Duri, katakabar.com - Pil pahit mesti dirasakan sejumlah warga Kelurahan Talang Mandi, Kecamatan Mandau,  Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, khususnya pemegang Kartu Bengkalis Sejahtera (KBS).

Sejumlah warga pemegang Kartu Bengkalis Sejahtera (KBS) diblokir. Padahal, mereka baru pegang KBS itu. Urusannya sebenarnya sepele, cuma gegara hadir di reses Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau, Hj Mira Roza dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), pada Kamis (30/11), kemarin.

Warga Kelurahan Talang Mandi, Lidiana Kecamatan Mandau menuturkan, kisah Kartu Bengkalis Sejahtera (KBS) miliknya diduga diblokir, dan tidak lagi mendapatkan sembako, bermula Ia dan dua rekannya merupakan keluarga tidak mampu di Kelurahan Talang Mandi, Kecamatan Mandau hadir di acara reses salah satu anggota DPRD Riau dari Fraksi PKS.

Saat hadir di acara itu, ulas Lidiana, ada yang memposting mereka di Media Sosial (Medsos). Selepas itu, Ia dua rekannya tidak lagi mendapatkan bantuan sembako dari Kartu Bengkalis Sejahtera (KBS), konon kabarnya digadang-gadang program unggulan Bupati Bengkalis, Kasmarni dan Wakil Bupati Bengkalis, H Bagus Santoso.

“Awalnya saat hadir di acara anggota DPRD Riau, Hj Mira Roza dari PKS, kita bertiga tidak ada yang memposting. Setelah itu, kami tidak dapat bantuan lagi. Padahal kartunya masih ada sama kami,” ujar Lidiana heran, dilansir dari laman pesisirriau.com, pada Jumat (1/12).

Harapan kami, kata Lidiana bersama dengan rekannya bisa kembali mendapatkan bantuan dari KBS.

“Harapan kami dapat lagi Pak. Percuma kami simpan kartu ini, hanya untuk pajangan dan pegangan saja tapi tidak berguna,” jelasnya.

Warga lainnya, Sri Juliatik penerima kartu yang sama mengaminkan Lidiana. Warga Jalan Tanjung Mulyo, RT 07 RW 09, Kelurahan Talang Mandi, Kecamatan Mandau ini kecewa dengan sikap pemerintah daerah. Lantaran dinilai seakan-akan mempolitisir penerima bantuan KBS.

“Di sini kami sampaikan, kami tidak mendapat bantuan KBS lagi, sebab semalam kami menghadiri reses Anggota DPRD Riau dari Partai PKS. Setelah menghadiri reses bantuan kami terblokir. Pihak kelurahan mengindikasi ikut di partai politik lain,” ceritanya.

Saya dan keluarga mudah-mudahan, harap Sri Juliantik, mendapatkan bantuan tersebut kembali agar tidak menjadi korban politisasi pihak Kelurahan Talang Mandi.

Selain Lidiana dan Sri Juliantik, masih ada lagi sejumlah warga yang alami nasib sama, seperti Ernawati, Linda Supriani, Warga Jalan Jawa, RT 03 RW 04, Kelurahan  Desa Talang Mandi, Kecamatan Mandau kartunya terblokir dari bantuan apapun dari pemerintah daerah.

Soal ada warga pemegang KBS terblokir, Lurah Talang Mandi, Benny Syafrullah S AP menjelaskan, belum ada melapor ke kantor. Baiknya dapat dilihat atau dicek ulang, apakah yang bersangkutan masih berhak menerima bantuan, lantara sudah mampu atau ada hal lainnya. Terkait itu, sama sekali tidak unsur politis atau maksud kurang terpuji.

”Sejauh ini saya belum dapat laporan dari warga yang terblokir KBS-nya itu. Kita tunggu laporannya, apakah ada masalah dengan kartu atau memang sudah tidak berhak lagi mendapatkan bantuan itu. Soal pemegang kartu sudah mampu setelah dicek atau dievaluasi UPT  terkait. Untuk lebih jelas dan tepat silahkan datang dan melapor ke kantor UPT terkait yang menyalurkan bantuan. Datanya ada semuanya di sana,” terangnya.

Kepala UPT Rumah Singgah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial Kecamatan Mandau, Desriyanti, saat dikonfirmasi wartawan menjabarkan, pihaknya baru tahu informasi ada warga pemegang KBS, di mana kartunya terblokir mendapatkan bantuan.

“Memang ada berapa orang pemegang KBS terblokir. Mereka disarankan agar datang ke kantor UPT, sebab masalah tersebut pendataan penerima ada di kelurahan dan desa. Kalau bisa besok saya minta warga itu datang dan melaporkan,” timpal Desriyanti lewat telepon selulernya, pada Kamis (30/11) kemarin.

Diketahui, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis meluncurkan Kartu Bengkalis Sejahtera (KBS) pada 7 Maret 2022 lalu.

Kala itu, peluncuran KBS ini bersamaan pada peringatan 1 tahun kepemimpinan Bupati Bengkalis, Kasmarni dan Wakil Bupati Bengkalis, Bagus Santoso, di Balai Kerapatan, Wisma Sri Mahkota, Bengkalis.

Kartu Bengkalis Sejahtera atau KBS, salah satu janji yang dipenuhi Kasmarni dan Bagus saat duduk sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bengkalis.

KBS sebagai sarana untuk menunjang program unggulan Bupati Bengkalis, Kasmarni dan Wakil Bupati Bengkalis, Bagus Santoso, yakni untuk program jaminan sosial dan kesehatan total bagi masyarakat, program perempuan berdaya keluarga sejahtera, program beasiswa pendidikan khusus dan berprestasi, serta program stimulus ekonomi bagi pekerja sektor informal.

KBS duncurkan untuk menunjang program jaminan sosial, persisnya bantuan pangan non tunai dari dinas sosial.

Selain itu, segera menyusul kegiatan satu dai satu Desa dam Kelurahan, beasiswa tahfidz, beasiswa dokter spesialis dan bantuan lansia, serta sebagai kartu identitas jaminan kesehatan.

KBS dirancang sebagai satu kartu untuk semua, yang dipadukan dengan aplikasi yang diberi nama aplikasi layanan program Bermarwah Maju dan Sejahtera (Bermasa).