agama ini terus berlangsung selama beberapa hari di rumah ZM. Tapi, rasanya janggal seperti tidak menghargai tamu, meski rumah ada empat kamar, pasangan suami istri RR dan ST dibiarkan tidur di ruangan tamu. Sedang, ZM tidur nyenyak di kamarnya bak bedakan kasta dirinya sebagai tuan guru dengan orang awam. Dari pengakuan ZM salah satu kamat dipakainya untuk ruangan ritual.
"Untuk membatasi komunikasi RR dan ST dengan orang di luar rumah seperti teman dan sanak keluarga, ZM mulai memainkan jurusnya melarang keduanya menggunakan handphone, Sehingga keduanya mulai lupa dengan hari, tanggal saat berada di rumah pelaku," imbuhnya.
Suatu hari, ketika istri tidak ada, RR curhat pada ZM. Ia kurang bergairah dengan istrinya, dan setelah berhubungan badan dengan ST, mengaku sering kelelahan, seperti ada yang tak beres. ZM mendapat celah, seketika berkata “Istrimu itu bukan istrimu", di dalam dirinya ada setan dan banyak santet, jarum bahkan ulat’. Celakanya, RR percaya begitu saja, dan menjawab, “jadi bagaimana guru cara mengobatinya?
Di kepala guru spiritual mendadak muncul pikiran cabul, ingin memanfaatkan situasi untuk memuaskan birahinya pada ST 20 tahun. Dengan pedenya ZM berujar, ‘caranya istrimu mandi tobat,dan bersetubuh dengan saya, agar segala santet, dan virus dibadan istrimu hilang’.
Permintaan ZM disampaikan RR kepada istrinya, ST spontan menolak, kenapa harus pakai cara seperti itu!. Melihat RR percaya dengan ucapannya, ZM makin leluasa meyakinkan ST agar mengikuti saja apa yang ia katakan.
Sedang, ST masih berpikir panjang, dan tetap keberatan dengan saran dari ZM. Mereka masih di rumah itu tanpa tahu hari apa dan sudah tanggal berapa.
Nah, beberapa hari kemudian, sekitar pukul 18.30 WIB, saat RR masih tertidur pulas. Di mana ST baru terjaga, dan terduduk di kursi masih keadaan mengantuk. ZM tiba-tiba, datang menghampiri menarik tangan korban ke kamar mandi.
Saat itu ZM menyuruh ST buka seluruh pakaian tidak bersisa guns melaksanakan ritual mandi tobat. Korban menolak permintaan itu seraya ucapkan, saya tidak mau Tuan, apa harus dengan cara seperti itu!
Disebabkan menolak terus, ZM memanggil RRyang masih tidur. Kondisi masih mengantuk RR berjalan ke kamar mandi. ZM mengadukan ST yang masih tak mau diajak mandi tobat.
Entah apa yang ada dibenak RR, tanpa pikir panjang, ia tanggalkan satu persatu pakaian istrinya tanpa sehelai benang menempel di badan.
ST berurai air mata hanya pasrah meratapi nasib malang yang dialaminya. Keadaan telanjang di depan suami harusnya menjaga kehormatannya, malah membiarkan terhina di depan ZM, orang yang baru dikenalnya, meminta hal-hal yang tak masuk akal.
Hari demi hari terus berganti, pasangan suami istri ini masih berada dalam pengawasan ZM, tanpa ada komunikasi dengan siapapun di luar rumah.
Tidak sampai di situ, Jumat (20/6) sekitar pukul 02.00 WIB dini hari, RR diajari ilmu uji mental di dalam kamar. Sementara istri berada di ruang tengah.
Momen itu dimanfaatkamn pelaku menyelinap temui ST. Lantas, ZM menakut-nakuti ST di badannya banyak sekali penyakit disebabkan santet, dan guna-guna. Kalau mau sembuh harus bersetubuh dengannya. Menurut ZM, korban Khadijah sudah sah menjadi istrinya hingga langit yang ke 7. Kata-kata ini terus diulang-ulang ZM dengan suara pelan seperti memberi sugesti kepada ST.
Antara sadar dan tidak sadar, seperti terpengaruh ucapan ZM, ia menuruti saja ketika ZM menariknya ke dalam kamar. Terjadilah hal yang diinginkan Zm, korban disetubuhi tanpa perlawanan. Di saat yang bersamaan RR suami ST sedang berada di kamar melakukan ritual uji mental.
Setelah puas melampiaskan nafsu bejatnya, ZM melarang ST berkomunikasi dengan RR. Bahkan saat keluar dari kamar ST hanya diam seribu bahasa, tidak berkata apapun tentang apa yang dilakukan ZM kepadanya.
Lalu, ZM mengatakan kepada Rr, kalau semua penyakit di badannya sudah diangkat, banyak pedang di perut, cacing berduri, binatang lainnya, dan keris di kepala ST. Bodohnya RR, ucapkan ‘Alhamdulillah Tuan ‘.
Keesokan harinya,
Setelah puas dengan aksi bejat pertama, ZM kembali mengibuli RR hari berikutnya dengan menuduh yang santet ST orang tua sendiri. Lantaran itu, ZM menyuruh RR pergi mencari orang tua ST agar tidak mengguna-gunai istrinya.
Begitu RR pergi, Z.kembali menyampaikan kata-kata yang lebih ekstrim menyebut ST sudah menikah secara batin dengannya sebagai istri sahnya disaksikan Allah, Muhammad, penegak agama dan seluruh alam.
Lantaran ketakutan hanya berdua saja di rumah, ST mau saja diajak lagi berhubungan badan di dalam kamar. Tak lama, RR datang ke rumah ZM, tanpa tahu istrinya sudah dua kali digauli pelaku.
Saat RR ritual di kamar biasa, Minggu (22/6) sekitar pukul 02.00 WIB dini hari.
ZM bak dapat mainan baru datangi ST di ruang tamu, dan menariknya lagi ke dalam kamar untuk disetubuhi kali ketiga.
Lantaran Pasutri tersebut terlalu lama berobat di rumah ZM, beberapa anggota keluarga ST datang ke rumah ZM untuk menjemput keduanya, Senin (23/6). Hal ini disebabkan ada yang aneh, berobat terlalu lama tanpa ada kabar berita.
Saat ditemui keluarga, ST hanya terdiam tidak cerita seperti biasa. Ketika ST hendak dibawa pulang, RR menolak karena pengobatan belum selesai. Tapi, pihak keluarga korban bersikukuh curiga melihat perubahan pada diri ST. Sementara, RR masih belum tahu istrinya sudah tiga kali digagahi ZM.
Pihak keluarga ST terus memaksa, akhirnya ZM mempersilakan RR dan ST dibawa pulang. Tiba di rumah dengan berlinangan air mata ST menceritakan perlakuan biadab ZM pada dirinya, dan perbuatan suaminya yang menjerumuskannya ke lobang nista.
Setelah mendengar kisah korban, pihak keluarga dampingi ST melaporkan ZM dan Rr ke Polsek Mandau.
Tim opsnal meringkus keduanya sesudah menerima laporan tanpa perlawanan. Kedua pelaku dijerat Pasal 6 dan Pasal 15 Undang Undang RI Nomor 22, terancam hukuman 12 tahun penjara.
Dalam pada itu, ST cuma pasrah serahkan kasus ini kepada aparat hukum, agar diproses seadil-adilnya.
“Proses hukum terhadap kasus ini belum tuntas, masih terus didalami hingga jelas konstruksinya,” sebut Kapolsek Mandau.
Cerita Tuan Guru Ahli Ritual Obati Santet Gagahi Pasiennya
Diskusi pembaca untuk berita ini