operasi
Sorotan terbaru dari Tag # operasi
Polda Riau Kerahkan 1.126 Personel Gelar Operasi Keselamatan 2026, Ini Sasarannya
Pekanbaru, katakabar.com - Kepolisian Daerah (Polda) Riau resmi gelar Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2026 dengan menerjunkan 1.126 personel. Operasi ini akan berlangsung selama 14 hari, terhitung mulai 2 hingga 15 Februari 2026, sebagai langkah strategis menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Pelaksanaan operasi diawali dengan Apel Gelar Pasukan yang dipimpin langsung oleh Wakapolda Riau, Brigjen Pol Hengki Haryadi, Senin (2/2), menekankan pentingnya sektor lalu lintas sebagai tulang punggung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi. "Lalu lintas adalah urat nadi pergerakan manusia dan barang. Jika tidak dikelola dengan baik, dampaknya bukan hanya pada keselamatan, tetapi juga produktivitas dan kualitas lingkungan hidup," ujarnya. Ia mengingatkan sesuai Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009, penyelenggaraan lalu lintas bertujuan menciptakan sistem yang aman, selamat, tertib, dan efisien, sehingga dibutuhkan kesadaran kolektif seluruh pengguna jalan. Di kegiatan itu, Brigjen Hengki mengungkapkan fakta faktor manusia masih menjadi penyebab utama kecelakaan lalu lintas. "Sekitar 80 hingga 90 persen kecelakaan terjadi akibat human error. Kurangnya konsentrasi, perilaku ugal-ugalan, dan rendahnya disiplin berlalu lintas masih menjadi persoalan utama," tegasnya. Menurutnya, lalu lintas merupakan sistem kompleks yang melibatkan manusia, kondisi jalan, teknologi kendaraan, dan lingkungan. Ketika keempat elemen tersebut bertemu di ruang yang sama, risiko kecelakaan menjadi tak terelakkan jika tidak dikelola secara menyeluruh. "Kesalahan kecil bisa berujung fatal. Karena itu, pendekatan keselamatan harus berbasis sistem, bukan semata-mata menyalahkan individu. Inilah yang dikenal dengan konsep Vision Zero," jelasnya. Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2026 mengedepankan pendekatan preemtif dan preventif, dengan tujuan meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap Polantas. Adapun sasaran penegakan hukum dalam operasi ini di antaranya penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi pabrikan (knalpot brong), truk yang memodifikasi rangka atau spesifikasi kendaraan, kendaraan pribadi yang digunakan tidak sesuai peruntukan. Kemudian kendaraan dengan TNKB atau pelat nomor tidak sesuai ketentuan, travel ilegal menggunakan kendaraan pribadi, serta penyalahgunaan kendaraan angkutan barang "Penindakan dilakukan melalui ETLE maupun teguran simpatik. Tujuan utama bukan menghukum, melainkan menumbuhkan kesadaran agar masyarakat tertib dan selamat di jalan," jelas Hengki. Data Polda Riau menunjukkan, pada Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2025 tercatat tiga kasus kecelakaan dengan satu korban meninggal dunia, serta lebih dari 3.124 pelanggaran lalu lintas. "Melalui operasi tahun ini, kami berharap angka pelanggaran dan kecelakaan dapat ditekan dan menurun dibandingkan tahun sebelumnya," ucap Hengki. Ia mengingatkan seluruh personel agar mengutamakan keselamatan saat bertugas serta menghindari tindakan yang berpotensi menimbulkan keluhan masyarakat. "Laksanakan tugas sesuai SOP, jaga profesionalitas, dan hindari tindakan kontraproduktif. Kehadiran Polri harus benar-benar dirasakan memberi rasa aman dan nyaman," pesannya. Brigjen Hengki mengajak seluruh personel untuk berdoa agar pelaksanaan operasi berjalan lancar dan menjadi fondasi kuat menjelang Operasi Ketupat Lancang Kuning 2026.
Apel Operasi LLK 2025, Kapolda Riau Tekankan Kesiapsiagaan Hadapi Mobilitas dan Potensi Bencana
Pekanbaru, katakabar.com - Kepolisian Daerah (Polda) Riau Apel Pasukan Operasi Lilin Lancang Kuning 2025 di halaman Mapolda Riau, Jumat (19/12). Apel ini digelar untuk memastikan kesiapan pengamanan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, yang pimpin apel tersebut. Ia menekankan perayaan Natal dan Tahun Baru merupakan agenda nasional yang setiap tahun berdampak pada meningkatnya aktivitas masyarakat. "Perayaan Natal dan Tahun Baru adalah momentum bagi saudara-saudara kita untuk melaksanakan ibadah, berkumpul bersama keluarga, dan beraktivitas di berbagai tempat. Hal ini menyebabkan meningkatnya mobilitas di banyak daerah," ujar Kapolda Riau membacakan amanat Kapolri. Kenaikan mobilitas tersebut, berdasarkan survei nasional, diprediksi meningkat 7,97 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tetapi, situasi ini bersamaan dengan adanya potensi cuaca ekstrem di Tanah Air. "Berdasarkan informasi BMKG, saat ini terdapat tiga sistem siklon di wilayah Indonesia yang berpotensi memicu hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi. Kondisi ini dapat menimbulkan potensi bencana alam," lanjutnya. Dengan situasi demikian, Kapolri menegaskan perlunya kesiapsiagaan seluruh personel dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. "Momentum Nataru menuntut adanya upaya yang dilakukan secara ekstra dibanding tahun-tahun sebelumnya. Ini membutuhkan kesigapan seluruh jajaran dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat," tegasnya. Selain itu, kata Kapolda Riau, jajaran kepolisian juga diminta terus melakukan monitoring ketahanan pangan dan ketersediaan BBM, serta memastikan harga dan distribusi tetap stabil selama periode libur panjang. Kapolri juga mengingatkan agar layanan 110 dimaksimalkan sebagai sarana utama masyarakat melaporkan kondisi darurat, gangguan keamanan, maupun peristiwa lain yang memerlukan respons cepat. Operasi Lilin Lancang Kuning (LLK) 2025 akan melibatkan ribuan personel gabungan dari Polri, TNI, pemerintah daerah, hingga mitra keamanan lainnya. Operasi ini bertujuan menjamin keamanan tempat ibadah, pusat keramaian, jalur transportasi, objek wisata, hingga distribusi logistik masyarakat sepanjang libur Nataru.
Apel Operasi LLK 2025, H Asmar Tekankan Pengamanan Nataru Ekstra Ketat
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti bersama Polres Kepulauan Meranti gelar Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Lancang Kuning (LLK) 2025 di halaman Kantor Polres Kepulauan Meranti, Jumat (19/12). Apel tersebut dipimpin Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar, sebagai bentuk pengecekan akhir kesiapan personel dan sarana prasarana pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Apel gelar pasukan ini turut dihadiri Kapolres Kepulauan Meranti beserta pejabat utama Polres, Ketua DPRD Kepulauan Meranti, Dandim 0303 Bengkalis, Kepala Kejaksaan Negeri Kepulauan Meranti, Ketua Pengadilan Negeri Kepulauan Meranti, Danramil 02 Tebing Tinggi, serta unsur Forkopimda dan instansi terkait lainnya. Dalam amanatnya, H Asmar menegaskan apel gelar pasukan merupakan momentum penting untuk memastikan kesiapan seluruh unsur pengamanan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama perayaan Natal dan Tahun Baru. “Apel gelar pasukan ini adalah bentuk pengecekan akhir kesiapan personel maupun sarana dan prasarana yang akan digunakan selama pelaksanaan operasi, sehingga seluruh rangkaian pelayanan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dapat berjalan dengan optimal,” ujar H Asmar. Ia menyampaikan perayaan Natal dan Tahun Baru agenda nasional rutin yang selalu berdampak pada meningkatnya mobilitas masyarakat, baik untuk beribadah, berkumpul bersama keluarga, maupun berlibur. "Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat pada Nataru 2025 diperkirakan mencapai 119,5 juta orang, meningkat 7,97 persen atau sekitar 8,83 juta orang dibandingkan tahun sebelumnya," ulasnya. Selain lonjakan mobilitas, kata H Asmar, tantangan pengamanan Nataru tahun ini juga diperberat oleh faktor cuaca ekstrem. Berdasarkan informasi BMKG, terdapat tiga sistem siklonik di sekitar wilayah Indonesia yang berpotensi picu hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi. Kondisi tersebut beriringan dengan puncak musim hujan yang diprediksi berlangsung dari November 2025 hingga Februari 2026. “Menghadapi situasi ini, kesiapsiagaan harus ditingkatkan. Pengamanan, pelayanan, hingga respons cepat terhadap berbagai permasalahan di lapangan harus dilakukan secara ekstra demi memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat,” tegasnya. Sebagai bentuk kesiapsiagaan nasional, Polri dengan dukungan TNI dan berbagai stakeholder menggelar Operasi Kepolisian Terpusat dengan sandi Operasi Lilin 2025 yang berlangsung selama 14 hari, mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026. Operasi ini melibatkan 146.701 personel gabungan, terdiri dari 77.637 personel Polri, 13.775 personel TNI, serta 55.289 personel dari instansi terkait lainnya. Untuk mendukung operasi tersebut, disiapkan 2.903 posko pengamanan di seluruh Indonesia, yang terdiri dari 1.807 Pos Pengamanan (Pos Pam), 763 Pos Pelayanan (Pos Yan), dan 333 Pos Terpadu. Pos-pos tersebut akan difokuskan pada pengamanan 44.436 objek vital, seperti gereja, pusat perbelanjaan, terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, hingga lokasi perayaan malam tahun baru. Bupati Kepulauan Meranti kembali menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), termasuk pengaturan lalu lintas, pengendalian angkutan barang, serta antisipasi kepadatan penumpang di moda transportasi darat dan laut. Di sisi lain, pengamanan ibadah Natal menjadi perhatian utama dengan memastikan seluruh lokasi ibadah disterilisasi dan melibatkan unsur ormas keagamaan sebagai wujud toleransi antar umat beragama. Upaya deteksi dini dan pencegahan terhadap ancaman terorisme juga diminta untuk diperkuat, khususnya di tempat ibadah dan pusat keramaian. Selain itu, kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam seperti banjir dan longsor, stabilitas ketersediaan pangan dan BBM, serta layanan darurat kepolisian melalui call center 110 menjadi bagian penting dari rangkaian pengamanan Nataru.
Satlantas Polres Meranti Lakukan Operasi Berbeda Tiap Hari Selama Operasi Zebra
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kepulauan Meranti terapkan pola Operasi Zebra yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Razia digelar di lokasi berbeda tiap hari selama pelaksanaan Operasi Zebra Lancang Kuning 2025, berlangsung mulai 17 hingga 30 November 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di bawah komando Kasat Lantas Polres Kepulauan Meranti, AKP Sardianto, SE melalui Kaur Bin Ops Satlantas Polres Kepulauan Meranti, Ipda Richi Afredo. “Kami melaksanakan Operasi Zebra Tahun 2025 di sejumlah titik berbeda setiap harinya. Harapannya operasi ini berjalan tertib, lancar, dan mampu menekan angka pelanggaran lalu lintas,” ujar Ipda Richi kepada wartawan, Jumat (21/11). Dijelaskan Ipda Richi, ada tujuh prioritas pelanggaran yang menjadi fokus utama penindakan tahun ini, yakni: - Pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm SNI. - Pengemudi mobil yang tidak menggunakan sabuk keselamatan. - Penggunaan ponsel saat berkendara. Pengendara di bawah pengaruh alkohol. Melawan arus lalu lintas. - Membonceng lebih dari satu orang. Pengendara di bawah umur serta pelanggaran batas kecepatan. Selain penindakan, Satlantas melakukan tindakan preventif berupa imbauan, teguran, dan edukasi langsung kepada masyarakat, serta sosialisasi ke sekolah hingga pengawasan sepeda listrik. Richi menegaskan kegiatan penertiban tidak hanya dilakukan selama Operasi Zebra, tetapi akan berlanjut secara rutin. “Kami tidak akan bosan mengingatkan masyarakat tentang pentingnya tertib berlalu lintas. Penyuluhan juga akan terus dilakukan ke sekolah-sekolah,” ucapnya. Ia menyoroti penggunaan sepeda listrik yang semakin marak oleh anak-anak dan remaja. “Kami mengimbau agar sepeda listrik tidak digunakan di jalan raya. Gunakanlah di lingkungan yang aman dan wajib menggunakan helm,” tegasnya.
Polda Riau Terjunkan 971 Personel Gelar Operasi Patuh Lancang Kuning 2025, Ini Sasarannya
Pekanbaru, katakabar.com - Total 971 personel gabungan resmi dikerahkan dalam Operasi Patuh Lancang Kuning 2025, yang dimulai dengan apel gelar pasukan di halaman Mapolda Riau, Senin (14/7). Apel pembukaan ini dipimpin Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, yang dihadiri Gubernur Riau, Abdul Wahid, unsur TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta Forkopimda. Usung tema "Tertib Berlalu Lintas Demi Terwujudnya Indonesia Emas", operasi bakal berlangsung selama 14 hari, dari 14 hingga 27 Juli 2025, di seluruh wilayah hukum Polda Riau. Kapolda Riau menegaskan, operasi ini bukan sekadar rutinitas tahunan, tapi bagian dari upaya membangun budaya berlalu lintas yang tertib dan manusiawi. "Penegakan hukum lalu lintas harus dilakukan secara adil, transparan, dan bebas praktik transaksional. Edukasi serta pendekatan humanis tetap menjadi prioritas agar masyarakat semakin sadar akan pentingnya disiplin berlalu lintas," tegas Irjen Herry. Tahun ini, kata Irjen Pol Herry, Operasi Patuh targetkan delapan pelanggaran utama yang menjadi penyebab dominan kecelakaan dan ketidaktertiban jalan. Di antaranya penggunaan ponsel saat berkendara, pengemudi di bawah umur, sepeda motor berboncengan lebih dari satu, tidak memakai helm standar atau sabuk pengaman, mengemudi di bawah pengaruh alkohol, melawan arus, melebihi batas kecepatan, serta kendaraan Over Dimension dan Over Loading atau ODOL. Soal kendaraan ODOL dari luar Riau, Kapolda menegaskan, kendaraan yang beroperasi di wilayah ini wajib melakukan balik nama sebagai bentuk kontribusi terhadap pendapatan asli daerah atau PAD. Mengacu pada Operasi Patuh tahun 2024, tercatat 10 kecelakaan lalu lintas, dengan 4 korban jiwa serta lebih dari 4.283 tindakan penilangan. Tahun ini, pendekatan akan lebih kolaboratif dan edukatif, namun pelanggaran berat tetap akan ditindak secara tegas. "Kami berharap tahun ini ada penurunan signifikan dalam jumlah pelanggaran dan kecelakaan. Edukasi tetap menjadi ujung tombak, tapi penegakan hukum tidak akan diabaikan," ujar Kapolda.
Peringati LH Sedunia 2025 Wilayah Operasi Bekasap Rokan, Camat Mandau Puji Penanaman Bibit Pohon
Mandau, katakabar.com - Camat Mandau, Riki Rihardi bersama jajaran Pemerintah Kecamatan atau Pemcam Mandau, hadiri kegiatan Penanaman Bibit Pohon yang ditaja PT Pertamina Hulu Rokan atau PHR sempena memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Wilayah Operasi Bekasap Rokan Kecamatan Mandau tahun 2025, Jumat (20/6). Kegiatan itu angkat tema "Satu Energi Hijau dan Aksi Tangguh Untuk Kemajuan Indonesia". Ada beberapa kegiatan, yakni sharing knowledge, donasi panel surya dan bibit pohon, study tour pembangkit listrik tenaga surya, dan penanaman pohon. Camat Mandau, Riki Rihardi menyampaikan selamat Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2025. Kami sangat mengapresiasi kegiatan penanaman bibit pohon sempena memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini. "Kami Pemerintah Kecamatan atau Pemcam Mandau ucapkan terima kasih, dan apresia kepada teman-teman kami dari PT PHR yang telah mengajak untuk bersama-sama di kegiatan penanaman pohon," ujarnya. Kita berharap, tuturnya, agar kegiatan penanaman pohon yang ditanam ini benar-benar dapat banyak manfaat untuk kita semua, serta dapat menjadi amal jariah buat kita. "Kami berharap agar kegiatan ini tidak cukup sampai di sini, mari kita bersama-sama selalu bersinergi agar membuat Kecamatan Mandau khususnya, Insya Allah menjadi kota yang sejuk dan asri," jelasnya.
Polres Inhil Gencarkan Operasi Tim Raga, Perangi Premanisme dan Genk Motor
Indragiri Hilir, katakabar.com - Polres Indragiri Hilir tegaskan komitmen menjaga ketertiban dan keamanan publik melalui kegiatan rutin Tim Raga atau Rabu Anti Genk dan Anarkisme, yang digelar Selasa (3/6) malam. Program ini bagian dari prioritas Kapolda Riau untuk menekan premanisme dan aksi genk motor yang meresahkan warga. Kapolres Indragiri Hilir, AKBP Farouk Oktora menegaskan, kegiatan ini dilakukan secara terstruktur dan menyeluruh. “Kami tidak memberi ruang bagi premanisme dan genk motor berkembang di Indragiri Hilir. Ini komitmen kami untuk menjaga Tembilahan tetap kondusif,” tegasnya. Di pelaksanaannya, Rinci AKBP Farouk, operasi melibatkan 16 personel. Sebanyak 9 personel dari satuan Samapta, dan 7 dari Reskrim. Tiga pendekatan diterapkan di kegiatan ini, yakni preemtif, preventif, dan Gakkum. Tim lebih dulu menyampaikan edukasi ke masyarakat, lalu melakukan patroli sebagai upaya pencegahan, dan siap bertindak tegas bila ditemukan pelanggaran. Sejumlah titik rawan dan lokasi berkumpul yang berpotensi menjadi pusat aktivitas premanisme maupun genk motor menjadi sasaran patroli. Hasil operasi kali ini menunjukkan tidak ada pelanggaran mencolok. Meski demikian, Kapolres menegaskan pentingnya konsistensi. “Nihil pelanggaran hari ini bukan berarti kita kendur. Justru ini jadi pemacu untuk terus hadir menjaga keamanan,” jelasnya. Menurutnya, kehadiran polisi berseragam di lokasi-lokasi rawan memberi rasa aman sekaligus efek psikologis positif bagi masyarakat. Di samping itu, koordinasi dilakukan bersama tokoh masyarakat dan organisasi lokal guna memperkuat pesan Kamtibmas. “Kami ajak semua elemen masyarakat ikut menjaga lingkungan. Peran aktif semua pihak itu kunci,” imbaunya.
India Nyatakan Komitmen Kuat Perangi Terorisme Melalui Operasi Sindoor
Teror dan perdagangan tidak bisa berjalan bersama. Air dan darah tidak bisa mengalir bersama. Pernyataan ini menunjukkan selama aksi terorisme lintas batas masih berlangsung, India tidak akan membuka ruang untuk dialog diplomatik maupun kerja sama ekonomi. Perdamaian dan pembangunan hanya dapat dicapai jika keamanan rakyat India dijamin sepenuhnya, dan segala bentuk kekerasan dihentikan secara permanen. Pesan ini juga menjadi sinyal kuat India tidak akan ragu mengambil langkah tegas terhadap siapa pun yang mengancam kedaulatan dan keselamatan negaranya.
Polres Kepulauan Meranti Antisipasi Tindak Kejahatan dan Premanisme
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Kepolisian Resor atau Polres Kepulauan Meranti terus mengintensifkan kegiatan patroli malam di sejumlah titik rawan di wilayah hukumnya, Senin (12/5) malam. Kegiatan ini sebagai upaya mendukung pelaksanaan Operasi Pekat Lancang kuning 2025. Wakapolres Kepulauan Meranti, Kompol Maitertika, didampingi Kabag Ops, Kompol Syahrizal, dan personel Polres Kepulauan Meranti, Wakapolres Kepulauan Meranti, Kompol Maitertika mengatakan, kegiatan patroli dan razia operasi pekat lancang kuning 2025 bertujuan untuk menekan angka kejahatan jalanan dan tindak kriminalitas lainnya. "Melalui patroli malam ini, kami berupaya mencegah segala bentuk gangguan kamtibmas khususnya premanisme yang meresahkan masyaraka," ujarnya. Patroli ini dilaksanakan, kata Kompol Maitertika, sebagai upaya preventif untuk mencegah aksi premanisme dan berbagai gangguan keamanan yang berpotensi mengganggu kenyamanan masyarakat. Menurutnya, Polres Kepulauan Meranti berkomitmen untuk terus meningkatkan kehadiran anggota di lapangan, khususnya pada malam hari, demi memberikan rasa aman bagi masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti.
Cegah Aksi Premanisme, Polres Kepulauan Meranti Operasi Pekat LK 2025
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Guna mendukung Operasi Pekat Lancang kuning 2025, Polres Kepulauan Meranti gelar giat patroli dan razia di sejumlah titik rawan, Sabtu (10/5) malam. Langkah ini dilakukan untuk mencegah aksi premanisme, serta penyakit masyarakat lainnya yang meresahkan warga. Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi melalui Kasat Intelkam, Iptu Roly Irvan mengatakan, kegiatan ini bagian dari rangkaian Ops Pekat atau Penyakit Masyarakat lancang kuning 2025. "Patroli difokuskan pada lokasi yang dinilai rawan tindak kriminalitas, seperti aksi premanisme, C3 maupun gangguan Kamtibmas lainnya," ujarnya. Pihaknya pun mengimbau masyarakat agar segera melapor jika menemukan tindakan yang mengarah pada premanisme atau tindak kejahatan lainnya. “Kami tidak akan mentolerir segala bentuk aksi premanisme yang mengganggu kenyamanan masyarakat. Kepolisian hadir untuk memberikan rasa aman, dan kami mengajak semua elemen masyarakat untuk bersama menjaga lingkungan masing-masing," jelasnya.