Temuan PHR Teranyar, Harta Karun Terpendam Hasilkan 795 Barel Minyak Per Hari di Sumur TOPI-002 Nasional
Nasional
Selasa, 28 April 2026 | 23:20 WIB

Temuan PHR Teranyar, Harta Karun Terpendam Hasilkan 795 Barel Minyak Per Hari di Sumur TOPI-002

Duri, katakabar.com - SKK Migas dan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) berhasil membuktikan lapangan tua masih menyimpan potensi raksasa belum sepenuhnya terjamah, di tengah tantangan penurunan produksi di lapangan minyak Blok Rokan, Sumur pengembangan teranyar, TOPI-002, yang terletak di struktur Karangan atau sekitar 20 kilometer dari Kota Duri secara mengejutkan mencatatkan produksi awal (initial production) sebesar 795 barel minyak per hari (BOPD). Angka ini menjadi suntikan energi baru bagi target lifting migas nasional. Keberhasilan ini diperoleh setelah tim teknis melakukan uji produksi pada lapisan Bekasap (BK2800 Lower). Hanya pada kedalaman 937–939 meter, sumur ini mampu menghasilkan minyak dengan volume yang signifikan, membuktikan bahwa strategi pengeboran di wilayah kerja (WK) Rokan masih sangat efektif. Tak hanya soal volume minyak, proyek ini juga menjadi tolok ukur efisiensi operasional PHR. Berikut ini rincian performa pengeborannya yakni teknologi metode Directional Drillingtipe J dengan dukungan Rig ACS#23 (750 HP). Kemudian..à secara durasi rampung dalam 25 hari hingga kedalaman akhir 1.136 meter MD. Dan, efisiensi biaya, proyek ini hanya menelan biaya USD 935 ribu, atau setara dengan 76 persen dari anggaran yang direncanakan. Artinya, tim berhasil menghemat biaya hingga 24 persen dari pagu awal. General Manager (GM) Zona Rokan PHR, Andre Wijanarko, menegaskan pencapaian ini buah dari perencanaan yang presisi dan eksekusi lapangan yang solid. "Keberhasilan sumur TOPI-002 adalah bukti bahwa optimasi di lapangan mature masih sangat mungkin. Kami tidak hanya mengejar volume, tapi juga memastikan setiap proses dan produksi dihasilkan dari proses yang efektif dan selamat," jelas Andre. Langkah selanjutnya, operator akan fokus pada uji produksi lanjutan untuk menentukan laju alir optimal. Hal ini krusial untuk menjaga reservoir dan meminimalisir risiko kadar air (water cut) yang tinggi, tantangan klasik di lapangan migas yang sudah matang. Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, dalam keterangan resminya menyambut baik pencapaian ini. Ia optimistis sumur TOPI-002 akan memberikan kontribusi dan dampak signifikan bagi ketahanan energi Indonesia. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah  Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan WK Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi WK Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten dan kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). WK Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina.

Perkuat Sinergi Mitigasi di Riau, PHR Tegaskan Kesiagaan Obvitnas dan Karhutla Lingkungan
Lingkungan
Sabtu, 25 April 2026 | 12:30 WIB

Perkuat Sinergi Mitigasi di Riau, PHR Tegaskan Kesiagaan Obvitnas dan Karhutla

Pekanbaru, katakabar.com - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) tegaskan kesiagaan penuh mengamankan kelancaran operasional Objek Vital Nasional (Obvitnas) dari ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Komitmen ini dibuktikan melalui peran aktif perusahaan sebagai tuan rumah Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Satuan Tugas Pengendalian Kebakaran Lahan di Lapangan Upacara Rumbai, Sabtu (25/4). General Manager PHR Zona Rokan, Andre Wijanarko, menyatakan stabilitas ekosistem lingkungan merupakan fondasi penting bagi keandalan produksi migas nasional. Ancaman Karhutla risiko operasional nyata berdampak langsung pada keandalan infrastruktur energi nasional dan keselamatan publik. "Penurunan visibilitas, gangguan kesehatan pekerja, serta ancaman terhadap keselamatan masyarakat sekitar risiko yang wajib kami mitigasi secara komprehensif sejak fase awal. Kesiagaan personel Fire Brigade dan formasi armada alat berat kami di lapangan hari ini merepresentasikan ketegasan PHR dalam melindungi aset negara sekaligus mengamankan ruang hidup masyarakat," tegas Andre. Kesiapan infrastruktur mitigasi di tingkat korporasi ini sejalan dengan strategi Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) merespons tantangan hidrometeorologis tahun 2026. Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq, yang bertindak langsung sebagai Pembina Apel, menekankan fokus pemerintah pada aktivasi early fire response (respons dini tingkat tapak). KLH/ BPLH mengapresiasi gelar kesiapan armada dan personel Kesiapsiagaan Pencegahan Karhutla di Lapangan Sanggar, PH Rumbai. Kesiapsiagaan sejak dini kata Hanif, sangat penting untuk menekan potensi terjadinya Karhutla terutama di wilayah rawan yang memiliki lahan gambut luas.  "Pengendalian Karhutla mewajibkan sinergi lintas sektor secara terpadu. Kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan dunia usaha adalah kunci utama mewujudkan lingkungan yang aman, bebas Karhutla, demi keberlanjutan ekosistem, serta kesehatan masyarakat luas," ucap Hanif di hadapan ratusan personel. Keterlibatan PHR dalam penanggulangan bencana lingkungan mencakup pelaksanaan protokol preventif ketat di area konsesi dan tindakan responsif pada eskalasi regional. Di periode siaga Idul Fitri 1447 Hijriah lalu, tim penanggulangan kebakaran PHR langsung diterjunkan untuk memberikan dukungan taktis pada operasi pemadaman Karhutla di wilayah Dumai. Di misi tersebut, PHR mengerahkan bantuan peralatan taktis dan personel guna membantu Satgas Gabungan (TNI, Polri, dan Manggala Agni) melokalisasi titik api di lahan gambut. Apel Kesiapsiagaan Karhutla 2026 ini melibatkan lebih dari 500 personel gabungan dari unsur TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, serta perwakilan lintas korporasi. Kolaborasi masif ini menjadi bentuk validasi kesiapan Provinsi Riau dalam mengamankan ruang wilayahnya dari potensi anomali cuaca ekstrem tahun ini.

Lewat UMKM, Kolaborasi MB dan PHR Buka Harapan Kemandirian Ekonomi Perempuan Ekonomi
Ekonomi
Rabu, 22 April 2026 | 15:09 WIB

Lewat UMKM, Kolaborasi MB dan PHR Buka Harapan Kemandirian Ekonomi Perempuan

Pekanbaru, katakabar.com - Sebuah perubahan besar sedang tumbuh dari tangan-tangan tangguh para perempuan di sudut Kota Pekanbaru. Komunitas Matahari Bertuah, dulunya hanya sekumpulan pelaku usaha kecil berjalan tanpa arah, kini bertransformasi jadi simbol keberdayaan ekonomi perempuan di tengah hiruk pikuk masyarakat Riau. Kesuksesan tidak datang tiba-tiba. Lahir pada 2022 lalu, Matahari Bertuah sempat melewati masa-masa sulit. Tanpa struktur kelembagaan yang jelas. Minimnya literasi bisnis kala itu, membuat komunitas ini hampir redup. Belum lagi kerumitan urusan legalitas dan administrasi sempat membuat semangat para anggotanya rontok satu per satu. "Jangan ragu untuk memulai, sebab usaha terbaik bukan yang paling sempurna, melainkan benar-benar dijalankan dengan keberanian," ujar Suci Angreini, Ketua Kelompok UMKM Matahari Bertuah, saat itu memotivasi rekan-rekannya.  Tetapi, titik balik itu datang di penghujung tahun 2025 melalui sentuhan Program Pengembangan UMKM Ekonomi Pemuda dan Perempuan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). Bukan sekadar memberikan dukungan, PHR hadir membuka akses dan membenahi fondasi penguatan UMKM dengan memfasilitasi pengurusan legalitas kelompok untuk penguatan kelembagaan agar lebih tertib dan diakui. Para pelaku usaha juga diberikan pelatihan pengelolaan usaha yang meliputai: administrasi, pembukuan, dan penguatan kapasitas serta pendampingan berkelanjutan agar perubahan kebiasaan usaha benar-benar berjalan. “Intervensi yang diberikan bukan sekadar bantuan sesaat, melainkan pembenahan fondasi yang meliputi fasilitasi legalitas kelompok, pelatihan tata kelola usaha, hingga pendampingan berkelanjutan,” ulas Suci. Ditengah dukungan PHR, Suci kian semangat, dan terus memotivasi para anggota dalam memulai usaha. Di bawah kepemimpinanya, kelompok ini mulai mempraktikkan disiplin baru: mencatat setiap rupiah yang keluar-masuk, membagi peran produksi secara profesional, hingga menjajaki dunia pemasaran digital. Hasil dari konsistensi ini mulai membuahkan hasil manis di kuartal pertama 2026. Aneka ragam produk yang awalnya muncul dari dapur sederhana kini tampil meramaikan pasar. Sebut saja seperti brownies kopi, brownies kukus ketan hitam, pie brownies dan pie susu diminati wisatawan baik lokal maupun mancanegara.  Matahari Bertuah mencatatkan rata-rata pemasukan mencapai Rp74 juta perbulan. Mereka membuktikan bahwa manajemen usaha yang tertata mampu menjadi pendorong ekonomi yang signifikan. Ini bukan hanya soal angka, dampak emosional pun terasa kuat. Para anggota yang sebelumnya didera kecemasan akan masa depan usaha, kini tampil lebih percaya diri. Keberhasilan ini semakin lengkap saat salah satu anggota mereka, seorang mahasiswi, berhasil menembus jajaran 10 besar finalis Rokan UMK Award 2025, ajang apresiasi UMKM Riau yang digelar PHR. Prestasi ini menegaskan pembinaan yang tepat mampu melahirkan wirausaha muda yang tangguh di masa depan. “UMKM Matahari Bertuah telah membuktikan kaum perempuan mampu menjadi aktor penggerak ekonomi bukan hanya bagi keluarga bahkan bagi daerah. Capaian ini sekaligus menjadi kado indah dalam semangat Hari Kartini. Kisah mereka adalah pengingat bahwa keterbatasan akses bukanlah akhir dari segalanya. Ketika perempuan diberikan ruang, dukungan, dan pendampingan yang tepat, mereka mampu mengubah keraguan menjadi kekuatan kolektif yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar,” cerita Manager CID PHR, Iwan Ridwan Faizal. Kini, Matahari Bertuah bukan lagi sekadar nama komunitas tempat berkumpulnya perempuan hebat, melainkan sebuah wadah kelembagaan yang sah dan siap menyongsong masa depan ekonomi yang berkelanjutan.

Setetes Energi Kehidupan, Pekerja PHR Sumbang Ratusan Kantong Darah Untuk PMI Kesehatan
Kesehatan
Jumat, 17 April 2026 | 19:10 WIB

Setetes Energi Kehidupan, Pekerja PHR Sumbang Ratusan Kantong Darah Untuk PMI

Pekanbaru, katakabar.com - Setiap kantong darah simpan kisah tentang nyawa menunggu untuk diselamatkan, seperti pasien yang berjuang di ruang perawatan, ibu yang membutuhkan transfusi saat persalinan, hingga korban kecelakaan yang bergantung pada ketersediaan darah tepat waktu. “Donor darah bentuk rasa syukur paling nyata. Ada kepuasan tersendiri saat setetes darah kita bagikan bisa menjadi penyambung nyawa bagi orang yang membutuhkan,” kata Luthfi Fathani, salah satu pekerja di PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona Rokan. Luthfi satu dari ratusan peserta berhasil sumbangkan 448 kantong darah pada kegiatan yang digelar di Gedung RCC Rumbai, Pekanbaru, Rabu (15/4). Ini bakti nyata, di tengah padatnya aktivitas operasional hulu migas, semangat kemanusiaan para pekerja tetap terpancar melalui aksi sosial ini. Bagi PHR, kegiatan donor darah tidak sekadar rutinitas medis. Kolaborasi antara Palang Merah Indonesia (PMI) dengan Bakoumkris, Badan Dakwah Islam PHR, dan Persatuan Wanita Patra (PWP) ini juga menjadi wadah bagi para pekerja untuk berbagi nilai-nilai kehidupan. “Dari sisi kampanye kesehatan, kegiatan donor darah ini mempromosikan gaya hidup sehat secara umum. Semangat mendonorkan darah akan membangkitkan motivasi untuk selalu hidup sehat dan menjaga derajat kesehatan yang tinggi,” ulas Ketua Pelaksana, Eka Pramana. Kegiatan ini disambut antusias oleh para pekerja, mitra kerja, serta masyarakat sekitar Komperta PHR Rumbai. Semangat kebersamaan dan gotong royong untuk kemanusiaan begitu terasa, menunjukkan kepedulian terhadap sesama tetap terjaga di tengah kesibukan. Pada kegiatan ini, antusias pendaftar mencapai 612 orang, melampaui target awal sebanyak 400 kantong darah. “Mesku tidak semua pendaftar lolos screening dan berkesempatan melakukan donor, namun tingginya angka ini menunjukkan bahwa kesadaran untuk berbagi dan kepedulian terhadap sesama di lingkungan PHR sangat tinggi,” cerita Eka. Seluruh darah yang terkumpul kemudian diserahkan kepada PMI Kota Pekanbaru. Ratusan kantong darah tersebut diharapkan dapat membantu menjaga ketersediaan stok darah bagi masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan donor darah ini secara rutin dilaksanakan sebagai bentuk komitmen PHR dalam mendukung PMI Pekanbaru. Sinergi yang terjalin diharapkan dapat memastikan pasien di rumah sakit memperoleh akses darah dengan lebih cepat dan tepat. “Melalui kegiatan ini, PHR hadir tidak hanya untuk ketahanan energi nasional, tetapi juga untuk merawat nadi kehidupan masyarakat di sekitarnya,” imbuhnya. Di balik angka dan stok yang tercatat, darah menjadi harapan hidup yang tak bisa ditunda maupun digantikan. Lantaran itu, gerakan donor darah bukan sekadar aksi sosial, melainkan wujud nyata kepedulian dan solidaritas kemanusiaan yang menentukan keselamatan banyak orang. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan Zona Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi Zona Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten dan kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). Zona Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.

Ekspansi ke Pasar Ekspor: Kisah Sukses Kolaborasi Pucuk Rebung-PHR Berdayakan UMKM Riau Ekonomi
Ekonomi
Jumat, 17 April 2026 | 09:58 WIB

Ekspansi ke Pasar Ekspor: Kisah Sukses Kolaborasi Pucuk Rebung-PHR Berdayakan UMKM Riau

Pekanbaru, katakabar.com - Tansformasi besar geliat ekonomi lokal Provinsi Riau tengah berlangsung. Di mana pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sebelumnya bergerak masing-masing tanpa kepastian arah kini berhasil naik kelas melalui wadah kolektif. Koperasi Pucuk Rebung hadir sebagai simbol kemandirian ekonomi yang mampu bersaing hingga skala internasional. Sosok perempuan tangguh bernama Yuneli, atau akrab disapa Nunik, yang pimpin koperasi ini melewati berbagai tantangan. Para pelaku usaha awalnya merasa kurang percaya diri untuk bermimpi besar karena keterbatasan modal, standar kualitas yang belum seragam, serta minimnya jejaring distribusi mulai menemukan arah. Pasar internasional yang sebelumnya terasa mustahil untuk diraih muncul perlahan. “Rasa percaya diri kini tumbuh menggantikan perasaan ragu yang dahulu membayangi kami. Perjalanan Koperasi UMKM Pucuk Rebung dan dukungan PHR telah mengubah segalanya. Berawal dari dapur sederhana, kini produk kami mampu tampil hingga pasar internasional,” kata Nunik yang baru saja kembali dari Malaysia menjajaki kerja sama dengan pelaku usaha setempat. PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) hadir sebagai Sahabat Pendukung melalui program Pengambangan UMKM Ekonomi Pemuda dan Perempuan. Andil strategi PHR mencakup penguatan kelembagaan, pembukaan akses pasar, serta penyediaan pelatihan peningkatan kualitas produk. Intervensi ini dirancang agar UMKM tidak sekedar bertahan hidup, melainkan tumbuh menjadi usaha yang berdaya saing. Anggota koperasi berproses secara aktif meningkatkan kualitas produk dan menyesuaikan standar keamanan pangan. Mereka memperbaiki sistem pengemasan agar daya simpan produk mampu bertahan hingga delapan bulan. Dukungan alat produksi dan baku dari PHR dimanfaatkan secara optimal sebagai pemantik kemandirian. Produk unggulan seperti keripik tempe, rendang, salai patin, dan nastar sagu kini berhasil menembus pasar nasional hingga ekspor. Pencapaian finansial koperasi ini sangat signifikan dengan catatan omzet mencapai ratusan juta per bulan. Peningkatan pendapatan tersebut membawa perubahan nyata bagi kesejahteraan keluarga para anggota. Rasa percaya diri kini tumbuh menggantikan perasaan ragu yang dahulu membayangi mereka. “Kehadiran PHR melalui program tanggung jawab sosia memberikan dampak yang sangat signifikan bagi pengembangan UMKM Pucuk Rebung. Dukungan PHR mampu meningkatkan kapasitas usaha secara optimal, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh seluruh anggota koperasi,” cerita Nunik, Ketua Koperasi UMKM Pucuk Rebung. Belum lama ini, dunia akademik internasional turut memberikan pengakuan terhadap model pemberdayaan ini. Universiti Keusahawanan Koperasi Malaysia melakukan kunjungan studi untuk mempelajari pengelolaan UMKM yang diterapkan Pucuk Rebung. Kunjungan tersebut membuktikan bahwa pola kolaborasi ini layak menjadi rujukan lintas negara. Bagi PHR, pembinaan UMKM merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) pilar ekonomi. Program ini mencakup peningkatan kualitas produk, pelatihan manajemen, pemasaran digital, hingga perluasan akses pasar. “Koperasi UMKM Pucuk Rebung adalah bukti nyata bagaimana kolaborasi PHR dan masyarakat dapat mengubah tantangan menjadi peluang ekonomi yang mandiri. Pencapaian ini diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi kelompok usaha lainnya di Riau untuk terus berinovasi dan tidak ragu untuk 'naik kelas'. PHR komitmen mendukung pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi,” ucap Manager CID PHR, Iwan Ridwan Faizal. Koperasi Pucuk Rebung saat ini mulai menatap masa depan melalui semangat regenerasi. Pelibatan generasi muda menjadi kunci agar keberlanjutan ekonomi lokal terus tumbuh dan berdaya saing global. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan Zona Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi Zona Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). Zona Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.

Momentum Transformasi Keselamatan Zona Rokan, Sebelas Juta Jam Kerja Selamat Jadi Fondasi Nasional
Nasional
Rabu, 15 April 2026 | 15:53 WIB

Momentum Transformasi Keselamatan Zona Rokan, Sebelas Juta Jam Kerja Selamat Jadi Fondasi

Jakarta, katakabar.com - PT Pertamina Hulu Rokan terus jaga momentum transformasi keselamatan kerja di awal tahun 2026. Kurun tiga bulan pasca evaluasi menyeluruh, perusahaan mencatat capaian sebelas juta jam kerja selamat. Hal ini sebuah hasil dari upaya kolektif untuk memastikan setiap langkah operasional berjalan aman dan berkelanjutan. Dengan melibatkan total 43.639 tenaga kerja, capaian ini menjadi refleksi nyata sistem manajemen Health, Safety, and Environment (HSE), khususnya di Zona Rokan, terus berkembang dan diperkuat. Di tengah kompleksitas operasi berskala besar, keselamatan tidak lagi dimaknai sebatas kepatuhan terhadap prosedur, tetapi kesadaran dan komitmen untuk melakukan intervensi dengan landasan peduli sesama pekerja, sebagai fondasi utama dalam setiap aktivitas operasional. Transformasi itu ditopang dengan langkah modernisasi, di antaranya melalui implementasi SHIELD AI. Penerapan tersebut, yakni sebuah proses inspeksi dan observasi yang terintegrasi dalam satu ekosistem digital. Selain meningkatkan akurasi dan kecepatan pengawasan, teknologi ini juga memperkuat kemampuan prediktif dalam mengidentifikasi potensi risiko terjadinya insiden. Di sisi lain, budaya pencegahan tumbuh semakin nyata di lapangan. Tercatat 2.818 laporan Unsafe Act dan Unsafe Condition (UA/UC) dalam periode yang sama. Angka ini mencerminkan keberanian dan kepedulian pekerja untuk saling menjaga satu sama lain. Pasalnya, keselamatan tidak lagi bergantung pada pengawasan semata, melainkan tanggung jawab kolektif. “Pencapaian sebelas juta jam kerja selamat ini tidak berdiri sendiri. Ini adalah hasil dari refleksi mendalam atas apa yang pernah terjadi, dan komitmen kami untuk memastikan hal tersebut tidak terulang,” kata Senior Manager HSE Operations Zona Rokan, I Nyoman Widaryantha Naya. Setiap laporan baik UA/UC, ulas Nyoman, setiap langkah inspeksi dan keputusan lapangan merupakan bentuk nyata dari penguatan budaya keselamatan yang sedang dilakukan bersama. Transformasi HSE di Zona Rokan juga menyentuh aspek keandalan aset dan kepatuhan lingkungan. Ia menegaskan capaian ini bukanlah langkah terakhir, melainkan bagian dari perjalanan panjang. “Kami pastikan setiap operasi berjalan selaras dengan prinsip asset management yang kuat serta memenuhi seluruh ketentuan lingkungan, termasuk AMDAL dan PERTEK dalam menjaga keberlanjutan produksi energi nasional. Di sisi lain, melindungi lingkungan dan masyarakat sekitar,” jelasnya. Di tengah dinamika industri migas yang kompleks, Zona Rokan menunjukkan keselamatan dan produktivitas bukanlah dua hal yang saling bertentangan. Justru, keduanya berjalan beriringan.saling menguatkan dalam satu sistem yang terintegrasi. Karena akhirnya, setiap jam kerja selamat adalah upaya menekan insiden dan menjaga setiap pekerja kembali ke rumah dengan selamat. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan WK Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi WK Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). WK Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.

OTC 2026, PHR Dorong Ekspansi MNK Jadi Game Changer Ketahanan Energi Nasional Internasional
Internasional
Rabu, 08 April 2026 | 18:45 WIB

OTC 2026, PHR Dorong Ekspansi MNK Jadi Game Changer Ketahanan Energi Nasional

Jakarta, katakabar.com - Direktur Utama PT Pertamina Hulu Rokan, Muhamad Arifin, menjelaskan sebagai langkah strategis PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) dorong ekspansi (pengembangan) Migas Non-Konvensional (MNK) guna menjaga keberlanjutan produksi. "Hal ini berpotensi menjadi game changer memperkuat portofolio masa depan Pertamina sekaligus menjaga ketahanan energi nasional di tengah tantangan lapangan migas konvensional yang semakin menua (mature fields)," ujarnya di ajang Offshore Technology Conference (OTC) Asia 2026 yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (2/4) lalu. Pada paparannya, Muhamad Arifin, menekankan pengembangan MNK menjadi salah satu solusi kunci untuk menjawab tantangan penurunan produksi dari lapangan konvensional. "Dengan kondisi produksi lapangan tua yang terus menurun, pengembangan migas non-konvensional bukan lagi opsi, melainkan kebutuhan strategis. MNK berpotensi menjadi game changer dalam memperkuat portofolio energi masa depan Pertamina sekaligus menjaga ketahanan energi nasional," kupas Arifin. Menurutnya, PHR mengidentifikasi potensi besar pada sub-cekungan North Aman yang diperkirakan memiliki sumber daya mencapai 11,3 miliar barel minyak di tempat (BBO). Potensi ini menjadi peluang signifikan yang selama ini belum pernah tergarap di Indonesia. Sejalan dengan upaya tersebut, ucap Arifin, PHR telah mencatatkan progres penting dalam pengembangan MNK di Wilayah Kerja Rokan. Pada struktur sub-basin North Aman mencakup Gulamo dan Kelok, "PHR berhasil membuktikan keberadaan hidrokarbon melalui sumur eksplorasi yang telah dilakukan single frac horizontal dan uji alir (flowback test), menjadikannya sebagai salah satu tonggak awal pengembangan MNK di Indonesia," tuturnya. Selanjutnya melalui proses Appraisal, sambung Arifin, PHR tengah melanjutkan perencanaan pengeboran horizontal dan dilanjutkan dengan multi-stage fracturing horizontal sebagai tonggak awal tahapan pengembangan migas non-konvensional di Rokan. "Struktur North Aman ini memang salah satu struktur penting sebagai fondasi penting dalam membuka potensi MNK yang luas pada sub-basin lainnya di Blok Rokan seperti South Aman, Rangau dan Balam," ulasnya. Tetapi, Arifin menegaskan tantangan utama pengembangan MNK tidak hanya terletak pada aspek bawah permukaan (subsurface), tetapi juga faktor di atas permukaan (above ground). “Tantangan terbesar MNK justru berada pada aspek above ground, mulai dari biaya investasi yang masih tinggi, dukungan regulasi dan fiskal yang kompetitif, hingga kesiapan infrastruktur dan penguatan kemampuan dan pengalaman. Untuk itu, dibutuhkan kolaborasi lintas pemangku kepentingan," imbuhnya. Untuk mencapai skala ekonomis, PHR menekankan pentingnya sinergi dalam ekosistem pengembangan MNK, yang melibatkan Pemerintah sebagai pembuat regulasi, operator sebagai pengelola asset, serta mitra strategis yang memiliki teknologi, kapabilitas operasi MNK dan atau kapasitas finansial. PHR juga telah menetapkan peta jalan pengembangan MNK secara bertahap, dimulai dari target pemberian kontrak bagi hasil ( Production Sharing Contract/PSC) pada kuartal II 2026, dilanjutkan dengan pengeboran sumur appraisal pada kuartal IV 2026. Produksi awal ditargetkan mulai pada 2028, dengan pengembangan skala besar pada 2030 ke atas dan proyeksi puncak produksi pada 2037. “Kami optimistis Indonesia siap beralih dari tahap pilot menuju pengembangan MNK yang terukur dan berkelanjutan. Dengan pendekatan yang tepat, MNK akan menjadi pilar penting dalam mendukung ketahanan energi nasional di masa depan,” sebut Arifin. Partisipasi Grup Pertamina dalam OTC Asia 2026 juga diperkuat oleh kehadiran sejumlah pembicara lainnya. Direktur Utama Pertamina Hulu Energi, Awang Lazuardi yang tampil dalam sesi Leadership Dialogue. Ia menyoroti energi berbasis hidrokarbon masih menjadi tulang punggung dalam memenuhi kebutuhan energi dunia yang terus meningkat. Tetapi, tekanan global untuk menurunkan emisi karbon juga tidak bisa diabaikan. Sebagai respons atas tantangan tersebut, PHE mengusung strategi pertumbuhan ganda atau dual growth strategy. Pendekatan ini menggabungkan penguatan bisnis hulu migas dengan pengembangan energi rendah karbon. Direktur Pengembangan dan Produksi Pertamina Hulu Energi, Mery Luciawaty, turut berbagi pandangan mengenai strategi pengembangan bisnis hulu migas, transformasi menuju energi berkelanjutan, serta peran Pertamina Hulu Energi dalam mendukung transisi energi di tingkat regional. Tak kalah menarik, Manager Bidding & Business Performance Pertamina Drilling Services Indonesia, Ahmad Burhan Noviaris, memaparkan materi bertajuk “Pertamina Drilling Capabilities Through Integrated Project Management”. Ia menyoroti penerapan konsep Integrated Project Management (IPM) untuk meningkatkan efisiensi operasi, didukung kapabilitas 57 rig dan lebih dari 110 layanan pengeboran. Melalui forum ini dan komitmen pada inovasi, PHR menegaskan perannya sebagai motor penggerak transformasi sektor hulu migas nasional, sekaligus mendorong optimalisasi sumber daya energi. Pengembangan MNK menjadi salah satu solusi kunci untuk menjawab tantangan penurunan produksi dari lapangan konvensional. Untuk itu, PHR telah menetapkan peta jalan pengembangan MNK secara bertahap, dengan pengembangan skala besar pada 2030 ke atas dan proyeksi puncak produksi pada 2037 mendatang.

Tentang Dedikasi Pekerja PHR Setia Menjaga Energi di Hari Lebaran 2026 Riau
Riau
Rabu, 25 Maret 2026 | 14:10 WIB

Tentang Dedikasi Pekerja PHR Setia Menjaga Energi di Hari Lebaran 2026

Pekanbaru, katakabar.com - Ketika jutaan masyarakat Indonesia berkumpul bersama keluarga rayakan hari raya Idulfitri 1447 Hijriah Tahun 2026, pemandangan berbeda tampak di area operasional PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). Pekerja PHR tetap tegak berdiri di garda terdepan, pastikan produksi migas nasional tetap terjaga demi menjaga ketahanan energi nasional. Bagi para pekerja di lapangan, makna Lebaran tahun ini dirasakan dengan cara yang beda dan terasa istimewa. Salah satunya Hanifa Aulia Khosyatillah, dari Tim Plant Operations Minas. Baginya, tugas negara di industri hulu migas menuntut komitmen tinggi, termasuk kesiapan untuk tetap bertugas di hari-hari besar. “Saya memaknai Lebaran tahun ini dengan cara yang sedikit berbeda, yaitu dengan tetap menjalankan tugas di lapangan. Walaupun tidak bisa berkumpul langsung dengan keluarga, saya mencoba menciptakan suasana lebaran versi sendiri bersama rekan kerja,” ujar Hanifa. Meski dirayakan secara sederhana di lokasi kerja, esensi kemenangan tetap terasa melalui semangat kebersamaan antar pekerja. Saling berbagi ucapan, dan semangat menjadi cara mereka merawat tradisi di sela-sela tanggung jawab profesional. Bertugas di hari Lebaran bukanlah perkara mudah, tetapi hal ini dipandang sebagai bentuk komitmen profesi. Kesadaran akan pentingnya kelancaran operasional untuk mencukupi kebutuhan energi nasional menjadi motivasi utama para pekerja. “Buat saya, ini soal komitmen. Saat memilih pekerjaan ini, saya juga siap dengan konsekuensinya, termasuk bertugas di hari besar. Ada dorongan dari dalam diri untuk tetap profesional menyelesaikan tanggung jawab dengan baik, apapun situasinya,” ceritanya. Dukungan penuh dari keluarga di rumah juga menjadi fondasi kekuatan bagi para pekerja. Meski kerinduan tak terelakkan, pemahaman keluarga akan pentingnya tugas ini membuat para pekerja dapat fokus sepenuhnya pada aspek keamanan dan kelancaran produksi. “Keluarga di rumah sangat memahami, walaupun pasti ada rasa kangen. Mereka justru jadi sumber semangat utama, sehingga kami bisa lebih fokus bekerja dan selalu mengingatkan pentingnya aspek keselamatan selama bekerja,” ucapnya. Para pekerja di lapangan selama libur Lebaran sangat krusial. Pengawasan ketat dilakukan mulai dari pemantauan operasional rutin hingga memastikan seluruh peralatan bekerja secara optimal. Komunikasi intensif antar-tim ditingkatkan untuk mengantisipasi setiap potensi gangguan sejak dini. “Kewaspadaan harus ditingkatkan supaya produksi tetap stabil dan aman. Fokus utama kami adalah memastikan semua proses berjalan sesuai prosedur dan prosedur keselamatan tetap menjadi prioritas tertinggi di hari seperti ini,” tegasnya. Sebagai salah satu tulang punggung produksi minyak nasional, PHR menyadari pentingnya menjaga keberlanjutan operasional di tengah meningkatnya kebutuhan energi masyarakat selama momen hari raya. Operasional hulu migas di Zona Rokan tetap beroperasi tanpa henti, didukung para pekerja yang tetap bertugas di garis depan. “Kami memahami operasional di Zona Rokan merupakan urat nadi bagi pasokan energi negeri, terutama di tengah mobilitas masyarakat yang meningkat pesat saat Lebaran. Untuk itu, kami komitmen menjaga keandalan operasi di seluruh lapangan selama 24 jam sehari tanpa henti, kami sangat apresiasi serta bangga kepada seluruh pekerja yang tetap tegak berdiri di garda terdepan operasional selama masa Idulfitri,” kata General Manager PHR Zona Rokan, Andre Wijanarko. Dedikasi para Perwira PHR di wilayah kerja Rokan ini merupakan cerminan nyata dari semangat Pertamina dalam menjaga kedaulatan energi. Di balik setiap tetas minyak yang diproduksi untuk bangsa, ada pengorbanan dan ketulusan para pekerja yang setia mengabdi, bahkan di hari kemenangan. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan Zona Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi Zona Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten dan kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). Zona Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.

Siaga Lebaran 2026, Tim Damkar PHR Turut Berjibaku Padamkan Karhutla di Dumai Lingkungan
Lingkungan
Selasa, 24 Maret 2026 | 16:17 WIB

Siaga Lebaran 2026, Tim Damkar PHR Turut Berjibaku Padamkan Karhutla di Dumai

Dumai, katakabar.com - Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) turut berjibaku padamkan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karthutla) yang terjadi di Kota Dumai, Riau, Selasa (24/3). Ketika sebagian besar masyarakat Riau merayakan Lebaran Idulfitri 1447 H bersama keluarga, puluhan kru Pemadam Kebakaran atau Fire Emergency Response Team (FERT) dari PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) justru berjibaku dengan asap dan api. Mengesampingkan waktu libur Lebaran 2026, tim ini diterjunkan untuk membantu memadamkan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang melanda sejumlah titik di Kota Dumai. Di momen lebaran ini, tim PHR siaga dalam menghadapi berbagai isu operasional, termasuk kebakaran. Di sana, di tengah kepulan asap yang menyesakkan, nampak barisan pria berseragam merah dengan logo Pertamina Fire Brigade berjibaku melawan lidah api, bersama unsur TNI-Polri, Damkar, Manggala Agni hingga unsur pemerintah daerah lainnya. Aksi ini bagian dari komitmen Siaga Lebaran Pertamina Hulu Rokan untuk memastikan stabilitas dan keamanan lingkungan di sekitar wilayah operasional, sekaligus bentuk solidaritas terhadap tim Satgas Karhutla daerah. Kondisi cuaca panas dan angin kencang di Dumai dalam beberapa hari terakhir memicu munculnya titik api di lahan gambut yang sulit dijangkau. Tim FERT PHR bergerak cepat membawa perlengkapan pemadaman darat guna melakukan penyekatan agar api tidak semakin meluas ke pemukiman warga maupun fasilitas umum. "Kami tidak hanya menjaga obyek vital nasional, tapi juga berkomitmen hadir saat masyarakat membutuhkan, terutama dalam menghadapi ancaman karhutla yang muncul tepat di momen Lebaran ini," ujar GM Zona Rokan, Andre Wijanarko, lewat keterangan resmi diterima katakabar.com, Selasa sore. Data yang dihimpun menunjukkan, Karhutla terpantau membakar sedikitnya ratusan hektare lahan di wilayah Tanjung Palas dan Mundam. Akibatnya, kabut asap pun mulai menyelimuti wilayah tersebut. Kebakaran diduga dipicu oleh kondisi cuaca panas ekstrem yang disertai angin kencang, sehingga api dengan cepat menyebar ke berbagai titik. Dalam waktu singkat, lahan gambut dan kawasan hutan di dua wilayah tersebut dilahap si jago merah. Selain berdampak pada kesehatan, asap mengganggu jarak pandang, sehingga membahayakan pengendara. Wakil Wali Kota Dumai, Sugiyarto mengatakan, petugas hingga kini masih terus berupaya memadamkan api. "Petugas saat ini masih berjibaku di lapangan untuk memadamkan api. Namun, upaya pemadaman cukup terkendala oleh keterbatasan sumber air dan kondisi cuaca yang panas,” terang Sugiyarto. Sugiyarto mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap dampak kabut asap dengan mengurangi aktivitas di luar rumah dan menggunakan masker saat beraktivitas guna menghindari gangguan pernapasan. Karakteristik lahan gambut yang tampak padam di permukaan bukan berarti api benar-benar mati. Kondisi ini membuat tim gabungan termasuk kru PHR, BPBD, TNI, dan Polri, harus melakukan teknik cooling (pendinginan) hingga ke lapisan dalam tanah. Meski harus merayakan Lebaran di tengah kepulan asap, semangat para personel gabungan di lapangan tetap tinggi demi memastikan daerah tersebut tetap aman dari kabut asap yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat Provinsi Riau. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan WK Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi WK Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). WK Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.

Energi Untuk Melangkah Penuh Harapan: PHR Bukber Bersama Wartawan dan Santuni Anak Yatim Riau
Riau
Selasa, 17 Maret 2026 | 21:39 WIB

Energi Untuk Melangkah Penuh Harapan: PHR Bukber Bersama Wartawan dan Santuni Anak Yatim

Mandau, katakabar.com - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) gelar safari ramadhan 1447 Hijriah Tahun 2026 Masehi usung tema 'Energi Untuk Melangkah Penuh Harapan' di Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, persisnya di Aquarium Swiming Pool Grand Zuri, Selasa (17/3). "Kegiatan ini rangkaian dari safari ramadhan 1447 Hijriah Tahun 2026 Masehi di lima kabupaten mulai dari Kota Pekanbaru," ujar Hardianto mewakili manajemen PT PHR dalam sambutannya. Kata Hardianto, selain buka bersama wartawan di tiga kabupaten yakni Duri, Dumai dan Rokan Hilir diberikan santunan anak yatim kepada keluarga wartawan, serta silaturahmi. "PT PHR fokus ketahanan energi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL)," jelasnya. Lantas, Hardianto mengapresiasi wartawan merupakan mitra PT PHR telah memberikan edukasi di tengah masyarakat, dan terima kasih telah membuat berita berimbang, serta sudah meluruskan berita sehingga masyarakat dapat mengerti dan memahami PHR. "Ke depan kita harapkan kolaborasi dengan wartawan agar lebih mengedukasi dengn pemberiataan yang berimbang. "Semoga kolaborasi berlanjut mengedukasi dan meluruskan berita-berita miring di tengah masyarakat demi ketahanan energi," terangnya.