Pekanbaru, katakabar.com - Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Kepulauan Meranti terus berupaya optimalkan seluruh potensi daerah demi mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Salah satu langkah strategis yang ditempuh Pemkab 'Kota Sagu' nama lain dari Kepulauan Meranti adalah menjalin kerja sama dengan para akademisi dari Universitas Islam Riau atau UIR.
Hal itu ditandai dengan pertemuan Bupati Kepulauan Meranti, H. Asmar beserta jajaran Civitas Akademika UIR, Jumat (8/8), di Gedung H. Rawi Kunin, UIR, Kota Pekanbaru.
Kolaborasi ini difokuskan pada penguatan pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pengelolaan potensi sumber daya alam atau SDA secara profesional, dan berkelanjutan.
Beberapa sektor unggulan yang menjadi perhatian meliputi pengelolaan minyak dan gas (Migas), tambang timah, hingga optimalisasi potensi perkebunan sagu yang dikenal sebagai salah satu yang terbaik di dunia, serta pengembangan komoditas kopi khas Kepulauan Meranti.
"Kami ingin setiap langkah pembangunan di Kepulauan Meranti memiliki dasar kajian yang kuat, dan bermanfaat langsung bagi masyarakat. Dengan menggandeng akademisi UIR, kami optimis pengelolaan migas, timah, sagu, dan kopi dapat dilakukan secara profesional, berkelanjutan, dan memberikan nilai tambah yang besar bagi daerah," ujar H Asmar.
H Asmar menekankan, kerja sama ini diharapkan mampu mendorong terobosan-terobosan baru di berbagai sektor. Ia menyebut, riset dan inovasi yang dihasilkan para akademisi akan menjadi modal penting untuk menggaet investasi, menciptakan lapangan kerja, dan memperluas akses pasar bagi produk unggulan Meranti.
"Meranti memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Tapi, pengelolaannya harus tepat dan berbasis ilmu pengetahuan agar hasilnya optimal dan berkelanjutan. Dengan dukungan UIR, kami yakin daerah ini akan semakin maju dan masyarakatnya sejahtera," jelasnya.
Kerja sama ini juga membuka peluang bagi transfer pengetahuan dan teknologi, terutama bagi generasi muda Kepulauan Meranti. Melalui program pendampingan dan pelatihan, pemerintah daerah berharap dapat mencetak sumber daya manusia yang kompeten dan siap bersaing di tingkat nasional maupun global.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi, Kepulauan Meranti menargetkan tidak hanya menjadi daerah penghasil SDA, tapi juga pusat inovasi dan pengolahan yang mampu memberi nilai tambah maksimal bagi perekonomian daerah.
"Kami juga titip anak-anak kami yang sedang menimba ilmu di universitas ini. Mereka adalah harapan untuk pembangunan Kepulauan Meranti lebih baik kedepannya," harap Asmar.
Selain, focus group discussion atau FGD, di kegiatan itu dilakukan penandatanganan memorandum of understanding atau MoU dengan Universitas Islam Riau, terkait berbagai kerja sama kedepan.
Mewakili civitas akademika UIR, Prof. Dr. Agusnimar menegaskan, Kepulauan Meranti wilayah terluar Indonesia yang memiliki posisi strategis di antara dua negara dan dua provinsi.
Menurutnya, kondisi ini harus menjadi kebanggaan dan peluang, bukan hanya dikenal sebagai “wilayah terluar” atau “termiskin”.“
"Kita ingin Meranti menjadi daerah terkemuka, sejahtera, dan terkenal di dunia,” ucapnya.
Selama ini, tuturnya, UIR telah melaksanakan berbagai kegiatan di Meranti, antara lain, Pemetaan Potensi Desa, Pengembangan Ekonomi Berbasis Potensi Lokal, Pemanfaatan Limbah Sagu, Pendampingan Pertanian, hingga Pengabdian lewat Kuliah Kerja Nyata atau KKN.
Agusnimar yang juga anak jati Kepulauan Meranti itu turut menekankan potensi besar Meranti harus diiringi dengan program kerja yang terencana dan berkelanjutan.
"SDM dan keahlian tersedia di UIR. Yang diperlukan adalah program yang konsisten, bukan kegiatan yang hanya datang sekali lalu berhenti,” bebernya.
Dengan kerja sama yang terarah, diharapkan setiap potensi Meranti dapat dimanfaatkan maksimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong kemajuan daerah.
Hadir di pertemuan itu, Dr. Dede Andrean Kadiv Penelitian Direktorat Penelitian dan Pengabdian UIR, Dr. Harry Setiawan Dosen Ilmu Komunikasi UIR, Dr. Azwirman Direktur Pendidikan dan Pembelajaran UIR, Dr. Yusuf Ahmad mantan Dekan PAI UIR, dan Ida Wati S.Pd., M.A Ketua Prodi Seni Pertunjukan FKIP UIR, serta Dr. Rendi Prayuda Kepala Badan Kerjasama dan Urusan Internasional UIR yang juga moderator.
Ikut mendampingi Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar, Kepala Bagian Tata Pemerintahan, Edi Susanto, Kepala Bagian Kesra, Syafrizal, dan Kepala Bidang IKP Diskominfotik, Dody Hamdani.
Kota Sagu Bertransformasi H Asmar Gandeng UIR Sinergi Dorong Inovasi dan Pengelolaan SDA
Diskusi pembaca untuk berita ini