Selaras

Sorotan terbaru dari Tag # Selaras

Selaras Target Net Zero 2060, Pertamina Tunjukkan Jalan Lewat SAF dan Biodiesel B40 Sawit
Sawit
Senin, 13 Oktober 2025 | 18:46 WIB

Selaras Target Net Zero 2060, Pertamina Tunjukkan Jalan Lewat SAF dan Biodiesel B40

Jakarta, katakabar.com - PT Pertamina (Persero) menegaskan komitmen dukung transisi energi berkelanjutan, sejalan dengan target Net Zero Emission (NZE) 2060. Langkah ini diwujudkan lewat pengembangan bahan bakar ramah lingkungan, mulai dari biodiesel B20, B30, B40, hingga Sustainable Aviation Fuel (SAF) berbasis Used Cooking Oil (UCO) atau minyak jelantah. Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono, menuturkan perjalanan pengembangan bahan bakar ramah lingkungan bukan sekadar inovasi ekonomi, tetapi bagian dari upaya ekologis yang mendalam. Program ini menekankan prinsip Environment, Social, and Governance (ESG) sebagai inti strategi perusahaan. “Ini bukan hanya tentang pencapaian ekonomi yang menciptakan penghematan devisa signifikan, tetapi juga perjalanan ekologi yang menempatkan ESG sebagai fokus utama,” kata Agung di ajang Indonesia International Sustainable Forum (IISF) 2025 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, dilansir dari laman EMG, Senin (13/10). Sejak penerapan B20 hingga kini B40, Pertamina telah memberikan kontribusi besar terhadap kemandirian energi nasional. Pemanfaatan biodiesel berbasis sawit membantu Indonesia memenuhi kebutuhan energi domestik dengan sumber yang lebih berkelanjutan, sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Lebih inovatif lagi, SAF berbasis minyak jelantah telah diterapkan untuk penerbangan. Bahan bakar ini mampu menurunkan emisi karbon hingga 84 persen dan sekaligus mendukung ekonomi sirkular. Masyarakat dapat menukar minyak jelantah menjadi rupiah, yang kemudian diolah Pertamina menjadi bahan bakar berkelanjutan. “Ini bukan hanya soal mengurangi emisi, tetapi juga mendorong ekonomi sirkular yang langsung dirasakan masyarakat,” sebutnya. Transformasi energi ini membuka peluang lapangan kerja di sektor energi hijau, memperkuat ketahanan energi nasional, dan memperlihatkan kemampuan Indonesia menjadi pelopor energi bersih di kawasan Asia Tenggara. Pertamina menekankan pengembangan SAF dan biodiesel B40 menjadi contoh konkret bagaimana perusahaan BUMN bisa memimpin inovasi hijau sambil tetap menjaga keberlanjutan ekonomi. Dengan strategi ini, Pertamina menunjukkan bahwa target NZE 2060 bukan sekadar angka ambisius di atas kertas, tetapi langkah nyata melalui inovasi bahan bakar, sinergi ekonomi sirkular, dan implementasi ESG. Program SAF dan B40 menjadi bukti bahwa transformasi energi berkelanjutan bisa dicapai secara praktis, sambil memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.

Revisi Aturan Perbenihan Kelapa Sawit Biar Selaras Zaman Now Sawit
Sawit
Sabtu, 14 Desember 2024 | 16:07 WIB

Revisi Aturan Perbenihan Kelapa Sawit Biar Selaras Zaman Now

Jakarta, katakabar.com - Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman tegas sudah perintahkan Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan atau Ditjenbun untuk membenahi tata kelola perbenihan perkebunan nasional. "Benih tanaman perkebunan yang beredar di masyarakat harus dipastikan bermutu, bersertifikat dan berlabel," ujar Amran. Perhatian khusus diberikan kepada kelapa sawit, katanya, mengingat komoditas ini menjadi penyumbang devisa terbesar dari sektor non migas. Penggunaan benih ilegitim dalam jangka panjang akan sangat merugikan perekonomian Indonesia secara nasional.

Modul Pelatihan SDM Sawit Direvisi Biar Selaras Perkembangan Teknologi dan Tuntutan Pasar Sawit
Sawit
Selasa, 29 Oktober 2024 | 21:51 WIB

Modul Pelatihan SDM Sawit Direvisi Biar Selaras Perkembangan Teknologi dan Tuntutan Pasar

Jakarta, katakabar.com - Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia melakukan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor perkebunan kelapa sawit dengan mengkaji ulang modul pelatihan yang sudah ada. Kaji ulang modul pelatihan ini bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan daya saing perkebunan kelapa sawit nasional, khususnya di tengah tantangan persaingan global dan tuntutan praktik perkebunan yang lebih berkelanjutan.