Akhir Program Pelatihan Keamanan Siber Internasional Sesi Kedua Positive Hack Camp 2025 Internasional
Internasional
Rabu, 20 Agustus 2025 | 20:00 WIB

Akhir Program Pelatihan Keamanan Siber Internasional Sesi Kedua Positive Hack Camp 2025

Moskow, katakabar.com - Di upacara penutupan, Positive Technologies tandatangani perjanjian kerja sama dengan salah satu universitas terbesar di Indonesia. Di Moskow, Positive Technologies dan Positive Education baru-baru ini gelar Positive Hack Camp, sebuah program pendidikan global untuk generasi profesional keamanan siber berikutnya. Lebih dari 90 profesional baru dari 25 negara di Asia, Afrika, dan Timur Tengah menerima pelatihan peretasan etis yang berharga dan langsung dari para ahli terkemuka. Acara ini digelar dengan dukungan Kementerian Pengembangan Digital, Komunikasi, dan Media Massa Rusia. Di hari terakhir Positive Hack Camp, Positive Technologies menandatangani perjanjian kerja sama dengan Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat. Universitas tersebut diwakili oleh Rektor Dr. Baiq Mulianah dalam upacara penandatanganan. Kedua belah pihak bertujuan untuk mengembangkan program pendidikan bersama guna melatih spesialis keamanan siber yang berkualifikasi tinggi. Mohammad Nuh, Ketua Dewan Pembina Institut Teknologi Sepuluh Nopember atau ITS, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia mengatakan, keamanan siber bukan lagi sekadar isu teknis. Ini adalah tantangan bersama yang membutuhkan kerja sama yang lebih baik dan pemanfaatan AI yang lebih cerdas. "Pelatihan langsung harus diintegrasikan ke dalam kurikulum, yang mencakup etika digital, hukum siber, dan perlindungan privasi. Integrasi ini memastikan mahasiswa tidak hanya menjadi pembela yang terampil, tapi juga menjadi warga digital yang bertanggung jawab. Itulah sebabnya program yang diselenggarakan oleh Positive Technologies ini sangat penting, tidak hanya saat ini, tapi untuk masa depan," ujarnya. Kurikulum Positive Hack Camp selama dua minggu mencakup topik-topik keamanan siber terpenting saat ini: mulai dari pemindaian infrastruktur jaringan dan teknik rekayasa sosial hingga pengujian aplikasi web dan etika profesional.

Satsiber TNI dan Sucofindo Taja Pelatihan Awareness ISO 27001:2022 Tekno
Tekno
Minggu, 03 Agustus 2025 | 10:18 WIB

Satsiber TNI dan Sucofindo Taja Pelatihan Awareness ISO 27001:2022

Jakarta, katakabar.com - Satuan Siber atau Satsiber Tentara Nasinonal Indonesia atau TNI bersama dengan PT Sucogindo (Persero) taja pelatihan Awareness ISO 27001:2022 tentang Sistem Manajemen Keamanan Informasi atau SMKI bagi personel Satsiber TNI di Aula Satsiber TNI, Jakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan prajurit terhadap ancaman siber, pengenalan serangan dan pencegahan dini yang tepat di era digital. “Kegiatan ini penting menurut kami, sebab untuk mewujudkan cyber resilience membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak. Kami melihat Sucofindo sebagai Badan Usaha Milik Negara atau BUMN yang begitu antusias untuk mewujudkan ketahanan di bidang keamanan siber ini. Kami mencoba belajar, dan gandeng Sucofindo dalam beberapa kegiatan mendatang,” kata Brigjend TNI J.O. Sembiring selaku Komandan Satuan Siber TNI. Direktur Layanan Industri PT Sucofindo (Persero), Budi Utomo menjelaskan, ISO 27001:2022 standar internasional terbaru yang mengatur penerapan sistem manajemen keamanan informasi secara menyeluruh. Pelatihan ini menjadi bentuk kontribusi PT Sucofindo (Persero) mendukung penguatan keamanan siber nasional dan menjadi langkah strategis memperkuat tata kelola data, dan sistem informasi di lingkungan militer, terutama menghadapi dinamika ancaman siber yang semakin kompleks. “Melalui pelatihan ini, kami berharap dapat meningkatkan kesadaran serta pemahaman para personel TNI mengelola keamanan informasi sesuai dengan praktik terbaik global. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan kita semua dalam menghadapi tantangan siber, membangun budaya keselamatan dan keamanan siber yang baik, termasuk kemampuan pengembangan tools terkait sesuai dengan Standar Keamanan Siber dengan prinsip Zero Trust,” jelasnya. Brigjend TNI J.O. Sembiring memaparkan, pelatihan mencakup topik-topik krusial seperti, prinsip dasar keamanan informasi dan kebijakan pengamanan data, identifikasi risiko dan kontrol keamanan siber, perubahan signifikan pada versi ISO 27001:2022, hingga simulasi risiko dan penanganan insiden siber di sektor strategis. Di akhir acara, Brigjend. TNI J.O. Sembiring merencanakan pelatihan berkala dan berkelanjutan untuk meningkatkan profesionalisme dan kemampuan prajurit TNI.

Peris.ai Jabarkan Tentang Agentic AI dan Dampaknya di Dunia Keamanan Siber Tekno
Tekno
Kamis, 05 Juni 2025 | 09:39 WIB

Peris.ai Jabarkan Tentang Agentic AI dan Dampaknya di Dunia Keamanan Siber

katakabar.com - Kurun setahun belakangan ini, istilah Agentic AI atau "Kecerdasan Buatan yang Bisa Bertindak Sendiri" mulai banyak dibicarakan di dunia teknologi. Berbeda dengan kecerdasan buatan atau AI biasa yang hanya merespons perintah, Agentic AI bisa mengambil keputusan dan bertindak tanpa harus menunggu instruksi. Artinya, AI ini tidak hanya menunggu untuk diberi tahu apa yang harus dilakukan, tapi dapat 'berpikir'dan melakukan langkah-langkah untuk menyelesaikan tugasnya secara mandiri. Perubahan ini sangat berpengaruh di berbagai bidang, tapi dampaknya yang paling terasa mungkin ada di keamanan siber atau perlindungan data, dan sistem di dunia digital. Di dunia ini, ancaman datang begitu cepat, dan setiap detik sangat berarti. Keamanan siber harus mampu merespons dengan sangat cepat, sebab serangan bisa berkembang lebih cepat daripada kebijakan atau sistem yang ada. Banyak organisasi sudah menggunakan berbagai perangkat untuk melindungi sistem mereka dari ancaman, seperti sistem yang memantau data atau perangkat keras yang memblokir serangan. Meskipun sudah ada teknologi canggih, sering kali sistem ini tidak cukup cepat untuk mendeteksi atau merespons ancaman yang muncul. Penyebab utamanya adalah: - Perangkat yang tidak saling terhubung, sehingga tidak bisa saling berbagi informasi. - Tim yang kewalahan dengan terlalu banyak peringatan yang harus ditindaklanjuti. - Keamanan yang terlalu reaktif, yaitu baru bertindak setelah ancaman muncul, bukannya mencegahnya lebih dulu. - Tidak ada gambaran yang jelas tentang semua perangkat dan aktivitas yang terjadi di dalam sistem. Semua tantangan ini semakin terasa di Security Operations Center (SOC), tempat di mana tim berusaha memantau dan melindungi sistem dari ancaman. Pada kenyataannya, SOC modern terus menghadapi berbagai masalah, seperti: - Peringatan yang terlalu banyak datang setiap harinya, tanpa prioritas yang jelas. - Prosedur yang terlambat dalam merespons serangan yang semakin canggih. - Kekurangan tenaga ahli di tim dan kelelahan yang sering dialami. - Perangkat yang terpisah-pisah dan tidak saling terhubung. Untuk itulah hadir Agentic AI, yang bisa membantu tim keamanan bekerja lebih cepat dan lebih efektif. Agentic AI tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran manusia, tetapi untuk mendukung mereka agar bisa menangani ancaman dengan lebih cerdas dan responsif. Salah satu engineer dari Peris.ai, Farhan Barry, menjelaskan, kami ingin membantu security analyst menjadi lebih tangguh dan responsif, dengan memaksimalkan potensi setiap anggotanya melalui teknologi.

Bawa Inovasi Keamanan Siber Regional, Peris.ai Terpilih di Program CyberBoost Catalyse di Singapura Internasional
Internasional
Minggu, 13 April 2025 | 09:23 WIB

Bawa Inovasi Keamanan Siber Regional, Peris.ai Terpilih di Program CyberBoost Catalyse di Singapura

Terpilihnya Peris.ai menempatkannya sejajar dengan para inovator keamanan siber dari seluruh dunia, termasuk Reality Defender (AS) yang dikenal dalam deteksi deepfake, Cleafy (Italia) untuk deteksi penipuan finansial, dan Netrust (Singapura), otoritas sertifikat digital pertama di Asia Tenggara. Dengan dukungan kuat dari ekosistem keamanan siber Singapura serta bimbingan dari para pemimpin industri di Inggris, Amerika Serikat, Uni Eropa, Korea Selatan, dan kawasan ASEAN, Peris.ai kini bersiap untuk memperluas kehadirannya ke Jepang, Thailand, Taiwan, dan pasar APAC secara lebih luas.

Pahami Kejahatan Siber di Era Serba Digital Tekno
Tekno
Senin, 24 Juni 2024 | 19:32 WIB

Pahami Kejahatan Siber di Era Serba Digital

Jakarta, katakabar.com - Kemudahan akses teknologi digital sangat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan hidup, mulai dari mencari informasi, bekerja, bertransaksi, dan masih banyak lagi. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah kurangnya kesadaran tentang risiko dan tindakan pencegahan terhadap kejahatan siber (cyber crime). Kemudahan akses teknologi digital sangat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan hidup, mulai dari mencari informasi, bekerja, bertransaksi, dan masih banyak lagi. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah kurangnya kesadaran tentang risiko dan tindakan pencegahan terhadap kejahatan siber (cyber crime). Jadi, Masyarakat Sadar Risiko Indonesia atau MASINDO menjelaskan berbagai kejahatan siber yang mengancam, cara mencegah, dan tindakan yang dilakukan jika menjadi korban kejahatan siber. Adapun jenis-jenis kejahatan siber yang umum terjadi di Indonesia, yakni: 1. Phishing Phishing adalah metode penipuan di mana penyerang mencoba untuk memperoleh informasi pribadi atau keuangan dengan menyamar sebagai entitas tepercaya melalui email, pesan teks, atau situs web palsu. 2. Ransomware Ransomware adalah jenis perangkat lunak yang merusak dengan mengenkripsi data pada perangkat sasaran, kemudian menuntut pembayaran tebusan untuk mengembalikan akses terhadap perangkat tersebut. 3. Malware Malware (perangkat lunak berbahaya) mencakup berbagai jenis ancaman seperti virus, worm, dan trojan. Malware dirancang untuk merusak sistem, mencuri data, yang mengendalikan perangkat tanpa disadari pengguna. Sistem kerjanya juga dapat menyusup pada perangkat pengguna melalui unduhan dan lampiran yang tersamarkan. 4. Pencurian Identitas Pencurian identitas melibatkan penggunaan data pribadi seseorang tanpa izin untuk melakukan aktivitas yang merugikan. Pada kasus ini, pelaku dapat menggunakan informasi untuk tujuan keuangan, penipuan, atau kriminal. 5. Penipuan Digital Ada berbagai skema penipuan digital seperti penjualan palsu, investasi bodong, penawaran pekerjaan palsu, atau paylater dengan syarat dan ketentuan tidak transparan. Kasus ini semakin marak seiring meningkatnya transaksi secara daring. Cara Mencegah Kejahatan Siber Sebagai upaya mengantisipasi kejahatan siber, sosialisasi pemahaman kejahatan siber diperlukan untuk membantu masyarakat mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat menyebabkan serangan siber terjadi. Jadi, cara mencegah kejahatan siber diantaranya: 1. Pasang antivirus tepercaya Antivirus dan anti-spyware memberi perlindungan untuk dapat mendeteksi, menghapus, dan mengingat jenis virus sehingga dapat mencegahnya di masa mendatang. Pembaharuan keamanan perangkat lunak secara berkala dapat membantu mendapatkan perlindungan terkini. 2. Gunakan kata sandi yang unik Penggunaan kata sandi yang kuat dan berbeda untuk setiap akun dapat meningkatkan keamanan serta melindungi dari ancaman siber. Hindari penggunaan informasi pribadi seperti tanggal ulang tahun dan pengulangan angka untuk kata sandi agar tidak mudah dibobol. 3. Pastikan verifikasi email Setelah membuat kata sandi yang unik, lakukan verifikasi email sebelum membuka tautan atau lampiran yang mencurigakan. Selalu periksa bahwa situs web yang dikunjungi aman, yakni dengan memeriksa alamatnya. Ada juga dapat mengecek apakah terdapat ikon gembok pada bilah alamat. 4. Backup data secara berkala Pastikan melakukan penyimpanan cadangan atau backup data secara berkala khususnya untuk mengurangi dampak ransomware. Ketika data sudah terenkripsi, maka proses pemulihan dari backup akan lebih mudah. Tindakan Apabila Menjadi Korban Kejahatan Siber Ada sejumlah tindakan yang dapat dilakukan ketika menjadi korban kejahatan siber, yakni: 1. Segera laporkan ke aparat penegak hukum Segera laporkan kejahatan siber ke pihak berwenang atau aparat penegak hukum untuk mencegah terjadinya kerugian lebih lanjut. Memberikan informasi yang akurat dapat membantu dalam penyelidikan dan penangkapan pelaku. 2. Segera ubah kata sandi Penting untuk segera mengubah kata sandi guna mencegah akses yang tidak sah. Pastikan kata sandi baru melibatkan huruf besar, angka, dan simbol. 3. Perhatikan mutasi keuangan secara teratur Senantiasa memperhatikan mutasi keuangan secara teratur untuk memastikan tidak ada transaksi mencurigakan. Jika terjadi mutasi keuangan tak terduga, segera hubungi bank atau lembaga keuangan terkait untuk melakukan pemblokiran. 4. Segera hubungi penyedia layanan online Ketika terjadi kejahatan siber yang melibatkan layanan online, segera hubungi penyedia layanan tersebut supaya akun yang terdampak bisa diamankan secara cepat. Biasanya, panduan akan diberikan setelah pelaporan terjadi. Selain memanfaatkan teknologi digital, penting untuk selalu melakukan upaya-upaya pencegahan untuk meningkatkan keamanan sebelum kejahatan siber terjadi.

Jelajahi Masa Depan Keamanan Siber dengan Peris.ai: Hiperotomatisasi Berbasis AI Tekno
Tekno
Senin, 10 Juni 2024 | 10:35 WIB

Jelajahi Masa Depan Keamanan Siber dengan Peris.ai: Hiperotomatisasi Berbasis AI

katakabar.com - Seiring dengan meningkatnya frekuensi dan kecanggihan ancaman siber, organisasi mencari solusi inovatif seperti Keamanan Siber Peris.ai. Diposisikan sebagai yang terdepan dalam teknologi, Peris.ai menawarkan solusi hiperotomatisasi berbasis AI yang mengubah manajemen dan eksekusi keamanan siber. Dengan menggunakan AI dan otomatisasi tingkat lanjut, Peris.ai meningkatkan deteksi, respons, dan pencegahan ancaman, sehingga meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasi keamanan. Ini memungkinkan dunia usaha untuk mencegah ancaman yang muncul, memastikan perlindungan yang kuat dan ketenangan pikiran dalam lanskap siber yang dinamis. Di era di mana ancaman dunia maya semakin meningkat baik dalam frekuensi maupun kecanggihannya, organisasi semakin mencari solusi inovatif untuk melindungi aset digital mereka. Peris.ai Cybersecurity berada di garis depan revolusi teknologi ini, menawarkan solusi hiperotomatisasi berbasis AI yang dirancang untuk mendefinisikan kembali cara keamanan siber dikelola dan dijalankan. Dengan memanfaatkan kecerdasan buatan dan teknologi otomatisasi yang canggih, Peris.ai memberikan pendekatan proaktif dan adaptif terhadap deteksi, respons, dan pencegahan ancaman. Hal ini tidak hanya meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasi keamanan tapi memungkinkan organisasi untuk tetap terdepan dalam menghadapi ancaman yang muncul. Dan dengan platform keamanan siber Peris.ai yang mutakhir, dunia usaha dapat memperoleh perlindungan dan ketenangan pikiran yang tak tertandingi, memastikan lingkungan digital mereka tetap aman dan tangguh dalam menghadapi tantangan siber yang terus berkembang. Perlunya Solusi SOAR Tingkat Lanjut Dalam lanskap keamanan siber yang dinamis saat ini, solusi Security Orchestration, Automation, and Response (SOAR) sangat diperlukan. Mereka memungkinkan perusahaan untuk mengintegrasikan data dari berbagai sumber, mengotomatiskan tugas keamanan, dan mempercepat respons insiden. Brahma Fusion dari Peris.ai menonjol dalam domain ini, menawarkan konektor terpadu yang merevolusi operasi keamanan melalui otomatisasi dan orkestrasi yang mulus. Brahma Fusion adalah alternatif solusi SOAR terkemuka seperti Chronicle SOAR, FortiSOAR, Palo Alto Networks, dan lainnya. Keunggulan utamanya mencakup peningkatan efisiensi, ketangkasan operasional, dan peningkatan postur keamanan, yang semuanya berkontribusi pada penghematan waktu dan biaya yang signifikan bagi tim keamanan. Dengan memanfaatkan fitur-fitur inovatifnya, organisasi dapat meningkatkan kemampuan pertahanan mereka, menyederhanakan operasi, dan memastikan perlindungan sistem dan informasi penting mereka. Mengapa Memilih Brahma Fusion? -Konektor Terpadu: Mengintegrasikan berbagai alat dan platform keamanan, meningkatkan efisiensi dan mengurangi intervensi manual. - Respons Keamanan yang Dapat Disesuaikan: Protokol keamanan yang disesuaikan dengan ancaman spesifik dan persyaratan operasional, memastikan respons yang tepat dan efektif. - Alur Kerja Kompleks Seret dan Lepas: Menyederhanakan pembuatan dan pengelolaan alur kerja keamanan yang kompleks dengan antarmuka yang intuitif. - Lebih Sedikit Kode untuk Presisi: Memungkinkan penggabungan skrip dan logika khusus ke dalam alur kerja keamanan, mengatasi tantangan keamanan unik dengan presisi dan kontrol yang tak tertandingi. Keamanan Siber Peris.ai: Suatu Tinjauan Peris.ai Cybersecurity terkenal dengan solusi keamanan siber modularnya yang sangat otomatis dan didukung oleh kecerdasan buatan yang canggih. Di antara rangkaian produknya, Brahma Fusion menonjol sebagai alat komprehensif yang dirancang untuk mengatasi berbagai tantangan keamanan siber modern. Brahma Fusion dibagi menjadi dua komponen inti: Blue Team Security Orchestrator dan Red Team Threat Exposure. Tim Biru: Meningkatkan Manajemen Keamanan Komponen Tim Biru Brahma Fusion berfokus pada strategi pertahanan proaktif. Ini dilengkapi dengan Security Orchestrator dengan kemampuan berbasis AI, yang meningkatkan dan mengotomatisasi manajemen dan respons terhadap ancaman keamanan di seluruh infrastruktur TI organisasi. Orkestra ini menawarkan beberapa manfaat utama: - Deteksi dan Analisis Ancaman: Memanfaatkan AI dan pembelajaran mesin yang canggih, perangkat ini terus menganalisis data real-time untuk mendeteksi potensi ancaman. Hal ini memastikan respons insiden yang tepat waktu dan efisien melalui pedoman yang telah ditentukan sebelumnya. - Integrasi dan Interoperabilitas: Dengan mengintegrasikan beragam alat keamanan melalui API, orkestrator mengkonsolidasikan operasi dan menyediakan interoperabilitas tanpa batas dengan sistem SIEM, sehingga mengumpulkan dan menganalisis peringatan dan log keamanan secara efektif. - Respons Otomatis: Setelah mendeteksi ancaman, orkestrator secara otomatis memicu tindakan yang telah ditentukan sebelumnya seperti mengisolasi sistem yang terkena dampak, memblokir alamat IP berbahaya, dan memulai protokol respons insiden, sehingga meminimalkan dampak pelanggaran keamanan. - Penemuan API dan Pemantauan Aset: Solusi ini menawarkan visibilitas yang tak tertandingi ke dalam lingkungan TI organisasi dengan secara otomatis mengidentifikasi dan membuat katalog API dan aset, memungkinkan manajemen yang efektif dan langkah-langkah keamanan yang kuat. Tim Merah: Mengidentifikasi dan Memitigasi Ancaman Melengkapi pertahanan proaktif Tim Biru, komponen Tim Merah berfokus pada paparan ancaman dan penemuan aset. Layanan ini sangat penting untuk mengidentifikasi dan memantau aset TI, mendeteksi kerentanan, dan menilai risiko. Fitur utama meliputi: - Peningkatan Postur Keamanan: Dengan memperoleh pemahaman komprehensif tentang aset organisasi dan potensi ancaman, Tim Merah membantu membangun pertahanan keamanan yang kuat yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik. - Mitigasi Risiko: Mengidentifikasi kerentanan secara proaktif dan memitigasi risiko sebelum dapat dieksploitasi secara signifikan mengurangi kemungkinan insiden keamanan. - Kepatuhan: Memastikan bahwa semua aset diperhitungkan dan mengamankan bantuan dalam memenuhi persyaratan peraturan dan kepatuhan, yang merupakan aspek penting dari keamanan siber modern. - Pemantauan Berkelanjutan: Tim Merah terus memantau jaringan untuk aset baru dan yang dihapus, melakukan pemindaian rutin untuk memperbarui inventaris aset dan menjaga postur keamanan terkini. Kesimpulan Ketika ancaman dunia maya terus berkembang, berinvestasi pada solusi SOAR canggih seperti Brahma Fusion adalah langkah strategis bagi tim keamanan mana pun. Dengan memanfaatkan fitur-fitur inovatifnya, organisasi dapat meningkatkan kemampuan pertahanan mereka, menyederhanakan operasi, dan memastikan perlindungan sistem dan informasi penting mereka. Brahma Fusion dari Peris.ai Cybersecurity lebih dari sekedar produk; ini adalah solusi komprehensif yang dirancang untuk menjawab tantangan lanskap keamanan siber saat ini. Untuk mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana Brahma Fusion dapat mengubah operasi keamanan siber Anda, kunjungi Peris.ai Cybersecurity dan temukan masa depan keamanan digital. Tentang Peris.ai Peris.ai didirikan sekelompok pakar keamanan siber dengan misi menghubungkan organisasi dan peneliti keamanan TI independen di seluruh dunia. Melalui solusi komprehensif, Peris.ai bertujuan untuk menciptakan lingkungan digital yang lebih aman bagi semua. Dengan tim yang terdiri dari profesional keamanan siber berpengalaman, peneliti bug, insinyur perangkat lunak, dan banyak lagi, Peris.ai berdedikasi pada inovasi dan keunggulan dalam keamanan siber. Perusahaan ini meyakini pentingnya menjadikan keamanan siber sebagai hak asasi manusia yang mendasar dan berkomitmen untuk terus meningkatkan penawarannya guna memberikan keamanan yang lebih baik bagi semua orang. Dengan bermitra dengan organisasi dan individu, Peris.ai berharap dapat berkontribusi terhadap dunia yang lebih aman. Jelajahi bagaimana Peris.ai dapat menjadi mitra tepercaya Anda dalam mencapai keamanan siber yang kuat dengan mengunjungi situs web mereka sekarang. Kontak: Rheza Dio 089 8899 5918 rheza@peris.ai