Nasional
Kamis, 19 Oktober 2023 | 21:01 WIB
Jakarta, katakabar.com - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III (Persero) saat ini salah satu fokus pengembangan minyak merah. Upaya yang dilakukan perusahaan plat merah dengan membangun Pabrik Kelapa Sawit (PKS) mini di lokasi perkebunan kelapa sawit.
Pembangunan PKS mini rencananya dilakukan di atas lahan seluas 1.000 hektar.
"PKS mini ini ditujukan untuk pengolahan minyak goreng merah yang mengandung unsur betakarotin tinggi. Ini dibutuhkan guna pencegahan stunting pada anak," ujar Direktur Utama PTPN III, Mohammad Abdul Ghani saat menerima penghargaan dan apresiasi dari Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB), di kampus IPB, Dramaga, Bogor, Jawa Barat, pada Kamis (19/10).
Penghargaan itu diberikan lantaran Abdul Ghani dan PTPN Holding sudah memberikan hibah berupa pembangunan Laboratorium Riset Pengolahan Kelapa Sawit Mini di Kebun Pendidikan dan Penelitian Kelapa Sawit (KPPS) IPB di Jonggol, Jawa Barat.
Sebagai alumni Fakultas Pertanian IPB, Abdul Ghani berharap laboratorium mampu meningkatkan keterampilan lulusan IPB.
“Nantinya, lulusan IPB siap kerja di industri kelapa sawit, termasuk di lingkungan PTPN III,” kata Ghani, dilansir dari laman elaeis.co.
Pencapaian yang dilakukannya bersama jajaran di PTPN III, beber Ghani sejak pertama kali ditunjuk menjadi Direktur Utama PTPN Holding dari akhir 2019 hingga sekarang, PTPN Holding mampu membalikkan keadaan dari yang sebelumnya merugi menjadi perusahaan BUMN yang menghasilkan keuntungan.
Dekan Fakultas Pertanian IPB, Suryo Wiyono memberikan penghargaan dan apresiasi kepada Abdul Ghani dan PTPN Holding. Menurut Suryo, Abdul Ghani begitu peduli dunia pendidikan, terlebih lagi kepada Fakultas Pertanian IPB.
"Salah satu bentuk kepedulian itu hibah pembangunan laboratorium riset pengolahan kelapa sawit," tuturnya.
Setiap tahun, ulas Suryo, KPPS Jonggol melayani lebih dari 200 mahasiswa yang melakukan penelitian, baik untuk jenjang S1, S2, maupun S3.
"KPPS Jonggol menjadi objek kunjungan penelitian dari berbagai negara, seperti Meksiko, Belgia, dan Jepang. Saat ini, kami sedang menjajaki riset bersama dengan peneliti dari Wageningen University dan Research Belanda, tentang pemanfaatan limbah untuk biogas," sebutnya.