Sampah
Sorotan terbaru dari Tag # Sampah
Wujudkan Industri Hijau, KS Group Perkuat Sistem Pengelolaan Sampah Berkelanjutan
Cilegon, katakabar.com – Krakatau Steel Group tegaskan komitmen percepat transisi menuju industri hijau melalui penguatan sistem pengelolaan sampah berkelanjutan. Salah satu implementasi nyata dari komitmen tersebut, PT Krakatau Jasa Industri (PT KJI) menggandeng Environment Social Network Foundation (ESWKA) untuk mengelola limbah secara terukur pada perhelatan Steel Run 2025 dan puncak perayaan HUT Krakatau Steel Group ke 55 yang lalu. Dan direncanakan program aktifasi korporasi selanjutnya dapat melakukan hal yang sama dalam pengelolaan sampah. Langkah ini bagian dari strategi besar korporasi dalam mendukung target net zero emission dan edukasi lingkungan bagi masyarakat industri di Cilegon. Pengelolaan sampah pada acara besar tersebut bukan sekadar pembersihan area, melainkan upaya pendataan dan pemilahan dari hulu untuk memastikan sirkulasi ekonomi berjalan dengan baik. Data dan Hasil Pengelolaan Sampah Selama penyelenggaraan acara, tim kolaborasi berhasil mengumpulkan dan memilah total 441,8 kilogram sampah dari dua titik utama: garis finish Steel Run dan lokasi utama HUT Krakatau Steel. Sebanyak 15 personel kebersihan dari PT KJI diterjunkan secara khusus untuk memastikan setiap sampah yang dihasilkan pengunjung segera dipilah di waste station yang telah disediakan. Komitmen Manajemen dan Dampak Sosial Ario Maryanto, Plt. Direktur Utama PT Krakatau Jasa Industri, menyatakan pendataan ini penting agar dampak terhadap lingkungan dapat diukur secara akurat. "Upaya pendataan ini merupakan bentuk komitmen kami dalam mendukung pengelolaan sampah secara lebih terukur, sehingga dapat memberikan manfaat tidak hanya bagi lingkungan, tetapi juga bagi masyarakat sekitar," ujar Ario. Hilirisasi sampah tersebut dialokasikan ke dua jalur utama: 1. 40 persen Sampah Terkelola: Didonasikan ke Bank Sampah Kecamatan Ciwandan untuk diproses kembali secara ekonomi. 2. 60 persen Residu: Dikirim ke TPA Bagendung untuk dikelola lebih lanjut, di mana sebagian besar masih dapat dimanfaatkan oleh para pemulung setempat sebagai sumber mata pencaharian. Krakatau Jasa Industri yang merupakan bagian dari PT Krakatau Steel (Persero) Tbk yang dipimpin oleh Dr. Akbar Djohan selaku Direktur Utamanya terus berupaya menjadi penyedia jasa Industri kebanggaan masyarakat Cilegon. Berbagai langkah strategis dalam committed to transform dilakukan Perseroan, untuk menghadirkan layanan jasa dan barang yang sesuai dengan kebutuhan seluruh klien dan mitra kerja. Harapannya PT KJI bisa meraih cita-cita untuk kian memberdayakan masyarakat lokal dan menjadi bagian dari lokomotif kebangkitan ekonomi di Kota Cilegon. Saat ini Dr. Akbar Djohan juga menjabat sebagai Chairman ALFI/ILFA (Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia) serta Chairman IISIA (Indonesia Iron & Steel Industry Association). Program ini diharapkan menjadi salah satu bagian bagi kemajuan/kesejahteraan masyarakat Indonesia. Di mana hal ini bagian dari Asta Cita Presiden RI, H Prabowo Subianto.
Soroti Sampah dan Limbah B3, Wakil Bupati Langkat: Pengelolaan Lingkungan Hidup Tanggungjawab Bersama
Langkat, Katakabar.com - Wakil Bupati Langkat Tiorita Br. Surbakti, SH menyoroti pentingnya pengelolaan sampah dan limbah bahan berbahaya serta beracun (limb...
Atasi Sampah Sungai dengan Sistem Penghalau Terapung Efisien
Surabaya, katakabar.com - Penghalau terapung dari Kubus Apung Hildan menjadi solusi efektif untuk menahan sampah di sungai, menjaga kelestarian ekosistem air. Teknologi ini sederhana tapi efisien dalam mengatasi pencemaran. Sungai bukan hanya aliran air biasa. Ia adalah nadi kehidupan, sumber air, dan penggerak ekosistem. Tapi, apa jadinya jika sampah terus-menerus mengotori alirannya? Anda mungkin sering melihat tumpukan sampah plastik, ranting, dan limbah rumah tangga yang mengapung, membuat sungai terlihat seperti tempat pembuangan. Di sinilah penghalau terapung hadir sebagai solusi nyata, dan Kubus Apung Hildan membuktikan diri sebagai pemain utama dalam inovasi ini. Sampah sungai bukanlah masalah baru. Tapi, bagaimana jika ada cara untuk mengatasi masalah lama dengan cara yang cerdas dan efisien? Dengan menggunakan sistem penghalau terapung, Hildan menghadirkan teknologi yang tidak rumit namun sangat efektif dalam menangkap dan menahan sampah di permukaan air. Kubus Apung HDPE dari Hildan dirancang khusus untuk menciptakan penghalau yang kokoh, tahan lama, dan fleksibel. Anda tidak perlu lagi mengandalkan metode tradisional yang mahal dan sering rusak. Produk ini hadir sebagai sistem modular yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan di berbagai lokasi air dari sungai kota hingga danau perdesaan. Kenapa Memilih Kubus Apung Hildan? Anda mungkin bertanya, apa yang membuat Kubus Apung HDPE dari Hildan berbeda dari produk lainnya? Jawabannya ada pada kombinasi antara kekuatan material, desain modular, dan kemudahan instalasi. Berikut beberapa keunggulannya: • Material HDPE berkualitas tinggi yang tahan terhadap sinar UV, korosi, dan benturan. • Desain modular yang bisa dirakit sesuai kebutuhan lokasi. • Ringan namun kuat, membuatnya mudah dipasang dan dipindahkan kapan saja. • Ramah lingkungan, tidak mencemari air dan aman bagi flora serta fauna perairan. Bayangkan seperti Lego raksasa yang terapung, itulah sistem yang ditawarkan oleh Kubus Apung Hildan. Anda bisa menyusunnya sesuai kebutuhan, dan tetap yakin bahwa ia akan bertahan menghadapi cuaca maupun arus yang kuat.
Goro di Air Jamban, Ini Kata Riki Rihardi
Mandau, katakabar.com - Tumpukan ragam sampah memakan badan jalan, di bilangan Jalan Persada RW 025 Kelurahan Air Jamban, Kecamatan Mandau, Duri, Kabupaten Bengkalis bikin masyarakat sekitar resah, menganggu, dan sebabkan bau yang tidak sedap. Lurah Air Jamban, Rifky Ellyaningsih, S.STP., M.Si., Sabtu (12/7), lewat Program Unggulan Bermasa Bupati Bengkalis, Kasmarni, inisiasi Gotong Royong atau Goro bersama warga sekitar, dan perangkat Kelurahan Air Jamban, untuk membersihkan tumpukan sampah di wilayah tersebut. "Ini bukan hanya sampah yang dibuang oknum masyarakat di sekitar sini, tapi orang-orang yang tidak bertanggung jawab dari luar yang membuang sampah di sini," kata ujar Lurah Air Jamban, Rifky Ellyaningsih, S.STP., M.Si. Camat Mandau Riki Rihardi, S.STP., M.Si., yang hadir di kegiatan ini menyampaikan, pentingnya untuk meningkatkan kasadaran akan kebersihan di lingkungan tempat tinggal kita. "Kami sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada masyarakat se Kelurahan Air Jamban yang pada hari ini mengikuti gotong royong di lingkungan Jalan Persada," jelasnya.
Luncurkan Program Pengurangan Sampah, Muzamil: Negeri Sejahtera Dimulai dari Lingkungan Bersih
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Kepulauan Meranti melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Lingkungan Hidup atau Perkimtan-LH gelar Rapat Koordinasi atau Rakor Membangun Komitmen Bersama dan Peluncuran Program Pengurangan Sampah, Kamis (10/7), di Gedung Afifa, Jalan Banglas. Wakil Bupati Kepulauan Meranti, H. Muzamil, yang buka Rakor dihadiri para asisten, staf ahli, camat, kepala desa, RT/RW, serta perwakilan dari unsur vertikal. Hadir pula narasumber Dr. Elviriadi dan Soffia Seffen, S.H dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Riau. Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil menegaskan, persoalan sampah salah satu fokus utama pemerintah daerah saat ini, sesuai dengan visi-misi pasangan Asmar-Muzamil, yakni "Unggul, Agamis, dan Sejahtera". “Untuk menjadi negeri yang unggul dan sejahtera, kata kuncinya adalah bersih. Tidak ada daerah yang bisa unggul jika lingkungannya kotor. Karena itu, sejak awal kami dilantik, kami serius menggesa isu kebersihan lingkungan, terutama di kawasan pemerintahan,” tegas Muzamil.
Ka DLHK Rohul Diduga Korupsi Suku Cadang Angkutan Sampah di Ujung Batu
Ujung Batu, katakabar.com - Pengelolaan sampah 'amburadul', Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan atau Ka DLHK Kabupaten Rokan Hulu dituding diduga korupsi suku cadang angkutan sampah di Ujung Batu. Untuk itu, Kejaksaan Negeri atau Kejari Pasir Pengaraian dituntut melakukan pemeriksaan terhadap Ka DLHK Kabupaten Rokan Hulu, Soeparno. Kuat dugaan Soeparno bermain mata dengan seorang penanggungjawab suku cadang mobil angkutan sampah di dua TPA, Pasir Pengaraian dan Ujung Batu. Permasalahan pengelolaan angkutan sampah di Tempat Pemerosesan Akhir atau TPA kembali menjadi sorotan. Bukan hal baru, persoalan ini sempat mencuat beberapa bulan terakhir, kali ini eskalasinya semakin meningkat. Tak hanya satu, tapi disinyalir ada beberapa temuan terkait sistem pengelolaan angkutan sampah di UPT Pengelolaan Sampah DLHK Rokan Hulu yang cukup menyita perhatian, yakni Persoalan "permainan" di beberapa rekening anggaran menjadi yang paling utama, di antaranya rekening belanja bahan bakar minyak atau BBM, dan belanja suku cadang kendaraan bermotor. Indikasi yang berkembang, terdapat dugaan realisasi kegiatan yang tidak sesuai dengan perencanaan. Parahnya lagi, kepada wartawan Minggu (11/5), sumber internal, yang identitasnya minta dirahasiakan menyebutkan, volume serta standar satuan harga atau SSH untuk setiap item anggaran pun tidak sesuai realisasi di lapangan. "Di perencanaan jelas, operasional angkutan dan alat berat menggunakan BBM industri, namun pelaksanaan nya menggunakan BBM subsidi," jelasnya.
Bersama Puluhan Anak Muda, Wakil Wali Kota Binjai Gelar Aksi Pungut Sampah di Lapangan Merdeka
Wakil Wali Kota Binjai, Hasanul Jihadi, bersama komunitas Gelombang Muda melakukan gerakan aksi pungut sampah sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat pentingnya menjaga kebersihan lingkungan di Lapangan Merdeka Binjai
Tertibkan Sampah Liar di Jalan Nelayan, Wabup Perintahkan Pasang Portal dan Pengawasan Terpadu
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Kepulauan Meranti bergerak cepat tangani persoalan penumpukan sampah liar di kawasan Jalan Nelayan, atau belakang PLN Selatpanjang. Di mana Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin SM MM, turun langsung ke lapangan tinjau lokasi, Jumat (21/3) pagi. Sebagai bagian dari langkah penertiban, penutupan sementara akses jalan ke lokasi pembuangan menjadi keputusan awal yang diambil. Pemerintah memindahkan seluruh tumpukan sampah ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Gogok sebagai solusi tanggap darurat. “Kita tidak bisa membiarkan ini terus berulang. Selain mencemari lingkungan, ini menimbulkan kesan bahwa kota kita tidak dikelola dengan baik. Ini soal tata kelola, soal wajah daerah,” tegas Muzamil. Menurut Wakil Bupati Kepulauan Meranti, bakal ada pengawasan terpadu untuk mencegah masyarakat kembali membuang sampah di lokasi tersebut. Ia telah memerintahkan Satpol PP, pihak kecamatan dan kelurahan hingga bantuan aparat kepolisian, untuk melakukan patroli rutin dan berjaga di titik rawan.
Tunggakan Gaji Petugas Pengakut Sampah Binjai Dibayar, Jiji : Pemko mohon maaf
Binjai, Katakabar.com - Wakil Walikota Binjai Hasanul Jihadi, angkat bicara terkait mogoknya petugas angkut sampah dikarena 2 bulan gaji tak dibayar. Menurut...
Petugas Mogok, Gaji 2 Bulan Tak Dibayar, Tumpukan Sampah Warnai Jalanan di Kota Binjai
Binjai, Katakabar.com - Tumpukan sampah dibeberapa titik di kawasan Kota Binjai, Sumatera Utara, sejak pagi hingga siang hari tidak kunjung dibersihkan o...