Begini Cara Pelabuhan Tanjung Balai Karimun Perkuat Transformasi Layanan Nasional
Nasional
8 jam yang lalu

Begini Cara Pelabuhan Tanjung Balai Karimun Perkuat Transformasi Layanan

Tanjung Balai Karimun, katakabar.com - PT Pelindo Multi Terminal (SPMT), Subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang operasional terminal nonpetikemas, terus perkuat transformasi layanan kepelabuhanan melalui penerapan sistem digital di terminal penumpang. Mulai awal Mei 2026, Pelabuhan Tanjung Balai Karimun yang berada di Provinsi Kepulauan Riau resmi memberlakukan pembelian pass pelabuhan secara non tunai untuk layanan domestik maupun internasional. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam meningkatkan layanan sekaligus mendorong adaptasi masyarakat terhadap ekosistem transaksi digital. Branch Manager Pelindo Multi Terminal Tanjung Balai Karimun, Joni Hutama, menjelaskan kebijakan tersebut merupakan arahan strategis perusahaan untuk memastikan seluruh transaksi berjalan lebih transparan, cepat, dan aman. “Implementasi transaksi digital ini bertujuan membiasakan pengguna jasa beralih ke sistem non tunai, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan di terminal penumpang,” ujarnya. Implementasinya, kata Joni, Branch Tanjung Balai Karimun gandeng sejumlah perbankan nasional untuk menyediakan berbagai metode pembayaran, mulai dari QRIS, transfer bank, hingga kartu debit. Fasilitas Electronic Data Capture (EDC) juga telah disiapkan di loket pelayanan guna mendukung kelancaran transaksi. Tetapi, ucapnya, Pelindo Multi Terminal Branch Tanjung Balai Karimun tetap kedepankan prinsip inklusivitas layanan. Penumpang lanjut usia atau yang belum memiliki akses terhadap instrumen pembayaran digital masih dapat dilayani melalui mekanisme pembayaran tunai sebagai bentuk adaptasi bertahap.  "Penerapan sistem pembayaran non tunai diharapkan tidak hanya mempercepat proses layanan di pelabuhan, tetapi juga menjadi bagian dari modernisasi operasional terminal penumpang yang lebih terintegrasi, aman, dan berorientasi pada kenyamanan pengguna jasa," jelasnya.

Apa Itu Core Banking System dalam Perbankan? Ekonomi
Ekonomi
Kamis, 30 April 2026 | 12:30 WIB

Apa Itu Core Banking System dalam Perbankan?

Jakarta, katakabar.com - Di era transformasi digital yang bergerak sangat cepat, perbankan tidak lagi hanya soal gedung fisik dan pelayanan tatap muka. Di balik setiap transaksi yang kita lakukan melalui aplikasi seluler atau mesin ATM, terdapat sebuah infrastruktur pusat yang bekerja tanpa henti untuk memastikan validitas dan keamanan data. Infrastruktur ini dikenal sebagai Core Banking System (CBS), yang bertindak sebagai "otak" bagi seluruh operasional lembaga keuangan. Tanpa sistem pusat yang andal, sinkronisasi data antar cabang dan layanan digital akan mustahil dilakukan secara real-time, sehingga peran CBS menjadi fondasi utama dalam menjaga kepercayaan nasabah di industri keuangan global. Mengenal Cara Kerja Core Banking System Memahami cara kerja core banking system adalah memahami bagaimana integrasi data terjadi secara terpusat. CBS berfungsi untuk memproses transaksi perbankan dasar mulai dari pencatatan simpanan, pengelolaan pinjaman, hingga kalkulasi bunga secara otomatis. Setiap kali nasabah melakukan penarikan dana di lokasi mana pun, sistem akan langsung memperbarui saldo di server pusat, sehingga informasi tersebut tersedia secara instan di seluruh kanal layanan bank. Proses ini meminimalkan risiko kesalahan manusia dan memastikan bahwa data keuangan nasabah tetap akurat serta terproteksi dari potensi manipulasi. Seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan layanan yang lebih fleksibel, CBS kini telah berevolusi menjadi bagian integral dari sistem perbankan digital. Integrasi ini memungkinkan bank untuk menawarkan layanan yang lebih personal dan cepat, seperti pembukaan rekening secara daring atau transfer antarnegara yang instan. Dengan beralih ke arsitektur sistem yang lebih modern, bank dapat dengan mudah menghubungkan layanan mereka dengan ekosistem finansial lainnya, menciptakan efisiensi operasional yang lebih tinggi sekaligus meningkatkan pengalaman pengguna secara keseluruhan. Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai perkembangan teknologi keuangan dan pengaruhnya terhadap pasar modal, Anda dapat mengeksplorasi ulasan lengkapnya di Market Analysis KVB. Pentingnya Keamanan dan Kecepatan Eksekusi Data Keberadaan sistem pusat yang andal dalam perbankan memiliki kemiripan dengan kebutuhan infrastruktur dalam dunia perdagangan berjangka. Kecepatan pemrosesan data dan transparansi informasi adalah kunci utama agar kepercayaan pengguna tetap terjaga. Di ekosistem finansial global, ketersediaan teknologi yang mampu mengolah volume data besar secara instan memastikan bahwa setiap instruksi transaksi dapat dijalankan tanpa hambatan teknis. Hal ini memberikan jaminan bagi para pelaku pasar bahwa sistem pendukung di balik setiap layanan keuangan yang mereka gunakan memiliki standar keamanan yang ketat. Stabilitas sistem juga berperan menjaga akurasi harga dan pencatatan saldo secara transparan. Dengan dukungan teknologi server yang kuat, risiko kegagalan sistem dapat diminimalisir sehingga operasional tetap berjalan lancar bahkan saat terjadi lonjakan aktivitas transaksi. Bagi institusi maupun individu, memiliki akses ke platform yang didukung oleh infrastruktur modern merupakan prasyarat mutlak untuk dapat berpartisipasi secara efektif dalam dinamika ekonomi digital yang semakin kompleks. Bangun Strategi Finansial Anda Bersama KVB Futures Memilih mitra keuangan yang mengadopsi teknologi mutakhir dan transparansi penuh adalah langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi pertumbuhan aset Anda. KVB Futures hadir untuk menyediakan lingkungan perdagangan yang stabil dengan dukungan teknologi eksekusi cepat, memungkinkan Anda untuk mengakses pasar global secara profesional dan aman. Kami berkomitmen untuk memberikan pengalaman trading yang unggul dengan dukungan infrastruktur digital yang dirancang khusus untuk memenuhi standar industri keuangan masa kini. Seluruh fitur dan layanan kami dikembangkan untuk memastikan Anda mendapatkan akses pasar yang luas dengan efisiensi tinggi di setiap transaksi. Anda dapat mempelajari berbagai keunggulan produk dan layanan perdagangan berjangka kami dengan mengunjungi halaman Broker trading Futures KVB Futures. Untuk segera memulai langkah profesional Anda dan memanfaatkan peluang di pasar keuangan dunia, silakan melakukan pendaftaran melalui tautan resmi Registrasi KVB Futures.

Lewat AI Connect Offline Series, TI dan Google Dorong Transformasi Pendidikan Digital di Padang Pendidikan
Pendidikan
Minggu, 26 April 2026 | 10:10 WIB

Lewat AI Connect Offline Series, TI dan Google Dorong Transformasi Pendidikan Digital di Padang

Padang, katakabar.com - AI Connect Offline Series di Telkom AI Center Padang bahas peran Google for Education dan Google Reference School mendorong transformasi pendidikan digital di era AI. Perkembangan teknologi yang semakin pesat mendorong sektor pendidikan untuk terus beradaptasi. Hal ini menjadi fokus dalam AI Connect Offline Series: “Shaping the Future of Learning: Educational Innovation Strategies in the AI Era” yang berlangsung selama dua hari, pada 15 hingga 16 April 2026 lalu di Telkom AI Center Padang. Di hari pertama yang berfokus pada segmen pendidikan tinggi, peserta mendapatkan pemaparan terkait pemanfaatan teknologi meningkatkan efektivitas pembelajaran melalui sesi bertema “Boosting Teaching and Learning Productivity with Google for Education.” Komang Oka Nugraha dari Universitas Udayana, menyampaikan pemanfaatan teknologi digital, termasuk platform dari Google for Education, menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di perguruan tinggi. “Transformasi digital di lingkungan kampus bukan hanya soal adopsi teknologi, tetapi bagaimana teknologi tersebut mampu meningkatkan kualitas pembelajaran dan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi tantangan global,” ujarnya. Sementara, Pandu Satria Nugroho dari Google for Education, menekankan ekosistem pembelajaran digital yang terintegrasi dapat menjadi fondasi dalam meningkatkan kualitas institusi pendidikan. Ia menyoroti peran program Google Reference School sebagai benchmark dalam transformasi digital sekolah. “Melalui Google for Education dan inisiatif seperti Google Reference School, kami berharap semakin banyak sekolah yang mampu meningkatkan kualitasnya dan berkembang hingga eksis di tingkat internasional,” jelasnya. Memasuki hari kedua yang menyasar segmen K-12, kegiatan mengangkat tema “Beyond the Limits: Achieving Global Excellence with Google for Education.” yang menyoroti bagaimana sekolah dapat berkembang menjadi institusi berstandar global melalui adopsi teknologi digital. Yansen Makitika dari Sekolah Kristen Kalam Kudus membagikan pengalaman transformasi yang dilakukan di institusinya, termasuk dalam mengadopsi pendekatan pembelajaran berbasis digital. Ia mengungkapkan semangat untuk meningkatkan kualitas sekolah menjadi motivasi utama dalam mendorong perubahan. “Saya tidak berasal dari latar belakang pendidikan, namun melalui pembelajaran dari platform seperti Google for Education, saya dapat memahami sistem pendidikan dan bagaimana meningkatkannya ke level yang lebih tinggi,” ucapnya. Ia menekankan pentingnya kesadaran digital di kalangan institusi pendidikan. “Harapannya, sekolah-sekolah di Padang bisa semakin aware terhadap kemajuan digital dan mulai bertransformasi menuju sistem pendidikan berbasis teknologi,” imbuhnya. Dari sisi dukungan ekosistem, pihak Metranet menyampaikan komitmennya membantu proses adaptasi dan implementasi teknologi, termasuk dalam penyediaan infrastruktur pendukung seperti konektivitas internet yang menjadi bagian penting dalam digitalisasi pendidikan. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai respons positif selama kegiatan berlangsung. Baik pada hari pertama maupun kedua, peserta menunjukkan ketertarikan yang tinggi terhadap pemanfaatan Google for Education serta konsep sekolah berbasis digital, termasuk potensi untuk berkembang menuju standar Google Reference School. Mizan Lazuardi selaku Program Lead Telkom AI Connect, menuturkan kolaborasi menjadi kunci dalam mendorong transformasi digital di sektor pendidikan. “Kami melihat bahwa teknologi, termasuk ekosistem pembelajaran digital, dapat menjadi alat kolaborasi. Harapannya, semakin banyak ruang diskusi dan implementasi nyata yang dapat mendorong kemajuan pendidikan sekaligus tetap relevan dengan kebutuhan di era digital,” sebutnya. Melalui terselenggaranya kegiatan ini, Telkom AI Center Padang diharapkan dapat terus menjadi ruang yang mendukung kolaborasi dan pertukaran wawasan antara teknologi dan dunia pendidikan, khususnya dalam mendorong adopsi Google for Education dan penguatan kualitas sekolah menuju standar global.

Indonesi India Masuki Babak Baru Transformasi Industri Tekstil Hadapai Tantangan Global Internasional
Internasional
Jumat, 17 April 2026 | 11:10 WIB

Indonesi India Masuki Babak Baru Transformasi Industri Tekstil Hadapai Tantangan Global

Jakarta, katakabar.com - Kerja sama tekstil Indonesia India memasuki babak baru transformasi industri di tengah tekanan global. Upaya memperkuat industri tekstil nasional kini tidak hanya digerakkan pelaku industri, tetapi didukung langsung oleh diplomasi antarnegara. Sebuah forum bisnis strategis yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar India di Jakarta bersama India ITME Society dan Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) di Bandung, Senin (13/4) lalu ini menjadi titik temu penting bagi kolaborasi kedua negara. Acara yang dikemas dalam Business Networking Event ini mempertemukan delegasi industri tekstil India dengan puluhan perusahaan tekstil dan rekayasa tekstil Indonesia. Forum ini tidak hanya berfungsi sebagai ajang penjajakan kerja sama, tetapi juga sebagai ruang diskusi strategis dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, menegaskan besarnya potensi sektor ini dalam memperkuat hubungan kedua negara. “Sektor tekstil memiliki potensi yang sangat besar untuk memperdalam kerja sama antara India dan Indonesia. Kerangka seperti AITIGA dapat menjadi pendorong utama bagi peningkatan kolaborasi bilateral di bidang ini,” ujarnya. Di tengah meningkatnya tekanan global seperti lonjakan harga energi dan gangguan rantai pasok, kemitraan antara Indonesia dan India menjadi semakin relevan. Pertemuan ini menjadi langkah konkret dalam membangun sinergi antara kekuatan manufaktur kedua negara. Ketua India ITME Society, Ketan Sanghvi, menegaskan kolaborasi ini merupakan kombinasi strategis yang saling melengkapi. “India memiliki basis manufaktur mesin tekstil yang kuat di berbagai segmen, mulai dari spinning, weaving hingga processing. Sementara Indonesia memiliki pengalaman manufaktur serta pasar yang besar. Ini adalah kombinasi kekuatan yang akan menciptakan win-win solution bagi kedua negara,” ucapnya. Ia menekankan tantangan global saat ini menuntut adanya inovasi dan modernisasi industri. “Kolaborasi ini menjadi kunci menghadapi tekanan biaya energi, disrupsi rantai pasok, serta kebutuhan akan mesin hemat energi dan berteknologi tinggi. Kemitraan strategis akan menjadi fondasi pertumbuhan industri tekstil masa depan,” ulasnya. Dorongan Modernisasi dan Efisiensi Industri Nasional Dari sisi Indonesia, Ketua Umum API, Jemmy Kartiwa, melihat kerja sama ini sebagai momentum penting untuk mendorong peningkatan produktivitas industri tekstil nasional melalui adopsi teknologi baru. “Kami menyambut baik kehadiran para pengusaha mesin tekstil India dan semoga banyak anggota API bisa memanfaatkan kunjungan kerja sama ini untuk saling belajar dan berkolaborasi,” terangya. Ia menambahkan kemajuan India dalam industri permesinan tekstil menjadi contoh nyata bagaimana teknologi dapat mendorong efisiensi dan produktivitas. “India saat ini cukup maju dalam industri permesinan tekstil, sehingga produktivitasnya tinggi. Kami berharap anggota API dapat memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing industri,” imbuhnya. Selain itu, Jemmy menegaskan bahwa pelaku industri tekstil Indonesia tengah melakukan berbagai langkah strategis, termasuk efisiensi energi dan transformasi teknologi sebagai respons terhadap dinamika global. Jaga Keseimbangan antara Teknologi dan Tenaga Kerja Meski transformasi teknologi menjadi kebutuhan mendesak, forum ini juga menekankan pentingnya menjaga karakter industri tekstil sebagai sektor padat karya. Jemmy menegaskan peningkatan produktivitas tidak boleh mengorbankan lapangan kerja. “Produktivitas penting, tetapi lapangan kerja padat karya juga urgent,” bebernya. Ia kembali menekankan pentingnya pendekatan yang seimbang dalam proses transformasi industri. “Produktivitas penting, tetapi lapangan kerja juga tetap menjadi prioritas. Transformasi harus berjalan seimbang,” sebutnya. Optimisme di Tengah Ketidakpastian Global Di sisi lain, tantangan global seperti kenaikan harga energi masih menjadi perhatian utama. Ketan Sanghvi mengakui lonjakan harga minyak mentah telah berdampak pada biaya produksi tekstil, terutama melalui kenaikan harga bahan baku sintetis. “Harga minyak mentah meningkat, sehingga berdampak pada harga serat sintetis dan biaya produksi. Ini tentu menjadi tantangan bagi industri,” kupasnya. Ia tetap optimistis kondisi tersebut bersifat sementara dan dapat diatasi melalui kolaborasi dan inovasi berkelanjutan. Keterlibatan Kedutaan Besar India dalam forum ini menunjukkan bahwa kerja sama industri kini semakin terintegrasi dengan diplomasi ekonomi. Selain memperkuat hubungan bilateral, forum ini juga membuka peluang investasi dan transfer teknologi yang lebih luas. Indonesia bahkan diundang untuk berpartisipasi dalam Bharat Tex 2026, sebuah ajang tekstil berskala global yang menjadi etalase inovasi dan kolaborasi industri. Dengan sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan mitra internasional, kolaborasi Indonesia–India di sektor tekstil diharapkan tidak hanya mampu menghadapi tantangan global, tetapi juga mendorong transformasi menuju industri yang lebih modern, efisien, dan berdaya saing tinggi di tingkat dunia.

Perusahaan Mulai Evaluasi Strategi Infrastruktur dan Keamanan IT di Tengah Transformasi Digital Ekonomi
Ekonomi
Kamis, 16 April 2026 | 10:23 WIB

Perusahaan Mulai Evaluasi Strategi Infrastruktur dan Keamanan IT di Tengah Transformasi Digital

Jakarta, katakabar.com - Perusahaan di Indonesia mulai evaluasi kembali strategi infrastruktur IT, virtualisasi server, dan keamanan siber seiring meningkatnya kompleksitas transformasi digital. Dalam sebuah wawancara program televisi bisnis nasional pada Maret 2026, perwakilan Sangfor Technologies Indonesia menjelaskan bahwa perluasan penggunaan cloud, AI, dan sistem kerja hybrid membuat attack surface semakin luas, sehingga risiko serangan seperti phishing dan ransomware ikut meningkat. Untuk menjawab tantangan tersebut, perusahaan perlu mengadopsi pendekatan yang lebih terintegrasi melalui Zero Trust, monitoring keamanan 24/7, serta evaluasi platform virtualisasi yang digunakan. Dengan meningkatnya kebutuhan efisiensi dan keamanan, banyak organisasi juga mulai mempertimbangkan kembali penggunaan teknologi seperti hypervisor dan alternatif VMware agar sistem lebih fleksibel, aman, dan mampu mendukung keberlangsungan bisnis di era digital. Di tengah percepatan transformasi digital yang menyentuh hampir seluruh sektor bisnis dan layanan publik, ancaman siber juga berkembang semakin kompleks. Kondisi ini mendorong perusahaan dan institusi untuk mulai mengevaluasi kembali strategi infrastruktur dan keamanan IT mereka agar tetap resilien dan terlindungi dari berbagai potensi serangan. Hal ini dibahas dalam sebuah program bernama Profit di sebuah wawancara program televisi bisnis nasional Rabu (25/3) bersama Akhmad Rezha, Cyber Security Consultant Sangfor Technologies Indonesia. Pada wawancara tersebut disampaikan bahwa transformasi digital yang kini berkembang menuju adopsi AI turut memperluas infrastruktur digital perusahaan, sekaligus meningkatkan risiko keamanan siber. “Ketika ada transformasi digital dan transformasi AI, artinya infrastruktur digital juga akan semakin lebar. Dampaknya, kerentanan semakin banyak, attack surface semakin luas, dan itu berbanding lurus dengan risiko,” jelasnya. Perluasan infrastruktur ini membuat sistem perusahaan tidak lagi terpusat, melainkan tersebar di berbagai lingkungan, mulai dari on-premise hingga cloud. Selain itu, pola kerja hybrid juga membuat akses terhadap sistem menjadi lebih fleksibel, tetapi di sisi lain meningkatkan potensi celah keamanan. Kurun beberapa tahun terakhir, ancaman yang paling sering terjadi masih didominasi oleh phishing dan ransomware. Phishing memanfaatkan kelemahan pada sisi manusia, terutama rendahnya awareness terhadap keamanan, sementara ransomware dapat langsung mengganggu operasional bisnis dengan mengunci sistem dan data perusahaan. Dampak dari serangan ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga dapat mempengaruhi operasional, finansial, hingga reputasi perusahaan. Bahkan dalam beberapa kasus, serangan siber dapat berujung pada risiko hukum apabila terjadi kebocoran data pelanggan. Kondisi ini semakin kompleks seiring dengan meningkatnya adopsi teknologi seperti cloud computing, artificial intelligence, dan sistem kerja hybrid. Infrastruktur IT menjadi semakin luas dan dinamis, sehingga membutuhkan pendekatan keamanan yang lebih menyeluruh. Perusahaan mulai mempertimbangkan pendekatan modern seperti Zero Trust, pengelolaan akses berbasis identitas, serta monitoring sistem secara berkelanjutan untuk memastikan keamanan tetap terjaga di berbagai lingkungan. Tetapi, teknologi saja tidak cukup. Banyak insiden keamanan terjadi bukan karena kurangnya sistem, tetapi karena faktor manusia dan proses yang belum berjalan optimal. “Banyak perusahaan sudah cukup matang dari sisi teknologi, tetapi dari sisi sumber daya manusia dan proses masih perlu diperkuat. Celah sering muncul dari kurangnya awareness dan kesalahan konfigurasi,” ulasnya. Lantaran itu, strategi keamanan yang efektif perlu dibangun dari kombinasi antara teknologi, sumber daya manusia, dan proses yang terintegrasi. Pendekatan ini menjadi kunci dalam menghadapi ancaman siber yang terus berkembang. Disisi lain, masih banyak organisasi yang melihat keamanan siber sebagai biaya tambahan, bukan sebagai investasi strategis. Padahal, potensi kerugian akibat serangan siber dapat jauh lebih besar dibandingkan biaya pencegahan yang dikeluarkan. Seiring meningkatnya kompleksitas infrastruktur IT, termasuk dalam penggunaan virtualisasi server dan berbagai platform pengelolaan sistem, perusahaan juga mulai mengevaluasi kembali strategi teknologi yang mereka gunakan. Efisiensi, fleksibilitas, serta keamanan menjadi pertimbangan utama dalam menentukan arah pengembangan infrastruktur ke depan. Nah pada konteks ini, pendekatan yang terintegrasi menjadi semakin penting, baik dalam pengelolaan sistem, keamanan data, maupun keberlangsungan operasional bisnis. Sebagai penyedia solusi infrastruktur IT dan keamanan siber, Sangfor Technologies Indonesia menghadirkan berbagai pendekatan yang membantu perusahaan mengelola sistem virtualisasi, meningkatkan keamanan, serta memastikan operasional tetap berjalan di tengah perubahan lanskap digital. Transformasi digital diperkirakan akan terus berkembang, termasuk dalam pemanfaatan AI, cloud, dan sistem kerja yang semakin fleksibel. Oleh karena itu, perusahaan perlu memastikan setiap langkah transformasi juga diiringi dengan strategi keamanan yang matang dan berkelanjutan. Pada akhirnya, keamanan siber bukan hanya tentang teknologi, tetapi tentang bagaimana perusahaan melindungi aset digital, menjaga operasional, dan memastikan keberlangsungan bisnis di era digital yang semakin kompleks.

Momentum Transformasi Keselamatan Zona Rokan, Sebelas Juta Jam Kerja Selamat Jadi Fondasi Nasional
Nasional
Rabu, 15 April 2026 | 15:53 WIB

Momentum Transformasi Keselamatan Zona Rokan, Sebelas Juta Jam Kerja Selamat Jadi Fondasi

Jakarta, katakabar.com - PT Pertamina Hulu Rokan terus jaga momentum transformasi keselamatan kerja di awal tahun 2026. Kurun tiga bulan pasca evaluasi menyeluruh, perusahaan mencatat capaian sebelas juta jam kerja selamat. Hal ini sebuah hasil dari upaya kolektif untuk memastikan setiap langkah operasional berjalan aman dan berkelanjutan. Dengan melibatkan total 43.639 tenaga kerja, capaian ini menjadi refleksi nyata sistem manajemen Health, Safety, and Environment (HSE), khususnya di Zona Rokan, terus berkembang dan diperkuat. Di tengah kompleksitas operasi berskala besar, keselamatan tidak lagi dimaknai sebatas kepatuhan terhadap prosedur, tetapi kesadaran dan komitmen untuk melakukan intervensi dengan landasan peduli sesama pekerja, sebagai fondasi utama dalam setiap aktivitas operasional. Transformasi itu ditopang dengan langkah modernisasi, di antaranya melalui implementasi SHIELD AI. Penerapan tersebut, yakni sebuah proses inspeksi dan observasi yang terintegrasi dalam satu ekosistem digital. Selain meningkatkan akurasi dan kecepatan pengawasan, teknologi ini juga memperkuat kemampuan prediktif dalam mengidentifikasi potensi risiko terjadinya insiden. Di sisi lain, budaya pencegahan tumbuh semakin nyata di lapangan. Tercatat 2.818 laporan Unsafe Act dan Unsafe Condition (UA/UC) dalam periode yang sama. Angka ini mencerminkan keberanian dan kepedulian pekerja untuk saling menjaga satu sama lain. Pasalnya, keselamatan tidak lagi bergantung pada pengawasan semata, melainkan tanggung jawab kolektif. “Pencapaian sebelas juta jam kerja selamat ini tidak berdiri sendiri. Ini adalah hasil dari refleksi mendalam atas apa yang pernah terjadi, dan komitmen kami untuk memastikan hal tersebut tidak terulang,” kata Senior Manager HSE Operations Zona Rokan, I Nyoman Widaryantha Naya. Setiap laporan baik UA/UC, ulas Nyoman, setiap langkah inspeksi dan keputusan lapangan merupakan bentuk nyata dari penguatan budaya keselamatan yang sedang dilakukan bersama. Transformasi HSE di Zona Rokan juga menyentuh aspek keandalan aset dan kepatuhan lingkungan. Ia menegaskan capaian ini bukanlah langkah terakhir, melainkan bagian dari perjalanan panjang. “Kami pastikan setiap operasi berjalan selaras dengan prinsip asset management yang kuat serta memenuhi seluruh ketentuan lingkungan, termasuk AMDAL dan PERTEK dalam menjaga keberlanjutan produksi energi nasional. Di sisi lain, melindungi lingkungan dan masyarakat sekitar,” jelasnya. Di tengah dinamika industri migas yang kompleks, Zona Rokan menunjukkan keselamatan dan produktivitas bukanlah dua hal yang saling bertentangan. Justru, keduanya berjalan beriringan.saling menguatkan dalam satu sistem yang terintegrasi. Karena akhirnya, setiap jam kerja selamat adalah upaya menekan insiden dan menjaga setiap pekerja kembali ke rumah dengan selamat. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan WK Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi WK Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). WK Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.

PTPP Perkuat Fundamental Keuangan Lewat Transformasi dan Penyesuaian Berbasis Prudence Nasional
Nasional
Senin, 06 April 2026 | 20:10 WIB

PTPP Perkuat Fundamental Keuangan Lewat Transformasi dan Penyesuaian Berbasis Prudence

Jakarta, katakabar.com - PT PP (Persero) Tbk (PTPP) terus perkuat transformasi bisnis dan fondasi keuangan perseroan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan kinerja jangka panjang di tengah dinamika industri konstruksi nasional. Sejalan dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik, serta dorongan untuk menghadirkan laporan keuangan yang transparan, akuntabel, dan mencerminkan kondisi secara wajar, perseroan melakukan penyempurnaan penyajian atas laporan keuangan tahun buku 2024. Langkah itu dilakukan berdasarkan hasil penelaahan menyeluruh guna memastikan kesesuaian dengan standar akuntansi yang berlaku serta prinsip Good Corporate Governance, termasuk pencadangan berdasarkan evaluasi atas proses penyelesaian klaim sesuai mekanisme kontraktual. Seperti setahun lalu misalnya, perseroan melakukan langkah kehati-hatian melalui pengakuan penurunan nilai (impairment) atas asset tertentu pada entitas anak, termasuk pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) atas piutang serta penyesuaian nilai persediaan, bagian dari penguatan kualitas aset dan penerapan manajemen risiko yang lebih prudent. Langkah-langkah ini bagian dari penerapan prinsip kehati-hatian, penguatan tata kelola perusahaan, serta penyesuaian terhadap dinamika industri. Ini tidak mencerminkan adanya permasalahan dalam pengelolaan operasional Perseroan. Kebijakan tersebut memberikan tekanan terhadap kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada periode pelaporan tahun 2025. Tetapi, manajemen menegaskan langkah ini merupakan bagian dari strategi Perseroan untuk memperkuat fundamental keuangan Perseroan dalam jangka panjang. Langkah ini bagian dari proses penataan dan penguatan struktur keuangan perseroan secara menyeluruh guna memastikan keberlanjutan usaha serta meningkatkan kualitas kinerja di masa mendatang. Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, menuturkan langkah ini sejalan dengan arah Danantara dalam merasionalisasi jumlah BUMN, termasuk inisiatif integrasi BUMN Karya guna memperkuat kapasitas usaha dan meningkatkan stabilitas keuangan industri konstruksi nasional. Tidak cum itu, perseroan juga kedepankan prinsip keterbukaan penuh dalam penyajian laporan keuangan sebagai fondasi penting dalam melakukan bisnis konsolidasi tersebut. “Penyajian kembali dan penyesuaian yang dilakukan Perseroan merupakan langkah yang terukur dan berbasis prinsip kehati-hatian untuk memastikan laporan keuangan mencerminkan kondisi yang wajar dan dapat dipertanggungjawabkan. Langkah ini bukan sekadar penyesuaian administratif, tetapi bagian dari upaya memperkuat fundamental keuangan dan meningkatkan kualitas bisnis Perseroan secara menyeluruh. "Kami meyakini langkah ini menjadi fondasi penting agar PTPP dapat tumbuh lebih sehat dan berkelanjutan ke depan,” jelas Joko. Ke depan, Perseroan akan secara konsisten mendorong perbaikan kinerja melalui sejumlah langkah strategis yang terukur, yakni: - Fokus pada bisnis inti konstruksi serta melakukan divestasi pada aset-aset tertentu; - Penguatan arus kas operasional melalui percepatan pencairan piutang usaha guna menjaga cash flow; - Partisipasi aktif dalam berbagai peluang proyek strategis, termasuk proyek pemerintah, BUMN, dan sektor swasta yang prospektif; - Penerapan prinsip kehati-hatian dalam pemilihan proyek dan pengelolaan portofolio dengan mengedepankan manajemen risiko. Dengan langkah-langkah tersebut, Perseroan optimis dapat memperkuat posisi keuangan serta meningkatkan kinerja secara berkelanjutan di masa mendatang. Perseroan akan terus menyampaikan perkembangan informasi secara transparan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pahami Transformasi Global dan Penguatan Literasi Digital Bersama Bittime Ekonomi
Ekonomi
Senin, 16 Maret 2026 | 14:03 WIB

Pahami Transformasi Global dan Penguatan Literasi Digital Bersama Bittime

Jakarta, katakabar.com - Pasar aset digital pada 2026 ini menunjukkan wajah yang sangat berbeda dibandingkan dengan fase penurunan tajam yang terjadi pada 2022 lalu. Menanggapi hal ini, Bittime, crypto exchange usung Trustworthiness, sebagai salah satu pondasi platformnya, kembali menekankan penguatan literasi dan strategi investasi yang tidak terbatas pada sentimen pasar. Sebelumnya, jika dulu pasar dihantui oleh keruntuhan sistemik dan kepanikan massal, laporan dari BeInCrypto melalui pernyataan Michael Walsh menyebutkan bahwa saat ini tidak terlihat adanya kegagalan bisnis yang bersifat sistemik. Fenomena ini menandakan bahwa pasar aset kripto sedang mengalami proses pendewasaan, di mana fluktuasi harga lebih dipengaruhi oleh penyesuaian struktural daripada kepanikan emosional. Perubahan ini menciptakan landasan yang lebih stabil bagi para investor, karena ekosistem yang ada saat ini jauh lebih tangguh menghadapi guncangan dibandingkan masa lalu. Kestabilan pasar saat ini sangat didorong oleh peran institusi besar yang bertindak sebagai jangkar utama. Data dari Glassnode menunjukkan, produk Spot Bitcoin ($BTC) ETF kini telah mengelola aset hampir mencapai $91.000.000.000, yang menunjukkan bahwa arus modal institusional terus mengalir meski di tengah kondisi pasar yang menantang. Tetapi, di tengah penguatan internal tersebut, faktor eksternal seperti kondisi geopolitik tetap memberikan pengaruh yang harus dicermati. Laporan dari Investing.com juga menyoroti bahwa harga $BTC sempat terkonsolidasi di level $70.000 sebagai dampak dari ketegangan di Timur Tengah yang memicu lonjakan harga minyak mentah Brent hingga di atas $100 per barel. Kenaikan harga energi ini kembali memicu kekhawatiran inflasi global, yang menurut para analis dapat mempersulit langkah bank sentral dalam menurunkan suku bunga. Bagi investor, situasi ini menuntut kewaspadaan ekstra terhadap aset berisiko karena likuiditas pasar global sangat bergantung pada data ekonomi makro yang dinamis. Bagi investor di Indonesia, dinamika ini merupakan pengingat penting bahwa investasi bukan sekadar mengikuti tren, melainkan memahami fundamental di baliknya. Efek dari ketegangan global dan pergeseran institusional ini menuntut investor lokal untuk memiliki tingkat literasi keuangan yang lebih tinggi. Tanpa edukasi yang mumpuni, investor berpotensi terjebak dalam pengambilan keputusan yang impulsif saat menghadapi fluktuasi harga minyak atau perubahan kebijakan moneter AS. Oleh karena itu, edukasi berkelanjutan mengenai manajemen risiko dan analisis fundamental makro ekonomi menjadi pondasi utama dalam membangun portofolio investasi yang sehat dan berkelanjutan di era digital ini. Bittime, platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menekankan pentingnya literasi di tengah momentum pasar terhadap diversifikasi aset diversifikasi. Sebab, dengan pemahaman yang baik, investor dapat mengelola risiko dengan lebih bijak dan berdasarkan profil risiko masing-masing. Tentu, perlu dipahami aset kripto mengandung risiko tinggi yang termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya.

Dukung Transformasi PT RPN Perkuat Sinergi Riset dan Operasional Nasional
Nasional
Sabtu, 14 Maret 2026 | 12:10 WIB

Dukung Transformasi PT RPN Perkuat Sinergi Riset dan Operasional

Bogor, katakabar.com - PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN), salah satu entitas usaha Holding Perkebunan Nusantara gelar Rapat Koordinasi (Rakor) Tahun 2026 usung tema “The Value Engine: Aligning Research, Operations, and Commercial Strategy” di Bogor, Jawa Barat. Kegiatan ini dihadiri Komisaris, jajaran manajemen kantor direksi (kandir) maupun lingkup pusat penelitian, serta jajaran pengurus mitra perusahaan SPBUN PT RPN. Rakor 2026 menjadi forum konsolidasi strategis perusahaan untuk selaraskan arah kebijakan, program, dan langkah operasional dalam satu orkestrasi yang sama. Dengan menempatkan riset sebagai penggerak utama penciptaan nilai perusahaan, PT RPN tidak hanya memperkuat fondasi inovasi, tetapi juga membuka ruang akselerasi investasi dan transformasi bisnis yang berkelanjutan. Ketua Panitia Rakor 2026, Yabani, melaporkan kehadiran seluruh peserta menjadi energi penting bagi perusahaan. “Kehadiran Bapak-Ibu suatu kehormatan dan energi bagi kami. Tema ini bukan sekadar rangkaian kata, melainkan arah dan komitmen bersama. Melalui rapat koordinasi ini, kita harapkan lahir keputusan-keputusan yang tajam serta aplikatif,” ujarnya. Komisaris PT RPN, Eman Siswanto, menekankan pentingnya adaptasi model bisnis di tengah dinamika industri serta penguatan tata kelola perusahaan. “Kita perlu mengembangkan model bisnis yang responsif terhadap perubahan, memperkuat tata kelola, serta meningkatkan pemanfaatan infrastruktur dan teknologi agar pengambilan keputusan semakin akurat dan berbasis data,” jelasnya. Sementara, Direktur PT RPN menyampaikan bahwa Rakor merupakan wadah strategis untuk memastikan seluruh elemen organisasi bergerak dalam frekuensi yang sama. “Rakor ini menjadi ruang penting untuk mengomunikasikan strategi perusahaan, agar seluruh unit memahami target yang akan kita capai dan langkah yang akan kita laksanakan. Kita harus menyelaraskan frekuensi dan memperkuat sinergi,” ulasnya. Direktur juga menyoroti pentingnya penguatan three lines model bisnis sebagai pendekatan terintegrasi dalam pengelolaan perusahaan, serta optimalisasi riset sebagai instrumen peningkatan investasi. “Salah satu cara untuk menambah investasi adalah dengan memaksimalkan hasil riset. Kita harus mendorong para peneliti untuk menghasilkan riset yang unggul, aplikatif, dan memiliki nilai komersial tinggi di masa mendatang," ucapnya. Melalui Rakor 2026 ini, PT RPN menegaskan komitmen menjadikan riset sebagai value engine yang mengintegrasikan inovasi, efisiensi operasional, dan strategi komersial dalam satu kesatuan arah. Hasil forum tersebut diharapkan dapat segera diimplementasikan guna memperkuat kinerja dan daya saing perusahaan di tengah dinamika industri yang terus berkembang. Dengan semangat kolaborasi dan keselarasan strategi yang dibangun selama pelaksanaan Rakor, forum ini diharapkan mampu menghasilkan langkah-langkah konkret yang dapat segera dijalankan di seluruh lini organisasi. Komitmen bersama yang terbangun menjadi fondasi penting dalam memperkuat daya saing perusahaan serta mendukung transformasi berkelanjutan di lingkungan Holding Perkebunan Nusantara.

Raih Anugerah BUMN 2026, Pelindo Multi Terminal: Penguatan Talenta Dukung Transformasi Nasional
Nasional
Kamis, 12 Maret 2026 | 14:10 WIB

Raih Anugerah BUMN 2026, Pelindo Multi Terminal: Penguatan Talenta Dukung Transformasi

Jakarta, katakabar.com - PT Pelindo Multi Terminal (SPMT), Subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang operasional terminal nonpetikemas, meraih penghargaan Anugerah BUMN 2026 untuk kategori Pengembangan Talenta dan SDM Unggul Perusahaan Terbaik yang digelar di Hotel Borobudur Jakarta, Selasa (10/3). Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas komitmen perusahaan dalam membangun sumber daya manusia yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi tantangan industri logistik dan kepelabuhanan yang terus berkembang. Penghargaan tersebut diberikan sebagai pengakuan terhadap berbagai inisiatif strategis yang dijalankan Pelindo Multi Terminal dalam mengembangkan talenta internal perusahaan, mulai dari program peningkatan kompetensi, penguatan kepemimpinan, hingga penerapan budaya pembelajaran berkelanjutan yang mendukung transformasi perusahaan. SVP Sekretaris Perusahaan Pelindo Multi Terminal, Finan Syaifullah, menyampaikan penghargaan ini menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus memperkuat pengembangan sumber daya manusia sebagai fondasi utama dalam mendorong kinerja dan keberlanjutan perusahaan. “Penghargaan ini merupakan apresiasi yang sangat berarti bagi Pelindo Multi Terminal. Bagi kami, pengembangan sumber daya manusia merupakan investasi jangka panjang yang menjadi kunci dalam menghadapi dinamika industri kepelabuhanan dan logistik yang semakin kompetitif. Perusahaan terus mendorong terciptanya talenta-talenta unggul yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki integritas, adaptif terhadap perubahan, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan perusahaan,” ujar Finan. Ia menambahkan Pelindo Multi Terminal secara konsisten menjalankan berbagai program pengembangan talenta yang terstruktur, mulai dari program pelatihan teknis dan manajerial, penguatan leadership, hingga program pembelajaran yang mendorong peningkatan kapabilitas karyawan di seluruh lini organisasi. “Ke depan, Pelindo Multi Terminal akan terus berkomitmen menciptakan lingkungan kerja yang mendorong pengembangan potensi karyawan secara optimal. Kami percaya bahwa SDM yang unggul akan menjadi penggerak utama dalam mewujudkan kinerja perusahaan yang berkelanjutan dan memberikan kontribusi bagi kemajuan sektor logistik nasional,” jelas Finan. Anugerah BUMN 2026 digelar oleh BUMN Track bersama BTA Academy usung tema “BUMN Menuju Indonesia Emas: Tata Kelola Kuat, Nilai Ekonomi Berkelanjutan”, sebagai bentuk apresiasi kepada perusahaan BUMN dan para CEO yang berkiprah bagi pertumbuhan bisnis berkelanjutan serta berkomitmen kuat dalam menjalankan transformasi perusahaan. CEO BUMN Track, SH Sutarto mengatakan, ajang Anugerah BUMN yang telah dihelat selama 15 tahun menjadi platform apresiasi nasional sekaligus instrument kebijakan untuk mendorong penguatan tata kelola, optimalisasi aset negara, sinergi BUMN, serta penciptaan nilai ekonomi. “Melalui ajang ini, kami ingin memberikan apresiasi kepada perusahaan-perusahaan BUMN dan anak perusahaan BUMN yang telah kinerja unggul dan kepemimpinan yang visioner,” terang SH Sutarto.