Palembang, katakabar.com - PT Pelindo Regional 2 Palembang, Sumatera Selatan, melakukan ekspansi bisnis dengan menggarap sektor Energi Baru Terbarukan atau EBT.

Direktur Komersial PT Pelindo Regional 2 Palembang, Darmawi menjelaskan, pihaknya telah tandatangani kontrak kerja sama dengan Indonesia Power terkait bisnis baru itu. Pabrik yang dikerjasamakan ini rencananya didirikan di kawasan Sungai Lais.

PT Pelindo memiliki dua area operasi di Palembang, kata Darmawi, yakni ertama di Pelabuhan Boombaru di mana PT Pelindo memiliki 24 hektar lahan.

"Tapi hanya 18 hektar yang dijadikan area operasi karena di tempat ini juga ada 18 kelembagaan lainnya yang berkantor di sini,” ujar Darmawi lewat keterangan pers, dilansir dari laman EMG, Kamis (12/12).

Selain itu, kata Darmawi, PT Pelindo Regional 2 Palembang memiliki area kerja seluas 200 hektar yang berada di Sungai Lais. Di antaranya digunakan sebagai dermaga angkutan minyak sawit atau CPO.

"Kontrak dengan PT Indonesia Power adalah untuk membangun pabrik pengolahan limbah sawit menjadi briket," ucapnya.

Produk briket dari limbah sawit itu, terangnya, nanti dapat menjadi alternatif bahan bakar pembangkit listrik selain batu bara. Pembangunan pabrik ini rencananya dimulai pada tahun 2025 mendatang.

“Kami tidak bisa lagi mengembangkan Pelabuhan Boombaru. Kami punya lahan 200 hektar di Sungai Lais dan sudah ada beberapa tenant yang melakukan operasional di sana khususnya curah cair CPO. Ke depan kita sudah kerja sama dengan Indonesia Power membuat pabrik EBT dari limbah sawit menjadi briket untuk pembangkit listrik,” bebernya.

Khusus angkutan peti kemas milik PT Pelindo Regional 2 Palembang, sebut Darmawi, saat ini lebih terfokus dengan bongkar muat getah karet. Dari keseluruhan aktivitas bongkar muat peti kemas, 80 persennya mengangkut getah karet.

“Sebelumnya, kami sudah melakukan komunikasi dengan asosiasi pengusaha karet di Sumsel. Memang ada penurunan produksi karena banyak perkebunan karet yang beralih ke kebun sawit bisa jadi mempertimbangkan harganya. Alhamdulillah, ekspor karet dari Sumsel ini ada tambahan dari perbatasan Jambi, dan bila tol Jambi itu tembus, komoditi dari Jambi dapat transit di sini,” tandasnya.