Moskow, katakabar.com - Di upacara penutupan, Positive Technologies tandatangani perjanjian kerja sama dengan salah satu universitas terbesar di Indonesia.

Di Moskow, Positive Technologies dan Positive Education baru-baru ini gelar Positive Hack Camp, sebuah program pendidikan global untuk generasi profesional keamanan siber berikutnya. Lebih dari 90 profesional baru dari 25 negara di Asia, Afrika, dan Timur Tengah menerima pelatihan peretasan etis yang berharga dan langsung dari para ahli terkemuka.

Acara ini digelar dengan dukungan Kementerian Pengembangan Digital, Komunikasi, dan Media Massa Rusia.

Di hari terakhir Positive Hack Camp, Positive Technologies menandatangani perjanjian kerja sama dengan Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat. Universitas tersebut diwakili oleh Rektor Dr. Baiq Mulianah dalam upacara penandatanganan. Kedua belah pihak bertujuan untuk mengembangkan program pendidikan bersama guna melatih spesialis keamanan siber yang berkualifikasi tinggi.

Mohammad Nuh, Ketua Dewan Pembina Institut Teknologi Sepuluh Nopember atau ITS, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia mengatakan, keamanan siber bukan lagi sekadar isu teknis. Ini adalah tantangan bersama yang membutuhkan kerja sama yang lebih baik dan pemanfaatan AI yang lebih cerdas.

"Pelatihan langsung harus diintegrasikan ke dalam kurikulum, yang mencakup etika digital, hukum siber, dan perlindungan privasi. Integrasi ini memastikan mahasiswa tidak hanya menjadi pembela yang terampil, tapi juga menjadi warga digital yang bertanggung jawab. Itulah sebabnya program yang diselenggarakan oleh Positive Technologies ini sangat penting, tidak hanya saat ini, tapi untuk masa depan," ujarnya.

Kurikulum Positive Hack Camp selama dua minggu mencakup topik-topik keamanan siber terpenting saat ini: mulai dari pemindaian infrastruktur jaringan dan teknik rekayasa sosial hingga pengujian aplikasi web dan etika profesional.

Selain sesi pembelajaran intensif, para peserta juga merasakan budaya Rusia yang semarak, menjelajahi landmark terkenal Moskow, dan menemukan warisan sejarah negara yang kaya.

Jose Antonio Morato Tavares, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Federasi Rusia menuturkan, keamanan siber tantangan global yang tentunya membutuhkan upaya kolaboratif kita.
Acara ini dapat membekali para profesional muda kita dengan kapasitas kolektif untuk mengatasi tantangan bersama ini.

"Saya bangga para profesional Indonesia hadir bersama kita. Mereka melek teknologi. Seiring dunia kita semakin terdigitalisasi, negara-negara kita harus mengembangkan kapasitas kolektif untuk mencegah serangan siber dan menjadikan lingkungan digital kita lebih aman bagi semua orang," ucapnya.

Boris Miroshnikov, Presiden Asosiasi Nasional untuk Keamanan Informasi Internasional, dan Ilya Gurov, Wakil Direktur Eksekutif Pertama Masyarakat Geografis Rusia, menghadiri upacara penutupan.

Positive Hack Camp adalah program internasional tahunan yang berfokus pada keamanan siber praktis. Acara pertamanya berlangsung pada Agustus 2024 di Moskow dan mempertemukan sekitar 70 profesional muda dari 20 negara, termasuk India, Indonesia, Iran, Malaysia, UEA, Arab Saudi, dan Afrika Selatan.

Selain proyek-proyek pendidikan, Positive Technologies setiap tahun menyelenggarakan acara-acara besar seperti festival keamanan siber internasional Positive Hack Days untuk memfasilitasi pertukaran pengalaman dan ide antar pakar keamanan siber dari berbagai negara.
Pada Mei 2025, festival ini menjadi yang terbesar dalam sejarahnya: selama tiga hari, festival ini menarik lebih dari 150.000 pengunjung, termasuk ratusan tamu internasional dari lebih dari 40 negara.