Buka Manasik Haji Nasabah Bank Riau Kepri Syariah, Ini Harapan H Asmar
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar, resmi buka kegiatan praktik manasik haji dan silaturahmi calon jemaah haji bersama PT Bank Riau Kepri Syariah (BRK Syariah), di Aula Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Meranti, Senin (6/4). Kegiatan ini diikuti para calon jemaah haji nasabah BRK Syariah sebagai bagian dari pembekalan sebelum menunaikan ibadah ke Tanah Suci. Branch Manager BRK Syariah Selatpanjang, Wiwin Syahputra, menegaskan pelaksanaan manasik haji bentuk komitmen pihak perbankan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah, tidak hanya dari sisi finansial, tetapi juga spiritual. “Manasik haji ini adalah komitmen kami untuk memberikan pelatihan dan pelayanan agar para calon jemaah benar-benar siap, baik secara rohani maupun jasmani. Kami berharap dukungan dari pemerintah daerah, stakeholder, dan Kementerian Agama agar kegiatan ini terus berjalan dengan baik,” ujar Wiwin. Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar memberikan apresiasi atas inisiatif BRK Syariah yang dinilai turut berkontribusi dalam pembinaan calon jemaah haji di daerah. Menurutnya, sinergi antara sektor perbankan dan lembaga keagamaan menjadi langkah strategis dalam memastikan calon jemaah haji asal Kepulauan Meranti memperoleh edukasi yang merata dan berkualitas. “Ibadah haji bukan hanya soal niat, tetapi juga membutuhkan kesiapan fisik, mental, dan ilmu. Manasik ini adalah bekal paling berharga sebelum berangkat ke Tanah Suci,” kata Asmar. Ia menambahkan, melalui kegiatan manasik, para calon jemaah akan memahami tata cara ibadah sesuai tuntunan fikih haji, mengenal alur perjalanan ibadah dari tanah air hingga ke Arab Saudi, serta melatih kesabaran dalam menghadapi kondisi padatnya jemaah. Ia mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini, mengingat kondisi cuaca di Arab Saudi yang cenderung ekstrem. Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan nama baik daerah selama menjalankan ibadah. “Jemaah adalah duta daerah. Tunjukkan akhlakul karimah, saling tolong-menolong, dan luruskan niat semata-mata karena Allah SWT,” pesannya. Di akhir sambutan, Asmar berharap seluruh calon jemaah haji dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara jajaran pemerintah daerah, pihak perbankan, dan para calon jemaah haji.
Di Tengah Isu Gagal WD Sejumlah Aplikasi, Nasabah HSB Investasi Akui Penarikan Dana Lancar
Jakarta, katakabar.com - Di tengah isu gagal WD di sejumlah aplikasi, nasabah HSB Investasi mengaku penarikan dana berjalan lancar dan transparan. Adalah legalitas BAPPEBTI jadi alasan utama kepercayaan. Isu gagal withdraw (WD) yang terjadi di sejumlah aplikasi finansial kembali menjadi sorotan. Kekhawatiran soal dana yang sulit dicairkan membuat calon nasabah berpikir dua kali sebelum menyetorkan dana ke akun trading atau dikenal dengan istilah deposit. Hal serupa sempat dirasakan Dwi Ardiansyah, seorang karyawan di Jakarta yang telah terjun ke dunia trading sejak 2020. “Awalnya saya tertarik trading karena melihat ada peluang untuk menambah penghasilan. Tapi di sisi lain, saya juga sangat khawatir, terutama ketika harus melakukan deposit, walaupun nominalnya kecil,” cerita Dwi. Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. Ia melihat sendiri bagaimana banyak kasus broker bermasalah yang akhirnya merugikan nasabah. Risiko dana tidak bisa ditarik kembali menjadi salah satu hal yang paling ia pertimbangkan sejak awal. Pilih Broker Legal sebagai Langkah Awal Di tengah kekhawatiran tersebut, pria yang menetap di Banten ini memilih untuk bersikap kritis. Pilihannya jatuh pada HSB Investasi. Keputusan itu didasari oleh status legalitas HSB yang telah terdaftar dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI), serta didukung oleh lembaga kliring resmi. “Yang membuat saya lebih yakin adalah HSB sudah tersertifikasi dan terdaftar resmi. Itu penting buat saya, karena banyak kasus penipuan berawal dari broker yang tidak jelas legalitasnya,” jelas Dwi. Apalagi setelah mengetahui bahwa HSB sudah mengantongi sertifikasi global ISO 27001, dia jadi lebih tenang saat trading karena data pribadi dan transaksinya terlindungi dari kebocoran data. Seiring berjalannya waktu, keyakinannya semakin kuat. Ia merasakan proses trading di HSB berjalan stabil, mulai dari eksekusi transaksi hingga penarikan dana. Menurut Dwi, salah satu kekhawatiran terbesar sebagai trader adalah ketika dana tidak bisa ditarik, terutama setelah transaksi trading dilakukan. Justru pengalaman inilah yang membuatnya bertahan lebih dari lima tahun di HSB. “Di HSB, penarikan dana atau withdraw bisa dilakukan dengan transparan dan tidak ada kendala. Itu yang paling penting buat saya sebagai nasabah,” tuturnya. Selama menggunakan HSB Investasi, ia merasa aktivitas trading dapat dijalani dengan lebih tenang karena prosesnya jelas. Hasil transaksi pun bisa dimanfaatkan sesuai dengan perencanaan keuangan pribadinya. Baginya, spread yang relatif kompetitif serta minimnya gangguan teknis membuat aplikasi ini layak digunakan, baik oleh trader pemula maupun yang sudah berpengalaman. Di tengah maraknya isu gagal tarik dana, pengalaman Dwi menunjukkan bahwa rasa aman dan kepastian prosedur menjadi faktor krusial dalam memilih broker. Bukan sekadar soal peluang keuntungan, melainkan keberlanjutan dan kepercayaan jangka panjang. Pengalaman lima tahun tersebut menjadi pengingat bahwa memilih broker forex yang legal dan transparan dapat menjadi pondasi penting sebelum memikirkan strategi dan target profit.
Bagaimana HSB Investasi Lindungi Dana Nasabah? Begini Sistem Keamanannya
Jakarta, katakabar.com - Keamanan dana kini jadi isu penting di industri trading. Kenali sistem keamanan di HSB Investasi, seperti rekening terpisah, pengawasan BAPPEBTI, dan mekanisme perlindungan. Maraknya kasus gagal tarik dana dan platform tanpa izin membuat isu perlindungan dana semakin menjadi perhatian publik. Di tengah berkembangnya industri trading digital, masyarakat kini semakin selektif dalam memilih perusahaan tempat mereka bertransaksi. Bagi HSB Investasi, perlindungan dana bukan sekadar fitur tambahan, melainkan fondasi utama. Sistem keamanan broker forex terbaik di Indonesia ini dijalankan melalui mekanisme berlapis, mulai dari segregated account, pengawasan regulator, hingga pencatatan transaksi melalui lembaga kliring independen. 1. Segregated Account, Dana Nasabah 100% Dipisah HSB Investasi menerapkan sistem segregated account atau rekening terpisah. Artinya, dana nasabah tidak dicampur dengan dana operasional perusahaan. Dana yang disetorkan hanya digunakan untuk kepentingan transaksi masing-masing nasabah. Perusahaan tidak dapat memanfaatkan dana tersebut untuk kebutuhan internal. Struktur ini menjadi bagian dari komitmen HSB Investasi yang mengutamakan pemisahan dana dan transparansi operasional. 2. Disimpan di Bank Kustodian Resmi Dana nasabah tidak disimpan sembarangan. Uang ditempatkan di bank kustodian resmi yang ditunjuk sesuai ketentuan regulator dan berada dalam pengawasan pemerintah. Keberadaan bank kustodian berfungsi sebagai lapisan pengamanan tambahan. Artinya, dana secara fisik tersimpan di institusi perbankan, bukan di rekening internal perusahaan. Struktur ini membantu memastikan ketersediaan dana tetap terjaga dan meminimalkan risiko penyalahgunaan. 3. Diawasi BAPPEBTI Otoritas Negara Seluruh aktivitas operasional HSB Investasi berada di bawah pengawasan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI). Sebagai regulator resmi perdagangan berjangka di Indonesia, BAPPEBTI mengawasi tata kelola dana nasabah, prosedur transaksi, dan kepatuhan operasional perusahaan Setiap perpindahan dana dan aktivitas transaksi harus mengikuti aturan yang telah ditetapkan. Pengawasan ini menjadi kontrol eksternal untuk menjaga integritas sistem. 4. Lembaga Kliring (ICH), Pihak Ketiga Independen Selain regulator, terdapat peran lembaga kliring sebagai pihak ketiga independen. Di Indonesia, transaksi dicatat melalui Indonesia Clearing House (ICH). Lembaga kliring berfungsi untuk mencatat dan memverifikasi transaksi, menjamin proses penyelesaian (settlement), dan menjadi perantara yang memastikan transaksi tercatat secara resmi. Keberadaan ICH menambah lapisan transparansi karena transaksi tidak hanya tercatat di sistem perusahaan, tetapi juga di lembaga independen. Dengan sistem segregated account, penyimpanan di bank kustodian resmi, pengawasan BAPPEBTI, serta pencatatan oleh ICH, HSB Investasi membangun struktur perlindungan dana yang terintegrasi. Pendekatan ini menjadi bagian dari komitmen sebagai aplikasi trading all-in-one pertama yang dirancang dengan standar keamanan berlapis dan dipercaya oleh 17++ juta trader Indonesia.
Isu Penarikan Dana Exchange Kripto Lokal, Tokocrypto Tegaskan Aset Nasabah Aman
Jakarta, katakabar.com - Isu penarikan dana dari exchange kripto lokal belakangan ramai diperbincangkan di ruang publik dan media sosial. Isu tersebut memicu kekhawatiran sebagian masyarakat dan investor akan potensi terulangnya kasus kolapsnya exchange kripto asal Amerika Serikat, FTX, yang disebabkan oleh penyalahgunaan dana nasabah. Menanggapi hal ini, CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menegaskan kondisi industri aset kripto di Indonesia saat ini sangat berbeda dan lebih aman, sehingga kasus FTX terulang di Tanah Air tidak bisa terjadi. Ia menekankan bahwa exchange kripto lokal tidak lagi memegang atau mengelola dana nasabah secara langsung. “Struktur industri kripto nasional saat ini sudah berubah total, sejak adanya Bursa, Kliring, dan Kustodian. Dana nasabah tidak lagi dipegang oleh exchange seperti Tokocrypto. Kami hanya berfungsi sebagai tempat jual-beli aset kripto dan hanya melakukan perdagangan saja,” jelas Calvin. Menurutnya, anggapan kasus seperti FTX dapat terjadi di Indonesia menunjukkan kurangnya pemahaman terhadap regulasi yang berlaku. “FTX tidak memiliki lisensi dan tidak berada di bawah pengawasan otoritas. Di Indonesia, seluruh ekosistem kripto kini diawasi secara ketat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sehingga spekulasi tersebut tidak berdasar,” ucapnya. Dana Nasabah Disimpan Terpisah dan Diawasi OJK Berdasarkan POJK Nomor 23 Tahun 2025, ekosistem aset kripto di Indonesia kini diatur melalui lembaga Self-Regulatory Organization (SRO) yang terdiri dari Bursa, Kliring, dan Kustodian. Dalam skema ini, dana dan aset kripto nasabah disimpan secara terpisah dari exchange, sehingga tidak dapat digunakan untuk kepentingan operasional perusahaan. Adapun struktur ekosistem industri aset kripto nasional adalah sebagai berikut: Bursa: PT Central Finansial X (CFX), berfungsi sebagai penyelenggara dan penyedia sistem perdagangan aset kripto. Kliring: Kliring Komoditi Indonesia, berfungsi sebagai tempat penyimpanan dana rupiah atau fiat nasabah. Kustodian: PT Kustodian Koin Indonesia (ICC), berfungsi sebagai tempat penyimpanan aset kripto nasabah. Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD): Terdapat 29 PAKD berlisensi OJK, termasuk Tokocrypto, yang berfungsi sebagai platform jual-beli aset kripto. Calvin menegaskan bahwa lembaga kliring dan kustodian berada di bawah pengawasan ketat OJK dan telah berjalan lebih dari satu tahun. Selain itu, terdapat kewajiban rekonsiliasi aset harian untuk memastikan total aset nasabah selalu utuh. Apabila terjadi kekurangan, exchange wajib melakukan penambahan aset sesuai ketentuan yang berlaku. “Aturan baru juga mengharuskan pemisahan aset nasabah secara ketat, serta pemeriksaan dan pelaporan rutin. Skema ini dirancang untuk memperkuat perlindungan konsumen dan meminimalkan risiko penyalahgunaan dana,” imbuhnya. Terkait imbauan kepada investor untuk menarik dana dari exchange lokal dan beralih ke cold wallet (self-custody), Clavin menilai klaim tersebut tidak tepat jika dikaitkan dengan kondisi regulasi Indonesia saat ini. Mekanisme pemisahan dana melalui Bursa, Kliring, dan Kustodian justru memperkuat keamanan aset nasabah, karena exchange tidak memiliki akses langsung terhadap dana maupun aset kripto pengguna. “Self-custody adalah pilihan pribadi investor, namun penting untuk memahami bahwa exchange kripto berlisensi di Indonesia sudah memiliki sistem perlindungan berlapis sesuai regulasi OJK,” beber Calvin. Sebagai bentuk komitmen terhadap transparansi, Tokocrypto juga menyediakan laporan Proof of Reserve yang dapat diakses publik. Laporan tersebut menunjukkan bahwa aset pengguna tercatat secara 1:1 dan dilengkapi dengan cadangan tambahan. Aset milik perusahaan Tokocrypto dicatat pada akun terpisah dan tidak termasuk dalam perhitungan Proof of Reserve. Di tengah dinamika pasar global, Tokocrypto mencatatkan kinerja yang tetap positif. Hingga November 2025, total nilai transaksi di Tokocrypto telah mendekati Rp150 triliun, mencerminkan tingginya minat dan partisipasi pengguna terhadap aset kripto di Indonesia. “Kami terus berkomitmen menjaga keamanan, transparansi, dan kepatuhan terhadap regulasi. Edukasi kepada masyarakat juga menjadi kunci agar publik tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak akurat,” sebut Calvin.
Raya App Hadirkan Raya Story, Bantu Nasabah Kelola Keuangan Semakin Cerdas
Jakarta, katakabar.com - Sebagai bank digital bagian dari BRI Group, Bank Raya atau AGRO terus menghadirkan inovasi aplikasi keuangan untuk membantu nasabah merasakan pengalaman menabung yang menarik yang tidak hanya sekadar menabung. Melalui Raya App, user dapat mengakses fitur analisis keuangan untuk memantau, menganalisis, dan mengevaluasi kebiasaan finansial, sehingga nasabah dapat mengambil keputusan keuangan dengan lebih bijak. Salah satu fitur unggulan dalam kategori analisis keuangan adalah “Raya Story”, yakni fitur yang sajikan ringkasan informasi keuangan nasabah dalam format interaktif berbentuk story selayaknya story social media. Fitur ini menampilkan data keuangan selama satu bulan terakhir dengan visualisasi sederhana yang mudah dipahami, Raya Story memberikan pengalaman yang intuitif dan memudahkan nasabah dalam mengevaluasi kondisi keuangan secara rutin. Informasi yang ditampilkan mencakup informasi uang masuk dan uang keluar, jumlah transaksi yang paling sering digunakan, total promo dan cashback yang telah didapatkan, level Raya membership, rekomendasi fitur saku yang dapat digunakan serta informasi promo Bank Raya. Direktur Bisnis Bank Raya, Kicky Andrie Davetra mengatakan, Bank Raya memiliki kewajiban untuk memperluas akses finansial dan meningkatkan literasi keuangan di seluruh lapisan masyarakat. "Hadirnya fitur Raya Story menjadi bentuk komitmen kami dalam menyediakan layanan keuangan yang tidak hanya fungsional, tapi juga edukatif dan sesuai dengan gaya hidup digital nasabah saat ini. Kami berharap fitur ini dapat mendorong kesadaran finansial, membantu nasabah memahami pola transaksi mereka, serta membangun kebiasaan pengelolaan keuangan yang lebih terencana,” ujarnya. Menurutnya, fitur Raya Story memperkuat visi Bank Raya sebagai bank digital utama yang memberikan solusi keuangan digital dengan akses terluas bagi masyarakat Indonesia. “Dengan adanya fitur Raya Story, nasabah dapat memantau langsung kondisi finansial bulanan dan mengambil langkah yang diperlukan dalam mengatur keuangan pribadi, mulai dari pengelolaan pemasukan hingga pengendalian pengeluaran. Harapannya, keuangan nasabah menjadi lebih stabil dan tujuan finansial mereka dapat tercapai,” jelas Kicky. Bank Raya terus mendorong pertumbuhan kinerja bisnis digital dengan berkomitmen memperkuat kepemimpinan bisnis BRI Group, untuk menjadi bank digital utama yang memberikan akses terluas bagi masyarakat di Indonesia. Hingga Mei 2025 pengguna Raya App tercatat lebih dari 1 juta nasabah. Penggunaan transaksi Raya App yang meningkat 53,9% (yoy) yang mencapai 1,7 juta transaksi, dengan pertumbuhan digital saving yaitu sebesar Rp1,3 triliun atau tumbuh 52,61% (yoy). Pertumbuhan tersebut akan terus meningkat seiring dengan berkembangnya fitur dan inovasi yang dikembangkan oleh Bank Raya di Raya App
BRK Syariah Perpanjang Penghentian Sementara Transaksi Rekening Dormant
Pekanbaru, katakabar.com - PT Bank Riau Kepri Syariah (Perseroda), yang dikenal luas sebagai BRK Syariah, umumkan perpanjangan masa penghentian sementara transaksi rekening dormant. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari komitmen bank perkuat keamanan sistem perbankan, menjaga integritas data nasabah, serta mendukung kebijakan nasional terkait penertiban rekening tidak aktif. Rekening dormant adalah rekening yang tidak mengalami transaksi debet dalam jangka waktu tertentu umumnya antara 6 hingga 12 bulan, dan secara otomatis berstatus tidak aktif sesuai dengan ketentuan perbankan yang berlaku. “Selanjutnya BRK Syariah memberi kesempatan lebih luas kepada nasabah untuk melakukan klarifikasi dan reaktivasi rekening yang masih valid,” ujar T.M Fadhly Kholis, Pemimpin Divisi Sekretariat Perusahaan BRK Syariah. Menurut Fadhly, langkah ini juga sejalan dengan upaya pencegahan tindak pidana keuangan, seperti penyalahgunaan rekening tidak aktif untuk kegiatan ilegal, termasuk pencucian uang. Sesuai regulasi, status dormant telah tercantum dalam syarat dan ketentuan yang disepakati nasabah saat pembukaan rekening. “Rekening yang tidak aktif dan tidak mendapat respons dari nasabah akan dikenakan pemblokiran sementara hingga dilakukan verifikasi. Tapi, perlu kami tegaskan pemblokiran ini bukan bersifat permanen, melainkan langkah preventif untuk pengamanan dana dan data nasabah,” tegasnya.
Kecewa Sikap Kades, Masyarakat Tergabung Nasabah BumDes Primadona Tempuh Jalur Hukum
Pasir Pengaraian, katakabar.com - Kasus dugaan penggelapan dana nasabah oleh pengurus Bumdes Primadona, Desa Bono Tapung, Kecamatan Tandun, Kabupaten Rokan Hulu, Riau berbuntut panjang. Masyarakat geram, dan kecewa tak kunjung mendapatkan penjelasan mengenai penyelesaian dana mereka, baik pengurus BumDes, dan termasuk Kepala Desa Bono Tapung, Rianto jadi pemicu bakal melaporkan kasus dugaan penggelapan ke hukum. Menurut salah seorang nasabah, sekaligus perwakilan masyarakat, Arifin, masyarakat yang tergabung dalam nasabah BumDes Primadona Desa Bono Tapung kompak, dan sepakat membawa masalah ini agar diproses secara hukum. "Siap melaporkan dugaan penggelapan dana nasabah kepada bagian Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Rokan Hulu pada Senin, 13 Januari 2024, lusa," ujar Arifin kepada katakabar.com, Sabtu (11/1).