Pekanbaru, katakabar.com – Di tengah maraknya permasalahan lingkungan dan kepunahan spesies, sebuah program edukasi yang inspiratif hadir di Riau, bertajuk "Conservation Goes to School" (CGTS).

Program ini, hasil kolaborasi antara Rimba Satwa Foundation (RSF) dan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). Fokusnya, pada penanaman kesadaran lingkungan sejak usia dini.

Melalui pendekatan yang menyentuh dan penuh makna, program ini mengajak generasi muda, dari TK hingga SMA, untuk mengenal dan mencintai gajah Sumatera yang semakin terancam.

Satwa berbadan gempal yang memiliki nama latin Elephas Maximus Sumatranus ini adalah satwa liar yang dilindungi di Indonesia dan berstatus Kritis (Critically Endangered) menurut IUCN.

Memulai Perjalanan Edukasi

Dimulai pada tahun 2016, inisiasi ini dipelopori oleh Solfarina, pendiri Yayasan Rimba Satwa. Sebagai mantan guru TK, Solfarina membawa pengalaman dan pengetahuannya tentang pendidikan anak usia dini untuk merancang program yang efektif.

“Kita ingin program edukasi ini tidak hanya menjadi pelajaran kelas biasa, tapi juga pengalaman yang menyenangkan dan berkesan bagi anak-anak,” ujar wanita cantik ini yang kini menginjak usia 40 tahun.

“Di samping materi di kelas, kami juga mengajak anak-anak ke lapangan untuk menanam pohon. Kami menjelaskan pentingnya bagi ekosistem, terutama bagi gajah,” tambahnya.

Metode Edukasi yang Menarik

Program CGTS dirancang untuk menarik minat anak-anak dengan berbagai kegiatan interaktif. Anak-anak TK terlibat dalam melukis, mewarnai, dan bernyanyi, bermain dengan permainan yang memacu kreativitas mereka.

“Penggunaan media audio visual menjadi kunci untuk menyentuh hati mereka,” jelas ibu tiga anak ini.

Kami menayangkan video gajah dalam berbagai kondisi: bahagia, sakit, atau bersama anaknya. Tujuannya adalah untuk membangun empati dan kecintaan terhadap gajah. Usia TK adalah masa di mana ingatan anak-anak masih kuat, sehingga diharapkan mereka dapat menjadi perpanjangan tangan bagi keluarga mereka, " katanya.

Dukungan dari PT Pertamina Hulu Rokan

Zara Azizah, Sr. Analyst Social Performance Support PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), Pentingnya pentingnya pendidikan lingkungan sejak dini.

“Hingga kini, program ini telah menjangkau 525 siswa. Pendidikan pada orang dewasa sering kali lebih sulit, sehingga kami menanamkan cinta terhadap satwa pada generasi muda,” ujar Zara.

Melalui CGTS, siswa TK dikenalkan pada konsep perlindungan gajah. “Untuk siswa SMA dan SMP, pendekatan yang kami gunakan lebih serius. Kami berada dalam situasi kritis yang dihadapi gajah dan bagaimana peran mereka dalam menyebarkan kesadaran di tengah masyarakat,” jelasnya.

Program Capaian CGTS di Wilayah Kerja Rokan

Di wilayah kerja Rokan, program CGTS telah dilaksanakan sebanyak lima kali, melibatkan empat sekolah di kawasan Duri, Riau: TK Bunda Karya, SMPS IT Ibadurrahman, Sekolah Alam Duri, dan SDN 25 Mandau.

Setidaknya 525 siswa telah mendapatkan manfaat dari program ini, yang meliputi pemaparan materi cinta satwa, kegiatan melukis, permainan ice-breaking, serta pre-test dan post-test. Di lapangan, kegiatan meliputi penanaman pohon, penelusuran hutan, dan interaksi langsung dengan gajah jinak.

Menanam Benih Kepedulian

Program CGTS diharapkan dapat menjadi fondasi bagi generasi muda untuk tumbuh menjadi individu yang peduli terhadap lingkungan dan satwa liar, khususnya Gajah Sumatera.

Dengan melibatkan anak-anak dalam pengalaman belajar yang menyenangkan dan informatif, RSF dan PHR berharap dapat menumbuhkan benih kepedulian yang akan tumbuh seiring berjalannya waktu.

“Anak-anak ini adalah harapan kita di masa depan. Melalui mereka, kita bisa berharap ada perubahan yang lebih baik bagi konservasi gajah dan satwa liar lainnya,” pungkas Solfarina.

Oleh karena itu, program ini bukan sekedar edukasi, namun juga upaya jangka panjang untuk membentuk generasi yang lebih sadar dan peduli terhadap lingkungan.