PTPN I
Sorotan terbaru dari Tag # PTPN I
PTPN I Dorong Mitra Binaan Tembus Kompetisi Kopi Dunia
Jakarta, katakabar.com - PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I), Subholding Perkebunan Nusantara, terus mendorong penguatan hilirisasi komoditas melalui pembinaan mitra. Salah satu hasilnya ditunjukkan Dedi Ramdani, peracik kopi spesial mitra binaan PTPN I Regional 2, yang meraih silver winner di ajang Dry Arabica Champions Session 5 di Jakarta, akhir Januari 2026 lalu. Dari kompetisi tingkat nasional tersebut, Dedi berhak melaju ke kejuaraan tingkat dunia yang akan berlangsung di Manila, Filipina pada Maret 2026. Pria yang telah menjadi mitra PTPN I sejak 2002 itu fokus pada pengolahan pascapanen kopi. Untuk menghasilkan kualitas terbaik, ia memilih bahan baku dari kebun di sekitar tempat tinggalnya di Pangalengan, Kabupaten Bandung. “Alhamdulillah, atas dukungan penuh dari PTPN (PTPN I Regional 2), saya bisa sampai di sini. Saya sudah menjadi mitra binaan PTPN sejak 20 tahun yang lalu, tepatnya tahun 2002. Saya dibina, dipinjami modal usaha, dan mendapat banyak kesempatan untuk pameran dan ikut berbagai even. Salah satunya even ini. Alhamdulillah saya lolos untuk maju ke level internasional Maret nanti,” kata Dedi Ramdani di Bandung. Keberhasilan ini tidak hanya menghadirkan prestasi nasional, tetapi juga menjadi tiket bagi kopi Indonesia untuk melaju ke babak final dunia. Dengan teknik natural anaerob yang digunakan, Dedi akan bersaing dengan para peracik kopi kelas dunia. Prestasi tersebut diraih melalui proses seleksi ketat sejak November 2025, dengan persaingan dari 70 pengolah kopi terbaik dari seluruh Indonesia. Kopi olahan Dedi mencatatkan skor 83,64, yang termasuk kategori specialty coffee dengan standar tinggi. Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, mengatakan capaian ini bagian dari implementasi strategi hilirisasi yang dijalankan perusahaan sebagai bagian dari Holding Perkebunan Nusantara. "Pencapaian Pak Dedi adalah bukti konkret implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto terkait penguatan ekonomi kerakyatan dan hilirisasi produk pertanian. Kami di PTPN I tidak hanya fokus pada produksi hulu, tetapi juga memastikan petani/ mitra binaan kami memiliki keahlian pasca-panen tingkat tinggi agar produk mereka memiliki nilai tambah yang luar biasa di pasar global," ucap Teddy Yunirman Danas di Jakarta, di pekan kedua Februari 2026 lalu. Region Head PTPN I Regional 2, Desmanto, menimpali pendampingan terhadap mitra binaan akan terus diperkuat guna menjaga keberlanjutan prestasi tersebut. "Kami di Regional 2 sangat bangga melihat mitra binaan kami melaju ke Filipina. Kami telah mendampingi perjalanan Dedi sejak lama, dan pencapaian skor 83,64 dalam kategori specialty coffee adalah bukti kualitas kopi Pangalengan yang luar biasa. Kami siap mendukung penuh kebutuhan teknis maupun promosi untuk laga dunia nanti," ulas Desmanto. Secara ekonomi, kualitas kopi yang dihasilkan juga telah teruji di pasar. Produk kopi Dedi diminati berbagai kafe di Indonesia dengan harga mencapai Rp300.000 per kilogram, menunjukkan daya saing tinggi di segmen specialty coffee. Bagi Dedi, perjalanan panjang sebagai mitra binaan PTPN I menjadi faktor penting dalam pencapaian saat ini. "Saya sangat berterima kasih atas dukungan PTPN I selama ini. Selain permodalan, kami dibekali pelatihan teknis dan dilibatkan dalam berbagai event strategis. "Dukungan inilah yang membuat brand kami dikenal dan membuka jalan bagi kami untuk masuk ke pasar internasional. Kemenangan ini adalah kemenangan bersama untuk seluruh petani binaan PTPN," tutur Dedi. Ke depan, keberhasilan ini diharapkan semakin meningkatkan kepercayaan pasar terhadap kualitas kopi Indonesia, sekaligus memperkuat peran PTPN I dalam mendorong hilirisasi dan pengembangan komoditas perkebunan berbasis nilai tambah.
Kembangkan Hilirisasi, PTPN I Fokus Replanting di Pulau Seram
Maluku, katakabar.com - PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I), subholding Perkebunan Nusantara, percepat program hilirisasi kelapa melalui rencana tanam ulang (replanting) di Kebun Awaya, PTPN I Regional 8, Pulau Seram, Maluku. Komitmen tersebut disampaikan Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, saat kunjungan kerja ke Kebun Awaya, di pekan pertama April 2026 lalu, sekaligus mendorong percepatan implementasi program strategis perusahaan di wilayah tersebut. Pada tahap awal, PTPN I bakal melaksanakan program replanting seluas 500 hektare pada 2026. Program ini akan dilanjutkan secara bertahap hingga mencapai total 3.100 hektare di areal Kebun Awaya. Kunjungan tersebut disambut oleh Manager Kebun Awaya, Freddy B.R. Hutahaean, yang menyampaikan kesiapan jajaran kebun mendukung agenda strategis perusahaan. Ia menegaskan Kebun Awaya memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sentra produksi dan pengolahan kelapa terintegrasi di kawasan timur Indonesia. Dalam arahannya, Teddy Yunirman Danas mendorong seluruh karyawan untuk menjaga semangat dan optimisme dalam mengelola potensi kebun, serta menjadikan Kebun Awaya sebagai titik awal (groundbreaking) hilirisasi kelapa di lingkungan PTPN I. “Potensi Kebun Awaya harus dimaksimalkan melalui langkah konkret dan terukur. Program replanting seluas 500 hektare pada tahun 2026 dan 1.000 hektare pada tahun 2027 harus menjadi momentum peningkatan produktivitas, baik dari sisi on farm maupun off farm,” ujarnya. Teddy menekankan pentingnya penguatan budaya kerja melalui konsep 3 on 3 sebagai fondasi transformasi perusahaan. Konsep tersebut meliputi Owner's Mindset, yaitu pola pikir sebagai pemilik perusahaan dengan memahami proses bisnis secara menyeluruh serta mempertimbangkan aspek cost and benefit dalam setiap pekerjaan. Selain itu, Networking menjadi elemen penting membangun kolaborasi yang memberikan nilai tambah, serta Excellence yang menekankan pencapaian kinerja sesuai tata kelola yang baik dengan perhitungan risiko yang terukur. Penerapan nilai 3 on 3 tersebut dinilai relevan dengan karakteristik Kebun Awaya yang memiliki luas areal sekitar 4.586 hektare, terdiri dari 3.100 hektare kebun kelapa dan 1.486 hektare kebun karet. Dengan dominasi komoditas kelapa, Kebun Awaya memiliki posisi strategis dalam mendukung pengembangan hilirisasi berbasis kawasan. Optimalisasi potensi ini akan dilakukan melalui program replanting, peningkatan produktivitas, serta penguatan proses produksi terintegrasi dari hulu hingga hilir. Teddy menegaskan keberhasilan hilirisasi tidak hanya ditentukan oleh luas areal dan kapasitas produksi, tetapi juga oleh kesiapan sumber daya manusia, disiplin operasional, serta kolaborasi lintas fungsi yang solid. Melalui implementasi prinsip Owner's Mindset, Networking, dan Excellence, Kebun Awaya diharapkan dapat menjadi model pengembangan hilirisasi kelapa di Regional 8 sekaligus memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan nilai tambah perusahaan. Kunjungan kerja ini turut dihadiri Kepala Divisi Sekretariat Perusahaan, Aris Handoyo, Head of PMO Hilirisasi Perkebunan, Tri Susanto, serta seluruh karyawan Kebun Awaya. Sejalan dengan arah transformasi Holding Perkebunan Nusantara, langkah ini menegaskan komitmen perusahaan dalam mendorong transformasi bisnis, memperkuat daya saing komoditas perkebunan, serta memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian daerah dan nasional.
Akselerasi Ketahanan Pangan, PTPN I Bangun Ekosistem Terintegrasi di Bone
Bone, katakabar.com – PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I), subholding dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), terus perkuat perannya dukung ketahanan pangan nasional melalui pengembangan hilirisasi terintegrasi di wilayah Indonesia Timur. Upaya tersebut ditandai dengan kegiatan site visit lahan sekaligus penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang dilaksanakan di Kebun Camming, Kabupaten Bone, di awal April 2026 lalu. Inisiatif ini menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem industri peternakan ayam terintegrasi yang modern dan berkelanjutan. Kerja sama strategis ini melibatkan tiga entitas utama, yakni PTPN I, PT Berdikari, dan PT UGI Agri Harapan Indonesia. Kolaborasi tersebut dirancang untuk mengintegrasikan kekuatan aset lahan perkebunan, teknologi peternakan, serta akses pasar dalam satu rantai pasok yang terstruktur dan efisien. Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, menegaskan inisiatif ini tidak hanya berorientasi pada pengembangan bisnis, tetapi juga merupakan bagian dari kontribusi BUMN dukung kedaulatan pangan nasional. "Kerja sama ini adalah bentuk sinergi murni untuk kemaslahatan bersama. Kami memberikan dukungan penuh agar target pembangunan infrastruktur krusial seperti Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU), fasilitas cold storage, hingga unit feedstock, dapat berdiri kokoh dan mulai beroperasi dalam satu tahun ke depan," ujar Teddy. Dukungan terhadap percepatan program ini juga datang dari Pemerintah Pusat. Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Kementerian Pertanian RI, Dr. drh. Makmun, MSc, menjelaskan proyek di Bone menjadi perhatian langsung Menteri Pertanian, sehingga proses perizinan diharapkan dapat berjalan lebih cepat dan efektif. "Kami sepakat untuk bergerak cepat. Peresmian kerja sama langsung di lokasi ini adalah instrumen hukum penting bagi kami untuk mengakselerasi segala perizinan yang dibutuhkan, sehingga manfaat program ini dapat segera dirasakan oleh masyarakat luas," kata Makmun. Dari sisi mitra, PT Berdikari, menyatakan kesiapan dukung implementasi proyek, khususnya pada aspek teknologi dan distribusi. Direktur Keuangan & SDM PT Berdikari, M. Kaspiyah, menilai sinergi antara pemanfaatan lahan PTPN dan keunggulan teknis Berdikari menjadi faktor kunci dalam keberhasilan program hilirisasi ini. Rangkaian kegiatan ditutup dengan peninjauan lapangan guna memastikan kesiapan lahan sebagai fondasi utama pelaksanaan program. Dengan dukungan berbagai pihak, termasuk PT Tiran Nusantara Grup dan PT UGI Agri Harapan Indonesia, proyek ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan industri peternakan terintegrasi yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan. Sejalan dengan arah transformasi Holding Perkebunan Nusantara, penguatan hilirisasi dan integrasi bisnis menjadi salah satu strategi utama dalam menciptakan nilai tambah serta memperluas kontribusi perusahaan terhadap ketahanan pangan nasional.
PTPN I Latih Pemandu Wisata TNGL Implementasi Program TJSL Holding Perkebunan Nusantara
Langkat, katakabar.com - PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) Holding Perkebunan Nusantara terus perkuat kontribusi pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat sekitar kawasan konservasi. Di antaranya lewat pelatihan pemandu wisata profesional di Bukit Lawang, pintu gerbang utama Taman Nasional Gunung Leuser, yang digelar PTPN I Regional 1, di pekan kedua November 2025 lalu. Total 50 peserta, meliputi pemandu wisata lokal dan anggota Perhimpunan Pramuwisata Indonesia (PPI), mengikuti pelatihan angkat tema “Heroes of Hospitality: Menjaga Alam, Menyapa Dunia”. Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan BenihBaik.com sebagai mitra pelaksana CSR tersertifikasi. Region Head PTPN I Regional 1, Wispramono Budiman membuka kegiatan sekaligus menegaskan komitmen perusahaan untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya ekonomi masyarakat dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan. “Sinergi antara Perusahaan dengan lingkungan sekitar menjadi keharusan dan tugas moral Perusahaan. Untuk itu, kami merasa ikut bertanggung jawab untuk mengembangkan potensi kawasan pariwisata di Kabupaten Langkat agar lebih baik lagi. Kita semua ingin masyarakat mendapat manfaat maksimal, tetapi alam lingkungan tetap lestari,” ujar Wispramono. Program pelatihan ini bagian dari implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PTPN I yang difokuskan pada peningkatan kapasitas SDM sektor pariwisata. BenihBaik.com menyusun program pelatihan tiga materi utama, pertama, Etika Pariwisata dan Keramahan Lokal, disampaikan Gilang Ahmad Fauzi, pakar pariwisata inklusif. Kedua, Rescue dan Pertolongan Pertama (P3K), disampaikan oleh Azhar, praktisi keselamatan wisata, dan Fotografi Handphone untuk Promosi Pariwisata, untuk melatih peserta memanfaatkan smartphone dalam dokumentasi wisata. Wispramono menekankan ketiga materi tersebut merupakan elemen dasar yang wajib dimiliki pemandu wisata alam, terutama di kawasan berisiko tinggi seperti Taman Nasional Gunung Leuser. “Objek wisata di sini berbasis alam, sehingga masuk kategori risiko tinggi. Para pramuwisata harus paham betul penanganan keselamatan. Sedang fotografi handphone adalah keterampilan penting agar pemandu tidak gaptek dan mampu mendukung promosi wisata,” jelasnya. Investasi Keberlanjutan Lingkungan dan Ekonomi Direktur Utama PTPN I, Teddy Yarman Danas, menyampaikan inisiatif ini merupakan praktik nyata dari filosofi bisnis berkelanjutan yang dianut perusahaan. “Kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, khususnya Bukit Lawang adalah aset alam luar biasa yang harus dijaga. Pelatihan ini bukan hanya sekadar program TJSL, tetapi investasi jangka panjang pada keberlanjutan lingkungan dan ekonomi masyarakat. Dengan pemandu wisata yang profesional dan berwawasan konservasi, kita memastikan pengalaman terbaik bagi wisatawan, sekaligus menjaga kelestarian alam dan ekosistem DAS sebagai warisan untuk generasi mendatang,” tegas Teddy. Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN I, Tio Handoko, menimpali kegiatan ini perkuat pilar Environmental dan Social dalam strategi ESG yang diterapkan Holding Perkebunan Nusantara.
PTPN I Siapkan Banyuwangi Model Kebun Kelapa Genjah Nasional
Banyuwangi, katakabar.com - PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I), bagian dari Holding Perkebunan Nusantara di bawah PTPN III (Persero), terus memperkuat komitmen dukung Program Hilirisasi Perkebunan yang digagas Pemerintah Republik Indonesia. Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, melakukan peninjauan langsung ke lokasi persiapan penanaman kelapa seluas 50 hektare di Regional 5, Banyuwangi, Jawa Timur, di pekan keempat Oktober 2025 lalu. Peninjauan dilakukan di Afdeling Sidomulyo Kampe, Kebun Pasewaran, yang ditetapkan sebagai kebun percontohan untuk pengembangan kelapa secara lebih luas di seluruh unit PTPN I. Di kunjungan tersebut, Teddy meninjau detail teknis persiapan, mulai dari jarak tanam, dimensi lubang, jenis pupuk, hingga aspek agronomis lainnya. Ia meminta penjelasan terkait karakteristik dan potensi varietas kelapa yang akan ditanam. Manajer Kebun Pasewaran, Ardi Arjasa, dalam laporannya menjelaskan demplot perdana akan menggunakan varietas kelapa genjah, yaitu Kelapa Merah Bali dan Entog Kebumen. Kedua varietas tersebut dipilih karena memiliki sejumlah keunggulan, antara lain cepat berbuah di usia 3-4 tahun, masa produktif hingga 25 tahun, potensi produksi tinggi, jumlah buah melimpah, serta kandungan santan yang lebih tinggi. “Jenis kelapa ini toleran di ketinggian hingga 500 meter di atas permukaan laut, sehingga sangat sesuai untuk kondisi agroklimat di lokasi ini. Kami telah menyiapkan demplot seluas 50 hektare dan akan segera memulai tanam perdana,” kata Ardi. Usai melakukan peninjauan, Teddy menyampaikan apresiasi dan optimisme terhadap pengembangan komoditas kelapa ini. Ia menegaskan bahwa penanaman kelapa genjah merupakan langkah strategis yang sejalan dengan mandat hilirisasi dari Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Pertanian. “Kita pernah mengembangkan kelapa di beberapa unit, tetapi tidak berlanjut. Kini, kita memulai kembali sebagai respons atas kebutuhan pasar dan potensi ekonomi yang besar. Ini tindak lanjut dari Program Hilirisasi Perkebunan yang dicanangkan Presiden. Pastikan seluruh SOP agronomis dan teknis diimplementasikan sesuai standar,” tegas Teddy. Menurut Teddy, PTPN I, sebagai Subholding SupportingCo yang mengelola berbagai komoditas strategis seperti karet, kopi, kakao, kelapa, dan tembakau, berkomitmen untuk memperkuat nilai tambah produk perkebunan melalui diversifikasi dan hilirisasi. “Melalui pengembangan kelapa genjah ini, kami ingin mendorong terciptanya nilai tambah dari hasil perkebunan rakyat dan perusahaan. Kami berharap Kebun Pasewaran menjadi pusat percontohan budidaya dan inovasi kelapa di lingkungan PTPN I,” jelasnya. Sekretaris Perusahaan PTPN I, Aris Handoyo, menimpali program ini fondasi penting membangun rantai nilai industri kelapa yang terintegrasi di masa depan. “Penanaman kelapa genjah ini adalah fondasi hulu yang sangat penting dalam mensukseskan Hilirisasi Perkebunan Pemerintah. Komitmen PTPN I bukan hanya menanam, tetapi memastikan terbentuknya rantai pasok yang terintegrasi sehingga kelapa dapat menghasilkan produk bernilai tambah tinggi. Setiap aset dan sumber daya PTPN I harus bekerja optimal dalam mendukung program nasional,” ucap Aris.
Banaran Trail Run 2025, PTPN I Dorong Efek Ekonomi Daerah Lewat Olahraga dan Wisata
Semarang, katakabar.com - Gelaran Banaran Trail Run 2025 yang diselenggarakan oleh PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I), bagian dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), membawa dampak ekonomi nyata bagi masyarakat sekitar Kampoeng Kopi Banaran, Ambarawa, Kabupaten Semarang. Ajang olahraga lintas alam ini menyedot peserta dari berbagai daerah di Indonesia bahkan mancanegara. Tiga hari menjelang pelaksanaan lomba, Minggu (2/11) lalu, hotel, penginapan, dan homestay di kawasan Ambarawa dilaporkan penuh. “Kami terpaksa menginap di Semarang karena semua penginapan di sekitar Ambarawa sudah penuh sejak jauh hari. Awalnya ingin menginap di dalam kawasan Kampoeng Banaran, tapi ternyata sudah full booked. Jadi kami harus berangkat lebih pagi ke lokasi,” kata Damar, peserta asal Lampung, Sabtu (1/11). Keramaian peserta dan pengunjung Banaran Trail Run turut menjadi berkah bagi masyarakat sekitar. Selain sektor perhotelan, para pelaku usaha kuliner, transportasi, hingga pedagang kaki lima ikut menikmati peningkatan pendapatan. “Alhamdulillah kegiatan yang kami gelar membawa berkah bagi masyarakat sekitar. Keramaian ini memberi efek ekonomi yang besar, dan keramahan masyarakat lokal menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta dari luar daerah. Bahkan warung-warung kecil pun ikut laris,” ceruta General Manager Kampoeng Kopi Banaran, M. Sunhaji, lewat keterangan resmi. Atmosfer ekonomi yang semarak ini juga menjadi perhatian khusus Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, yang hadir langsung di lokasi acara sehari sebelum lomba dimulai. “Kami sangat bersyukur atas antusiasme yang luar biasa. Berdasarkan laporan, tingkat okupansi hotel dan penginapan di radius 20 kilometer dari lokasi sudah penuh sejak H-3. Ini berkah besar bagi ekonomi masyarakat sekitar,” ucap Teddy Yunirman Danas. Dijelaskan Teddy, efek berantai dari penuhnya hunian hotel meluas ke berbagai sektor. “Dampaknya tidak hanya pada hotel, tetapi juga pada para pekerja pendukung, pemasok bahan pangan dari petani, serta pelaku UMKM lokal seperti kuliner dan transportasi yang mengalami peningkatan omzet signifikan,” tuturnya. Sementara, SEVP Operation PTPN I Regional 3, Budiono, menyampaikan komitmen perusahaan untuk menjadikan Banaran Trail Run sebagai agenda tahunan berkelanjutan yang tidak hanya berorientasi pada promosi gaya hidup sehat, tetapi sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat. “Komitmen kami tidak hanya menghasilkan produk perkebunan terbaik, tetapi juga memberdayakan masyarakat melalui pariwisata. Event ini membuktikan bahwa aset perkebunan bisa menjadi motor penggerak kesejahteraan bersama,” terang Budiono, yang juga bergelar doktor. Sekretaris Perusahaan PTPN I, Aris Handoyo, aminkan Budiono. Menurutnya, dampak ekonomi ke masyarakat sekitar mencerminkan sinergi antara bisnis perkebunan dan potensi wisata daerah. “Banaran Trail Run adalah wujud nyata integrasi antara core business perkebunan dengan tanggung jawab sosial. Perkebunan bukan hanya ladang produksi, tetapi juga destinasi yang mampu menggerakkan ekonomi lokal secara berkelanjutan,” kata Aris Handoyo.
Holding PTPN Dukung Gerakan Hijau, PTPN I Bagikan Bibit Bambu di RAF 2025
Bogor, katakabar.com - Sebagai bentuk komitmen pelestarian lingkungan, Holding Perkebunan Nusantara melalui PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) melanjutkan program Tanam Sejuta Pohon dengan membagikan ratusan bibit bambu dan tanaman buah di acara Rekkam Art Festival 2025 Volume 8, yang digelar di Alun-Alun Kota Bogor, Sabtu (25/10) lalu. Kegiatan ini berkat kolaborasi antara PTPN I dan para seniman pegiat lingkungan, sekaligus bentuk dukungan perusahaan terhadap festival seni bertema etnik “Suluh Ka Sukma, Tengtrem Ka Jiwa, Bagja Ka Bumi”, yang bermakna menghidupkan sukma, menentramkan jiwa, dan menjaga kelestarian bumi. Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, menyampaikan langkah kolaboratif ini bagian dari upaya perusahaan dalam mengedepankan nilai keberlanjutan (sustainability) di setiap aspek bisnis dan sosial. “Kami sangat mendukung setiap inisiatif yang mendorong kesadaran dan aksi nyata pelestarian alam. Kolaborasi ini adalah wujud nyata komitmen PTPN I untuk tidak hanya berfokus pada kinerja bisnis, tetapi juga pada tanggung jawab sosial dan lingkungan. Rekkam Art Festival ini sangat menarik karena diinisiasi oleh para seniman sekaligus pegiat lingkungan,” ujar Teddy Yunirman Danas. Kata Teddy, gerakan menanam pohon merupakan langkah konkret perusahaan dalam mencegah deforestasi dan menjaga keseimbangan ekosistem. Menurutnya, pelestarian lingkungan tidak harus selalu dilakukan melalui jalur birokrasi atau regulasi, tetapi bisa digerakkan oleh siapa pun yang memiliki kepedulian terhadap alam. “Upaya mencegah deforestasi bisa dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk komunitas kreatif seperti ini. Kami ingin terus menginspirasi masyarakat untuk ikut terlibat dalam menjaga bumi,” tambahnya. Sementara, Sekretaris Perusahaan PTPN I, Aris Handoyo, menegaskan kegiatan ini bagian dari strategi perusahaan dalam memperluas jejaring kolaborasi lintas sektor untuk mencapai keberlanjutan ekosistem lingkungan. “Penyaluran bibit ini menjadi bentuk sinergi PTPN I dalam mendukung program penghijauan, konservasi lingkungan, serta pengelolaan sampah yang terintegrasi menuju keberlanjutan ekosistem yang lebih baik. Kami percaya keberhasilan gerakan penghijauan membutuhkan partisipasi aktif dari pemerintah, swasta, akademisi, aktivis, dan seluruh elemen masyarakat,” ucap Aris. Di lapangan, kegiatan ini dilaksanakan tim PTPN I Regional 2. Asisten Manajer Legal dan Umum PTPN I Regional 2, Asep Zaenal Muttaqin, menjelaskan program ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan untuk mendukung masyarakat menjaga keseimbangan lingkungan. “Bibit tanaman buah, kayu, termasuk bibit bambu dari PTPN I ini disalurkan untuk kegiatan penanaman pohon, guna menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian alam dan lingkungan sekitar,” tuturnya. Kegiatan tersebut masuk rangkaian Calendar of Event Kota Bogor 2025, yang berkolaborasi dengan Yayasan Rumah Kreatif Keboen Sastra. Di kegiatan sebanyak 350 bibit pohon diserahkan secara simbolis kepada yayasan tersebut, terdiri atas 200 bibit bambu dan 150 bibit tanaman buah. Penyerahan bibit ini turut disaksikan oleh Menteri Kebudayaan yang hadir dalam rangkaian acara Rekkam Art Festival 2025.
Kejati Sumut Amankan Rp150 Miliar dari Perkara Tipikor Penjualan Aset PTPN I Regional I
Kejatisu amankan 150 miliar atas penjualan asset PTPN I dengan menetapkan 3 tersangka
Hilirisasi Perkebunan Misi Nasional, PTPN I Ambil Peran Strategis di Bawah Holding PTPN
Bandar Lampung, katakabar.com - Pemerintah anggarkan sebesar Rp371 triliun untuk program hilirisasi bidang perkebunan. Dari angka ini, sebanyak Rp88,7 triliun bakal dilaksanakan oleh Holding Perkebunan Nusantara atau PTPN Group dengan beberapa komoditas core business-nya. Sedang, PTPN I sebagai subholding PTPN Group mendapat alokasi Rp7 triliun untuk pengembangan komoditas kelapa, kakao, kopi, dan mete. Program hilirisasi di bidang perkebunan ini dinilai sangat kuat korelasinya dengan visi PTPN I. Soalnya, selain untuk mendongkrak kinerja dan produktivitas, program ini "mendayung" misi pengentasan kemiskinan, dan perluasan lapangan kerja. Pada konteks ini, PTPN I sebagai perusahaan padat karya, tersebar di pelosok negeri, dan berada di simpul-simpul kemiskinan sangat relevan menjalankan misi hilirisasi nasional. Pernyataan itu disampaikan Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas usai mengikuti Rapat Kordinasi Dirjen Perkebunan yang membahas implementasi Program Hilirisasi yang menjadi domain PTPN Group di Bandar Lampung, Kamis (18/9) lalu. Kata Teddy, melalui keterangan resmi diterima katakabar.com, Kamis siang, PTPN I sebagai Subholding SupportingCo yang mendapat mandat pengelolaan karet, kakao, kopi, dan rupa-rupa komoditas pada PTPN Group memiliki kelebihan komparatif untuk menjalankan program hilirisasi. "Pemerintah menggulirkan Program Hilirisasi ini kan ibarat pepatah, sekali dayung dua tiga pulau terlampaui. Pertama, industri dipacu untuk tumbuh, ekonomi kawasan bergulir lebih cepat, tenaga kerja terserap, kemiskinan berkurang. Ini sebangun dengan visi-misi didirikannya PTPN di masa lampau. Artinya, PTPN I sudah berada pada track tersebut," ujarnya. Rapat Kordinasi atau Rakor dipimpin Dirjen Perkebunan pada Kementerian Pertanian, Abdul Roni Angkat. Ia didampingi Rizal H. Damanik, Direktur Produksi dan Pengembangan PTPN Group (PTPN III Holding), Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), Mahmudi, Direktur PTPN IV, Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN I, Tio Handoko, Region Head PTPN I Regional 7, Tuhu Bangun, Region Head PTPN IV Regional 7, Denny Ramadhan, dan beberapa pejabat utama di lingkungan PTPN Group. Hadir pula dari PT Riset Perkebunan Nusantara, dari Badan Riset Nasional atau BRIN, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Lampung, dan Kepala Balai Pelatihan Pertanian Lampung, Adi Sastriadi Sutisna, dan jajaran. Pada pengantarnya, Dirjenbun, Abdul Roni Angkat gelar roadmap program hilirisasi di sektor perkebunan, dan menunjukkan posisi atau progresnya saat ini. Roni, sapaan singkat Abdul Roni Angkat, mengatakan saat ini pemerintah sedang mengejar ketertinggalan dan bergerak secara progresif untuk menjawab banyak problem yang terjadi di masyarakat. Antara lain dengan memberi stimulus ekonomi supaya bergulir lebih cepat dan merancang program untuk percepatan pengentasan kemiskinan dan terbukanya lapangan kerja baru. "Program hilirisasi ini harus cepat direalisasikan. Dalam tiga tahun ke depan, target pemerintah bisa menurunkan angka kemiskinan dari sekarang 26 juta menjadi enam juta. Artinya, kita harus entaskan 20 juta rumah tangga dari garis kemiskinan. Demikian juga dengan lapangan kerja, ini harus segera terjawab. Pada domain Perkebunan, kita targetkan 8,6 juta tenaga kerja yang terserap. Ini harus dipastikan berjalan sesuai rencana," urai Dirjen yang pernah bertugas di Lampung sebagai Kepala Bapeltan selama empat tahun itu. Di sesi itu, Dirjen Perkebunan meminta tiga kluster pada PTPN Group untuk mempresentasikan progres yang telah disusun untuk segera diputuskan. Antara lain dari PTPN I Supporting Co yang dalam konteks Program Hilirisasi ini memiliki komoditas kelapa, kakao, kopi, dan mete. Lalu, PTPN IV Palm Co yang khusus menjalankan beberapa program hilirisasi sektor kelapa sawit dan produk-produk turunannya. Dilanjutkan PT Sinergi Gula Nusantara atau SGN yang mendapat mandat khusus dalam perluasan dan hilirisasi sektor gula.
PTPN I Subholding Holding PTPN Perkuat Peran Program 8+4+5 Termasuk Replanting
Jakarta, katakabar.com - Pemerintah resmi luncurkan Paket Stimulus Ekonomi 2025 yang dikenal dengan program 8+4+5, berisi delapan program akselerasi tahun 2025, empat program lanjutan tahun 2026, serta lima program penyerapan tenaga kerja. Sejumlah poin dalam kebijakan ini beririsan langsung dengan operasional PTPN I, subholding SupportingCo di bawah naungan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero). Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan yang dicanangkan Presiden RI, H Prabowo Subianto. “Kami sangat mendukung visi Bapak Presiden dengan diluncurkannya Paket Stimulus Ekonomi tahun 2025 ini. Hampir semua poin program beririsan dengan operasional kami di PTPN I. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang untuk memperkuat peran kami dalam mendukung kebijakan pemerintah,” ujarnya di Jakarta, di pekan kedua September 2025 lalu. Beberapa program yang selaras dengan kegiatan PTPN I antara lain ketahanan pangan, penyerapan tenaga kerja, serta replanting perkebunan rakyat. Dalam mendukung program ketahanan pangan, PTPN I aktif bekerja sama dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Perum Bulog melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk memastikan ketersediaan pasokan pangan yang stabil dan terjangkau bagi masyarakat. Selain itu, PTPN I berkontribusi melalui Program Magang Berkarya (Gaya) dengan menerima ratusan lulusan perguruan tinggi untuk mengikuti magang selama enam bulan, baik di kantor pusat maupun di berbagai kantor regional di Aceh, Sumatera, Jawa, hingga Makassar. “Program ini sejalan dengan komitmen kami untuk menyiapkan talenta muda yang kompeten dan siap kerja, dengan uang saku setara UMP sebesar Rp3,3 juta per bulan,” kata Teddy. Dalam Program Padat Karya Tunai (Cash for Work), PTPN I membuka kesempatan kerja harian di sektor perkebunan. Langkah ini selain mendukung kebijakan pemerintah, juga membantu meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar wilayah operasional. Ia menyambut positif program percepatan deregulasi yang dicanangkan pemerintah. “Kebijakan deregulasi akan mempermudah dan mempercepat proses bisnis, meningkatkan efisiensi operasional, serta mendorong pertumbuhan PTPN I di masa mendatang,” jelasnya.