Bengkulu, katakabar.com - Benih kelapa sawit varietas Simalungun sangat diminati petani di Provinsi Bengkulu. Lantaran petani sawit yang mengikuti program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Bengkulu umumnya menanam bibit varietas.
"Benih produksi Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) jadi favorit petani di daerah Bengkulu, sebab keunggulan memproduksi buah kelapa sawit dibanding benih kelapa sawit lain," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu, Rosmala Dewi, dilansir dari laman elaeis.co, pada Sabtu (5/8).
Kata Rosmala lagi, Simalungun adalah varietas yang paling banyak dibeli petani sawit di Bengkulu. Padahal di PPKS banyak varietas benih kelapa sawit unggul. Tapi kecintaan petani terhadap varietas Simalungun mengalahkan varietas unggul lainnya.
Menurutnya, salah satu alasannya varietas Simalungun dipilih para petani lantaran permintaan dari sejumlah Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) di Bengkulu.
"Rata-rata PMKS memberikan harga sedikit lebih tinggi varietas Simalungun dibanding kelapa sawit dari varietas lain. Itu tadi Simalungun mampu menghasilkan buah kelapa sawit dengan rendemen yang tinggi," jelasnya.
Rendemen varietas Simalungun tutur Rosmala mencapai 26,5 persen, dan PMKS mampu bisa produksi Crude Palm Oil (CPO) sebanyak 7,53 ton per hektar per tahun dengan rendemen Simalungun.
"Ini sebenaranya alasan PMKS lebih suka TBS kelapa sawit Simalungun yang dijual para petani kebun," bebernya.
Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu sesungguhnya tidak permasalahkan varietas benih pilihan petani peserta PSR. Intinya, peserta program PSR wajib menggunakan benih bersertifikat agar sawit yang ditanam produktif.
"Saya tidak mau menemukan ada peserta PSR di Bengkulu menggunakan bibit tidak bersertifikat. Apalagi bibit hasil persemaian mandiri. Untuk itu peserta PSR mesti gunakan bibit kelapa sawit bersertifikat, tidak boleh tidak," serunya.
Masih Rosmala, tujuan PSR untuk meningkatkan produktivitas sawit rakyat dengan mengganti tanaman tua atau tanaman yang menggunakan benih asalan dengan tanaman unggul yang produktivitasnya tinggi.
Untuk mencegah hal itu, kami maksimalkan pengawasan rantai pasok benih dari produsen hingga ke peserta PSR. Ini untuk menjamin dana yang digunakan dananya dari BPDPKS agar tepat sasaran, tandasnya.
Benih Sawit Varietas Simalungun Diminati Petani di Bengkulu, Kok Bisa
Diskusi pembaca untuk berita ini