Penanaman
Sorotan terbaru dari Tag # Penanaman
Holding PTPN Perkuat Budaya ESG lewat Gerakan Penanaman Pohon IKBI PT RPN
Bogor, katakabar.com - Holding Perkebunan Nusantara PT Perkebunan Nusantara III (Persero) terus dorong penguatan budaya keberlanjutan di seluruh entitas grup. Komitmen tersebut tercermin melalui kegiatan penanaman pohon yang dilaksanakan Ikatan Keluarga Besar Istri (IKBI) PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) di halaman Kantor Direksi PT RPN, sebagai bagian dari upaya mendukung pelestarian lingkungan hidup. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kontribusi keluarga besar PTPN Group dalam menciptakan lingkungan yang hijau, sehat, bersih, lestari, dan berkelanjutan. Penanaman pohon juga sejalan dengan komitmen Holding Perkebunan Nusantara dalam mengimplementasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di seluruh lini usaha. Kegiatan tersebut dihadiri Ketua IKBI PT RPN, Ira Iman Yani Harahap, beserta jajaran. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana kebersamaan dan penuh semangat sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan alam. Pada kesempatan tersebut, Ketua IKBI PT RPN menegaskan pohon memiliki peran vital dalam menopang kehidupan dan menjaga keseimbangan ekosistem. “Pentingnya fungsi pohon untuk kehidupan bukan hanya untuk manusia, tetapi juga untuk makhluk hidup lainnya,” ujar Ira Iman Yani Harahap. Selain itu, penanaman pohon dinilai memiliki manfaat jangka panjang dalam menjaga ketersediaan sumber daya air. “Pohon membantu penyerapan air ke dalam tanah sehingga dapat menjaga ketersediaan sumber air tanah di masa mendatang,” kata Ira. Ia menjelaskan pohon memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan dan kualitas udara. Melalui proses fotosintesis, pohon menyerap karbondioksida yang dihasilkan dari aktivitas manusia dan makhluk hidup lainnya, serta menghasilkan oksigen yang dibutuhkan untuk bernapas. “Oksigen yang kita hirup setiap hari dihasilkan oleh pohon, sementara karbondioksida yang kita keluarkan diserap kembali oleh pohon melalui proses fotosintesis,” jelasnya. Melalui kegiatan penanaman pohon ini, IKBI PT RPN berharap dapat menumbuhkan kesadaran bersama akan pentingnya menjaga dan merawat lingkungan hidup. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh insan PTPN Group dan masyarakat luas untuk terus melakukan aksi nyata dalam mendukung pelestarian alam. Holding Perkebunan Nusantara menilai peran organisasi istri karyawan seperti IKBI sebagai bagian penting dalam memperkuat budaya keberlanjutan perusahaan. Organisasi IKBI PT RPN pun menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan lingkungan sebagai kontribusi nyata dalam mewujudkan keberlanjutan dan masa depan yang lebih hijau.
WSD 2025: LindungiHutan Ajak Publik Pulihkan Tanah Lewat Aksi Penanaman Pohon
Semarang, katakabar.com - Setiap tahun pada 5 Desember, dunia memperingati World Soil Day, sebuah momentum global untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya tanah sebagai penopang kehidupan. Tanah fondasi dari 95 persen pangan dunia, rumah bagi seperempat keanekaragaman hayati, sekaligus penyerap karbon alami yang dapat membantu menahan laju perubahan iklim. Tetapi, kondisi tanah di berbagai wilayah Indonesia kini berada dalam titik kritis akibat erosi, abrasi pesisir, deforestasi, hingga pencemaran. Menanggapi tantangan tersebut, LindungiHutan, platform crowdfunding dan kolaborasi penghijauan berbasis teknologi, mendorong keterlibatan publik dan korporasi untuk berkontribusi pada upaya pemulihan kesehatan tanah melalui program penanaman pohon dan restorasi ekosistem. Melalui ribuan kampanye yang tersebar dari pesisir hingga pegunungan, LindungiHutan telah memberdayakan masyarakat lokal untuk menanam dan merawat berbagai jenis pohon yang terbukti membantu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kesuburan, dan mencegah erosi. “Tanah yang sehat adalah syarat utama bagi keberlanjutan pangan, air, dan kehidupan. Pemulihan tanah tidak bisa dilakukan tanpa tindakan kolektif. Melalui penanaman pohon, terutama mangrove di wilayah pesisir, kami melihat dampak nyata, termasuk abrasi berkurang, tanah kembali stabil, dan mata pencaharian warga membaik,” ujar Ben, CEO LindungiHutan. Isu kerusakan tanah memang bukan sekadar ancaman ekologis, namun juga sosial. FAO memperkirakan dunia kehilangan hingga 24 miliar ton tanah subur setiap tahun, sementara setengah dari lahan pertanian global mengalami degradasi. Di Indonesia, kawasan pesisir menjadi titik paling rentan akibat abrasi dan intrusi air laut. Akar mangrove berperan penting menahan sedimen, sehingga menjadi salah satu solusi restorasi tanah yang paling efektif. Melalui kemitraan dengan komunitas, relawan, dan perusahaan, LindungiHutan menyediakan layanan penanaman pohon, penilaian dampak lingkungan, monitoring berbasis foto, serta pendampingan jangka panjang kepada petani bibit dan warga setempat. Pendekatan ini memastikan bahwa setiap pohon yang ditanam tidak hanya tumbuh, tetapi memberikan manfaat ekologis yang terukur, mulai dari peningkatan kualitas tanah hingga penyerapan karbon. Peringatan World Soil Day (WSD) 2025 menjadi ajakan terbuka bagi publik untuk kembali melihat tanah sebagai aset vital yang harus dijaga. Pemulihan tanah adalah investasi jangka panjang, dan setiap pohon yang ditanam hari ini akan menentukan kualitas kehidupan generasi yang akan datang. Melalui kolaborasi dengan LindungiHutan, siapa pun dapat mengambil bagian dalam upaya memulihkan tanah Indonesia dari akar hingga kanopi.
Green Policing, Reskrim Polres Bengkalis Sosialisasi Judol dan Tanam Pohon Bersama Karyawan ISA
Bathin Solapan, katakabar.com - Kepolisia Resor (Polres) Bengkalis melalui Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) taja sosialisasi Judi Online (Judol), sekaligus melakukan penanaman pohon bersama karyawan PT Intan Andalan Sejati (ISA), Kecamatan Bathin Solapan, Duri, Kabupaten Bengkalis, Riau, Senin (17/11) sekitar pukul 08.00 WIB pagi. Kegiatan itu dipimpin Kasatreskrim Polres Bengkalis, Iptu Yohn Mabel diwakil Kanit Tipidter Satreskrim Polres Bengkalis, personel Satreskrim Polres Bengkis, serta karyawan PT ISA. Kapolres Bengkalis, AKBP Budi Setiawan, diteruskan Kasat Reskrim Polres Bengkalis, Iptu Yohn Mabel kepada wartawan melalui keterangan resmi, Senin malam mengatakan, selain sosialisasi Judi Online dilakukan pengecekan handphone, dan penanaman pohon bersama karyawan PT ISA. Kegiatan ini, ujar Iptu Yohn Mabel, tujuannya guna pencegahan terjadinya tindak pidana Judi Online (Judol) pada karyawan. Sedang, penanaman bibit pohon sebagai upaya penghijauan lingkungan, sekaligus mendukung program Kapolda Riau guna kelestarian alam.
Polres Kepulauan Meranti Gelar Penanaman Pohon Serentak Sempena HPN 2025
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Sempena memperingati Hari Pohon Nasional (HPN) Tahun 2025, Polres Kepulauan Meranti, Riau, bersama jajaran Polsek gelar kegiatan penanaman pohon serentak di berbagai tempat, Selasa (11/11) kemarin. Kegiatan tersebut bagian dari program Green Policing yang diinisiasi oleh Polda Riau, sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem. Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi SH SIK MH, mengatakan kegiatan ini bentuk kepedulian Polri terhadap lingkungan hidup, sekaligus ajakan kepada seluruh masyarakat untuk turut berperan dalam menjaga bumi. "Penanaman pohon ini bukan sekadar seremonial, tetapi komitmen nyata Polres Kepulauan Meranti untuk ikut menjaga kelestarian alam. Pohon yang kita tanam hari ini adalah investasi masa depan bagi anak cucu kita,” ujar AKBP Aldi. Penanaman pohon dilakukan secara serentak oleh seluruh jajaran Polres dan Polsek di wilayah Kepulauan Meranti, dengan total 150 batang bibit pohon berbagai jenis yang ditanam di sejumlah titik strategis seperti kantor pemerintahan, sekolah, dan area publik. Beberapa jenis pohon yang ditanam antara lain matoa, ketapang, palam putri, pinang, lengkeng, mangga, pucuk merah, jambu, petai, jengkol, sirsak, kopi, mahoni, jeruk, dan balam. Kapolres menjelaskan, kegiatan ini tidak hanya bertujuan memperindah lingkungan, tetapi mendukung upaya pemerintah dalam mengantisipasi dampak pemanasan global serta menjaga kualitas udara di daerah pesisir. "Kami ingin menggerakkan semangat kepedulian lingkungan di kalangan personel Polri dan masyarakat. Melalui gerakan ini, kita tumbuhkan kembali budaya menanam dan merawat alam,” tambahnya. Kegiatan penanaman pohon serentak ini turut dilaksanakan oleh seluruh Polsek jajaran, antara lain Polsek Tebing Tinggi, Polsek Tebing Tinggi Barat, Polsek Rangsang, Polsek Rangsang Barat, Polsek Merbau, dan Subsektor Rangsang Pesisir. Di tingkat Polres, kegiatan dipusatkan di Kelompok Belajar Yayasan Permata, Jalan Perumbi, Desa Banglas, Kecamatan Tebing Tinggi, dengan melibatkan personel Sat Intelkam Polres Kepulauan Meranti. Selain menanam pohon, personel Polres juga melakukan edukasi lingkungan kepada masyarakat sekitar agar ikut menjaga tanaman dan melanjutkan kegiatan penghijauan secara berkelanjutan.
Pulau Pramuka Jadi Lokasi Strategis Penanaman Mangrove dan Restorasi Terumbu Karang
Jakarta, katakabar.com - Di tengah deru kota besar dan aktivitas manusia yang padat, terdapat sebuah pulau yang menyimpan potensi besar sekaligus tantangan besar untuk konservasi keanekaragaman hayati, yakni Pulau Pramuka, di kawasan Kepulauan Seribu. Lingkungan laut di sekitar kawasan Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Tanjung Elang di Pulau Pramuka memiliki sumber daya terumbu karang yang seharusnya menjadi pusat ekowisata bahari berbasis edukasi, konservasi, dan ekologi namun saat ini kondisi ekosistemnya telah mengalami kerusakan yang signifikan akibat aktivitas manusia dan faktor alam. Menurut hasil penelitian, kondisi tutupan karang hidup di perairan Pulau Pramuka menunjukkan angka antara 20,65 persen hingga 47,17 persen, yang dikategorikan sebagai kondisi “sedang hingga rusak” (Fadhiilah, 2023). Sementara penelitian lain menyebutkan tutupan karang keras di pulau ini berkisar antara 6 persen–34,8 persen pada kedalaman 3 meter dan 9,3 persen–49,5 persen pada kedalaman 7 m (Ardiansyah et al., 2013). Temuan ini mengingatkan bahwa tanpa intervensi yang tepat, potensi ekosistem Pulau Pramuka bisa terkikis lebih jauh. Padahal kawasan ini berada dekat sekali dengan kawasan ibu kota dan memiliki peluang besar untuk pengembangan ekowisata dan pelibatan masyarakat lokal. Menanggapi kondisi tersebut, organisasi konservasi LindungiHutan memilih Pulau Pramuka sebagai lokasi utama untuk program penanaman mangrove sekaligus rehabilitasi terumbu karang. Program ini tidak hanya melibatkan penanaman mangrove namun juga kegiatan restorasi karang di lautan terbuka, sehingga bisa menjadi workshop lapangan bagi komunitas, pelajar, peneliti, dan wisatawan yang tertarik pada konservasi laut. “Pulau Pramuka menawarkan titik temu antara ekosistem yang sangat rawan dan peluang besar untuk menghidupkan kembali terumbu yang rusak. Kami melihat di sini bukan sekadar penanaman pohon, tetapi pemulihan habitat yang bisa menjadi ruang belajar bagi banyak pihak,” kata seorang perwakilan LindungiHutan. Program konservasi di Pulau Pramuka mencakup serangkaian langkah penting yang dirancang secara terpadu untuk memulihkan sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Kegiatan dimulai dengan penanaman mangrove di sepanjang garis pantai, yang berfungsi memperkuat tebing, melindungi pesisir dari abrasi, serta menjadi habitat penting bagi berbagai biota laut. Di sisi lain, upaya transplantasi terumbu karang dilakukan dengan metode ilmiah, melibatkan komunitas lokal dan lembaga riset agar prosesnya tidak hanya berdampak ekologis, tetapi juga memperkaya pengetahuan masyarakat tentang konservasi laut. Selain itu, pengembangan ekowisata edukatif turut digalakkan untuk membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar, sekaligus menumbuhkan kesadaran publik akan pentingnya menjaga kelestarian laut. Tak kalah penting, program ini juga mendorong pemberdayaan masyarakat pesisir agar menjadi bagian dari solusi, melalui kegiatan seperti budidaya karang, wisata snorkeling berkelanjutan, hingga pengembangan produk-produk ekonomi hijau berbasis lokal. Dengan kondisi terumbu karang yang masih relatif baik jika dibandingkan banyak titik di Indonesia, Pulau Pramuka menjadi salah satu contoh urgensi tindakan nyata. Sebuah laporan menegaskan di kawasan barat Indonesia, persentase terumbu dengan tutupan hidup >50 persen hanya sekitar 23 persen. Hal ini semakin memperkuat alasan mengapa Pulau Pramuka perlu menjadi fokus konservasi. Kegiatan konservasi termasuk untuk merancang workshop lapangan, penelitian, dan program edukasi yang menghubungkan manusia dengan alam. Dengan demikian, LindungiHutan mengundang sekolah, universitas, komunitas lingkungan, dan perusahaan untuk menjadikan Pulau Pramuka sebagai lokasi kegiatan kerja praktis (workshop lapangan) dalam konservasi mangrove dan karang, sekaligus sebagai jembatan antara riset, edukasi, dan aksi nyata. “Kami percaya bahwa lokasi yang paling dekat dengan tantangan adalah lokasi paling tepat untuk pembelajaran dan aksi. Pulau Pramuka adalah tempat di mana ide konservasi bisa menjadi kenyataan,” tambah perwakilan LindungiHutan. Sebagai informasi, masyarakat dapat mengenal lebih dekat inisiatif dan dampak konservasi di kawasan ini melalui laman resmi Pulau Pramuka di LindungiHutan.
LindungiHutan Buka Lima Lokasi Penanaman Baru, Pangalengan Jadi Titik Penting Reforestasi Jabar
Bandung, katakabar.com - LindungiHutan perluas jangkauan aksinya pelestarian alam melalui program penanaman pohon berbasis kolaborasi masyarakat. Organisasi ini resmi membuka lima lokasi penanaman baru di Indonesia, salah satunya berlokasi di Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, wilayah yang dikenal subur sekaligus rentan terhadap degradasi lahan akibat tekanan produksi dan perubahan tata guna lahan. Pangalengan menjadi titik penting dalam upaya reforestasi karena wilayah ini berada di daerah tangkapan air yang vital bagi kawasan Bandung Raya. Tetapu, tekanan terhadap lahan akibat aktivitas pertanian intensif dan alih fungsi hutan menyebabkan meningkatnya risiko erosi, sedimentasi, dan penurunan kualitas lingkungan. ata Badan Pusat Statistik (BPS) dan KLHK (2023) menunjukkan, Jawa Barat kehilangan lebih dari 17 ribu hektare tutupan hutan dalam satu dekade terakhir, sebagian besar di wilayah hulu seperti Pangalengan. Melalui kolaborasi dengan Kelompok Tani Hutan (KTH) Mulya Sejahtera, LindungiHutan mengembangkan model agroforestri, sistem yang mengintegrasikan tanaman kehutanan dengan pertanian. Penanaman pohon kayu dan tanaman keras di lahan non-produksi diharapkan dapat mengurangi laju deforestasi, menahan erosi, serta memulihkan fungsi ekologis hutan. Program ini tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat sekitar. “Pangalengan bukan sekadar lokasi hijau, tapi benteng ekologis yang menopang kehidupan ribuan orang di bawahnya. Reforestasi di sini berarti menjaga sumber air, mencegah longsor, dan memastikan lahan tetap subur untuk generasi mendatang,” ujar perwakilan LindungiHutan dalam keterangannya. Selain di Pangalengan, empat lokasi baru lainnya yang dibuka LindungiHutan tersebar di berbagai wilayah pesisir dan hulu Indonesia, sebagai bentuk komitmen terhadap konservasi ekosistem dari laut hingga darat. Setiap lokasi memiliki karakteristik dan urgensi yang berbeda, mulai dari pemulihan mangrove di kawasan pesisir, hingga restorasi hutan rakyat di pedalaman. Inisiatif ini menjadi bagian dari visi LindungiHutan untuk membangun jejaring konservasi partisipatif yang melibatkan masyarakat, komunitas, dan korporasi dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Melalui platform lindungihutan.com, publik dapat berpartisipasi langsung dalam pendanaan, penanaman, hingga pemantauan pertumbuhan pohon secara transparan dan terukur. “Kami percaya setiap pohon yang tumbuh adalah harapan. Dengan membuka lokasi-lokasi baru ini, kami ingin menghadirkan ruang bagi publik untuk ikut beraksi menjaga bumi mulai dari satu bibit di Pangalengan,” tambahnya.
Benih Harapan Tumbuh di Kepulauan Meranti: Penanaman Jagung Serentak Dukung KPN
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Suasana pagi di Desa Bagan Melibur, Kecamatan Merbau, terasa berbeda Rabu (8/10). Lahan pertanian biasa sunyi kini dipenuhi derap langkah petani, jajaran aparat kepolisian, dan pemerintah daerah. Di bawah terik matahari, mereka bahu-membahu menanam benih jagung sebuah simbol harapan bagi ketahanan pangan Indonesia. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Kesra, Suardi, hadir mewakili Bupati dalam kegiatan Penanaman Jagung Serentak Kuartal IV dan Peresmian Gudang Ketahanan Pangan Polri. Acara ini bukan sekadar seremoni, tetapi bagian dari gerakan nasional yang diresmikan oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dari Provinsi Banten. Melalui Zoom Meeting, jajaran Polres Kepulauan Meranti bersama masyarakat mengikuti pembukaan nasional tersebut secara serentak. Di saat bersamaan, benih-benih jagung mulai masuk ke dalam tanah, menandai komitmen daerah terhadap kemandirian pangan. Tetapi membuat momen ini semakin berwarna adalah panen cabai bersama, hasil kolaborasi antara PT Imbang Tata Alam dan Polres Kepulauan Meranti. Warna merah cabai yang kontras dengan hijau jagung menambah semangat para peserta yang tak hanya datang untuk menyaksikan, tetapi ikut turun ke lahan. “Ini bukan sekadar menanam, tapi membangun masa depan pangan kita. Jagung dan cabai adalah komoditas penting yang menyentuh kehidupan masyarakat sehari-hari,” ujar Suardi optimistis. Bagi masyarakat Kepulauan Meranti, jagung bukan hanya bahan pangan, ia adalah sumber penghidupan. Dengan dukungan pemerintah pusat dan Polri, para petani kini memiliki harapan baru akan peningkatan produksi dan kesejahteraan. Program Penanaman Jagung Serentak, dan Peresmian Gudang Ketahanan Pangan Polri ini diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
Kapolres Kepulauan Meranti Tinjau Lahan Program Ketahanan Pangan di Bagan Melibur
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi SH SIK MH, tinjau lahan program ketahanan pangan Desa Bagan Melibur, Kecamatan Merbau, Minggu (5/10) siang. Peninjauan lahan bagian dari program ketahanan pangan Polri bertujuan memastikan kesiapan bakal digunakan untuk penanaman jagung pipil, termasuk ketersediaan sarana pendukung, dan tahapan awal proses pengolahan tanah. Di kegiatan itu Kapolres Kepulauan Meranti didampingi Wakapolres, Kompol Maitertika SH MH, Kabag SDM, Kompol Ali Azar S.Sos, Kasat Reskrim, AKP Roemin Putra SH MH, Kasi Propam, AKP JA Lubis SH MH, serta Kapolsek Merbau, AKP Jimmy Andre SH MH. Hadir pula perwakilan dari pihak swasta dan masyarakat, meliputi CSR Coordinator PT ITA, Arip Hidayatuloh, Site Manager Nawakara, AKBP (Purn) Khairul Amin, anggota PPL Kecamatan Merbau, serta Ketua Kelompok Tani setempat, Jefri. Kegiatan ini, ujar AKBP Aldi, bentuk nyata dukungan Polres Kepulauan Meranti kepada program Polri guna menjaga stabilitas pangan nasional. "Kami meninjau langsung agar pelaksanaan program ini berjalan optimal dan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat," jelasnya. Dijelaskan AKBP Aldi, program ketahanan pangan Polri ini langkah strategis untuk memperkuat kemandirian pangan nasional melalui pemberdayaan masyarakat, kerja sama lintas sektor, serta pengawasan terhadap ketersediaan bahan pangan di daerah. "Program ketahanan pangan ini tidak hanya memastikan ketersediaan bahan pangan, tetapi mendorong kemandirian masyarakat memenuhi kebutuhan pokok secara berkelanjutan," ucapnya.
Harapan Asmar di Majelis Silaturahim Kebudayaan, Zikir Akbar dan Penanaman Pohon Bersama di 'Kota Sagu'
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar hadiri perhelatan Majelis Silaturahim Kebudayaan, Zikir Akbar, Doa Bersama, serta Penanaman Pohon Lintas Sektoral yang digelar di Rumah Adat Melayu Kabupaten Kepulauan Meranti, Kamis (4/9). Acara berlangsung khidmat dengan dihadiri Wakil Bupati Kepulauan Meranti, pimpinan Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat atau MKA Lembaga Adat Melayu Riau atau LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti, Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian atau DPH LAMR Kabupaten Kepulauan Meranti, pimpinan OPD, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, serta para Datuk, Datin, Encik, Tuan, dan Puan. Penganugerahan Tanjak Pejabat Lintas Instansi Rangkaian acara diawali dengan penganugerahan tanjak kepada 12 pejabat lintas vertikal. Mereka antara lain Kapolres Kepulauan Meranti, Kajari Kepulauan Meranti, perwakilan Pengadilan Negeri Bengkalis, Pengadilan Agama Kepulauan Meranti, Pabung Kodim 0303 Bengkalis, Danposal Selatpanjang, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Selatpanjang, Kepala Lapas Kelas IIB Selatpanjang, Kepala Kantor Bea Cukai Selatpanjang, Manager PLN Kepulauan Meranti, Kepala KSOP Selatpanjang, dan Manager Pelindo Kepulauan Meranti. Green Policing Simbol Kolaborasi Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi menekankan pentingnya sinergitas lintas sektor melalui gagasan green policing. “Green Policing mendorong sinergitas ekologis antara LAMR, pemerintah daerah, instansi vertikal, dan masyarakat. Selain wujud kepedulian terhadap pelestarian lingkungan, program ini jadi simbol kolaborasi menjaga ekosistem lokal. Polri berkomitmen perkuat komunikasi sosial, membangun opini positif, serta menjaga citra sebagai pengayom yang peduli pada kelestarian lingkungan dan harmonisasi sosial,” ujarnya.
Polres Meranti Zoom Penanaman Jagung Serentak Kuartal II di Desa Mantiasa
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Polres Kepulauan Meranti gelar kegiatan zoom penanaman Jagung Serentak Kuartal III di Lahan Perhutanan Sosial di Lahan Milik Ketua Kelompok Tani Mantiasa Maju Zulqodri, Jalan Pusara Desa Mantiasa Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Rabu (9/7). Kapolres Meranti melalui Kabag SDM Polres Kepulauan Meranti, Kompol Ali Azar, S.Sos menyampaikan, atas nama Kapolres Kepulauan Meranti, saya sampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Pertanian dan pengelolaan lahan perhutanan sosial adalah bagian penting dari pembangunan nasional yang berkelanjutan. "Kami di jajaran kepolisian, khususnya Polres Kepulauan Meranti, siap bersinergi dan mendukung program-program pemerintah yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat," ujarnya. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya mencerminkan semangat gotong royong dan ketahanan pangan, namun juga merupakan bentuk nyata penguatan kolaborasi antar lembaga, pemerintah daerah, dan masyarakat. "Kami percaya, keamanan dan ketertiban masyarakat akan semakin kokoh apabila didukung ketahanan ekonomi, terutama dari sektor pertanian, Kami berharap kegiatan ini berjalan lancar dan menjadi contoh baik dalam memanfaatkan lahan secara produktif dan berkelanjutan," ucapnya optimis. Sedang, Muhajir atas nama pemerintah Desa Mantiasa, saya sambut baik dan mengapresiasi kegiatan ini sebagai bagian dari upaya kita bersama mendukung ketahanan pangan nasional dan pengelolaan lahan perhutanan sosial yang berkelanjutan.