Implan Koklea Pintar Teranyar Hadir di Indonesia Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien Gangguan Pendengaran
Jakarta, katakabar.com - Inovasi teranyar bidang kesehatan pendengaran, dan Cochlear Ltd dengan bangga menghadirkan teknologi ini ke Indonesia, yang dapat memberikan manfaat bagi para pengguna implan koklea kami selama bertahun-tahunkedepan. Apalagi implan koklea pintar terbaru, Cochlear™ Nucleus® Nexa™System, memungkinkan pengguna untuk tetap terhubung dengan perkembangan teknologi masadepan melalui pembaruan perangkat lunak langsung pada alat implan. Berbeda dengan teknologi sebelumnya, sistem ini implan koklea pertamayang dilengkapi dengan memori internal dan firmware yang dapat diperbarui. Sehingga pengguna dapat mengakses inovasi baik melalui prosesor suara maupun implanitusendiri, dan memungkinkan akses terhadap lebih banyak inovasi seiring waktu. Ashish Joshi, Marketing Director, Cochlear (Asian Growth Markets), menyampaikan Nexa System implan koklea pintar pertama dan satu-satunya di dunia yangmenghadirkan terobosan signifikan dalam solusi pendengaran. "Cochlear bangga dapat menghadirkan inovasi ini di kawasan ASEAN, termasuk Indonesia, sebagai bagiandari komitmen kami dalam memperluas akses terhadap teknologi pendengaran yang lebihcanggih dan berkelanjutan," ujarnya. Melalui inovasi ini, kata Joshi, kami berharap dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi parapengguna, sekaligus mendukung transformasi dalam penanganan gangguan pendengaran di Indonesia. ”Sebagai distributor resmi di Indonesia, Kasoem Hearing Center menyambut hadirnya inovasi ini sebagai langkah besar dalam meningkatkan layanan bagi masyarakat dengan gangguan pendengaran," jelasnya. Sedang Trista Kasoem, perwakilan dari Kasoem Hearing Center, menimpali teknologi ini lompatan besar dalam dunia implan pendengaran. Dengan adanya sistem yang dapat terus diperbarui, pasien tidak hanya mendapatkan solusi untuk saat ini, tetapi akses terhadap inovasi di masa depan. "Ini sejalan dengan komitmen kami untuk memberikan layanan terbaik dan berkelanjutan bagi pasien di Indonesia," terangnya. Salah satu keunggulan utama dari Nucleus Nexa sistem ini adalah kemampuan untuk menyimpan pengaturan prosesor suara secara personal (MAP’s) tersimpan di dalam implan sehingga pasien dapat kembali terhubung dengan cepat jika membutuhkan prosesor suara baru atau pengganti. Di Indonesia, implementasi teknologi ini telah dilakukan melalui prosedur operasi pertama di Siloam Hospitals Lippo Village. dr. Eko Teguh Prianto, Sp.THT-KL, sebagai dokter yang melakukan tindakan operasi, menjelaskan Nucleus Nexa System inovasi terbaru Implan Koklea yang dapat memberikan kualitas pendengaran yang lebih optimal untuk jangka panjang pada pasien dengan gangguan pendengaran. Hal ini tentunya dapat meningkatkan kualitas hidup para pengguna. Tidak kalah penting, sistem ini didukung oleh tingkat keandalan implanyang telah terbukti tinggi, mencapai 99,76 persen, sehingga memberikan rasa aman dan kepercayaan bagi pengguna. Sementara, perwakilan dari Siloams Lippo Village, Alexander Mutak, menuturkan sebagai rumah sakit pertama yang melakukan prosedur ini menyatakan : “Kami bangga dapat menjadi bagian dari pengenalan teknologi implan koklea pintar di Indonesia. "Inovasi ini membuka peluang lebih luas bagi pasien dengan gangguan pendengaran untuk mendapatkan penanganan yang lebih modern dan efektif," ulasnya. Secara global, gangguan pendengaran masih menjadi tantangan besar, dengan ratusan juta orang terdampak. Teknologi implan koklea berperan penting dalam membantu meningkatkan kejelasan suara dengan cara merangsang langsung saraf pendengaran, berbeda dengan alat bantu dengar yang hanya memperkuat suara.
Barantum Hadirkan Automasi dengan WhatsApp Gateway Official
Jakarta, katakabar.com - Barantum satukan CRM, AI Agent, Omnichannel, dan WhatsApp Business API satu dashboard. Ini memudahkan bisnis kelola semua percakapan pelanggan, meningkatkan efisiensi, serta percepat respon,.sehingga hasilnya kepuasan pelanggan meningkat, dan penjualan bisnis lebih optimal. Di awal, kirim pesan satu per satu masih terasa aman. Tapi saat bisnis mulai berkembang, volume chat meningkat, dan semuanya jadi lambat. Tim mulai kewalahan, pelanggan menunggu, dan peluang mulai hilang. Masalahnya bukan di tim, tapi di cara kerja. Selama komunikasi masih manual, bisnis akan selalu tertinggal dari kecepatan pelanggan. Banyak bisnis masih mengandalkan proses manual untuk berkomunikasi dengan pelanggan. Terlihat sederhana, tapi dampaknya besar ketika volume meningkat. Tanpa sistem yang terintegrasi, komunikasi jadi lambat, tidak konsisten, dan sulit berkembang. 1. Pengiriman Pesan Dilakukan Satu Per Satu Tim harus mengirim pesan satu per satu ke pelanggan. Proses ini bisa memakan waktu hingga 2-3 jam per hari dan menghambat efisiensi kerja secara keseluruhan. 2. Tidak Ada Sistem Integrasi Komunikasi Chat dan data pelanggan berjalan terpisah di berbagai platform. Hal ini meningkatkan risiko kesalahan hingga 30% karena informasi tidak terhubung secara langsung. 3. Respons Pelanggan Tidak Konsisten Setiap tim memiliki cara balas yang berbeda. Akibatnya, kualitas komunikasi tidak stabil dan bisa menurunkan kepercayaan pelanggan hingga 20-25%. 4. Sulit Scale Komunikasi Bisnis Saat jumlah pelanggan meningkat 2-3x, tim tidak mampu mengimbanginya. Tanpa sistem, bisnis akan kesulitan berkembang dan kehilangan banyak peluang. Automasi Komunikasi Jadi Kunci Efisiensi Untuk bisa berkembang, bisnis tidak bisa terus mengandalkan cara manual. Dibutuhkan sistem yang mampu menjalankan komunikasi secara otomatis dan terstruktur. Dengan automasi, bisnis bisa tetap responsif tanpa menambah beban kerja tim secara signifikan. 1. Integrasi Sistem Dengan WhatsApp Gateway Official Integrasi melalui WhatsApp Gateway Official memungkinkan semua komunikasi terhubung dalam satu sistem. Proses kerja bisa dipercepat hingga 40-50% dibanding cara manual. 2. Kirim Pesan Otomatis Ke Pelanggan Pesan dapat dikirim otomatis berdasarkan trigger tertentu. Hal ini mampu menghemat waktu tim hingga 50% dan memastikan pelanggan selalu mendapat respons tepat waktu. 3. Standarisasi Komunikasi Bisnis Template pesan membantu menjaga konsistensi komunikasi. Dengan standar yang jelas, kualitas layanan bisa meningkat hingga 25% dan lebih profesional di mata pelanggan. 4. Dukungan Respons Otomatis Dengan AI Agent AI Agent memungkinkan bisnis merespons pelanggan secara otomatis. Hingga 70% pertanyaan umum dapat ditangani tanpa campur tangan tim secara langsung. WhatsApp Gateway Official Barantum untuk Bisnis Terintegrasi Setelah memahami pentingnya automasi, bisnis butuh sistem yang benar-benar siap digunakan. Bukan hanya cepat, tapi juga stabil dan aman untuk jangka panjang. Barantum menghadirkan WhatsApp Business API resmi yang membantu bisnis menjalankan komunikasi secara otomatis dan terintegrasi dalam satu sistem. 1. API Resmi Dan Stabil Barantum menggunakan API resmi seperti WhatsApp Business API, memastikan pengiriman pesan lebih stabil dan mengurangi risiko gangguan hingga 90% dibanding sistem tidak resmi. 2. Mudah Integrasi Ke Berbagai Sistem Sistem dapat terhubung dengan CRM, website, hingga tools lainnya. Proses integrasi bisa mempercepat alur kerja hingga 30-50% tanpa perlu pengembangan yang kompleks. 3. Pengiriman Pesan Lebih Aman Dengan sistem resmi, risiko nomor terblokir dapat ditekan hingga 90%. Hal ini membuat komunikasi bisnis lebih aman dan terpercaya di mata pelanggan. 4. Siap Untuk Kebutuhan Skala Besar Sistem mampu menangani ribuan hingga jutaan pesan per hari. Cocok untuk bisnis yang ingin scale tanpa khawatir komunikasi menjadi bottleneck operasional. Jika komunikasi masih manual, bisnis akan terus tertahan di titik yang sama. Bukan karena kurang peluang, tapi karena sistem yang tidak mendukung. Dengan WhatsApp Gateway Official dari Barantum, komunikasi bisa berjalan lebih cepat, aman, dan siap untuk berkembang lebih besar. Sekarang saatnya beralih dari cara lama ke sistem yang benar-benar bisa mendorong pertumbuhan bisnis.
Dari Aceh hingga Makassar, Baja Modular KS Hadir Wujudkan Pemerataan Fasilitas Publik
Jakarta, katakabar.com - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk / Krakatau Steel Group (KRAS) perkuat komitmen pembangunan nasional melalui inovasi infrastruktur baja modular yang cepat bangun dan adaptif. Langkah ini dirancang sebagai solusi konkret untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat Indonesia secara luas. Direktur Utama Krakatau Steel, Dr. Akbar Djohan, menyampaikan transformasi produk baja modular merupakan manifestasi nyata keberpihakan perusahaan terhadap kepentingan publik. Menurutnya, baja modular bukan sekadar inovasi konstruksi, melainkan sebuah gerakan sosial (social movement) untuk menyediakan fasilitas fisik yang aman, layak, dan responsif terhadap kebutuhan zaman. “Fokus kami melampaui aspek komersial. Kami berkomitmen memastikan teknologi baja nasional hadir sebagai solusi kemanusiaan sekaligus pilar pembangunan berkelanjutan,” ujar Dr. Akbar Djohan, sekaligus menjabat sebagai Chairman Indonesian Iron dan Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA). Baja Modular: Inovasi Humanis Krakatau Steel untuk Negeri Bagi Krakatau Steel Group, baja bukan sekadar komoditas, melainkan solusi kemanusiaan yang nyata. Melalui teknologi modular yang cepat bangun, Perseroan mengawali tahun 2026 dengan aksi nyata di tiga titik strategis Indonesia. Langkah dimulai pada 2 Februari 2026 lalu di Sumatra Utara, melalui pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mengakselerasi program Makan Bergizi Gratis. Komitmen ini berlanjut ke Bener Meriah, Aceh pada 12 Februari, di mana Klinik Darurat Waskita hadir sebagai respons cepat bagi warga terdampak banjir bandang. Perjalanan ini kemudian mencapai Makassar pada 18 Februari dengan tuntasnya SPPG Modular di Universitas Hasanuddin. Rangkaian proyek ini membuktikan di tangan Krakatau Steel, kekuatan baja telah bertransformasi menjadi infrastruktur pelayanan publik yang adaptif, aman, dan sepenuhnya berpihak pada kesejahteraan rakyat. Inovasi Hijau untuk Masa Depan Berkelanjutan Baja modular Krakatau Steel bukan sekadar soal kecepatan, melainkan manifestasi konstruksi masa depan yang ramah lingkungan. Melalui optimalisasi material yang minim limbah, tahan lama, dan fleksibel untuk dipindahkan, inovasi ini menjadi jawaban atas tantangan pembangunan hijau di Indonesia. Langkah strategis ini selaras dengan agenda nasional pembangunan berkelanjutan yang tertuang dalam visi Asta Cita Presiden RI, H Prabowo Subianto. Dengan memadukan efisiensi industri dan pelestarian lingkungan, Krakatau Steel memastikan setiap infrastruktur yang dibangun hari ini adalah warisan yang aman dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.
KAI Divre III Palembang Hadir di Kegiatan Desa Quran Fest 2026
Palembang, katakabar.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang tunjukkan komitmen dukung pembangunan karakter generasi muda dengan berpartisipasi di kegiatan Desa Qur'an Fest 2026 bersama 100 Tokoh Inspiratif Sumatera Selatan, Selasa (24/2). Kegiatan yang dipusatkan di lingkungan Sekolah Qur'anpreneur Indonesia (SQI), Jalan Lebak Jaya III, Kelurahan Sungai Selayur, Kecamatan Kalidoni, Palembang ini diinisiasi oleh Kepala Desa Qur'an sekaligus Kepala Sekolah SQI, Muhammad Syafi'i, bersama Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Selatan yang dipimpin oleh Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumsel, Husni Wijaya, S.Sos., M.Si. Dari PT KAI Divre III Palembang, hadir Deputy II Divre III Palembang, Listiya Hery Mularto, hadir pula perwakilan BPKAD Provinsi Sumsel, BPTD Wilayah Sumsel, sejumlah perusahaan BUMN dan BUMD di wilayah Sumatera Selatan, Kepala Yayasan Indonesia Legacy, serta Ketua Dharma Wanita Dishub Provinsi Sumsel Merry Cristine beserta jajaran pengurus lainnya. Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, menyampaikan keikutsertaan KAI dalam kegiatan ini bagian dari komitmen perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) mendukung program sosial dan pendidikan yang berdampak nyata bagi masyarakat. “Di tengah perkembangan zaman yang penuh tantangan, anak-anak yatim dan dhuafa tidak hanya membutuhkan penguatan ilmu agama, tetapi juga inspirasi dari para tokoh, praktisi, dan pemimpin di berbagai bidang. Kehadiran para tokoh inspiratif diharapkan mampu membuka wawasan mereka tentang dunia kerja, kepemimpinan, serta nilai perjuangan dalam meraih kesuksesan,” jelas Aida. Kepala Destinasi Wisata (Desa) Qur'an, sekaligus Kepala Sekolah SQI, Muhammad Syafi'i, menjelaskan Sekolah Qur'anpreneur Indonesia saat ini mendidik siswa tingkat SD dan SMP dengan sistem pendidikan terpadu yang mengintegrasikan pendidikan formal, tahfidz Al-Qur'an, serta pelatihan keterampilan berbasis lingkungan dalam satu sistem berkelanjutan. SQI usung konsep sekolah gratis tanpa iuran bulanan. Sebagai bentuk kontribusi dan pembelajaran karakter, setiap siswa membawa tiga kilogram sampah organik rumah tangga setiap bulan. Sampah tersebut tidak dibuang, melainkan diolah melalui sistem Bank Sampah yang terintegrasi dengan kurikulum menjadi kompos dan pupuk cair organik yang kemudian dipasarkan kepada masyarakat. Selain pengelolaan sampah, siswa juga dibekali keterampilan bercocok tanam, seperti budidaya kangkung dan tanaman buah. Model pendidikan ini dirancang untuk menanamkan jiwa kewirausahaan sejak dini, sehingga para siswa tidak hanya memiliki kekuatan spiritual dan intelektual, tetapi juga kemandirian serta kepedulian terhadap lingkungan. “Kami ingin melahirkan generasi yang tidak hanya kuat secara spiritual dan intelektual, tetapi juga mandiri dan bermanfaat bagi masyarakat,” tutur Muhammad Syafi'i. Di sesi motivasi, Deputy II Divre III Palembang, Listiya Hery Mularto, membagikan kisah perjalanan karier dan pengalaman profesionalnya kepada para siswa. Ia berpesan agar para siswa tidak ragu menggantungkan cita-cita setinggi mungkin, karena cita-cita yang besar akan menjadi energi pendorong untuk terus belajar, berjuang, dan menjaga integritas dalam setiap langkah kehidupan. Aida menambahkan dukungan KAI Divre III Palembang terhadap kegiatan ini juga sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung program Asta Cita Pemerintahan Presiden Prabowo untuk membangun karakter generasi penerus bangsa. “KAI Divre III Palembang mendukung penuh kegiatan positif seperti yang dilaksanakan Desa Qur'an. Ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk hadir tidak hanya sebagai penyedia jasa transportasi, tetapi juga sebagai mitra pembangunan sosial yang berkelanjutan,” ucap Aida. Lebih lanjut, Aida menyampaikan Desa Qur'an Fest 2026 menjadi wadah sinergi antara lembaga pendidikan sosial dengan dunia profesional dan kedinasan dalam mewujudkan program keberlanjutan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bagian dari solusi dalam mengentaskan angka kemiskinan, mencegah putus sekolah, serta memberikan akses pendidikan yang berkualitas bagi anak-anak yatim dan dhuafa. “Melalui kegiatan ini dan kehadiran para tokoh inspiratif, diharapkan anak-anak yatim dan dhuafa memperoleh wawasan tentang pentingnya cita-cita, kerja keras, dan integritas. Kami berharap kepercayaan diri mereka tumbuh, berani bermimpi besar, berkontribusi bagi bangsa dan negara, serta mampu meraih masa depan yang lebih baik,” tandas Aida.
Program JALUR Hadir di Desa Alai, Satpolairud Kepulauan Meranti Bantu Anak Pesisir dan Warga Kurang Mampu
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Satuan Kepolisian Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Kepulauan Meranti kembali menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat pesisir melalui Program Jelajah Riau Untuk Rakyat (JALUR). Kegiatan kali ini digelar di Desa Alai, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Rabu (25/2) pagi. Dimulai pukul 08.00 WIB, personel Satpolairud sudah menyapa warga ebagian besar berprofesi sebagai nelayan. Program tersebut sasar anak-anak pesisir serta warga kurang mampu yang dinilai masih memiliki keterbatasan akses terhadap pelayanan publik dan bantuan sosial. Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, melalui Kasat Polairud Iptu Abdul Roni, menjelaskan program JALUR merupakan kebijakan Kapolda Riau yang bertujuan menjangkau masyarakat di wilayah pesisir dan perairan yang relatif terisolir. "Program JALUR ini menjadi wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat pesisir,” ujar Iptu Abdul Roni. Kegiatan tersebut dipimpin Kanit Patroli Sat Polairud, Ipda Bernart Panjaitan, bersama Kaurmintu, Aipda Yurnaldi, Kasubnit Patwal Air, Aipda Harun Haris Harahap, Brigadir Riyo Saputra dan Bripda Siska Rahayu. Turut mendukung, Si Dokkes Polres Kepulauan Meranti, dr. Aisyah Bee yang memberikan pelayanan kesehatan langsung kepada warga. Setibanya di Desa Alai, tim langsung melaksanakan rangkaian kegiatan Program JALUR, mulai dari sambang nusa presisi, perpustakaan terapung, klinik terapung, aksi bersih sampah pantai dan sungai, edukasi tanggap darurat bencana, penyebaran media informasi maritim, sosialisasi pencegahan dan pengungkapan tindak pidana perairan, hingga peduli ekonomi pesisir. Dalam kegiatan sambang nusa presisi, personel membagikan bantuan alat tulis kepada anak-anak pesisir berupa pensil, pena, buku tulis, dan penghapus. Anak-anak tampak antusias menerima bantuan tersebut, yang diharapkan dapat menunjang semangat belajar mereka. Melalui program peduli ekonomi pesisir, Sat Polairud juga menyerahkan dua paket sembako kepada warga kurang mampu. Setiap paket berisi beras premium 5 kilogram, satu kotak teh, setengah papan mi telur, dan satu liter minyak goreng. Selain itu, pelayanan kesehatan gratis juga diberikan kepada masyarakat. Si Dokkes Polres Kepulauan Meranti melakukan pemeriksaan tekanan darah serta pemberian vitamin bagi warga yang membutuhkan. Layanan ini disambut hangat, terutama oleh para lansia yang jarang mendapatkan pemeriksaan kesehatan rutin. Iptu Abdul Roni menegaskan, tujuan utama kegiatan ini adalah memastikan masyarakat pesisir tidak merasa terpinggirkan dari program bantuan maupun pelayanan publik. "Melalui program JALUR, kami ingin memastikan masyarakat pesisir benar-benar merasakan kehadiran negara. Pendekatan yang kami lakukan bersifat humanis, solutif, dan kolaboratif,” terangnya. Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari strategi komunikasi Polri dalam membangun kedekatan emosional dan sosial dengan masyarakat, sehingga tercipta situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah perairan Kepulauan Meranti.
Polri Hadir Untuk Bumi, Green Policing Polres Kepulauan Meranti Sasar Perusahaan dan Pelajar
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Meranti terus menunjukkan komitmen dorong pelestarian lingkungan hidup melalui implementasi program Green Policing, sejalan dengan kebijakan Kapolda Riau. Kegiatan tersebut dilaksanakan serentak di sejumlah lokasi, Sabtu (31/1) fokus edukasi peduli lingkungan dan penanaman pohon. Salah satu kegiatan utama berlangsung di PT National Sago Prima (NSP), Desa Kepau Baru, Kecamatan Tebing Tinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti. Di kegiatan ini, jajaran Polres Kepulauan Meranti memberikan sosialisasi dan edukasi kepada karyawan perusahaan mengenai pentingnya menjaga lingkungan hidup, dimulai dari lingkungan kerja dan kehidupan sehari-hari. Kanit Binmas Polsek Tebing Tinggi Barat, Ipda Ito Hermanto, yang melaksanakan giat bersama Bhabinkamtibmas Desa Kepau Baru, Brigadir Hendri Sudrajat dan Bhabinkamtibmas Desa SDI, Brigadir Ismail H. Selain paparkan materi edukatif dan diskusi interaktif, kegiatan diisi dengan penanaman bibit pohon mangga dan durian di lingkungan PT NSP. Menurut Ipda Ito Hermanto, mewakili Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, S.H., S.I.K., M.H, Green Policing pendekatan strategis dan humanis Polri menjaga ketertiban sosial sekaligus keberlanjutan lingkungan hidup. “Konsep Green Policing ini jawaban atas tantangan zaman, seperti krisis lingkungan, perubahan iklim, serta potensi kebakaran hutan dan lahan. Polri hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai penggerak kesadaran masyarakat,” ujarnya. Di waktu yang sama, jajaran Polsek Merbau melaksanakan kegiatan Green Policing di SMP Negeri 2 Meranti Bunting, Kecamatan Merbau. Kegiatan penghijauan ini berlangsung sekitar pukul 09.00 WIB dan dihadiri oleh pihak sekolah, para guru, serta seluruh siswa. Kapolsek Merbau yang diwakili Bhabinkamtibmas, Aipda Rinaldo, menyampaikan kegiatan tersebut bertujuan menanamkan kesadaran cinta lingkungan sejak usia dini. Rangkaian kegiatan meliputi sambutan kepala sekolah, sambutan perwakilan Polsek Merbau, penyerahan bibit pohon durian, penanaman pohon bersama, serta foto bersama guru dan siswa. “Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri serta mewujudkan program Polri Untuk Masyarakat dengan kehadiran langsung di tengah-tengah masyarakat,” jelas Aipda Rinaldo. Seluruh rangkaian kegiatan Green Policing di wilayah hukum Polres Kepulauan Meranti berakhir dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif. Program ini diharapkan menjadi langkah nyata Polri dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan menjaga kelestarian lingkungan di Provinsi Riau, khususnya Kabupaten Kepulauan Meranti.
Posbankum Hadir di Banglas Barat, Akses Keadilan Gratis Bagi Warga Kepulauan Meranti
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Pos Bantuan Hukum (Posbankum) resmi terbentuk sejak November 2025 lalu, dan beroperasi di Desa Banglas Barat, persisnya di Jalan Mahmud Ujung, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti. Kehadiran Pos Bantuan Hukum (Posbankum) ini menjadi angin segar bagi masyarakat, khususnya warga kurang mampu dan yang masih minim pemahaman hukum, Kamis (29/1). Pos Bantuan Hukum (Posbakum) tersebut berada di bawah penugasan Kementerian Hukum, dengan menugaskan Satriadi, S.H., M.H., CPLA sebagai petugas Pos Bantuan Hukum (Posbankum). Satriadi telah mengantongi sertifikat resmi sejak 20 November 2025 lalu dan hingga kini aktif memberikan layanan Pos Bantuan Hukum (Posbakum) kepada masyarakat. Satriadi menjelaskan, Pos Bantuan Hukum (Posbankum) dibentuk sebagai upaya menghadirkan akses keadilan yang lebih dekat, mudah, dan gratis bagi masyarakat desa. Sejak berdiri, Pos Bantuan Hukum (Posbankum) Desa Banglas Barat telah membantu banyak warga, terutama masyarakat tidak mampu dan buta hukum. “Alhamdulillah, Pos Bantuan Hukum (Posbankum) ini hadir untuk membantu masyarakat dalam menyelesaikan berbagai permasalahan hukum melalui konsultasi dan mediasi atau jalur non-litigasi,” ujar Satriadi. S.H,.M.H,. CPLA Keberadaan Pos Bantuan Hukum (Posbankum) memberikan sejumlah manfaat nyata bagi masyarakat. Selain mempermudah akses layanan hukum tanpa harus ke kota, Pos Bantuan Hukum (Posbankum) juga mendorong penyelesaian sengketa secara kekeluargaan melalui mekanisme mediasi. Dalam konflik ringan, lurah atau kepala desa dapat berperan sebagai juru damai demi terciptanya keharmonisan di tengah masyarakat. Selain itu, Posbankum juga berperan penting meningkatkan kesadaran dan pemahaman hukum masyarakat. Melalui edukasi dan konsultasi hukum, warga menjadi lebih berani, memahami hak-hak hukumnya, serta tidak lagi takut atau bingung saat menghadapi persoalan hukum. Kepala Desa Banglas Barat, Asnawi nazar S.Pi, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kehadiran Posbankum di wilayahnya. Ia mengaku Posbankum sangat membantu masyarakat Desa yang membutuhkan pendampingan dan bantuan hukum. “Kami sangat berterima kasih kepada Satriadi. S.H.,M.H,. CPLA yang telah membantu masyarakat kami. Dengan adanya Pos Bantuan Hukum (Posbankum) ini, masyarakat Desa Banglas Barat merasa terbantu dan lebih terlindungi secara hukum,” ujar Asnawi nazar S.Pi . Dengan hadirnya Posbankum di Desa Banglas Barat, diharapkan pelayanan hukum yang berkeadilan dan merata dapat benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, khususnya di wilayah Kepulauan Meranti.
Bupati Kepulauan Meranti Hadiri Pembukaan Rakernas XVII APKASI di Batam
Batam, katakabar.com - Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar, menghadiri pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVII Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) yang digelar di Aula Hotel Sriwijaya, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Minggu (18/1) malam. Di kegiatan tersebut, Bupati Kepulauan Meranti tak sendirian di kegiatan itu, tetapi didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kepulauan Meranti, Marwan, Kepala Bagian Ekonomi, Sukri, Kepala Bagian Tata Pemerintahan, Edi, serta Pelaksana Tugas Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Rony. Rakernas XVII APKASI tahun 2026 usung tema “Wujudkan Asta Cita untuk Daerah yang Sejahtera”, dan dijadwalkan selama tiga hari, mulai 18 hingga 20 Januari 2026. Kegiatan ini diikuti 416 bupati dari seluruh kabupaten di Indonesia. Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar, menyampaikan Rakernas APKASI merupakan momentum strategis bagi pemerintah kabupaten untuk memperkuat sinergi, dan menyelaraskan program pembangunan daerah dengan kebijakan serta visi pembangunan nasional, khususnya dalam mengimplementasikan program Asta Cita. “Rakernas ini menjadi wadah penting untuk memperkuat koordinasi antar-pemerintah daerah dalam mendukung kebijakan pusat, sehingga berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah, termasuk di Kabupaten Kepulauan Meranti,” ujar H Asmar. Rakernas XVII APKASI dibuka secara resmi oleh Ketua Umum APKASI, Bursah Zarnubi, sekaligus Bupati Lahat. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dan kebersamaan antar-pemerintah daerah dalam menghadapi tantangan ekonomi serta pembangunan ke depan. Selama Rakernas berlangsung, para kepala daerah dan perwakilan pemerintah kabupaten dijadwalkan membahas sejumlah isu strategis, antara lain optimalisasi potensi daerah, penguatan kapasitas pemerintah kabupaten, serta sinkronisasi perencanaan dan anggaran pembangunan agar selaras dengan target pemerintah pusat.
ElysianGo Hadir Platform Digital Dampingi Perjalanan Umrah dan Haji Lebih Tenang dan Terarah
Jakarta, katakabar.com - Bagi jutaan umat Muslim di seluruh dunia, Umrah dan Haji perjalanan ibadah yang paling sakral dalam hidup. Tetapi, di balik niat yang tulus, masih banyak jamaah yang menghadapi tantangan berupa keterbatasan informasi, kurangnya pendampingan yang memadai, serta ketidakpastian situasi-situasi krusial selama perjalanan ibadah. Dengan populasi Muslim global yang mencapai lebih dari 1,9 miliar jiwa, kebutuhan akan layanan Umrah dan Haji yang aman, transparan, dan bertanggung jawab menjadi semakin penting. Dalam konteks inilah kehadiran sistem pendampingan berbasis teknologi dipandang sebagai kebutuhan, bukan lagi pelengkap. Menjawab kebutuhan tersebut, ElysianGo resmi diperkenalkan sebagai platform digital Umrah dan Haji berbasis kepercayaan yang dirancang untuk mendampingi jamaah sebelum, selama, dan setelah perjalanan ibadah. ElysianGo tidak lahir dari tren pasar, melainkan dari pengalaman nyata menyaksikan bagaimana jamaah dapat berada dalam kondisi rentan ketika sistem pendampingan dan kejelasan informasi tidak berjalan sebagaimana mestinya. Didirikan oleh Dhian Arinofa, ElysianGo dibangun dengan satu misi utama: menghadirkan rasa aman, kejelasan, dan martabat dalam setiap perjalanan Umrah dan Haji. Platform ini menempatkan transparansi informasi, pendampingan yang bertanggung jawab, serta pendekatan yang berpusat pada manusia sebagai fondasi utamanagar jamaah tidak merasa bingung, ditinggalkan, atau tidak didengar. Sebagai platform FaithTech yang terus dikembangkan, ElysianGo menghadirkan Elysian AI 24/7 yang mampu melayani jamaah dalam 41 bahasa, termasuk 31 bahasa internasional dan 10 bahasa Nusantara Indonesia. Fitur ini dirancang untuk membantu jamaah dari berbagai latar belakang budaya dan negara agar dapat mengakses informasi serta pendampingan dengan lebih mudah dan inklusif. Selain itu, ElysianGo dilengkapi dengan AI Mutawwif 24/7 yang berfungsi sebagai pendamping digital untuk membantu jamaah memahami tahapan ibadah, adab, serta situasi umum yang dapat dihadapi selama Umrah dan Haji. Melengkapi layanan tersebut, Guidance 24/7 disediakan sebagai pusat panduan dan informasi ibadah yang terus diperbarui, mencakup artikel, pengetahuan praktis, serta konten edukatif yang dikembangkan melalui sistem digital secara berkelanjutan. Dalam operasionalnya, ElysianGo bekerja sama dengan travel agen Umrah dan Haji resmi yang telah memenuhi ketentuan perizinan dan regulasi yang berlaku. Seluruh kemitraan dikurasi dengan pendekatan kehati-hatian untuk memastikan layanan yang transparan, tertib, dan dapat dipertanggungjawabkan. ElysianGo tidak menggantikan peran travel agen, melainkan berfungsi sebagai platform pendamping dan penghubung berbasis teknologi yang memperkuat kesiapan serta perlindungan jamaah. Selain melayani jamaah, ElysianGo juga membuka peluang kerja sebagai affiliate Muslimpreneur bagi siapa pun yang ingin berkontribusi secara mandiri dan fleksibel. Program ini memungkinkan individu untuk bekerja secara freelance dari mana saja dengan memanfaatkan platform digital, tanpa terikat lokasi maupun jam kerja tetap. Melalui program affiliate ini, mitra Muslimpreneur berkesempatan memperoleh penghasilan berbasis komisi dari setiap paket Umrah atau Haji yang berhasil direferensikan, dengan potensi nilai hingga jutaan rupiah per transaksi sesuai skema yang berlaku. Seluruh proses dapat dijalankan secara digital cukup melalui ponsel atau perangkat pribadi sehingga membuka akses peluang ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Pendekatan ini sejalan dengan visi ElysianGo dalam membangun ekosistem Umrah dan Haji yang tidak hanya aman dan terpercaya bagi jamaah, tetapi juga memberdayakan umat melalui peluang ekonomi yang etis, bertanggung jawab, dan berlandaskan nilai-nilai ibadah. “ElysianGo bukan sekadar platform perjalanan, melainkan sebuah komitmen agar tidak ada jamaah yang merasa sendirian dalam perjalanan ibadah yang seharusnya membawa ketenangan,” ujar Dhian Arinofa, Founder ElysianGo. Ke depan, ElysianGo terus memperkuat kesiapan teknologi, kemitraan strategis, serta pengembangan layanan sebagai bagian dari langkah menuju kehadiran yang lebih luas baik di tingkat nasional maupun global dengan tetap menjaga etika dan kesakralan ibadah Umrah dan Haji.
Resmi! PWMOI Tata Struktur Baru di Riau, Kepulauan Meranti Hadir Visi Jurnalistik Berkemajuan
Pekanbaru, katakabar.com - Pengurus Wilayah Perkumpulan Wartawan Media Online Indonesia (PW MOI) se Provinsi Riau periode 2025–2028 resmi dilantik Rabu (11/12) kemarin, di salah satu Hotel Pekanbaru. Kegiatan berlangsung khidmat dihadiri perwakilan pengurus dari seluruh kabupaten dan kota di Riau, termasuk Pekanbaru, Dumai, Kepulauan Meranti, Rokan Hilir, Siak, Kuantan Singingi, dan Bengkalis. Ketua Umum MOI, Jusuf Rizal, pimpin langsung prosesi pelantikan, dan penyerahan bendera organisasi kepada Ketua DPW PW MOI Provinsi Riau. Ia menegaskan pentingnya integritas, etika, dan profesionalisme bagi seluruh wartawan yang berada di bawah naungan organisasi. “Kibarkan bendera ini dengan penuh kehormatan dan dedikasi untuk membesarkan MOI di seluruh Riau. Momentum pelantikan ini harus menjadi tonggak untuk memperkuat peran pers yang profesional, beretika, dan berkeadilan,” ujar Jusuf Rizal. Pelantikan ditandai dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) oleh Bendahara Umum MOI, Ranti E. Tanjung, yang kemudian menyerahkan dokumen resmi kepada para pengurus. Rangkaian acara berlangsung tertib, mencerminkan komitmen organisasi dalam memperkuat tata kelola jurnalisme modern. Setelah pelantikan tingkat provinsi, acara dilanjutkan dengan pengukuhan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) MOI dari seluruh kabupaten dan kota se Riau. Pembacaan SK dilakukan Sekretaris DPW MOI Riau, Zul Iman, sebagai legitimasi struktural organisasi di tingkat daerah. Salah satu yang menjadi sorotan ketika pelantikan pengurus MOI Kabupaten Kepulauan Meranti. Ketua terpilih, Edi Hasibuan, menegaskan komitmennya mengibarkan marwah organisasi dan memperkuat kapasitas jurnalisme di wilayah tersebut. “Pelantikan ini menjadi energi baru bagi kami untuk membangun jurnalisme yang beradab, independen, dan berimbang. Kami siap mengangkat marwah organisasi dan memberi kontribusi nyata bagi daerah,” kata Edi. Ia menambahkan pengukuhan tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan solidaritas dan profesionalisme wartawan di Meranti. Dengan terlaksananya pelantikan PW MOI se Riau periode 2025–2028, organisasi ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara insan pers, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya. Kehadiran MOI di seluruh Riau diharapkan dapat menciptakan ekosistem pers yang sehat, objektif, serta berkontribusi pada pembangunan daerah dan penguatan demokrasi di Indonesia.